Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Manajemen Pembinaan Beladiri Karate Perguruan Gokasi di Kecamatan Mandiangin Yusradinafi, Yusradinafi; Mardiana, Amarona; Indrayana, Boy
Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/csp.v12i2.27205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pembinaan atlet berdampak pada penutupan dojo (klub) perguruan Gokasi di kecamatan Mandiangin. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Wawancara dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Penulis menggunakan teknik analisis reduksi, yaitu merangkum dan memfokuskan pada hal-hal yang penting untuk menganalisisnya. Dalam penelitian ini, ada empat atlet karate di Gokasi Dojo Mandiangin, dua dari mereka adalah pelatih, dan satu orang tua atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instruksi bela diri karate di perguruan Gokasi Mandiangin berkonsentrasi pada peran manajemen dan tantangan yang dihadapi atlet, yang menyebabkan banyak atlet keluar dan berhenti. Perencanaan di perguruan Gokasi Mandiangin dilakukan dengan baik, seperti yang ditunjukkan oleh kegiatan sehari-hari dan latihan yang diadakan secara teratur. Kata Kunci : Analisis Manajemen, Pembinaan, Perguruan Gokasi
Hubungan Daya Ledak Otot Lengan dan Koordinasi Matatangan dengan Ketepatan Servis Atas Pada Atlet Putra Bola Voli Club Putra Jaya Kerinci Moentafea, Legie; Putra, Anggrawan Janur; Yusradinafi, Yusradinafi
Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/csp.v13i2.32390

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi hubungan antara daya ledak otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan servis atas pada atlet putra bola voli dari Club Putra Jaya Kerinci. Daya ledak otot lengan, yang mencakup kekuatan dan kecepatan, memainkan peran penting dalam penempatan servis. Penelitian ini bersifat korelasional, dengan variabel bebas berupa power otot lengan (X1) dan koordinasi mata tangan (X2), sedangkan ketepatan servis atas (Y) menjadi variabel terikat. Sampel penelitian terdiri dari 15 atlet putra yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan korelasi positif antara daya ledak otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan servis atas (r = 0,924194). Nilai ini lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5% (0,514), menunjukkan korelasi yang signifikan. Uji korelasi antara X1 dan Y serta antara X2 dan Y menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik, dengan nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel. Korelasi antara X1, X2, dan Y juga menunjukkan hubungan yang kuat, dengan r hitung yang melebihi r tabel pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara daya ledak otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan servis atas pada atlet putra bola voli klub Putra Jaya Kerinci. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan servis atas dalam olahraga bola voli serta dapat menjadi landasan untuk pengembangan program pelatihan yang lebih efektif.   Kata kunci: Daya Ledak, Koordinasi Mata-tangan, Ketepatan Servis Atas
Analisis Minat Belajar Penjas pada Siswa MTS Negeri 1 Merangin Kurniawan, Heru; Sukendro, Sukendro; Yusradinafi, Yusradinafi
Journal Score Vol 5 No 1 (2025): Score
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/sc.v5i1.32118

Abstract

Tujuan pembelajaran Penjas di sekolah adalah meningkatkan kebugaran siswa, sehingga mereka tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga aktif secara fisik. Untuk mencapai tujuan ini, penting bagi siswa untuk memiliki minat yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran Penjas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif. Sampel sebanyak 85 siswa MTs Negeri 1 Merangin dipilih secara acak dengan tingkat signifikansi 10%. Data yang digunakan bersifat primer dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tanggapan siswa terhadap kegembiraan dalam pembelajaran Penjas mencapai 10, yang dikategorikan sebagai tinggi. Indikator ketertarikan siswa mencapai 6, yang termasuk kategori sedang, sedangkan indikator perhatian siswa mencapai 7 dan keterlibatan siswa mencapai 6, keduanya masuk dalam kategori tinggi dan sedang secara berurutan. Dari keempat indikator tersebut, minat belajar Penjas siswa di MTs Negeri 1 Merangin mencapai skor 30, sehingga diklasifikasikan sebagai tinggi. Secara keseluruhan, minat belajar Penjas pada siswa MTs Negeri 1 Merangin berada pada kategori tinggi, dengan perasaan senang dan perhatian siswa mencapai kategori tinggi, sementara ketertarikan dan keterlibatan berada pada kategori sedang.
Analisis Keterampilan Teknik Tendangan Lurus pada Pesilat Pemula Perguruan Silat Walet Puti Kota Jambi Susilo, Anang Dwi; Sukendro, Sukendro; Diana, Fitri; Yusradinafi, Yusradinafi; Yuliawan, Ely
Jurnal Ilmu Olahraga dan Kepelatihan Indonesia Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Sport Science and Coaching
Publisher : Jurusan Pendidikan Olah Raga dan Kepelatihan FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ijssc.v7i1.43543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan teknik tendangan lurus pada pesilat pemula di Perguruan Silat Walet Puti Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan kondisi keterampilan teknik yang dimiliki oleh pesilat pemula. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pesilat pemula yang aktif mengikuti latihan di Perguruan Silat Walet Puti Kota Jambi yang berjumlah 13 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes keterampilan teknik tendangan lurus yang dinilai berdasarkan sepuluh indikator gerakan mulai dari sikap awal, pelaksanaan tendangan, hingga kembali ke sikap pasang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi langsung terhadap pelaksanaan teknik tendangan lurus oleh pesilat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dalam bentuk skor, persentase, dan kategori penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pesilat pemula berada pada kategori cukup dengan persentase sebesar 69% atau sebanyak 9 orang, sedangkan 31% atau 4 orang berada pada kategori baik. Tidak terdapat pesilat yang berada pada kategori sangat baik, kurang, maupun sangat kurang. Nilai rata-rata keterampilan teknik tendangan lurus yang diperoleh adalah 6,23 yang menunjukkan bahwa kemampuan teknik pesilat pemula masih berada pada tingkat menengah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan teknik tendangan lurus pesilat pemula di Perguruan Silat Walet Puti Kota Jambi masih perlu ditingkatkan melalui latihan yang lebih terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan agar penguasaan teknik dapat berkembang secara optimal.
PENGARUH METODE LATIHAN TARGET POINT TERHADAP KETEPATAN SMASH DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PADA ATLET PB UNJA SMART Muhammad Azan Zidan; Sukendro; Yusradinafi; Ely Yuliawan; Palmizal A.; Mohd. Adrizal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42966

Abstract

This study aims to determine the effect of the Target Point training method on the accuracy of smashes in PB UNJA SMART athletes. Accurate smashes play an important role in the effectiveness of attacks, but initial observations indicate that the accuracy of athletes' smashes has not yet achieved the expected results. Therefore, a more focused training method is needed on shuttlecock control and target focus, one of which is through the application of the Target Point method. This study used an experimental method with a One-Group Pretest–Posttest design. The sample consisted of 10 athletes determined through a total sampling technique. The research instrument was a smash accuracy test with 30 trials with the target point as the target. Data were analyzed using descriptive statistics and the inferential Paired Sample t-Test using SPSS version 26.0. The normality test showed that the data were normally distributed, so parametric analysis could be performed. The results showed an increase in smash accuracy after being given Target Point training. The average pretest score of 13.90 increased to 22.20 in the posttest. The results of the Paired Sample t-Test showed a significance value of 0.000 (<0.05), thus concluding that the Target Point method significantly improved the accuracy of athletes' smashes. Therefore, this method can be used as an alternative training program to improve smash accuracy.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN TAKTIK DAN STRATEGI FUTSAL PADA PEMAIN EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA