Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMBINAAN KOMUNITAS PEDESAAN TRANSISI: Desiminasi Keagamaan Komunitas Pedesaan Transisi Menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1445 H di Dusun Tandara, Kaili Luwu Ismail, Ashari; A. Aco Agus; Firman Umar; Saifuddin
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2024): Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 01 Nomor 02 (Mei 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v1i02.71

Abstract

Pembinaan keagamaan merupakan salah satu sarana dalam meningkatkan kualitas keislaman suatu komonitas masyarakat transisi di Dusun Tandara, Kaili Luwu, Sulawesi Selatan. Komunitas ini mayoritas beragama Islam dan terdiri dari beberapa etnik (Soppeng, Barru, Pare-Pare, Toraja, dan lain-lain) dengan keterbatasan terkait literasi ilmiah dan keagamaan. Pembinaan dengan metode ceramah terkait ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan, diharapkan dapat lebih meningkatkan / minat dan memotivasi masyarakat dalam menjalankan ibadah dengan konsisten, dan penuh antusias, dan menjauhi hal yang bertentangan dengan nilai agama.
Mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Melalui Optimalisasi POKJA IV Program Kesejahteraan Keluarga di Kelurahan Tamalanrea Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Saifuddin; Ismail, Ashari; Aksha Wahda, Muhammad; Amandaria, Riri; Tamtin, Sopian
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2024): Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 01 Nomor 02 (Mei 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v1i02.76

Abstract

Pengabdian optimalisasi program kesejahteraan keluarga ini, dilakukan di kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Pengabdian ini berangkat dari titik tolak meningkatnya angka penyakit berbasis lingkungan seperti: penyakit diare, deman berdarah, dan penyakit lain yang sejenis di Kota Makassar ( Ulfa, dkk,2024). Kondisi itu diperkuat dengan ditemukan masih rendahnya pemahaman dan kepedulian sebagian masyarakat yang berdomisili di kelurahan Tamalanrea mengenai pola hidup bersih dan sehat (Nurjannah,2024). Melalui pengabdian ini, diharapkan masyarakat memiliki penguatan pengetahuan dan kepedulian terhadap pola hidup sehat dan bersih, sebagaimana pula diharapkan oleh kelompok kerja kesejahteraan keluarga yang ada di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Focus Group Discussion (FGD), yang melibatkan pemerintah (departeman Kesehatan), Petugas bantu Kesehatan di Kelurahan Tamanrea, dan masyarakat. Sebelum FGD dilkukan, diawali dengan ceramah singkat oleh perwakilan Pemerintah Kota Makassar (dalam hal ini, departemen Kesehatan Kota Makassar), pembentukan kelompok diskusi ke dalam dua kelompok diskusi, yaitu kelompok keluarga dan kelompok masyarakat luar keluarga, setiap kelompok dilakukan pendampingan oleh petugas POKJA Kesejahteraan Keluarga Kelurahan Tamalanrea, kemudian diakhiri dengan pemaparan kesimpulan oleh masing-masing kelompok untuk membuat beberapa catatan penting sebagai kesimpulan diskusi dan sekaligus menentukan Tindakan yang tepat untuk dilakukan dalam upaya menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat di Kelurahan Tamalanrea Kota Makassar.
Pelatihan Metode Sosialisasi Interaktif dalam Mencegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah Usman, Alwi Usra; Suhaeb, Firdaus W.; Mario, Mario; Saifuddin, Saifuddin; Hardiyanti, A.
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 01 (April 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/9rp95b04

