Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Recent Progress on Colorimetric Sensor for Hg(II) Detection Hakim, Muh. Supwatul; Hermayantiningsih, Dwi; Wahyuningsih Manurung, Tety; Ariefin, Mokhamat; Roil Bilad, Muhammad
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Materi Indonesia
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jsmi.2025.8937

Abstract

Mercury (Hg) contamination presents significant effects on human health and the environmental, particularly caused by its bio-accumulative and neurotoxic properties. Effective detection of Hg(II) is essential for monitoring and mitigating its impact. Among various detection methods, colorimetric sensors have developed into a promising solution due to their affordability, simplicity, and real-time detection capabilities. This review summarizes recent advancements in colorimetric sensors for Hg(II) detection, focusing on innovative materials such as silver nanoparticles (AgNPs), gold nanoparticles (AuNPs), paper-based substrates, agarose biopolymers, and carbon dots (CDs). AuNPs and AgNPs are highlighted for their unique optical properties and sensitivity, enabling visible detection through surface plasmon resonance changes. Paper-based sensors offer portability and low-cost solutions, while agarose serves as a stable biopolymer matrix for immobilizing detection agents. CDs, with their tunable fluorescence properties and green synthesis potential, provide a biocompatible option for hybrid sensing systems. Despite significant progress, challenges such as stability, selectivity in complex matrices, and scalability of green synthesis remain. Future research should focus on integrating these sensors into portable platforms and enhancing their performance for field applications. This review underscores the critical role of innovative materials and sustainable techniques in advancing mercury detection technologies
Artikel Review: Pengembangan Kemosensor Fluoresensi Berbasis Turunan Piridin untuk Deteksi Formalin dalam Sampel Makanan Hermayantiningsih, Dwi
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 8: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i8.4669

Abstract

Diperlukan metode deteksi formalin yang mudah dan akurat karena banyaknya kasus ditemukannya kandungan formalin dalam produk pangan olahan yang dijual dipasaran. Konsumsi bahan makanan yang mengandung formalin dalam jangka panjang, dapat merusak hati, ginjal, limpa, pankreas, otak, dan menyebabkan kanker. Salah satu cara pengidentifikasian formalin adalah menggunakan kemosensor yang telah dirancang secara khusus untuk mendeteksi formalin dengan berdasar interaksi antara analit dan molekul sensor. Senyawa turunan piridin memiliki orbital terkonjugasi yang dapat ditambahkan kromofor atau gugus fluorofor menyebabkan perubahan sinyal optik jika terjadi interaksi dengan substrat. Hasil studi menunjukkan bahwa tiga jenis senyawa turunan piridin yang telah diintesis dapat dijadikan sebagai kemosensor. Kemosensor 4-fenil-2,6-bis (4-aminofenil) piridin (ChP-0), 3,3'-(4-(2-amino-4,5-dimetoksifenil) piridin-2,6-diil) dianilin (ChP) dan 3'-(4-(3,4-dimetoksifenil) piridin-2,6-diil) dianilin (ChP-2A) menunjukkan tingkat pendeteksian yang cepat dan efisien untuk formalin. Senyawa ChP-0, ChP, dan ChP-2A dapat mendeteksi formalin dalam sampel dengan sistem deteksi berupa fluoresen dan/atau kolorimetri berwarna biru.
Pelatihan Pembuatan Kimchi untuk Meningkatkan Gizi dan Pencegahan Awal Stunting di Posyandu Melati, Menteng, Palangka Raya Hakim, Muh. Supwatul; Hermayantiningsih, Dwi; Yuliana, Yuliana; Hanasia, Hanasia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.625

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang terjadi akibat kekurangan nutrisi, terutama pada periode pertumbuhan awal anak. Kasus stunting di Kota Palangka Raya mencapai 27,8%, bahkan lebih tinggi dari rata-rata angka stunting di Provinsi Kalimantan Tengah (26,9%). Prevalensi stunting sangat dipengaruhi oleh kesadaran untuk mengkonsumsi makanan sehat dan tinggi probiotik yang menunjang pertumbuhan. Pada umumnya, masyarakat terutama ibu balita dan anak-anak sering mengkonsumsi makanan ringan yang rendah nutrisi sehingga menghambat pertumbuhan anak. Makanan bergizi tidak harus mahal, contohnya kimchi sebagai makanan fermentasi mengandung serat tinggi, probiotik, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan kimchi kepada ibu-ibu dan kader posyandu. Proses pembuatan kimchi cukup mudah, bahan-bahannya mudah diperoleh serta harganya terjangkau. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari pemaparan materi, simulasi pembuatan kimchi, tanya jawab, dan evaluasi. Hasil kuesioner dari 24 peserta, sebagian besar setuju dan sangat setuju jika tema kegiatan sesuai kebutuhan, materi mudah dipahami, pengetahuan peserta meningkat dan peserta juga tertarik untuk mencoba membuat kimchi. Kegiatan PKM ini dinilai cukup berhasil dan dapat diteruskan oleh peserta
Analisis Kadar Asiditas dan Alkalinitas pada Saluran Drainase Primer Pengeringan IV Bukit Keminting Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Hakim, Muh. Supwatul; Hermayantiningsih, Dwi; Dewi, Syahrani Riana; Andhita, Naswa Ayu; Tantri; Krissilvio, Eka Jhonatan
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH Volume 8, ISSUE 1, 2023
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol8.iss1.art3

