Abdussamad Abdussamad
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT ANTANG GUNUNG MERATUS, DI DESA IDA MANGGALA, KECAMATAN SUNGAI RAYA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Fitriany Situmorang; Abdussamad Abdussamad; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2649

Abstract

Perusahaan pertambangan merupakan sektor usaha yang memiliki dampak positif bagi pendapatan negara bukan pajak yang mencapai 30 triliun pada tahun 2018. Namun disisi lain pertambangan memiliki dampak negatif bagi lingkungan seperti pencemaran air, pencemaran udara, mengubah bentuk alam yang sebelumnya perbukitan menjadi lubang dalam yang besar, dan limbah yang beracun akibat aktivitas industri pertambangan. Eksploitasi sumberdaya alam dan rusaknya lingkungan akibat operasional perusahaan menyebabkan masyarakat menuntut perusahaan agar bertanggung jawab secara sosial meskipun banyak pandangan dari pelaku industri bahwa kontribusi terhadap masyarakat, hanya cukup dengan penyediaan lapangan kerja dan pembayaran pajak kepada negara namun itu semua tidak cukup. Sehingga CSR menjadi suatu usaha untuk menjawab permasalahan yang sudah ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan. Program CSR sebagai stimulan sehingga secara sadar atau tidak sadar masyarakat akan menunjukan pembentukan sikap terhadap rangsangan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis sikap masyarakat terhadap program CSR, untuk menggambarkan komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif dan untuk membandingkan sikap masyarakat penerima program dengan masyarakat bukan penerima program CSR. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t. Sedangkan untuk menentukan jumlah responden menggunakan simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian sikap masyarakat terhadap program CSR dari aspek kognitif, afektif, dan konatif memiliki hasil yang tidak berbeda dengan 0 kecuali pada program bantuaan Studi Banding Tanaman Herbal Kepala Desa dan Camat dengan skor -2,22 dan -2.4 pada aspek kognitif serta bantuan program Studi Tiru Perkebunan dan Pengolahan Susu Di Malang Jawa Timur. Dengan skor 2,6 pada aspek kognitif, dan hasil skor.  Namun setelah dilihat perbandingan antara masyarakat penerima dan bukan penerima, hasilnya berbeda nyata sehingga bagi masyarakat penerima lebih merasakan manfaatnya dibandingkan masyarakat bukan penerima.Kata kunci: sikap masyarakat, CSR, kognitif, afektif, konatif
PEMANFAATAN LAHAN TIDUR DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DI DESA TUNGKARAN KECAMATAN MARTAPURA KOTA KABUPATEN BANJAR Maulana Sidik; Abdussamad Abdussamad; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.661

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar biaya, penerimaan, pendapatan usaha tani tanaman yang memanfaatan lahan tidur dan permasalahan apa saja yang dihadapi oleh petani dalam memanfaatkan lahan tidur di Desa Tungkaran Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar. Metode penelitian ini merupakan studi kasus pada Kelompok Tani Maju Bersama yang melaksanakan pemanfaatan lahan tidur dengan jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Jumlah anggota Kelompok Tani sebanyak 13 orang yang dijadikan sebagai responden yang memanfaatkan lahan tidur untuk usaha tani. Berdasarkan hasil penelitian jumlah total biaya eksplisit yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 34.321.993 per usahatani per musim (3 bulan), sedangkan total biaya implisit yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 16.270.696,00 per usahatani per musim (3 bulan), sehingga diperoleh biaya total usahatani tanaman hortikultura petani responden sebesar Rp 50.592.689 per usahatani per musim (3 bulan). Nilai total penerimaan usahatani tanaman hortikultura petani responden adalah sebesar Rp 170.274.896 per usahatani per musim (3 bulan). Nilai total pendapatan usahatani tanaman hortikultura petani responden adalah sebesar Rp 135.952.903 per usahatani per musim (3 bulan). Masalah yang dihadapi oleh petani responden dalam memanfaatkan lahan tidur diantaranya kekurangan modal, pada musim kemarau terjadi kekeringan yang disebabkan curah hujan yang sedikit, sehingga para petani sulit mendapatkan air dan harga jual yang rendah dantidak stabil.Kata kunci: pemanfaatan lahan, pendapatan
Optimalisasi Pola Tanam Usahatani Sayuran di Desa Telaga Langsat Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan Jamilah Jamilah; Abdussamad Abdussamad; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1934

