Claim Missing Document
Check
Articles

PELAKSANAAN KONSELING PADA ANAK JALANAN Erfan Ramadhani; Ramtia Darma Putri
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol 2, No 1 (2019): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v2i1.3043

Abstract

Abstrak Anak jalanan merupakan seseorang yang dilahirkan dari keluarga yang kurang beruntung. Anak jalanan selalu menjadi hal yang negatif di mata masyarakat, hal ini terjadi karena perilaku mereka yang selalu membuat resah masyarakat. Perilaku tersebut diantaranya adalah mencopet, meminta-minta, ngamen dan masih banyak lagi. Permasalahan ini perlu adanya penaganan yang baik, diantaranya adalah pendampingan dengan cara pelayanan konseling bagi mereka. Pelayanan konseling ini diharapkan akan mengatasi masalah sosial yang menimpa mereka. Dengan adanya pelayanan konseling maka anak jalanan ini menjadi sadar akan pentingnya Pendidikan, kesehatan serta dapat menyalurkan mereka kepada instansi pemerinta terkait.  Kata Kunci: Pelayanan Konseling, Anak Jalanan Abstract Street children are someone who is born of a disadvantaged family. Street children are always a negative thing in the eyes of society, this happens because of their behavior that always makes people nervous. These behaviors include pickpocketing, begging, singing and much more. This problem needs good handling, including assistance with counseling services for them. This counseling service is expected to overcome the social problems that befall them. With the existence of counseling services, these street children become aware of the importance of education, health and can channel them to relevant government agencies. Keyword: Counseling Services, Street Children
Peran Guru dalam Memotivasi Siswa Mengikuti Pembelajaran Daring di SMP Negeri 2 Belimbing Melinda Anggia Sari; Ramtia Darma Putri; Arizona Arizona
Jurnal Wahana Konseling Vol 4, No 2 (2021): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v4i2.6540

Abstract

Guru sebagai tenaga pendidikan memiliki peran, fungsi dan tanggung jawab yang senatiasa diemban dalam setiap aktivitasnya sebagai pendidik. Guru harus memiliki emosional yang stabil, kejujuran yang tinggi serta memiliki pengetahuan yang luas dan harus menguasai teori/praktik pendidikan, mengerti dan menguasai kurikulum serta metode pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahaui peran guru dalam memotivasi belajar siswa  pada SMP Negeri 2 Belimbing. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah  sebagai instrumen  kunci.Sampel pada penelitian ini adalah Guru Bimbingan Konseling dan Wali kelas sebagai guru bidang studi tertentu yang mendapatkan tugas tambahan sebagai penanggung jawab dinamika pembelajaran di dalam kelas tertentu dimana Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian ini berfokus pada peran guru secara umum adalah sebagai tugas pendidikan meliputi  mendidik,mengajar,dan melatih. Dan seseorang guru juga berperan untuk membantu siswa dalam mengembagkan keterampilan serta pengetahuan siswa. Oleh karena itu, guru harus bias membuat siswanta tertarik untuk mengikuti pelajaran, dalam memotivasi siswa mengikuti pembelajaran daring di SMP Negeri 2 Belimbing.  Guru memiliki peran sebagai motivator bagi peserta didiknya. Peran motivator sangat dibutuhkan oleh siswa karena motivasi yang baik dari guru akan dapat mendorong kamauan siswa siswa untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Guru juga mengetahui kondisi peserta didik yang diajarnya karena bila guru mengetahui kondisi peserta didik yang diajarnya maka proses pembelajaran akan berjalan kondusif. Dari hasil wawancara juga didapatkan bahwa terlihat dari cara guru memacu motivasi belajar siswa. Pada saat pembelajaran daring guru selalu memberikan motivasi dan semangat belajar siswa melalui chat yang memungkinkan siswa untuk selalu semangat untuk belajar pada pembelajaran daring.
Budaya Adil Gender pada Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Bermain Peran Ramtia Darma Putri
Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.049 KB) | DOI: 10.31851/juang.v2i1.2802