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Sumber daya air harus dilindungi agar manusia dan makhluk hidup lainnya dapat memanfaatkannya dengan baik. Air sungai yang keluar dari mata air biasanya mempunyai kualitas yang sangat baik. Namun dalam proses pengalirannya air tersebut akan menerima berbagai macam bahan pencemar. Terutama pada saluran drainase primer pengeringan IV Bukit Keminting Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Pencemar tersebut berupa limbah domestik yang berasal dari aktivitas penduduk dan perumahan penduduk yang membuang limbah ke sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu, padahal mayoritas warga yang bermukim disekitar drainase masih memanfaatkan air tersebut. Oleh karena itu dilakukan pengujian kadar asiditas dan alkalinitas di sekitar saluran drainase. Pengambilan sampel dilakukan di sepanjang aliran drainase dan ditentukan kadarnya dengan menggunakan metode titrasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata asiditas sebesar 35 mg/L. Berdasarkan PERMENKES No. 416/MEN.KES/PER/IX/1990, asiditas sampel masih memenuhi baku mutu air bersih. Sedangkan untuk kadar alkalinitas rata-rata sebesar 980 mg/L telah melebihi baku mutu air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kata kunci: asiditas, alkalinitas, baku mutu air.
PEMBERDAYAAN KADER NASYIATUL AISYIYAH KALIMANTAN TENGAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK WEDANG UNGU SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Pratika, Remi Ayu; Nafisah, Zahrotun; Pratiwi, Endah Yusma; Hermayantiningsih, Dwi; Hakim, Muh. Supwatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31744

Abstract

Abstrak: Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam berupa tanaman lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai produk minuman kesehatan, seperti bunga telang, sereh, dan jeruk nipis. Pemanfaatan tanaman lokal ini penting untuk meningkatkan nilai tambah serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill kader Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah melalui pelatihan pembuatan produk wedang ungu. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, praktik langsung (hands-on training), dan diskusi interaktif. Mitra kegiatan adalah 25 orang kader NA Kalimantan Tengah yang aktif dalam unit usaha NA Corner. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui angket pretest dan posttest serta wawancara peserta untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta hingga 100% pada seluruh indikator, dengan kepuasan peserta terhadap kegiatan mencapai 77%. Kegiatan ini berdampak positif dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis kearifan lokal.Abstract: Indonesia is rich in natural resources, including local plants with potential as health drinks, such as butterfly pea, lemongrass, and lime. Utilizing these plants is important for increasing added value and empowering the local community. This community service activity aimed to enhance both hardskills and softskills of Nasyiatul Aisyiyah cadres in Central Kalimantan through training in the production of wedang ungu (purple herbal drink). The activity was carried out using lectures, hands-on training, and interactive group discussions (FGD). The partners involved were 25 female cadres from Nasyiatul Aisyiyah who are active in the NA Corner business unit. Evaluation was conducted using pretest-posttest questionnaires and participant interviews to assess knowledge and skill improvement. The results showed a 100% increase in participants' knowledge and skills, with 77% of participants reporting high satisfaction with the program. This activity had a positive impact on fostering local wisdom-based entrepreneurship among women.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PRODUKSI TEPACHE BERPREBIOTIK SEBAGAI PRODUK OLAHAN BERNILAI TAMBAH Decenly, Decenly; Rosalina, Reny; Priyadi, Muhammad; Praja, Rian Ka; Saputra, Rizky Rachmad; Hermayantiningsih, Dwi; Dwijayanti, Rts. Sherly
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37108