Abstract

Kecamatan Telaga Langsat merupakan salah satu Kecamatan penghasil sayuran di- Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dalam berusahatani keuntungan yang maksimun merupakan tujuan petani. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan perencanaan yang tepat dari segi pengalokasian sumberdaya maupun dari jenis komoditi yang akan diusahakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungandan pola tanam usahatani yang dapat memberikan keuntungan maksimun bagi petani. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2018 sampai dengan April 2019. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh dengan menggunakan teknik sensus dengan jumlah responden 30 orang yang menaman tomat, mentimun dan kacang panjang secara bergiliran dalam waktu satu tahun. Data yang dikumpulkan dari petani responden yaitu pada musim tanam pertama Oktober 2017 sampai musim tanam ketiga pada bulan September 2018. Untuk menjawab tujuan pertama berdasarkan hasil penelitian mengenai rata-rata keuntungan musim tanam pertama usahatani tomat sebesar Rp 16.546.864, mentimun sebesar Rp 10.023.844 dan kacang panjang sebesar Rp 6.870.813.Musim tanam kedua keuntungan rata-rata usahatani tomat sebesar Rp 9.525.037, mentimun Rp 7.598.182 dan kacang panjang  Rp 4.567.176. Musim tanam ketiga keuntungan rata-rata usahatani tomat Rp 9.343.416, mentimun Rp 7.162.688 dan kacang panjang Rp 4.442.898. untuk menjawab tujuan kedua berdasarkan hasil penelitian dengan analisis linear programming menggunakan alat bantu aplikasi yaitu lindo didapatkan hasil  bahwa yang dapat memberikan keuntungan maksimum bagi petani pada musim tanam pertama adalah usahatani tomat, musim tanam kedua usahatani tomat dan mentimun dan pada musim tanam ketiga kembali usahatani tomat. Kata kunci: optimalisasi, keuntungan, pola tanam, linear programming
Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Pemberdayaan Mayarakat Tani di Kabupaten Banjar Isnani Prahesti; Abdussamad Abdussamad; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1939

Abstract

Kinerja penyuluh pertanian adalah produktivitas dan tatanan kerja yang tersusun secara teratur dan terukur dalam kegiatan penyuluhan. Pemberdayaan dapat diartikan sebagai upaya peningkatan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi, bernegosiasi, mempengaruhi dan mengendalikan kelembagaan masyarakat demi perbaikan kehidupannya. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kinerja penyuluh pertanian dalam pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Banjar, mengetahui hubungan antara faktor-faktor internal (lama waktu penyuluh bertugas di lapangan/kelompok tani, pendidikan formal penyuluh dan jarak tempat tinggal penyuluh) dengan kinerja penyuluh pertanian dan mengetahui permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian di Kabupaten Banjar. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang penyuluh pertanian, dan 30 ketua kelompok tani yang diambil dari 3 Kecamatan di wilayah kerja penyuluh pertanian untuk diwawancarai. Berdasarkan hasil penelitian tingkat kinerja penyuluh pertanian dalam pemberdayaan masyarakat tani adalah sebesar 78,57 % dan tergolong pada kategori sedang. Hasil perhitungan dari hubungan faktor-faktor internal (lama waktu penyuluh bertugas di lapangan/kelompok tani, pendidikan formal penyuluh dan jarak tempat tinggal penyuluh) dengan kinerja penyuluh pertanian didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara faktor internal dengan kinerja penyuluh pertanian. Permasalahan/kendala yang dihadapi penyuluh, sebagian dari petani dan keluarganya yang belum mau untuk berinovasi dan mengubah pola fikir mereka untuk mencoba hal yang baru dalam bidang penanaman padi terutama padi unggul. Karena bagi masyarakat tani Kabupaten Banjar padi varietas unggul tidak dapat bertahan lama kalau kondisi lahan terendam. Sedangkan di beberapa kecamatan, lahan penanaman padinya sering terendam terutama saat musim hujan.Kata kunci: kinerja, penyuluh pertanian, pemberdayaan masyarakat tani, faktor-faktor internal
PARTISIPASI PETANI DALAM KEGIATAN KELOMPOK TANI PADA USAHATANI JERUK SIAM DI KECAMATAN ASTAMBUL, KABUPATEN BANJAR Anis Wulandari; Abdussamad Abdussamad; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2650

