Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi implementasi ISPS Code di Pelabuhan Banten: Studi kasus kunjungan USCG tahun 2019 Hendi Prasetyo; Ahmad Shulhany
Journal Marine Inside Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v6i2.99

Abstract

Keselamatan dan keamanan pelabuhan adalah elemen esensial dalam menjaga kelancaran operasional dan reputasi perdagangan maritim internasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di Pelabuhan Banten, Indonesia, dengan fokus pada persiapan teknis dan administratif yang dilakukan oleh pihak pelabuhan serta tanggapan terhadap evaluasi yang dilakukan oleh United States Coast Guard (USCG) pada Juli 2019. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat sejumlah kekuatan, seperti kepatuhan terhadap protokol dasar ISPS Code, beberapa kelemahan teridentifikasi, termasuk dalam manajemen kontrol akses dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Artikel ini memberikan kontribusi dengan mengajukan rekomendasi perbaikan yang praktis, untuk mendukung pelabuhan dalam memenuhi standar keamanan internasional secara lebih efektif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategis bagi pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia dalam meningkatkan tingkat kepatuhan terhadap ISPS Code.
Insulation materials in shipboard electrical equipment: A systematic literature review on thermal classes, temperature limits, aging mechanisms, and service life prediction for maintenance planning Syairi Anwar; Hendi Prasetyo; Febria Surjaman
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.227

Abstract

The reliability of shipboard electrical systems depends critically on the performance of insulation materials used across generators, motors, transformers, and power distribution networks. Insulation degradation remains a primary catalyst for electrical failures, unplanned shutdowns, and fire hazards onboard ships. This degradation is significantly accelerated by the harsh marine environment, which subjects equipment to high humidity, salt contamination, severe vibration, and continuous thermal cycling. To address these challenges, this study conducts a Systematic Literature Review (SLR) synthesizing previous research on marine electrical insulation, with a specific focus on thermal classifications, degradation mechanisms, service life estimation, and maintenance strategies. Guided by the PRISMA framework, 68 peer-reviewed publications and international standards (e.g., IEC and IEEE) published between 2000 and 2025 were systematically analyzed. The findings reveal that thermal Classes F and H currently dominate modern marine applications due to their exceptional thermal endurance. Thermal aging emerges as the most critical degradation factor; in accordance with the Arrhenius principle, operating just 10°C above the design limit can reduce insulation service life by approximately 50%. Consequently, modern condition-monitoring techniques—such as partial discharge monitoring and polarization index measurement—are increasingly vital for transitioning toward predictive maintenance. Ultimately, this review provides a comprehensive framework for optimizing insulation management and maintenance planning in maritime operations.   Keandalan sistem kelistrikan kapal sangat bergantung pada kinerja material isolasi yang digunakan pada generator, motor, transformator, dan jaringan distribusi daya. Degradasi isolasi tetap menjadi pemicu utama kegagalan kelistrikan, penghentian operasional yang tidak terencana (unplanned shutdowns), dan bahaya kebakaran di atas kapal. Proses degradasi ini dipercepat secara signifikan oleh lingkungan laut yang ekstrem, yang memaparkan peralatan pada kelembapan tinggi, kontaminasi garam, getaran keras, dan siklus termal yang terus-menerus. Untuk mengatasi berbagai tantangan ini, penelitian ini melakukan Systematic Literature Review (SLR) yang menyintesis penelitian-penelitian terdahulu mengenai isolasi kelistrikan laut, dengan fokus spesifik pada klasifikasi termal, mekanisme degradasi, estimasi usia pakai, dan strategi perawatan. Berpedoman pada kerangka kerja PRISMA, sebanyak 68 publikasi ilmiah dan standar internasional (seperti IEC dan IEEE) yang diterbitkan antara tahun 2000 hingga 2025 telah dianalisis secara sistematis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kelas termal F dan H saat ini mendominasi aplikasi kelistrikan laut modern karena ketahanan termalnya yang sangat baik. Penuaan termal (thermal aging) muncul sebagai faktor degradasi paling kritis; sesuai dengan prinsip Arrhenius, pengoperasian hanya 10°C di atas batas desain dapat mengurangi usia pakai isolasi hingga sekitar 50%. Oleh karena itu, teknik pemantauan kondisi modern—seperti pemantauan peluahan sebagian (partial discharge) dan pengukuran indeks polarisasi—menjadi semakin vital untuk transisi menuju perawatan prediktif. Pada akhirnya, ulasan ini menyediakan kerangka kerja yang komprehensif untuk mengoptimalkan manajemen isolasi dan perencanaan perawatan dalam operasional maritim.
Bersih-bersih pantai dan penanaman pohon kopasus dalam rangka hari pelaut sedunia Soleh Uddin; Moejiono; Dapid Rikardo; Nursyamsu; Amirullah; Cholis Imam Nawawi; Hendi Prasetyo; Astri Kustina Dewi; Vidiana Anggeranika; Jusva Agus Muslim; Nurfadhlina
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.240

