Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Manajemen Pembinaan Beladiri Karate Perguruan Gokasi di Kecamatan Mandiangin Yusradinafi, Yusradinafi; Mardiana, Amarona; Indrayana, Boy
Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/csp.v12i2.27205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pembinaan atlet berdampak pada penutupan dojo (klub) perguruan Gokasi di kecamatan Mandiangin. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Wawancara dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Penulis menggunakan teknik analisis reduksi, yaitu merangkum dan memfokuskan pada hal-hal yang penting untuk menganalisisnya. Dalam penelitian ini, ada empat atlet karate di Gokasi Dojo Mandiangin, dua dari mereka adalah pelatih, dan satu orang tua atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instruksi bela diri karate di perguruan Gokasi Mandiangin berkonsentrasi pada peran manajemen dan tantangan yang dihadapi atlet, yang menyebabkan banyak atlet keluar dan berhenti. Perencanaan di perguruan Gokasi Mandiangin dilakukan dengan baik, seperti yang ditunjukkan oleh kegiatan sehari-hari dan latihan yang diadakan secara teratur. Kata Kunci : Analisis Manajemen, Pembinaan, Perguruan Gokasi
Hubungan Daya Ledak Otot Lengan dan Koordinasi Matatangan dengan Ketepatan Servis Atas Pada Atlet Putra Bola Voli Club Putra Jaya Kerinci Moentafea, Legie; Putra, Anggrawan Janur; Yusradinafi, Yusradinafi
Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/csp.v13i2.32390

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi hubungan antara daya ledak otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan servis atas pada atlet putra bola voli dari Club Putra Jaya Kerinci. Daya ledak otot lengan, yang mencakup kekuatan dan kecepatan, memainkan peran penting dalam penempatan servis. Penelitian ini bersifat korelasional, dengan variabel bebas berupa power otot lengan (X1) dan koordinasi mata tangan (X2), sedangkan ketepatan servis atas (Y) menjadi variabel terikat. Sampel penelitian terdiri dari 15 atlet putra yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan korelasi positif antara daya ledak otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan servis atas (r = 0,924194). Nilai ini lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5% (0,514), menunjukkan korelasi yang signifikan. Uji korelasi antara X1 dan Y serta antara X2 dan Y menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik, dengan nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel. Korelasi antara X1, X2, dan Y juga menunjukkan hubungan yang kuat, dengan r hitung yang melebihi r tabel pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara daya ledak otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan servis atas pada atlet putra bola voli klub Putra Jaya Kerinci. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan servis atas dalam olahraga bola voli serta dapat menjadi landasan untuk pengembangan program pelatihan yang lebih efektif.   Kata kunci: Daya Ledak, Koordinasi Mata-tangan, Ketepatan Servis Atas
Analisis Minat Belajar Penjas pada Siswa MTS Negeri 1 Merangin Kurniawan, Heru; Sukendro, Sukendro; Yusradinafi, Yusradinafi
Journal Score Vol 5 No 1 (2025): Score
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/sc.v5i1.32118

Abstract

Tujuan pembelajaran Penjas di sekolah adalah meningkatkan kebugaran siswa, sehingga mereka tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga aktif secara fisik. Untuk mencapai tujuan ini, penting bagi siswa untuk memiliki minat yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran Penjas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif. Sampel sebanyak 85 siswa MTs Negeri 1 Merangin dipilih secara acak dengan tingkat signifikansi 10%. Data yang digunakan bersifat primer dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tanggapan siswa terhadap kegembiraan dalam pembelajaran Penjas mencapai 10, yang dikategorikan sebagai tinggi. Indikator ketertarikan siswa mencapai 6, yang termasuk kategori sedang, sedangkan indikator perhatian siswa mencapai 7 dan keterlibatan siswa mencapai 6, keduanya masuk dalam kategori tinggi dan sedang secara berurutan. Dari keempat indikator tersebut, minat belajar Penjas siswa di MTs Negeri 1 Merangin mencapai skor 30, sehingga diklasifikasikan sebagai tinggi. Secara keseluruhan, minat belajar Penjas pada siswa MTs Negeri 1 Merangin berada pada kategori tinggi, dengan perasaan senang dan perhatian siswa mencapai kategori tinggi, sementara ketertarikan dan keterlibatan berada pada kategori sedang.
PEMAHAMAN PELATIH DAN ATLET TERHADAP PERATURAN BARU DALAM PENCAK SILAT (STUDI KASUS ATLET POPNAS PROVINSI JAMBI) Irsyad, Muhamad; Saputra, Endarman; -, Yusradinafi; Oktadinata, Alek
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 8, No 2 (2025): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v8i2.20965

