Claim Missing Document
Check
Articles

Tindak Tutur Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia SMKN 4 Bandar Lampung Juleha Juleha; Sumarti Sumarti; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.175 KB)

Abstract

This research was about the investigation of students speech act in learning Indonesian at grade X SMKN 4 Bandar Lampung. The objective of this research is to describe the kinds of students speech act in learning Indonesian as well as how the speech act used. Descriptive qualitative method was used in this research. The data are taken from speech act of students in grade X AK3 and X AK4 SMKN 4 Bandar Lampung academic year 2016/2017. The finding showed that students speech acts in learning Indonesian are assertives speech act (stating, reporting, mentioning); directives speech act (promising, swearing, and threatening); expressive speech act (praising, thanking, criticizing, insisting); and declarative speech act (deciding, cancelling, banning, allowing, apologizing).Permasalahan dalam penelitian ini adalah tindak tutur siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas X SMK Negeri 4 Bandar Lampung. Dengan demikian, tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan jenis tindak tutur siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, beserta kelangsungan tindak tutur tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari tindak tutur siswa kelas X AK3 dan X AK4 SMK Negeri 4 Bandar Lampung tahun ajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui tindak tutur siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia berupa tindak tutur asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak tutur asertif (mengatakan, melaporkan, dan menyebutkan); direktif (menyuruh, memohon, menuntut, menyarankan, dan menantang); komisif (berjanji, bersumpah, dan mengancam); ekspresif (memuji, mengucapkan terima kasih, mengkritik, menyelak); dan deklaratif (memutuskan, membatalkan, melarang, mengizinkan, memberi maaf).Kata kunci: tindak tutur,kelangsungan tuturan dan jenis ekspresi tuturan.
IMAJI PADA KUMPULAN PUISI KITA HANYA POHON KARYA ISBEDY STIAWAN ZS DAN RANCANGANNYA Mat Desman; Mulyanto Widodo; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2 Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.103 KB)

Abstract

This study aims to describe the image of poetry We Only Trees by Isbedy Stiawan ZS and  the design of literary learning in junior high school. The data was analyzed by using qualitative description method with the aim of assessing and describing the problem that examind. The data obtained is data in the  facts form and can be justified. The data was the form of glances poetry was We Only Trees. The results showed that: 1) Poetry We Only Trees by Isbedy Stiawan ZS contains types of images namely visual images, auditory images, palpation, motion images, olfactory images and sense of taste / taste 2) the tyipe of image is designed to be the design of the implementation of Indonesian language learning in basic competence 3.7 analyzes the content and linguistics of poetry and 4.7 designs poetry by paying attention to the content and linguistics. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan imaji pada puisiKita Hanya Pohon karya Isbedy Stiawan ZS dan rancangan pembelajaran sastra di SMP. Data yang ditemukan kemudian dianalisis menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan pengkajian dan pendeskripsian permasalahan yang diteliti. Data yang didapatkan merupakan data yang berupa fakta dan bisa dipertanggung jawabkan. Data yang diperoleh berupa kutipan-kutipanpuisi Kita Hanya Pohon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Puisi Kita Hanya Pohon karya Isbedy Stiawan ZSmengandung jenis imaji yaitu: imaji penglihatan, imaji pendengaran, imaji rabaan, gerak, imajipenciuman, dan imaji rasaan/pencecapan2)jenis imaji dirancang menjadi rancangan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada kompetensi dasar 3.7 menganalisis isi dan kebahasaan puisidan 4.7 merancang puisi dengan memerhatikan isi dan kebahasaan. Keywords: image, learning design, and Our poem is Just a Tree.
Gaya Bahasa Kumpulan Puisi Perahu Kertas Karya Sapardi Djoko Damono dan Rancangan Pembelajarannya Siti Nurhamidah; Edi Suyanto; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.059 KB)