Abstract

Indonesia menempati urutan kedua sebagai penyumbang sampah plastik di laut terbesar di dunia. Kondisi ini berdampak buruk pada keindahan pantai dan ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan taruna-taruni Kementerian Perhubungan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir serta teknik pelestariannya melalui penanaman pohon. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi penyuluhan materi keilmuan, diskusi tanya jawab, serta praktik langsung pembersihan sampah plastik dan penanaman pohon kopasus. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni 2023 di Pesisir Laut Dermaga Prestasi Politeknik Pelayaran Banten dengan melibatkan 200 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kolektif peserta terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian ekosistem laut, yang menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan maritim yang sehat dan berkelanjutan.   Indonesia ranks second globally in contributing plastic waste to the ocean. This condition negatively impacts the beauty of beaches and mangrove ecosystems in coastal areas. This community service activity aims to increase the awareness and knowledge of cadets from the Ministry of Transportation regarding the importance of maintaining coastal environmental cleanliness and preservation techniques through tree planting. The methods used include scientific counseling, Q&A discussions, and direct practice of plastic waste cleanup and Kopasus tree planting. The activity was held on June 20, 2023, at the coastal area of Dermaga Prestasi, Banten Merchant Marine Polytechnic, involving 200 participants. The results indicated an improvement in the participants' collective understanding of environmental cleanliness and marine ecosystem conservation, serving as a concrete step toward achieving a healthy and sustainable maritime environment.
Penanaman mangrove untuk menumbuhkan perekonomian hijau dan berkelanjutan di Desa Wisata Ketapang Semuel Palembangan; Soleh Uddin; Riyanto; Abdul Rochman; Dapid Rikardo; Hendi Prasetyo; Henni Sutryani; Susiarni Magdalena; Mokhammad Zulkarnain; Vidiana Anggeranika; Sandy Wahyu Purnomo; Ahmad Shulhany
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.249

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-20 Politeknik Pelayaran Banten dengan fokus utama pada pelestarian ekosistem pesisir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Wisata Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang. Hutan mangrove memiliki peran krusial sebagai penyerap karbon yang efisien dalam mitigasi perubahan iklim global, namun masyarakat setempat masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai manfaat ekonomi dan pangan dari tanaman ini. Tujuan dari program ini adalah untuk mewujudkan Desa Ketapang sebagai destinasi wisata yang hijau dan berkelanjutan sekaligus menumbuhkan roda perekonomian melalui budidaya mangrove. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan mengenai manfaat mangrove untuk ketahanan pangan serta praktik langsung penanaman 1.000 bibit mangrove oleh tim pengabdi bersama masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dari abrasi serta terbukanya peluang pemanfaatan hasil hutan mangrove sebagai sumber pendapatan tambahan. Melalui sinergi antara akademisi dan komunitas lokal, diharapkan program ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan keseimbangan antara konservasi lingkungan dan kesejahteraan ekonomi.   This community service activity was carried out in conjunction with the 20th Anniversary (Dies Natalis) of the Banten Marine Polytechnic, focusing on the preservation of coastal ecosystems and the economic empowerment of the community in Ketapang Tourism Village, Mauk, Tangerang Regency. Mangrove forests play a crucial role as efficient carbon sinks in mitigating global climate change, yet the local community still has limited knowledge regarding the economic and food benefits of these plants. The aim of this program is to transform Ketapang Village into a green and sustainable tourism destination while simultaneously stimulating the local economy through mangrove cultivation. The methods applied included counseling on the benefits of mangroves for food security as well as the direct practice of planting 1,000 mangrove seedlings by the service team together with the surrounding community. The results of the activity showed an increase in community awareness regarding the importance of protecting coastal ecosystems from abrasion and the emergence of opportunities to utilize mangrove forest products as a source of additional income. Through synergy between academics and the local community, it is hoped that this program will be a sustainable first step in creating a balance between environmental conservation and economic welfare.
Gerakan generasi muda mendukung MARPOL 50 Tahun untuk pelestarian lingkungan laut Hendi Prasetyo; Rudi Harun Irwansyah; Akhmad Ndori; Dwi Antoro; Kusharyanto; Fauhidzi Zulistian; Asnawi; Ahmad Munawir; Pierre Marcello Lopulalan; Syairi Anwar
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.250

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat serta taruna terhadap perlindungan ekosistem laut, sejalan dengan peringatan 50 tahun konvensi MARPOL. Lingkungan laut saat ini menghadapi ancaman serius dari pencemaran sampah plastik dan limbah kapal yang berdampak pada kesehatan manusia serta ekonomi masyarakat pesisir. Masalah utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai regulasi internasional pencegahan pencemaran (MARPOL) dan minimnya aksi nyata dalam pengelolaan sampah di area pantai. Metode yang digunakan meliputi seminar edukasi interaktif dengan paparan dari dosen ahli, diskusi kelompok, serta aksi bersih pantai yang melibatkan lebih dari 100 partisipan di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transformasi signifikan pada kebersihan lingkungan pantai dan peningkatan pemahaman teoretis peserta mengenai kategori polusi laut. Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah setempat, dan generasi muda, program ini berhasil membangun fondasi bagi gerakan pelestarian laut yang berkelanjutan untuk menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.   This community service activity aims to increase the awareness and commitment of the community and cadets towards the protection of marine ecosystems, coinciding with the 50th anniversary of the MARPOL convention. The marine environment currently faces serious threats from plastic waste and ship waste, which impact human health and the economy of coastal communities. The main problems identified are the community's lack of understanding regarding international regulations for the prevention of pollution (MARPOL) and the lack of concrete action in waste management in beach areas. The methods used included interactive educational seminars with presentations from expert lecturers, group discussions, and beach cleanup actions involving more than 100 participants on Lancang Island, Thousand Islands. The results of the activity showed a significant transformation in the cleanliness of the beach environment and an increase in participants' theoretical understanding of marine pollution categories. Through collaboration between academics, local governments, and the younger generation, this program has successfully built a foundation for a sustainable marine conservation movement to safeguard natural heritage for future generations.