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggali seberapa baik pelatih dan atlet memahami aturan-aturan terbaru dalam olahraga pencak silat, dengan fokus khusus pada atlet yang terlibat dalam ajang POPNAS di Provinsi Jambi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya pembaruan regulasi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menjelang pelaksanaan POPNAS 2025, yang meliputi sistem penilaian elektronik, kategori usia, serta aturan teknis pertandingan. Perubahan ini menuntut kesiapan pelatih dan atlet dalam memahami dan menerapkan aturan secara tepat agar tidak menimbulkan kesalahan saat bertanding. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling, yang melibatkan sebanyak 14 responden yaitu 4 orang pelatih dan 10 atlet. Untuk mengumpulkan data, digunakan instrumen berupa kuesioner yang memakai skala Likert, dan instrumen ini sudah melalui pengujian validitas serta reliabilitas. Dari hasilnya, ternyata tingkat pemahaman para pelatih dan atlet soal peraturan baru itu masuk kategori sangat baik, dengan persentase keseluruhan yang lebih dari 80%. Pemahaman tertinggi terdapat pada indikator sikap terhadap peraturan baru, sedangkan indikator terendah pada aspek sosialisasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelatih dan atlet pencak silat Provinsi Jambi telah memahami dengan baik peraturan baru pencak silat, meskipun diperlukan peningkatan dalam penyebaran informasi dan pelatihan terkait regulasi terbaru.
EFEKTIVITAS INTEGRASI PROGRAM KECAKAPAN HIDUP DALAM PEMBELAJARAN PJOK TERHADAP PENGEMBANGAN NILAI POSITIF SISWA Yusradinafi, Yusradinafi; Pratiwi, Ayudya Suidarwanty; Khairunnisa, Fitri; Putra, Ceppy Pradana; Prabowo, Bangkit Yudho; Oktadinata, Alek; Yuliawan, Ely
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i1.35641