Abstract

The purpose of this study was to explore the style of rhetorical language and the style of figurative language found by Sapardi Djoko Damono collection of poems on Perahu Kertas and his learning design in high schools. The method used in this study was a qualitative descriptive. The data analyzed in this study is the style of rhetorical language in the form of phonemes, words, phrases and clauses as well as figurative language styles of each poem found in the collection of poems on Perahu Kertas by Sapardi Djoko Damono. The results of this study can be designed as an alternative teaching material in high school (SMA), especially class X even semester with basic competencies 3.17 analyzes the elements of poetry building with a variety of rhetorical language styles and figurative language styles contained in the poetry.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan yang terdapat pada kumpulan puisi Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono dan  rancangan pembelajarannya di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  kualitatif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah gaya bahasa retoris yang berupa fonem, kata, frasa dan klausa serta gaya bahasa kiasan dari setiap puisi yang terdapat pada kumpulan puisi Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono. Hasil penelitian ini dapat dirancang pembelajarannya sebagai alternatif bahan ajar di Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya kelas X semester genap dengan KD 3.17 Menganalisis unsur pembangun puisi dengan ragam gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan yang terdapat dalam puisi.Kata kunci: gaya bahasa retoris, gaya bahasa kiasan, kumpulan puisi, rancangan pembelajaran.
Tahapan Alur dalam Kumpulan Cerpen Kaki Langit dan Rancangan Pembelajarannya di SMP Lailatul Rohmah; Munaris Munaris; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2 Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.296 KB)

Abstract

The aim of this research was to describe the anthologies plot stages of short story in Horison Magazine 2015 entitled Kaki Langit and to create it’s learning design for Junior High School. This research used qualitative descriptive method and text analysis data collection technique. The result of this research showed that the progressive plot is the mainly used plot. These short stories used regular plot from the situating stage to the ending stage, While the flashback plot is only used in Tembang Canting Kinanti and Lelaki Jagoan Tiban short story, that start from a conflict then back to the situating stage and ending stage.  Findings can be used to create the learning design for the element of literature work materials at the ninth grade that is arranged based on basic Basic Competence 3.5 and 4.5 about instrumental elements of literature in on short story in Indonesian lesson curriculum 2013.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan alur dalam kumpulan cerpen Kaki Langit yang terdapat pada majalah Horison edisi 2015 dan membuat rancangan pembelajarannya di SMP. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar cerpen yang diteliti menggunakan jenis alur lurus (progresif), cerpen-cerpen ini menggunakan tahapan alur yang teratur, mulai dari tahap penyituasian hingga tahap penyelesaian sedangkan penggunaan jenis alur sorot balik (flashback) hanya terdapat pada cerpen yang berjudul Tembang Canting Kinanti dan Lelaki Jagoan Tiban, tahapan alur yang digunakan pada kedua cerpen tersebut dimulai dari konflik kemudian kembali pada tahap penyituasian dan diakhiri dengan tahap penyelesaian. Hasil penelitian ini dapat dibuat rancangan pembelajaran yang disusun berdasarkan Kompetensi Dasar 3.5 dan 4.5 tentang unsur pembangun karya sastra pada teks cerpen pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013.Kata kunci: tahapan alur, cerpen, rancangan pembelajaran.
Penggunaan Afiks pada Karangan Narasi Siswa SMAN 2 Tulang Bawang Udik Isti Nurhasanah; Sumarti Sumarti; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.348 KB)