Abstract

Abstrak: Kelompok tani di salah satu wilayah perkotaan Kalimantan Tengah menghadapi permasalahan rendahnya nilai jual nanas segar, khususnya buah berukuran kecil, akibat ketergantungan pada tengkulak dan minimnya pengolahan pascapanen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan nilai tambah nanas melalui pengembangan produk Tepache berprobiotik sebagai minuman fermentasi fungsional. Kegiatan dilaksanakan kepada 20 orang anggota kelompok tani melalui tahapan penyuluhan, praktik pembuatan produk, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi keberhasilan dilakukan menggunakan metode pretest–posttest berbasis kuesioner untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rerata pemahaman dari 75 pada pretest menjadi 80 pada posttest. Selain itu, peserta mampu memproduksi Tepache berprebiotik secara mandiri serta memahami dasar pengemasan dan pemasaran produk. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas petani, penguatan ekonomi lokal, dan pemanfaatan sumber daya pertanian secara berkelanjutan.Abstract: Farmer groups in an urban area of Central Kalimantan face low market value of fresh pineapples, particularly small-sized fruits, due to dependence on middlemen and limited postharvest processing. This community service program aimed to increase pineapple value through the development of probiotic Tepache as a functional fermented beverage. The program involved 20 farmer group members and was conducted through counseling sessions, hands-on production practice, mentoring, and evaluation. Program effectiveness was assessed using a pretest–posttest questionnaire to measure participants’ knowledge improvement. The results showed an increase in the average score from 75 in the pretest to 80 in the posttest. Participants were able to independently produce probiotic Tepache and gained basic understanding of product packaging and marketing. Overall, this activity enhanced farmers’ capacity, supported local economic empowerment, and promoted sustainable utilization of agricultural resources.
SOSIALISASI BAHAYA PERGAULAN BEBAS PADA SISWA-SISWI SMA DI KABUPATEN KATINGAN KALIMANTAN TENGAH Pereiz, Zimon; Afli, Febrianto; Hermayantiningsih, Dwi; Chuchita, Chuchita; Oksal, Efriyana; Sylvani, Miranti Maya; Saputri, Desi Riana; Pamungkas, Aji; Mart Grasella Hutapea, Sonia Tri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37872

Abstract

Abstrak: Pergaulan bebas merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering dihadapi oleh remaja dan berpotensi berdampak negatif terhadap masa depan generasi muda. Kurangnya pemahaman serta pengawasan menjadi faktor utama yang menyebabkan remaja mudah terjerumus dalam perilaku menyimpang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya pergaulan bebas kepada siswa-siswi SMA melalui kegiatan sosialisasi dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test, dengan jumlah peserta kegiatan sebanyak 40 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari 22% sebelum kegiatan menjadi 91% setelah kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan pergaulan.Abstract: Promiscuity is a social problem frequently faced by adolescents and has the potential to negatively impact the future of the younger generation. Lack of understanding and supervision are key factors contributing to adolescents' vulnerability to deviant behavior. This community service activity aimed to educate students of State Senior High School 1 Katingan about the dangers of promiscuity through pre- and post-test-based outreach and evaluation activities. Forty students participated in the activity. Results showed an increase in student understanding, from 22% before the activity to 91% after the activity. This demonstrates that outreach is effective in raising adolescent awareness of the importance of protecting themselves from the negative influences of their social environment.
ANALISIS KUALITAS AIR MINUM DAN KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KOTA PALANGKA RAYA-KALIMATAN TENGAH Dwi Hermayantiningsih; Muh. Supwatul Hakim; Tety Wahyuningsih Manurung
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 8 No. 1 (2026): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v8i1.5945

Abstract

An analysis of drinking water quality, including physical parameters such as TDS (Total Dissolved Solids), color, odor, and taste, as well as chemical parameters such as pH and lead ion content in refillable drinking water depots in Palangka Raya City, has been conducted. Drinking water requirements must comply with the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 2 of 2023 concerning the Implementation of Government Regulation Number 66 of 2014 regarding Environmental Health. The method throughout this investigation is laboratory experiment. Samples of refillable drinking water were obtained using a random sampling method at 9 different locations in Jekan Raya District. Based on the analysis of physical parameters including TDS, color, odor, and taste, the drinking water sample still meets drinking water quality standards. The results of pH measurements at 7 out of 9 sampling points showed that the pH values of 6.5-8.5 did not meet the quality standards. Analysis of lead (Pb) levels based on AAS showed that the Pb content in 9 samples was below the maximum permissible standard of 0.01 mg/L.
Penentuan Konsentrasi Parasetamol Menggunakan Sensor Elektrokimia Platina (Pt) dengan Teknik Voltametri Siklik Dwi Hermayantiningsih; Zahrotun Nafisah; Remi Ayu Pratika
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i2.7955

Abstract

The aim of this study was to determine the concentration of paracetamol in tablet formulations using cyclic voltammetry, with a platinum electrode serving as both the working electrode (WE) and the counter electrode (CE), and Ag/AgCl as the reference electrode (RE). Cyclic voltammetry measurements for paracetamol analysis were carried out within a potential range of 0 to 1.5 V with a constant scan rate of 100 mV/s and 0.1 M H₂SO₄ as the electrolyte. The resulting voltammogram profile showed a clear and sharp anodic peak in the potential range of approximately 0.6–1.4 V, indicating the oxidation of the phenolic group present in the paracetamol (C₈H₉NO₂) forming N-acetyl-p-benzoquinone imine (NAPQI) via an electron transfer mechanism on the surface of the platinum working electrode, which functions as the detection sensor. A standard calibration curve was constructed based on the relationship between the concentration of the paracetamol standard solution and the anodic peak current (IA). The linear regression equation obtained is y = 2 × 10-7x + 3 × 10-6. Substituting the sample anode current value into this equation and taking into account a dilution factor of 5, the sample concentration is found to be 1950 ppm. Taking into account the sample volume of 25 mL, sample mass of 500 mg, and tablet mass of 4000 mg, the concentration of paracetamol in a single tablet is calculated to be 390 ppm (equivalent to 390 mg/L).