Claim Missing Document
Check
Articles

Manfaat Budaya Sekura dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat di Lampung Barat melalui Acara Festival Sekura Cakak Buah Melia Pitriyani; Siti Hasanah HS; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 2 No. 4 (2024): November : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembanga
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v2i4.2012

Abstract

The famous dance parade activity in Lampung, especially West Lampung. This study will discuss the dance tradition which is usually called sekura. The purpose of this study is to examine information about the benefits of the sekura tradition for improving the economy of the people in West Lampung. This festival is an event to introduce the sekura tradition to the community, especially foreign tourists who may have never seen this event. This has a positive impact on increasing the income of the local community. The methods used in this study are literature studies and interviews. The results of this study are that the sekura tradition in West Lampung has the potential to improve the economy of the local community.
Nilai Budaya Kerajinan Tikew sebagai Bentuk Kearifan Lokal Tiyuh Gedung Ratu Solina Solina; Daffa Hibban Bahrisy; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 2 No. 4 (2024): November : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembanga
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v2i4.2013

Abstract

Indonesia is a country that has rich and diverse culture that has existed since ancient times. Every ethnic group in Indonesia certainly has its own cultural characteristics. Wealth like this is what makes Indonesia famous for its customs, culture, language and literature. With this culture, we as the younger generation should preserve and maintain the authenticity of Indonesian culture. One of them is tikew crafts. Tikew is a form of local culture of the Gedung Ratu community which is made using woven techniques. Tikew is a form of local culture whose existence should be preserved and maintained. This research aims to determine the cultural value of tikew crafts as a form of local wisdom. Efforts to preserve, maintain and develop local culture at Gedung Ratu village officials formed a community of tikew craftsmen as a form of cultural preservation. This research method uses qualitative research methods with interview techniques with one of the Tiyuh Gedung Ratu staff. This research focuses on tikew crafts by examining the cultural values ​​contained therein. As a form of preserving local wisdom in Indonesia.
Sagata sebagai Ciri Khas Tradisi Lisan Masyarakat Lampung Saibatin Delvina Maulhy Azahra Hulu; Dwi Agustiana Putri; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 2 No. 4 (2024): November : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembanga
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v2i4.2039