Abstract

Tujuan penelitian ini adalahuntuk (1) mengetahui karakteristik responden petani dalam kegiatan kelompok tani usaha Jeruk Siam, (2) mengetahui tingkat partisipasi petani dalam kegiatan kelompok tani pada usaha tani jeruk siam di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, dan untuk (3) mengetahui kegiatan yang dihadapi kelompok tani dalam melakukan partisipasi petani pada usahatani jeruk siam di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil dari penelitian bahwa Kecamatan Astambul berada pada usia produktif 86,67% yaitu petani rata-rata berumur 29-64 tahun dan petani jeruk siam di Kecamatan Astambul yang tamat Sekolah Dasar (SD) sangat banyak yaitu 43,33%. Tingkat Partisipasi anggota kelompok tani jeruk siam di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar tergolong sedang yaitu (76,86%). Beberapa permasalahan yanga ada dalam kelompok tani antaralain: (63,3%) menyatakankurangnya komunikasi antara ketua gapoktan, dan ketua kelompok tani untuk memutuskan suatu rencana kedepan, (60%) menyatakan kurang stabilnya pelaksanaan kegiatan kelompok tani terkait pemasukan dan pengeluaran uang kas, (56,6%) menyatakan minimnya wawasan para petani terhadap daya peningkatan hasil panen, (80% ) menyatakan terbatasnya modal petani terkait kegunaan jenis pupukyang digunakan.Kata kunci: partisipasi petani, jeruk siam, kelompok tani
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI ALAT DAN MESIN PERTANIAN (ALSINTAN) DI KELURAHAN PALAM, KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Ayu Yuli Yanti; Nina Budiwati; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.702

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam penerapan teknologi alat dan mesin pertanian dan masalah-masalah yang di hadapi penyuluh pertanian di Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka kota Banjarbaru.  Jenis data yang di gunakan adalah data  primer dan sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, berdasarkan dari 35 pertanyaan untuk mengukur peran penyuluh pertanian dalam penerapan teknologi alat dan mesin pertanian dengan total respoden  30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total skor peran penyuluh pertanian dalam penerapan teknologi alat dan mesin pertanian 2212  dengan skor ideal 3150 dan berada indeks 70,22% dengan demikian peran penyuluh pertanian tergolong sedang.Masalah yang dihadapi dalam penerapan teknologi dan alat mesin pertanian adalah belum dilaksanakan dengan baik peran sebagai supervisi, pemantauan dan evaluasi sehingga hasilnya belum maksimal/optimalKata kunci : peran  penyuluh pertanian, penerapan teknologi alsintan
Analisis Usahatani Pepaya California di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Binti Mukaromah; Rifiana Rifiana; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.804