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki potensi strategis dalam penguatan karakter siswa sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pengalaman belajar bermakna dan pengembangan nilai positif. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas integrasi program kecakapan hidup dalam pembelajaran PJOK terhadap pengembangan nilai-nilai positif siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest control group, melibatkan 79 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan Life Skills Scale for Sport (LSSS) dan skala nilai positif siswa, dengan analisis data melalui uji paired t-test, independent t-test, serta perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai-nilai positif yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan nilai effect size kategori sedang hingga kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi program kecakapan hidup dalam pembelajaran PJOK efektif dalam mendukung pengembangan karakter siswa dan relevan sebagai model pembelajaran inovatif dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Analisis Keterampilan Teknik Tendangan Lurus pada Pesilat Pemula Perguruan Silat Walet Puti Kota Jambi Susilo, Anang Dwi; Sukendro, Sukendro; Diana, Fitri; Yusradinafi, Yusradinafi; Yuliawan, Ely
Jurnal Ilmu Olahraga dan Kepelatihan Indonesia Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Sport Science and Coaching
Publisher : Jurusan Pendidikan Olah Raga dan Kepelatihan FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ijssc.v7i1.43543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan teknik tendangan lurus pada pesilat pemula di Perguruan Silat Walet Puti Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan kondisi keterampilan teknik yang dimiliki oleh pesilat pemula. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pesilat pemula yang aktif mengikuti latihan di Perguruan Silat Walet Puti Kota Jambi yang berjumlah 13 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes keterampilan teknik tendangan lurus yang dinilai berdasarkan sepuluh indikator gerakan mulai dari sikap awal, pelaksanaan tendangan, hingga kembali ke sikap pasang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi langsung terhadap pelaksanaan teknik tendangan lurus oleh pesilat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dalam bentuk skor, persentase, dan kategori penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pesilat pemula berada pada kategori cukup dengan persentase sebesar 69% atau sebanyak 9 orang, sedangkan 31% atau 4 orang berada pada kategori baik. Tidak terdapat pesilat yang berada pada kategori sangat baik, kurang, maupun sangat kurang. Nilai rata-rata keterampilan teknik tendangan lurus yang diperoleh adalah 6,23 yang menunjukkan bahwa kemampuan teknik pesilat pemula masih berada pada tingkat menengah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan teknik tendangan lurus pesilat pemula di Perguruan Silat Walet Puti Kota Jambi masih perlu ditingkatkan melalui latihan yang lebih terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan agar penguasaan teknik dapat berkembang secara optimal.
PENGARUH METODE LATIHAN TARGET POINT TERHADAP KETEPATAN SMASH DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PADA ATLET PB UNJA SMART Muhammad Azan Zidan; Sukendro; Yusradinafi; Ely Yuliawan; Palmizal A.; Mohd. Adrizal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42966

Abstract

This study aims to determine the effect of the Target Point training method on the accuracy of smashes in PB UNJA SMART athletes. Accurate smashes play an important role in the effectiveness of attacks, but initial observations indicate that the accuracy of athletes' smashes has not yet achieved the expected results. Therefore, a more focused training method is needed on shuttlecock control and target focus, one of which is through the application of the Target Point method. This study used an experimental method with a One-Group Pretest–Posttest design. The sample consisted of 10 athletes determined through a total sampling technique. The research instrument was a smash accuracy test with 30 trials with the target point as the target. Data were analyzed using descriptive statistics and the inferential Paired Sample t-Test using SPSS version 26.0. The normality test showed that the data were normally distributed, so parametric analysis could be performed. The results showed an increase in smash accuracy after being given Target Point training. The average pretest score of 13.90 increased to 22.20 in the posttest. The results of the Paired Sample t-Test showed a significance value of 0.000 (<0.05), thus concluding that the Target Point method significantly improved the accuracy of athletes' smashes. Therefore, this method can be used as an alternative training program to improve smash accuracy.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN TAKTIK DAN STRATEGI FUTSAL PADA PEMAIN EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA Gusfi , Muhammad; Munar, Hendri; Yusradinafi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43871

Abstract

This study aims to determine the level of knowledge of tactics and strategies possessed by futsal extracurricular players at SMAN 1 Muaro Jambi. The problem addressed in this study is the lack of clear information regarding the level of knowledge of tactics and strategies among these players. In futsal, tactics and strategies are essential aspects that influence game effectiveness, teamwork, and success in achieving victory. However, in practice, there are still players who lack understanding in applying attacking and defensive tactics, as well as game strategies appropriate to match situations. This condition can lead to poor decision-making on the field, lack of coordination among players, and suboptimal team performance patterns. The method used in this research is a descriptive quantitative approach. The population consisted of 30 players, with a sample of 24 players selected using purposive sampling based on specific criteria. The research instrument was a knowledge test in the form of a questionnaire consisting of 47 items. Data analysis was conducted descriptively using mean calculations and percentage categories. The results showed that the average score was 29.88, with a maximum score of 41 and a minimum of 13, and a standard deviation of 10.006. The category distribution indicated that most players were in the high category at 41.7%. In addition, 16.7% were in the very high category, 25.0% in the moderate category, 16.7% in the low category, and none were in the very low category. Therefore, it can be concluded that the players' level of knowledge is generally in the high category.