Abstract

Through this research, it is hoped that it will be possible to reveal how sagata has become an integral part of the life of the Saibatin community, as well as how this oral literature reflects the worldview, value system and social norms that have developed in this community. With a deeper understanding of sagata, this research also aims to highlight the importance of efforts to preserve oral traditions amidst increasingly rapid global changes. This research uses a descriptive qualitative research method using library research, which involves collecting coverage and research based on literature, which involves collecting information and research through library references, such as books, scientific journals and other reliable sources related to Sagata as an oral tradition. This oral tradition includes several cultural aspects including folklore, folk tales, traditional songs, and other oral literature. Sagat can also contain stories about the origins of a place, heroic stories, myths or history. Oral tradition is a step that needs to be preserved and passed on the knowledge, cultural norms and identity of the Lampung people.
PISAAN SEBAGAI WADAH PENANAMAN MORAL DALAM ACARA INTAR TERANG MASYARAKAT PAKUAN RATU Sanah Riah; Syifa Athiyyatus Zuhro; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research study is used as a forum for instilling values ​​in society. The aim of the research entitled "pisaan as a forum for instilling moral ​​in wedding ceremonies in the Pakuan Ratu community" describes the function and role of pisaan in a society. Apart from being entertainment, Pisaan can also be used as a fun place for moral cultivation and of course has a different impression. This research uses qualitative descriptive research. Apart from being used as entertainment, it is also a place to instill moral values ​​in society. Because pisaan is a form of poetry which always contains advice for the bride. This advice will become a guide or guideline for the bride to make her family harmonious and happy. This piasaan is conveyed by singing. Usually at the intar bright event the pisaan is sung by the grandfather or grandmother from the girl's side as a farewell greeting and to give advice to the bride. Pisaan also serves as an accompaniment to the bride's release to the bridal car to go to the groom's house together with the entourage.   Kajian penelitian ini ialah pisaan sebagai wadah penanaman nilai pada masyarakat. Tujuan penelitian yang berjudul “Pisaan sebagai Wadah Penanaman  Moral dalam Acara  Intar Terang Pamasyarakat Pakuan Ratu” mendeskripsikan fungsi  dan peran pisaan dalam suatu masyarakat. Selain sebagai hiburan pisaan juga dapat digunakan sebagai wadah penanaman moral yang menyenagkan dan tentunya memiliki kesan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan  penelitian deskriptif kualitatif. Selain digunakan sebagai sebuah hiburan pisaan menjadi wadah penanaman niali moral pada masyarakat. Sebab pisaan merupakan bentuk puisi yang isi di dalamnya selalu mengandung nasehat  untuk  mempelai wanita. Nasihat itulah  yang akan menjadi sebuah pegangan atau titian bagi  mempelai wanita agar menjadikan keluarganya harmonis dan bahagia. Piasaan  ini disampaikan dengan cara bernyanyi. Biasanya dalam acara intar terang  pisaan dilantunkan oleh bakas atau atu dari pihak gadis sebagai ucapakn perpisahan serta memberikan nasihat kepada mempelai wanita. Pisaan juga sebagai pengiring  pelepasan mempelai wanita menuju mobil pengantin untuk menuju ke rumah pihak laki-laki bersama di  dengan rombongan.
DAMPAK KULTURAL MAYORITAS JAWA TERHADAP MINORITAS LAMPUNG DI DESA PAREREJO Fitri Nur Hidayah; Lesti Susanti; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore how Javanese culture influences the social and cultural life of the minority Lampung pelples. Using a qualitative approach, this research collected data through interviews and direct observation in the field. The research results show that the dominance of Javanese culture has resulted in changes in Lampung cultural values, including language, customs and social practices. Lampung people experience difficulties in maintaining their cultural identity, with the younger generation more likely to adopt Javanese language and traditions. This creates social tensions that can threaten the continuity of Lampung culture. Research also finds that despite acculturation, many elements of Lampung culture are marginalized. As a solution, it is important to increase awareness of Lampung’s cultural values ​​through education and preserving traditions. Community activities involving both ethnicities can help build mutual understanding and respect for diversity. This research emphasizes the need for collaboration between government and society to create a harmonious and inclusive environment for all ethnicities.   Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana budaya Jawa mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya masyarakat Lampung yang menjadi minoritas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi budaya Jawa telah mengakibatkan perubahan nilai-nilai budaya Lampung, termasuk dalam bahasa, adat istiadat, dan praktik sosial. Masyarakat Lampung mengalami kesulitan dalam mempertahankan identitas budaya mereka, di mana generasi muda lebih cenderung mengadopsi bahasa dan tradisi Jawa. Hal ini menciptakan ketegangan sosial yang dapat mengancam keberlangsungan budaya Lampung. Penelitian juga menemukan bahwa meskipun ada akulturasi, banyak elemen budaya Lampung yang terpinggirkan. Sebagai solusi, penting untuk meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai budaya Lampung melalui pendidikan dan pelestarian tradisi. Kegiatan komunitas yang melibatkan kedua etnis dapat membantu membangun saling pengertian dan menghormati keberagaman. Penelitian ini menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan inklusif bagi semua etnis.