Abstract

Tingginya prevalensi kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan pendidikan mendorong pelaksanaan program pencegahan melalui sosialisasi interaktif di UPT SPF SMP Negeri 26 Makassar guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak melalui peningkatan kapasitas guru dan siswa dalam pencegahan kekerasan seksual. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman komprehensif mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, dampak, serta strategi pencegahan. Metode pelaksanaan menggunakan sosialisasi interaktif yang mengimbinasikan ceramah, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi interaktif mampu meningkatkan partisipasi dan antusiasme peserta, serta memperkuat pemahaman mereka mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kekerasan seksual. Kegiatan ini turut memperkuat kesadaran kolektif sivitas sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak. Program edukasi berbasis sosialisasi interaktif dapat menjadi strategi preventif yang efektif dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah serta berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan lainnya.
Ekonomi Moral Ibu Rumah Tangga (Studi Usaha Kue Berbasis Komunitas di Kompleks Perumahan Minasa Upa Kota Makassar) saifuddin saifuddin
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.83585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik ekonomi moral yang dijalankan oleh ibu rumah tangga dalam usaha kue berbasis komunitas di Kompleks Perumahan Minasa Upa, Kota Makassar. Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa aktivitas ekonomi skala kecil rumah tangga tidak semata-mata didorong oleh rasionalitas ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai moral dan relasi sosial yang melekat dalam kehidupan komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ekonomi moral tercermin dalam berbagai bentuk, seperti solidaritas antar pelaku usaha, praktik berbagi sumber daya, sistem kepercayaan dalam transaksi, serta fleksibilitas dalam mekanisme pembayaran. Nilai-nilai tersebut tidak hanya memperkuat hubungan sosial antar anggota komunitas, tetapi juga menjadi strategi adaptif dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah keterbatasan modal dan akses pasar. Selain itu, jaringan sosial berbasis kedekatan geografis dan kekerabatan berfungsi sebagai modal sosial yang signifikan dalam mendukung aktivitas produksi dan distribusi. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa ekonomi moral merupakan elemen penting dalam praktik ekonomi skala mikro, khususnya pada usaha berbasis komunitas yang dijalankan oleh ibu rumah tangga. Oleh karena itu, kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu mengintegrasikan dimensi sosial dan moral sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan. 
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Potensi Terjadinya Perilaku Menyimpang Remaja di Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso, Kota Makassar Tahun 2025 Zainab Magfirah Syamsuddin; Idham Irwansyah Idrus; Saifuddin Saifuddin
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 No.1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v8i2.70967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menggambarkan secara statistic deskriptif pola asuh orang tua yang diterpakan terhadap potensi perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Lette. 2) Mengetahui tingkat pengaruh pola asuh orang terhadap potensi terjadinya perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Lette. Penelitian ini menggunakan survey sebagai jenis penelitian dengan pendekatan kuantitaif. Data dikumpulkan melalui hasil koesioner yang disebar ke 88 remaja sebagai sampel penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara uji normalitas, uji validitas, uji reliabilitas dan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Dari 88 jumlah responden, terdapat 23 remaja (26,13%) yang mengalami pola asuh otoriter, 45 remaja (51,13%) yang mengalami pola asuh demokratis, dan 20 remaja (23,72%) yang mengalami pola asuh permisif. Dan dari keseluruhan jumlah responden, terdapat 47 remaja (53,40%) yang memiliki potensi terjadinya perilaku menyimpang remaja. 2) Hasil uji t menunjukkan bahwa pola asuh otoriter dan permisif berpengaruh positif terhadap potensi perilaku menyimpang remaja dan pola asuh demokratis berpengaruh negatif terhadap potensi perilaku menyimpang remaja, Dan secara simultan nilai R Square memperoleh 0,673 = 67,3%, yang berarti pola asuh orang tua memiliki tingkat pengaruh sebesar 67,3% terhadap potensi terjadinya perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Lette. Sedangkan sisanya 32,7% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti diantaranya seperti pengaruh dari kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, teman sebaya, ataupun dari diri sendiri.
Pola Nafkah dan Perkawinan dalam Tradisi Mudik Saifuddin Saifuddin
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 21, No 2 (2025): Volume 21, Nomor 2, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v21i2.6449

Abstract

The tradition of homecoming is understood by Indonesian people as the meaning of returning to their hometown. This tradition occurs once a year before the Eid al-Fitr holiday for Muslims. The homecoming phenomenon is interesting to study from the perspective of population movement from one place to another, from one region to another. This study examines the influence of livelihood patterns and marriage patterns that cause some people to move from one region to another. Through field research with a phenomenological approach, data were collected using observation and in-depth interview methods. Data collection locations were carried out at several departure points for travelers, namely: land transportation terminals, air transportation terminals and train stations. The research findings revealed that generally they work or earn a living not in their hometown or birthplace, so that when the Eid holiday season arrives, they take advantage of going home to celebrate Eid. In addition, in general, homecoming occurs because the husband or wife does not come from the same birthplace, so that when the Eid season arrives, they take turns going home to celebrate Eid either at the husband's or wife's birthplace. Based on distance, the phenomenon of population movement or homecoming occurs at the level of one district/city to another district/city in the same province, from one district/city to another district/city in a different province, and even across countries.
Dampak Paparan Konten Media Sosial Terhadap Perspektif Gen-Z Mengenai Isu Lingkungan Ulfa Utami Mappe; Muhammad Al-Khahfi Akhmad; Saifuddin Saifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2026
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v6i1.9205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dampak sosial media terhadap perspektif Gen-Z terkait isu lingkungan setelah terpapar informasi dari media sosial. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui dengan teknik interaktif Miles & Hubberman melalui tahap: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan paparan konten di media sosial memberikan dampak berupa perubahan pespektif mereka terhadap isu lingkungan. Hal ini dibuktikan melalui tindakan mereka sehari-hari melalui upaya untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Informan juga menilai bahwa media sosial sangat penting digunakan sebagai instrumen dalam menyebarkan informasi tentang isu lingkungan sebab media sosial saat ini memiliki kemamapuan untuk membentuk opini publik. Temuan penelitian dianalisis dengan Teori Kultivasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah paparan konten isu lingkungan di media sosial yang bersifat kumulatif, di mana paparan yang terjadi secara terus menerus dapat berdampak positif terhadap perspektif Gen-Z yang tidak hanya sekadar menjadikan media sosial sebagai ruang rekreatif tapi juga ruang edukatif yang memengaruhi keputusan dan tindakan pro-lingkungan yang mereka lakukan. Study aims to describe how social media influences Gen-Z’s perspectives on environmental issues after they are exposed to information from social media. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The data were analyzed using Miles & Hubberman’s interactive technique, which involves the following stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results show that exposure to content on social media leads to a shift in their perspectives on environmental issues. This is evidenced by their daily actions, which reflect efforts to be more environmentally responsible. Informants also noted that social media is a crucial tool for disseminating information about environmental issues, as it currently has the power to shape public opinion. The research findings were analyzed using Cultivation Theory. The conclusion of this study is that exposure to environmental content on social media is cumulative; continuous exposure can have a positive impact on Gen-Z’s perspectives, encouraging them to view social media not merely as a recreational space but also as an educational space that influences their pro-environmental decisions and actions.
PEGUATAN KAPASITAS PEBELAJAR ENTERPRENERSHIP MELALUI PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLEGENCE BAGI PELAJAR SMA NEGERI 10 GOWA Firdaus W. Suhaeb; Muh Rijal; Mario Mario; Sopian Tamrin; Saifuddin Saifuddin
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4857