Abstract

ABSTRAKPerkenalan terhadap masalah gender selayaknya dilakukan sedini mungkin. Hal ini penting karena berkaitan erat dengan tugas perkembangan sosial yang harus dilewati oleh anak usia dini yaitu mempelajari tentang perbedaan jenis kelamin agar sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun seiring dengan adanya perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat, peran gender tidak lagi secara khusus dikaitkan dengan jenis kelamin seseorang. Identitas gender maupun peran gender lebih difungsikan akibat pengaruh sosial baik dalam sosialisasi, hasil interaksi sosial maupun proses rekognisi dari sejumlah pengetahuan yang dimiliki seseorang. Beberapa alternatif pemecahan masalah yang mungkin dapat diterapkan dalam mengatasi kesalahpahaman mengenai gender. Khusus pada dunia pendidikan, Budaya adil gender pada anak usia dini akan berlangsung secara optimal dan efektif bila direncanakan dengan baik dan metode yang tepat. Untuk itu guru perlu merencanakan dengan matang salah satu strategi adil gender yaitu melalui bermain peran. Melalui metode bermain peran, anak diharapkan dapat mengenali jati dirinya sendiri serta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan fantasi dan menyalurkan kecenderungan pembawaannya sesuai dengan pengalaman dan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Adil Gender, Anak Usia Dini, Bermain Peran ABSTRACKIntroducing gender issues should be done as early as possible. This is important because it relates to the task of social development that must be passed by early childhood, namely about the sex to suit what is expected. But along with the social changes that occur in society, gender roles are no longer related to one's gender. Gender identity and gender roles are more functioned from social influences both in socialization, the results of social interaction and the process of recognition of the amount of knowledge needed by a person. Some alternative solutions to problems that might be applied in overcoming misunderstandings about gender. Especially in the world of education, fair gender culture in early childhood will take place optimally and effectively if approved by the right method. For this reason teachers need to plan with a gender strategy one of which is through role playing. Through the role playing method, children are expected to be able to use their own teak and get opportunities to develop fantasies and channel their interest in accordance with their experiences and activities in daily life. Keywords: gender fair, early childhood, role playing
Faktor Penyebab Siswa yang Terisolir (Studi Kasus di SMK PGRI 1 Palembang) Febri Ika Putra; Evia Darmawani; Ramtia Darma Putri
Jurnal Wahana Konseling Vol 3, No 1 (2020): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v3i1.4945

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka membentuk siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya sehingga akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara memadai dalam kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab siswa “R” yang terisolir di SMK PGRI 1 Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data. Objek penelitian ini adalah siswa “R” kelas XII Akuntansi 2 SMK PGRI 1 Palembang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa siswa yang terisolir cenderung akan menarik diri dari lingkungan pergaulan teman sebayanya disebabkan oleh kemampuan bersosialisasi yang rendah. Siswa yang terisolir lebih sering menghabiskan waktu menyendiri, kurang aktif dan pendiam di kelas serta tidak bisa berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, ini akan menyebabkan siswa tersebut merasa mider dan tidak percaya diri akibatnya siswa menjadi terisolir dan menarik diri dari lingkungan pergaulan teman sebayanya. Adapun faktor penyebab siswa “R” terisolir yaitu memiliki hambatan dalam berkomunikasi serta tidak terbiasa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, akibatnya siswa “R” menarik diri dari lingkungan pergaulan teman sebayanya serta tidak mempunyai minat untuk mengikuti kegitan-kegiatan kelompok sebagai proses sosial.
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Guru Bimbingan dan Konseling Terhadap Pelaksanaan Layanan pada Siswa SMK Negeri 1 Benakat Embet Embet; Edi Harapan; Ramtia Darma Putri
Jurnal Wahana Konseling Vol 4, No 1 (2021): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v4i1.5149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latar belakang pendidikan guru bimbingan dan konseling terhadap pelaksanaan layanan pada siswa SMK Negeri 1 Benakat. Populasi dari penelitian ini adalah guru di SMK Negeri 1 Benakat. Penentuan sampel dalam penelitian ini secara Totally Samplingsebanyak 3 orang guru bimbingan dan konseling di SMK Negeri 1 Benakat. Metode penelitian adalah kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan rumus regresi linier sederhana. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai thitung 4,426 sedangkan nilai ttabel = 2,042. Dengan demikian thitung> ttabel atau 4,426 >2,042 untuk taraf signifikan 5%.  Hipotesis yang berbunyi “ada pengaruh latar belakang pendidikan guru bimbingan dan konseling terhadap pelaksanaan layanan pada siswa SMK Negeri 1 Benakat” dapat diterima.
Implementasi Pendekatan Discovery Learning dalam Layanan Informasi Format Klasikal Erfan Ramadhani; Ramtia Darma Putri
Jurnal Wahana Konseling Vol 1, No 2 (2018): JUANG
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.933 KB) | DOI: 10.31851/juang.v1i2.2084

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan perkembangan teknologi kearah yang negatif mengakibatkan munculnya berbagai masalah diantaranya masalah penggunaan smartphone. Penggunaan smartphone yang salah dalam hal ini adalah penyebaran informasi yang tidak benar atau sering dikenal berita hoax. Permasalahan tersebut harus diatasi dengan pemberian layanan informasi format klasikal bermuatan pendekatan discovery learning. Informasi yang diberikan diharapkan memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengatasi masalah pemanfaatan smartphone, sehingga pemberian informasi tersebut dapat memberikan efek yang positif kepada siswa dan terhindar dari penyampaian berita hoax. Kata Kunci: Pendekatan Discovery Learning, Layanan Informasi, Format Klasikal IMPLEMENTATION OF DISCOVERY LEARNING APPROACH TO CLASICAL FORMAT INFORMATION SERVICESABSTRACT The use of technological developments towards the negative leads to the emergence of various problems including the problem of smartphone use. Incorrect use of smartphones in this case is the dissemination of information that is not true or often known as hoax news. These problems must be overcome by providing classical format information services with a discovery learning approach. The information provided is expected to provide an understanding to students in addressing the problem of using smartphones, so that the provision of such information can have a positive effect on students and avoid the delivery of hoax news. Keywords: Discovery Learning Approach, Information Service, Classical Format
Gambaran Pemahaman Siswa Kelas VIII Tentang Pencegahan Pergaulan Bebas Maudy Jendriani Indah Sari; Ramtia Darma Putri
Jurnal Wahana Konseling Vol 3, No 2 (2020): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v3i2.4835