ANALISIS SASTRA BANDINGAN PADA PEPACCUR LAMPUNG DAN TAHULI GORONTALO DALAM UPACARA PEMBERIAN GELAR ADAT Nadila Ayu Putri; Nur Hikmawati Adinda; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes the comparison between two types of traditional Indonesian poetry, Pepaccur Lampung and Tahuli Gorontalo, in the context of traditional title awarding ceremonies. This research aims to compare the theme, tone, message and function of the two types of poetry in traditional ceremonies. Using a comparative literary analysis approach, this research analyzes the differences and similarities between Pepaccur and Tahuli and explores the cultural implications contained in both. The qualitative descriptive analysis method was used in this research. Non-participant observation techniques and literature studies were used to collect data. The results of the analysis are presented using informal techniques, namely word formulation techniques. The findings of this research provide deeper insight into the diversity of traditional Indonesian literature and the role of poetry in strengthening local cultural identity.   Penelitian ini menganalisis perbandingan antara dua jenis puisi tradisional Indonesia, Pepaccur Lampung dan Tahuli Gorontalo, dalam konteks upacara pemberian gelar adat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tema, nada, amanat dan fungsi kedua jenis puisi tersebut dalam upacara adat. Dengan menggunakan pendekatan analisis sastra komparatif, penelitian ini menganalisis perbedaan dan kesamaan antara Pepaccur dan Tahuli serta menggali implikasi budaya yang terkandung dalam keduanya. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Teknik observasi non partisipan dan studi literatur digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil analisis disajikan dengan menggunakan teknik informal yaitu teknik perumusan kata. Temuan penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang keragaman sastra tradisional Indonesia dan peran puisi dalam memperkuat identitas budaya lokal.
PELESTARIAN SASTRA LISAN WAWANCAN DALAM UPAYA MEMBANGUN KESADARAN BUDAYA GENERASI MUDA DI PEKON SUKARATU Azarine Kayla; Nanalia; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wawancan oral literature is a cultural tradition rich in moral, ethical, and philosophical values. This tradition is typically performed during various customary events such as weddings and title bestowals (adok). However, modernization and globalization have led to a decline in younger generations' interest in this tradition, particularly in Pekon Sukaratu, Pringsewu Regency, Lampung. This study aims to document and preserve wawancan oral literature using a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through in-depth interviews and field observations. The findings reveal that wawancan oral literature plays a significant role in strengthening the cultural identity of the Lampung community, yet its preservation faces challenges such as lack of documentation, limited government support, and the influence of modernization. This study recommends documenting wawancan in written and audio-visual formats, introducing cultural education in schools, and modernizing the tradition’s presentation to engage younger audiences. Government support and collaboration with local communities are essential for developing sustainable preservation strategies.   Sastra lisan wawancan merupakan tradisi budaya yang kaya akannilai-nilai moral, etika, dan filosofi hidup. Tradisi ini biasanya ditampilkan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan dan pemberian gelar (adok). Namun, modernisasi dan globalisasi telah menyebabkan penurunan minat generasi muda terhadap tradisi ini, terutama di Pekon Sukaratu, Kabupaten Pringsewu, Lampung.Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan melestarikan sastra lisan wawancan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari wawancara mendalam dan observasi di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra lisan wawancan memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Lampung, tetapi minimnya dokumentasi, dukungan pemerintah, serta pengaruh modernisasi menjadi tantangan besar dalam pelestariannya. Penelitian ini merekomendasikan dokumentasi dalam bentuk tulisan dan audio-visual, edukasi budaya di sekolah, serta pengemasan ulang tradisi dengan pendekatan modern untuk menarik minat generasi muda. Dukungan pemerintah dan kolaborasi dengan komunitas lokal juga diperlukan untuk menciptakan strategi pelestarian yang berkelanjutan.
MUATAN LOKAL BAHASA LAMPUNG DI SEKOLAH SEBAGAI STRATEGI PEMERTAHANAN DAN PELESTARIAN BAHASA DAERAH Sulistiyanti Khalizah; Nabila Trya; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to determine strategies for maintaining and preserving the Lampung regional language in schools through local content subjects. This research method applies literature study with a qualitative approach, which is considered an effective way to collect information. The object of this research is to identify strategies that can maintain the Lampung language, one of which is by incorporating local Lampung language content into the subjects. In addition, this maintenance and conservation strategy involves teachers as educators, students and the government in developing educational curricula that support regional languages ​​and the use of information technology to promote understanding and use of the Lampung language. It is hoped that the results of this research can contribute to participation in efforts to maintain and preserve the Lampung language.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemertahanan dan pelestarian bahasa daerah Lampung di sekolah melalui mata pelajaran muatan lokal. Metode penelitian ini mengaplikasikan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang dianggap sebagai cara yang efektif untuk mengumpulkan informasi. Objek penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi yang dapat mempertahankan bahasa Lampung, salah satunya dengan memasukkan muatan lokal bahasa Lampung ke dalam mata pelajaran. Selain itu, strategi pemertahanan dan pelestarian ini melibatkan guru sebagai pendidik, siswa, dan pemerintah dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang mendukung bahasa daerah dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mempromosikan pemahaman serta penggunaan bahasa Lampung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam partisipasi upaya untuk mempertahankan dan melestarikan bahasa Lampung.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL SASTRA INDONESIA: KAJIAN LITERATUR UNTUK RELEVANSI PENDIDIKAN KARAKTER Tiara Brilliant; Bambang Riadi; Rahmat Prayogi
Prakata: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Serta Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2024): Prakata: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Serta Pembelajaran
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/prakata.v1i2.73