Abstract

Pepaya merupakan tanaman yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Kegunaan tanaman pepaya cukup beragam dan hampir semua bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya buah, daun bahkan getahnya yang mengandum enzim papain dapat dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani pepaya California, mengetahui apakah usahatani pepaya California sensitif atau peka terhadap peningkatan biaya produksi, penurunan harga jual, dan pada saat terjadinya peningkatan biaya produksi dan penurunan harga jual, serta mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam penyelenggaraan usahatani pepaya California. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Provinsi Kalimantan Selatan dimulai pada bulan Agustus sampai Desember 2018. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan cara sengaja (Purposive). Pengambilan sampel menggunakan metode sensus dengan jumlah populasi sebanyak 18 petani. Luas lahan per usahatani dalam penelitian ini adalah 0,78 hektar. Berdasarkan hasil penelitian usahatani pepaya California dinyatakan layak karena memperoleh hasil Profit Rate 91,60%, Payback Period selama 1 tahun 8 bulan, NPV positif sebesar Rp 144.600.129,13 sedangkan nilai Net B/C sebesar 4,80 dan nilai Gross B/C sebesar 1,78. Usahatani papaya California sensitif atau peka terhadap perubahan peningkatan biaya produksi maksimal 78%, penurunan harga jual maksimal 44% yaitu Rp 1.680 per Kg, serta peningkatan biaya produksi dan penurunan harga jual maksimal 28%. Permasalahan yang dihadapi petani yaitu permasalahan teknis seperti serangan hama dan penyakit, perubahan cuaca, permasalahan modal awal usahatani yang besar, harga jual ditingkat petani yang berbeda-beda tiap petani serta tidak adanya penanganan pasca panen.Kata kunci: analisis usahatani, analisis sensitivitas, pepaya California
Strategi Pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal di Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin (Studi Kasus Usaha Sambal Acan Raja Banjar) Riky Devi Saputra; Abdussamad Abdussamad; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.784

Abstract

Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal Acan Raja Banjar mempunyai potensi yang dapat dikembangkan karena memiliki keunggulan dan memiliki prospek yang baik. Namun industri Sambal Acan Raja Banjar masih industri berskala rumah tangga dengan menggunakan peralatan yang masih sederhana dalam proses pengolahannya, kepemilikan modal yang terbatas, tenaga kerja yang masih sedikit dan pemasarannya belum terlalu luas. Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta menganalisis strategi pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal Acan Raja Banjar di Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan untuk memperoleh data lingkungan Internal adalah studi kasus sedangkan untuk memperoleh data lingkungan Eksternal menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian diperoleh kekuatan usaha industri adalah tersertifikasi halal MUI, sudah melakukan promosi melalui media massa, terbuat dari bahan alami dan memiliki rumah makan dalam pemasaran. Kelemahan industri adalah produk tidak tahan lama dibandingkan dengan produk pesaing, tempat pengolahan sambal kurang strategis, jumlah karyawan terbatas, terbatasnya modal usaha, dilakukan secara manual dan jaringan distribusi belum terlalu luas dibandingkan produk pesaing. Peluang industri adalah banyak bahan yang dapat dimanfaatkan  (buah perasa), harga sambal acan dapat bersaing dengan produk lain, masih terbukanya lahan atau lokasi untuk membuka outlet, dikenal diberbagai kalangan masyarakat, perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, banyak event event yang dapat di ikuti, banyak kios dan minimarket yang menjadi mitra. Sedangkan ancaman industri adalah produk mudah ditiru. Strategi pemasaran industri yang disarankan adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan cara memperluas skala usaha dengan menambah varian rasa produk yang dijual, menambah cara promosi seperti menjadi sponsor dalam kegiatan di sosial media seperti youtube dan memperluas jaringan distribusi dalam penjualan produk sambal acan ke wilayah baru.Kata kunci: industri rumah tangga, pengolahan sambal, strategi pemasaran, matriks SWOT
Indeks Kepuasan Masyarakat Peserta Program Upsus Pajale (Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai) di Desa Balau Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Agus Tri Handayani; Abdussamad Abdussamad; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.697