Abstract

The aim of this research is to describe the use of affix in narration essay of students in Senior High School 2 Tulang Bawang Udik. This research used qualitative method. The result of this research indicates that the use of affix in narration essay of students consists of prefix, infix, suffix, confix, and circumfix. There are 292 affixes that are used in details of 289 affixes are correct and 3 affixes are incorrect. The use of affix words dominated by 159 which consists of prefix {meN-}, {peN-}, {ber-}, {se-}, {ter-}, {di-}, and {per-}, 35 suffix words which consists of suffix {an}, {i-}, and {kan-}, 44 confix words which consists of confix {ke-an}, {per-an}, {peN-an}, and {ber-an}, 53 circumfix words which consists of circumfix {meN-kan} and {meN-i}, and the lowest is infix word which only consists of 1 word {em-}.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan afiks pada karangan narasi siswa SMAN 2 Tulang Bawang Udik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan afiks pada karangan narasi siswa terdiri atas prefiks, infiks, sufiks, konfiks, dan simulfiks. Terdapat 292 afiks yang digunakan dengan rincian penggunaan yang tepat berjumlah 289 dan yang tidak tepat berjumlah 3. Penggunaan kata berafiks didominasi oleh kata berprefiks dengan jumlah 159 yang terdiri atas prefiks {meN-}, {peN-}, {ber-}, {se-}, {ter-}, {di-}, dan {per-}, kata bersufiks berjumlah 35 yang terdiri atas sufiks {an}, {i-}, dan {kan-}, kata berkonfiks 44 yang terdiri atas konfiks {ke-an}, {per-an}, {peN-an}, dan {ber-an}, kata bersimulfiks 53 yang terdiri atas {meN-kan} dan {meN-i}, dan yang terendah adalah kata berinfiks yang berjumlah 1 yaitu infiks {em-}.Kata kunci: afiks, karangan narasi, kata berafiks
Implikatur dalam Kampanye Pilkada Gubernur Jakarta 2017- 2022 dan Implikasinya di SMP Shifa Khoiru Nida; Iing Sunarti; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.619 KB)

Abstract

This research described about implicature of discourse campaign at the election of Jakarta Governor period 2017-2022 and the implication of junior high school speech learning. The technique of collecting data that used were listening and writing. The result showed there were verbal speech act and speech act mode in implicature. Verbal speech act were direct speech act not literal, indirect literal, and indirect not literal, and implicature mode speech act were mode that were fact, asked, promised, wished, compared, and prohibited. The finding of the implicature were promising, convincing, inviting, making interest, asking, and persuading their patner of speech act to do something. This research can be implied in Bahasa Indonesia speech learning at grade IX in curriculum 2013 in basic competence 3.3 and 4.3.Penelitian ini mendeskripsikan implikatur dalam wacana kampanye Pilkada Gubernur Kota Jakarta 2017-2022 dan implikasinya pada pembelajaran pidato di SMP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya verbal tuturan dan modus tuturan berimplikatur. Verbal tuturan yang ditemukan, yaitu tindak tutur langsung-tidak literal, tidak langsung-literal, dan tidak langsung-tidak literal serta modus tuturan berimplikatur, yaitu modus menyatakan fakta, bertanya, berjanji, menyatakan keinginan, membandingkan, dan melarang. Implikatur yang ditemukan memiliki tujuan untuk menjanjikan, meyakinkan, mempengaruhi, menarik perhatian, meminta, dan menggerakkan hati mitra tutur untuk melakukan tindakan tertentu. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada materi pidato pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX kurikulum 2013 yaitu KD 3.3 dan 4.3.Kata kunci: implikatur, verbal tuturan, modus tuturan, pidato kampanye.
Gaya Bahasa Retoris Novel Rembulan Tenggelam Diwajahmu dan Kelayakannya di SMA Veppi Septira; Iqbal Hilal; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.535 KB)