Abstract

This research aims to identify educational values characters in Indonesian literary novels and analyzing their relevance towards character learning in schools. This research uses the method qualitative descriptive based on literature review, with a focus on six novels: Perahu Paper, Hayya, Dahlan Shoes, 9 Suns, Amelia, and Mata and Sea Man. The analysis results show that these novels contain various values characters such as honesty, hard work, responsibility, love of the country, caring environment, and democracy. These values ​​are aligned with the guidelines Ministry of National Education character education and relevant to be integrated in school curriculum. However, implementation in schools still faces challenges, especially in terms of teacher training and development of literature-based teaching materials. Therefore, a more integrative curriculum strategy is needed increasing teacher capacity to utilize novels as media character education learning. This research makes a contribution in optimizing the role of literary works in the formation of a moral generation of the nation and virtuous
Tujuan Pembangungan Berkelanjutan (TPB): Hilirisasi Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi menuju Independent dan Smart Village : INA Gede Eka Putrawan; Bambang Riadi; Ryzal Perdana
Jurnal Sumbangsih Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v2i1.33

Abstract

Towards an independent and smart village that is successful, advanced, and independent, and prosperous, forms of active participation from various parties, including universities, to support the success of the program are needed. Therefore, this community service activity will be carried out in order to downstream information and communication technology innovation to go independent and smart village which will be carried out in Rukti Endah Village seputih Raman District of Central Lampung Regency. The purpose of this activity is to hold the official village page, train human resources, and digitize data and information and public services. This activity will be carried out by methods of presentation, discussion, model development, practice, and simulation. Through this activity, it is expected that partner villages will be able to improve the quality of service so that it is no longer confusing and time-consuming so that the village apparatus will not be busy with administrative problems. In addition, village data and information will be more organized so that decision making for data-driven development purposes can be done appropriately and various potential villages will be accessible to anyone and at any time. Digital village progress for the future is very good because with the smart village it is expected that the village can become independent and able to run it. The structure of the village is also important because it makes the community an important part of the development and progress of the village so that almost all village policies will always pay attention to the existence of the community.
Co-Authors A. Effendi Sanusi Adelio Alvaro Ahmad Husnan Ahmad Pandu Maizaldi Aji Marhaban Bidzikrillah MSK Alfina Fistalita Ali Mustofa Ana Marlina Andry Gunawan Annisa Diah Pertiwi Arantika Arvi Aulia Nurul Fauzi Ayu Setiyo Putri Azarine Kayla Celshy Audrielia Rahman Daffa Hibban Bahrisy Delvina Maulhy Azahra Hulu Desyandri Desyandri Devi Fitriani Diah Ayu Dwi Agustiana Putri Dwi Satria Yuda Dwi Suciani Alkafisa Edi Suyanto Eka Nadya Apriliani Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Eka Susanti ENDANG PURWANINGSIH Erda Rismawati Ervina Ervina Evy Nur Afifah Fepri Hendriyani Fitri Nur Hidayah Gede Eka Putrawan Gede Eka Putrawan Heru Prasetyo I Wayan Ardi Iqbal Hilal Iqbal Hilal Irma Oktaviani Iros Niya Wati Isti Nurhasanah Iswanti Wahyuni Iswanti Wahyuni Juleha Juleha Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Karomani Karomani Kouri Asyiah Lailatul Rohmah Lenny Rahmawati Lesti Susanti Lusy Tri Lestari Mahpul Mat Desman Maudy Sukma Dhini Melia Pitriyani Mila Sari Mildawati, Arini Monica Afriria Rachmawati Muhammad Adham Hasta Rezha Mulyanto Widodo Munaris . Nabila Trya Nadila Ayu Putri Nanalia Nanda Puspitasari Novita Sari Nur Hikmawati Adinda Nur Khasanah Nurlaksana Eko Rusminto Nurul Ismail Rahmat Prayogi, Rahmat Reihan Franige Rian Andri Andri Prasetya Rian Andri Prasetya Riska Wulandari Rosha Gremonia Rosi Okta Ruri Resmiana Sari Ryan Mahendra Ryzal Perdana Safira Nabila Sanah Riah Shifa Khoiru Nida Siti Hasanah HS Siti Nurhamidah Siti Nurohita Siti Samhati Solina Solina Sudirman Husin Sulistiyanti Khalizah Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Supriadi Supriadi Syafria Rahma Annisa Syamsul Arifin Syifa Athiyyatus Zuhro Tiara Brilliant Tria Ardila Ulfa Ayu Rizmalia Ulva Nurul Madihah Umun Latifah Veppi Septira Via Dilla Septika Widiyawati Widiyawati Yemi Valentini Yulina Winda Rahma Zaki Pratama