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada remaja adalah kurangnya pemahaman tentang pecegahan pergaulan bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persentase gambaran pemahaman pencegahan pergaulan bebas pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 50 orang siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Lais yang diambil dengan menggunakan teknik purposif sampling. Teknik pengumpulan data yang berupa angket pemahaman pencegahan pergaulan bebas dengan uji validitas 0,374 menggunakan korelasi product moment dan reliabilitas menggunakan rumus alpha cronbact 0,845. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preventif pergaulan bebas pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Lais dalam kategori tinggi. Artinya siswa sudah cukup baik memahami tentang pergaulan bebas dan memiliki pemahaman pencegahan pergaulan bebas yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari dan mampu melindungi diri dari pergaulan bebas.
PENGEMBANGAN E BOOK BIMBINGAN DAN KONSELING PADA MATERI KONSEP DIRI NEGATIF Rati Puspita Sari; Ramtia Darma Putri; Endang Surtiyoni
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.213-218

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengembangan e-book bimbingan dan konseling pada materi konsep diri negatif untuk siswa di MTs Negeri 2 Empat Lawang. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (reseach & development). Model pengembangan yang dilakukan adalah ADDIE yang terdiri dari tahap analysis, design, develeopment, implementation, dan evaluation. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengembangan e-book dinyatakan sangat valid untuk digunakan dalam memberikan pelayanan kepada siswa setelah diuji kevalidan oleh tim ahli yaitu ahli media , materi dan pendidik. Berdasarkan hasil uji kepraktisan, e-book bimbingan dan konseling dilakukan melalui pengisian angketkepada siswa, maka e-book bimbingan dan konseling pada materi konsep diri negatif ini dinyatakan sangat praktis.
Analisis Prokrastinasi Akademik Siswa di Sekolah Erfan Ramadhani; Hikmatus Sadiyah; Ramtia Darma Putri; Rizky Andana Pohan
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Issue 1, 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/consilium.v7i1.6448

Abstract

Procrastination is a behavior that is not good or negative behavior including; neglect in completing assignments, and lack of punctuality when entering school hours. Based on the results of research in the field, it appears that there are students who take academic procrastination, procrastination conducted in the form of procrastinating in completing assignments that result in students being hampered in the learning process at school. This research uses quantitative descriptive methods. The subjects of this study were students of the State High School 1 Muara Sugihan Banyuasin Regency class XII. Based on the results of this study it can be seen that the academic procrastination of Muara Sugihan Middle School 1 Middle School students in Banyuasin Regency is in the High category with a score of 90.92. Thus the expectation of handling the problem is expected so that students can solve the problem. One way to treat the problem is counseling services
Hubungan Antara Dukungan Keluarga dan Peer Group Support Terhadap Pemilihan Sekolah Menengah Atas dan Sederajat pada Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Aswidi Wijaya Cipta; Ramtia Darma Putri; Asriany Asriany
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Issue 2, 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/consilium.v6i2.6368

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang mengandung perubahan besar baik fisik, kognitif, dan psikososial yang saling bertautan dalam semua ranah perkembangan. Sebagai remaja, peserta didik pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sudah sewajarnya memiliki berbagai macam keinginan dan cita-cita setelah lulus. Mereka dihadapkan pada berbagai alternatif pilihan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi program yang harus ditempuh selanjutnya setelah menyelesaikan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan peer group support dengan pemilihan sekolah menengah atas sederajatpada peserta didik SMP Negeri di kabupaten Luwu. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Instrumen (alat ukur) dalam penelitian ini adalah kuesioner yang merupakan hasil pengembangan dari teori dan disusun pada operasionalisasi konsep. Pertanyaan dalam kuesioner menggunakan skala likert. Berdasarkan tujuannya, penelitian ini adalah penelitian korelasional. Sampel sebanyak 60 orang yang akan diambil dari 6 (enam) sekolah menengah pertama negeri. Data tersebut diolah dan dianalisa sesuai dengan yang diperlukan. Prinsip dasarnya adalah menggunakan analisis stastistik karena data yang dapatkan berjumlah besar dan dapat diklasifikasikan dalam berbagai kategori yang ditentukan. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik inferensial karena tujuan dari penelitian ini adalah melihat apakah ada hubungan korelasi antar variabel. Oleh karena itu dilakukan uji hipotesis dan uji korelasi antar variabel. Tingkat signifikansi yang digunakan adalah 5 %.