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa transformasi signifikan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk sektor pendidikan. AI menjadi instrumen strategis yang mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar melalui sistem pembelajaran adaptif, personalisasi materi, serta penyediaan akses informasi yang lebih cepat dan relevan. Kemajuan teknologi AI telah mengubah cara pendidikan disampaikan, dikelola, dan diakses oleh siswa dan pendidik. Dengan adanya AI, pendidikan menjadi lebih personal, adaptif, dan inovatif. Sehubungan dengan itu maka di pandang penting untuk siswa mengetahui pemanfaatan AI yang lebih maksimal guna mendukung proses pembelajaran. Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu 1) memperkenalkan kepada siswa macam-macam teknologi artificial intelligence dalam entrepreneurship,2)meningkatkan pengetahuan siswa dalam penggunaan artificial intelligence dalam meningkatkan kapasitas pembelajar yang mandiri, kritis, kreatif, inovatif dan partisipatif, 3) mengimplementasikan teknologi artificial intelligence dalam meningkatkan kapasitas pembelajar yang mandiri, kritis, kreatif, inovatif dan partisipatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengaplikasikan berbagai teknologi. Siswa tidak hanya memperoleh wawasan konseptual mengenai pentingnya sikap kreatif, inovatif, dan mandiri, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis memanfaatkan artificial intelligence (AI) sebagai media penunjang ide dalam pembelajaran dan ide kewirausahaan
Peran Kelompok Kerja Inklusi dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Kelompok Rentan di Desa Simbang, Kabupaten Maros Sakinah Sakinah; Saifuddin Saifuddin; Mario Mario
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 22, No 1 (2026): Volume 22, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v22i1.7113

Abstract

This research analyzes the role of the Inclusion Working Group (IWG) in improving the quality of life of vulnerable groups in Simbang Village, Maros Regency, using a descriptive qualitative approach. Vulnerable groups such as people with disabilities (35 people: 14 men, 21 women) faced barriers to accessing public services, social stigma, and economic limitations before the KKI was established in 2022 through the INKLUSI-BaKTI Program. KKI serves as a bridge between the community and village government to realize inclusive development in accordance with Village Law No. 6/2014, filling a gap in the study of local institutions at the village level. The research methods involved in-depth interviews, participatory observation and documentation with purposive informants from KKI members, village officials and vulnerable groups. Data were analyzed through reduction, display, and verification with source triangulation to ensure validity. The results show that KKI plays a role in valid data collection, assistance in accessing services (Disdukcapil, social assistance), policy advocacy (Musrenbang), and economic empowerment through MSME training, which increases social participation, self-confidence, and the quality of life of vulnerable groups. Although structural challenges such as workspace and budget and social challenges such as family stigma still exist, KKI has succeeded in transforming the status of vulnerable groups from objects of pity to active subjects, in line with the SDGs “No One Left Behind”. This research contributes to the sociological study of social inclusion and provides practical input for responsive village policies. Key suggestions include strengthening KKI facilities and anti-stigma socialization for sustainability of inclusion.
Menumbuhkan Resiliensi dan Kesehatan Mental Mahasiswa melalui Peningkatan Kapasitas Dosen Penasehat Akademik saifuddin saifuddin; Amirullah Amirullah; Muhammad Aksha Wahda; Nurhasni Muis; Mario Mario
Humanis Vol 25, No. 1, (2026) : Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v25i1.83597

Abstract

Abstract. Student mental health and resilience are crucial factors in determining academic success and preparedness to face life's challenges. However, academic advisors (PAs) have traditionally focused on administrative aspects rather than providing psychosocial support. This paper aims to identify and evaluate the knowledge and skills of academic advisors in fostering student resilience and mental health. The methods used included workshops, empathetic communication skills training, focus group discussions (FGDs), and ongoing mentoring. The results of the community service activities indicate increased knowledge and skills of academic advisors, strengthened student resilience, and the creation of a healthy and supportive academic environment.Keyword: resilience, mental health, academic advisor, supportive