Abstract

Upsus Pajale (Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai) merupakan program pemerintah agar terwujudnya swasembadai pangani dengan meningkatnya jumlah produksi padi, jagung dan kedelai. Desa Balau merupakan salah satu desa yang menjalankan program Upsus Pajale. Keberhasilan suatu program bukan hanya dapat dilihat dari peningkatan jumlah produksi, akan tetapi dapat juga dilihat dari sisi kepuasan petani. Penelitian inii bertujuan untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat terhadap program Upsus Pajale dan masalah yang dihadapi petani selama program Upsus Pajale berlangsung. Data yang ada dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan data primer serta data sekunder. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei 2018 sampai bulan November 2018 di Desa Balau Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Pemilihan lokasi  dilakukan secara  bertahap (multistage sampling) yaitu tahap pertama memilih Kecamatan Karang Intan, tahap kedua memilih Desa Balau karena menjalankan Program Upsus Pajale, tahap ketiga yaitu menentukan kelompok tani sebanyak 3 kelompok tani, selanjutnya tiap kelompok tani diambil 50% anggota dengan secara acak (simple random sampling) kemudian ditambah 3 orang secara sengaja (purposive sampling) yaitu nggota pengurus kelompok tani. Analisis data yang digunakan pada penelitian ialah dengan importance performance analysis, customer satifaction index serta untuk mengetahui masalah dengan metode survey wawancara. Berdasarkan hasil perhitungan indeks kepuasan masyarakat dapat diketahui bahwa petani sangat puas dengan program Upsus Pajale. Masalah yang dihadapi adalah keterlambatan datangnya bantuan dan kurangnya jumlah bantuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan petani.Kata kunci: indeks kepuasan masyarakat, Upsus Pajale, tingkat kepuasan, tingkat kepentingan 
Tingkat Adopsi Inovasi Teknologi Inseminasi Buatan pada Peternak Sapi Potong di Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut Sutikno Sutikno; Luki Anjardiani; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1273

Abstract

Abstrak. Adopsi adalah sebagai proses penerimaan inovasi dan atau perubahan perilaku baik yang berupa pengetahuan, sikap, maupun keterampilan pada diri seseorang setelah menerima inovasi yang disampaikan penyuluh oleh masyarakat sasarannya. Inovasi adalah sesuatu ide,produk, informasi teknologi, kelembagaan, prilaku, nilai-nilai dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima dan digunakan/diterapkan/dilaksanakan yangdapat di gunakan atau mendorong terjadinya perubahan-perubahan dari segala aspek kehidupan masyarakat.Pelaksanaan kegiatan inseminasi buatan adalah bagian dari salah satu upaya adopsi teknologi tepat guna yang merupakan inovasi teknologi reproduksi ternak untuk peningkatan mutu genetik pada sapi potong.Melalui kegiatan inseminasi buatan, penyebaran bibit unggul ternak sapi dengan menggunakan semen yang berkualitas yang dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan bisa meningkatkan pendapatan bagi para peternaksapi potong di Desa Sumber Mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sejauh mana petani dalam mengadopsiteknologi inseminasi buatan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan peternak dari penerimaaninformasi yang akan diterapkan, kualitas hasil sesuai rekomendasi dan luas inseminasi buatanyang diterapkan pada ternaknya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengkategorikan (tinggi, sedang, rendah) untuk menentukan tingkat adopsi inovasi teknologi inseminasi buatan pada peternak. Hasil Penelitian di peroleh bahwa tingkat adopsi inovasi teknologi inseminasi buatan berada pada kategori tinggi (78,41%). Pada uji korelasi menunjukan variabel karakteritik peternak, penyuluhan dan sifat teknologi mempunyai hubungan yang signifikan terhadap tingkat adopsi inovasi teknologi inseminasi buatan pada peternak sapi potong di Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.  Kata kunci: adopsi inovasi, inseminasi buatan, peternak sapi potong