Abdussamad Abdussamad
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SAWAH METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) HUBUNGANNYA DENGAN PRODUKTIVITAS DI DESA MALUKA BAULIN KECAMATAN KURAU KABUPATEN TANAH LAUT Suprianto Suprianto; Abdussamad Abdussamad; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.583

Abstract

Produksi padi sawah di Provinsi Kalimantan Selatan dari tahun 2005 sampai dengan 2015 cenderung mengalami peningkatan.Kabupaten Tanah Laut merupakan kabupaten yang turut andil dalam menyumbang produksi padi di Kalimantan Selatan.Sekarang ini, petani-petani padi sawah di Kalimantan Selatan khususnya di Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut, cenderung menggunakan metode budidaya padi sawah secara konvensional. Hal ini sedikit berbeda pada dua kelompok tani pada salah satu desa yang ada di Kecamatan Kurau, yakni Desa Maluka Baulin. Kelompok tani tersebut yakni kelompok tani Sumber Hidup dan Ruhui Rahayu, menggunakan metode budidaya padi dengan system of rice intensification (SRI).Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan teknologi SRI, mengetahui hubungan penerapan teknologi SRI dengan produktivitas, serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani dalam penerapan teknologi SRI di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau. Analisis data yang digunakan adalah analisis tingkat penerapan teknologi, analisis korelasi tri serial dan analisis deskriptif.Berdasarkan hasil perhitungan tingkat penerapan teknologi budidaya padi sawah dengan metode SRI bahwa ; (a) Jumlah petani yang berada pada kategori sesuai (55,56% < TPT < 77,78%), yakni sebanyak 50,00% ; (b) Jumlah petani yang berada pada kategori kurang sesuai masih sebanyak 26,67%; (c) Jumlah petani yang berada pada kategori sangat sesuai hanya sebesar 23,33%. Penerapan teknologi memiliki hubungan yang nyata (signifikan) dengan produktivitas usahatani padi dengan metode SRI.Tenaga yang dikeluarkan petani ekstra lebih besar dibandingkan dengan usahatani dengan metode konvensional pada umumnya.Kata kunci: penerapan teknologi, padi sawah, system of rice intensification, produktivitas
KOMBINASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN TANAMAN PANGAN UNTUK MEMPERBAIKI KESEJAHTERAAN PETANI DAN KELUARGA DI KECAMATAN BAJUIN, KABUPATEN TANAH LAUT Sri Hartini; Luthfi Fatah; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh petani dari usaha perkebunan kelapa sawit reguler non kombinasi, berapa besar pendapatan yang diperoleh petani dari usaha perkebunan kelapa sawit kombinasi dengan tanaman pangan dan bagaimana perbandingan kesejahteraan keluarga petani yang mengusahakan kelapa sawit reguler dengan kelapa sawit kombinasi di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Responden data primer dipilih secara purposive dari ke 2 lokasi perkebunan kelapa sawit (reguler dan kombinasi) dengan jumlah masing-masing 15 Responden. Analisis dilakukan dengan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, besar total biaya eksplisit yang dikeluarkan petani usaha perkebunan kelapa sawit reguler (non kombinasi) adalah sebesar Rp 9.572.986,00/tahun, penerimaan sebesar Rp 41.267.050,00/tahun dan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 31.694.064,00/tahun. Besar total biaya eksplisit yang dikeluarkan petani usaha perkebunan kelapa sawit non reguler (kombinasi) adalah sebesar Rp11.323.636,89/tahun, penerimaan sebesar Rp 53.537.783,34/tahun dan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 42.214.146,45/tahun. Kesejahteraan keluarga petani yang mengusahakan kelapa sawit kombinasi (non reguler) dengan tanaman pangan (jagung) yang diperoleh petani (signifikan) lebih besar dibandingkan kesejahteraan keluarga petani yang mengusahakan kelapa sawit regular (non kombinasi).
Pengembangan Model Gaya Kepemimpinan Situasional Kepala Balai Penyuluhan Pertanian di Provinsi Kalimantan Selatan Suprijanto Suprijanto; Abdussamad Abdussamad; Masyhudah Rosni
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v1i1.21961

Abstract

The objective of research was to develop situational leadership style model of Head of Agricultural Extension Office (AEO) in South Kalimantan Province. Research method used was survey method, which was complemented by questionnaire of LEAD (Leader Effectiveness and Adaptability Description) and maturation level. The LEAD was developed by Hersey and Blanchard in 1965 (Bruno & Lay, 2006).  This questionnaire had been filled by AEO Head and Staff to assess Staff level of maturation. Respondents were selected by using multiple-stage sampling method. To know the efeectiveness of development of AEO Head situational leadership style, had been done experiment with design of randomized pretest-posttest control group design and t-test at the 0,05 level of significance had been used. Based on the data analyses, the conclusions could be drawn were as follows: Of 222 AEO Staff, it was found that 18 persons (53%) had maturation level of M3 (moderate to high); 73 persons (33%) had maturation level of M2 (low to moderate); 28 persons (13%) had maturation level of M4 (high), and only 3 persons (1%) who had maturation level of M1 (low) . By the differences of the gap between posttest-pretest scores on experimental group and on control group, it can be said that the development of situational leadership style model was included in effective category.
Peran Penyuluh Pertanian dalam Penerapan Teknologi Alat dan Mesin Pertanian di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Refky Refdani; Usamah Hanafie; Abdussamad Abdussamad
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v5i2.21951

Abstract

Agricultural development has experienced a rapid shift from traditional to modemagriculture. Some important factors are considered to develop modem agriculture, include improvements oteccess to markets and advanced technology, economic stability, and government intervention. The research identifies the role of agricultural extension and the problems in agricultural machinery app/Jcationin Desa Bangkal, Kecamatan Cempaka, HanJarbaru. I he study finds that the education role is high, which mean that the extension can facilitate the learning process to meet farmer satisfaction .. The role of dissemination, facilitation, and consultation are also cc;3tegonzed as high. On the other hand, the role of supervision, monitoring and evaluation are categorized as medium. Thus, this problem should be tackled downto optimize the extension role.