Abstract

The objective of this study was to describe the style of rhetorical language in the novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu by Tere Liye and its feasibility as a literary teaching material in high school. The method used in this study was a qualitative descriptive method, and some quotes were chosen from the novel as a data source. The data analyzed in this study is the style of language which consists of phonemes, words, phrases, and clauses from each quote in the novel. The results showed that rhetorical language style in the novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu are repetition, alliteration, asonation, anostropy, apophamus, apostrophe, asindenton, polisindenton, chiasmus, ellipsis, euphemism, litotes, protonon, pleonasm, prolepsis, erotesis, and hyperbole. This novel is worth making as a teaching material because it meets the criteria in selecting teaching materials based on the language, mental maturity (psychology), and cultural background.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya bahasa retoris yang terdapat pada novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan memilih kutipan-kutipan pada novel sebagai sumber data. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah gaya bahasa retoris yang berupa fonem, kata, frasa dan klausa dari setiap kutipan yang terdapat pada novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa retoris yang terdapat dalam novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu adalah repetisi, aliterasi, asonasi, anastrof, apofamus, apostrof, asindenton, polisidenton, kiasmus, ellipsis, eufemismus, litotes, proteron, pleonasme, periphrasis, prolepsis, erotesis dan hiperbola. Novel tersebut layak dijadikan sebagai bahan ajar karena sudah memenuhi kriteria dalam pemilihan bahan ajar berdasarkan aspek bahasa, kematangan jiwa (psikologi), dan latar belakang budaya .Kata kunci: gaya bahasa retoris, novel, bahan ajar.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Novel Sang Pemimpi dan Pembelajarannya di SMA Lusy Tri Lestari; Munaris Munaris; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.487 KB)

Abstract

This research described the values of character education in the novel of Sang Pemimpi Andrea Hiratas work and learning in high school. The source of the data in the novel of Sang Pemimpi Andrea Hirata work. The research method is descriptive qualitative. Based on the research, there are eleven grades of character education found in the novel of Sang Pemimpi. The eleven value are religious, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, curiosty, respectful achievement, friendly/communicative, social caring, and resposibility. The value is present in various ways. Some are visible through speech, even that occur, and trhough the behavior or deeds of character. Novel Sang Pemimpi can be designed, as an alternative learning materials in high school. Especially the class XII even semester, with KD interpret the meaning of the text of the novel both orally and in writing.Penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan pembelajarannya di SMA. Sumber data adalah novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian, terdapat sebelas nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam novel Sang Pemimpi. Sebelas nilai tersebut adalah religius, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai tersebut hadir dalam berbagai cara. Ada yang tampak melalui ucapan, peristiwa yang terjadi, dan melalui perilaku atau perbuatan tokoh. Novel Sang Pemimpi di SMA, khususnya kelas XII semester genap, dengan KD menginterpretasi makna teks novel baik secara lisan maupun tulisan.Kata kunci: nilai-nilai pendidikan karakter, novel sang pemimpi.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEKS PROSEDUR BERBASIS MODEL DISCOVERY LEARNING DI SMP KELAS VII Ayu Setiyo Putri; Iswanti Wahyuni; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 9, No 2 Sep (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.081 KB)

Abstract

This research was This research aims to produce, develop, and describe the feasibility of teaching material product in the form of discovery learning-based procedure text learning module in SMP class VII. This research used the Research and Development (RD) method by Borg and Gall. The product research results in the form of modules which consists of four modules containing learning materials, learning activities, practice questions, summaries, and formative tests. Each module has learning activities by implementing the steps in the discovery learning model, namely providing stimulation, identifying problems, collecting data, processing data, verifying data, and drawing conclusions. The module feasibility test was carried out by material expert and educator of Indonesian subject. The results of the validation test by material expert obtained an average percentage of 81.25% in very feasible category. The results of validation by Indonesian language educator obtained an average percentage of 82.5% in very feasible category. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan, mengembangkan, dan mendeskripsikan kelayakan produk bahan ajar berupa modul pembelajaran teks prosedur berbasis discovery learning di SMP kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD) oleh Borg dan Gall. Hasil penelitian produk berupa modul yang dihasilkan terdiri atas empat modul memuat materi pembelajaran, kegiatan belajar, latihan soal, rangkuman, dan tes formatif. Pada modul memiliki kegiatan belajar yang mengimplementasikan langkah-langkah dalam model discovery learning. Uji kelayakan modul dilakukan oleh ahli materi dan pendidik mata pelajaran bahasa Indonesia. Hasil uji validasi oleh ahli materi diperoleh rerata persentase 81,25% berkategori sangat layak. Hasil validasi oleh pendidik bahasa Indonesia diperoleh rerata persentase 82,5% berkategori sangat layak.Keywords: teaching materials, discovery learning, module, procedure textDOI: http://dx.doi.org/10.23960/Kata.v9.i2.202106
PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOMUNIKASI GENERASI MILENIAL Rahmat Prayogi; Rian Andri Prasetya; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 9, No 1 Apr (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.21 KB)

Abstract

This research is conducted to determine the not polite speech used by teenagers. This research uses descriptive qualitative method. The data were analyzed in this study were not polite form of speech used by teenagers. The results showed that the language in communication not polite adolescents done when the speaker is angry. In addition, the relationship between the narrator and hearer also affect the not polite language in communication. Violation of the principle of civility in speech dominated by the maxim praise adolescents. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tuturan tidak santun yang digunakan oleh anak remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang menjadi kajian dalam penelitian ini berupa tuturan tidak santun yang digunakan oleh remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi ketidaksantunan berbahasa dalam komunikasi remaja banyak dilakukan saat penutur sedang marah. Selain itu, hubungan antara penutur dengan mitra tutur juga ikut memengaruhi terjadinya ketidaksantunan. Pelanggaran prinsip kesopanan pada tuturan remaja didominasi oleh maksim pujian. Keywords: adolescents, communication, maxims, not polite.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/Kata.v9.i1.202104
Co-Authors A. Effendi Sanusi Adelio Alvaro Ahmad Husnan Ahmad Pandu Maizaldi Aji Marhaban Bidzikrillah MSK Alfina Fistalita Ali Mustofa Ana Marlina Andry Gunawan Annisa Diah Pertiwi Arantika Arvi Aulia Nurul Fauzi Ayu Setiyo Putri Azarine Kayla Celshy Audrielia Rahman Daffa Hibban Bahrisy Delvina Maulhy Azahra Hulu Desyandri Desyandri Devi Fitriani Diah Ayu Dwi Agustiana Putri Dwi Satria Yuda Dwi Suciani Alkafisa Edi Suyanto Eka Nadya Apriliani Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Eka Susanti ENDANG PURWANINGSIH Erda Rismawati Ervina Ervina Evy Nur Afifah Fepri Hendriyani Fitri Nur Hidayah Gede Eka Putrawan Gede Eka Putrawan Heru Prasetyo I Wayan Ardi Iqbal Hilal Iqbal Hilal Irma Oktaviani Iros Niya Wati Isti Nurhasanah Iswanti Wahyuni Iswanti Wahyuni Juleha Juleha Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Karomani Karomani Kouri Asyiah Lailatul Rohmah Lenny Rahmawati Lesti Susanti Lusy Tri Lestari Mahpul Mat Desman Maudy Sukma Dhini Melia Pitriyani Mila Sari Mildawati, Arini Monica Afriria Rachmawati Muhammad Adham Hasta Rezha Mulyanto Widodo Munaris . Nabila Trya Nadila Ayu Putri Nanalia Nanda Puspitasari Novita Sari Nur Hikmawati Adinda Nur Khasanah Nurlaksana Eko Rusminto Nurul Ismail Rahmat Prayogi, Rahmat Reihan Franige Rian Andri Andri Prasetya Rian Andri Prasetya Riska Wulandari Rosha Gremonia Rosi Okta Ruri Resmiana Sari Ryan Mahendra Ryzal Perdana Safira Nabila Sanah Riah Shifa Khoiru Nida Siti Hasanah HS Siti Nurhamidah Siti Nurohita Siti Samhati Solina Solina Sudirman Husin Sulistiyanti Khalizah Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Supriadi Supriadi Syafria Rahma Annisa Syamsul Arifin Syifa Athiyyatus Zuhro Tiara Brilliant Tria Ardila Ulfa Ayu Rizmalia Ulva Nurul Madihah Umun Latifah Veppi Septira Via Dilla Septika Widiyawati Widiyawati Yemi Valentini Yulina Winda Rahma Zaki Pratama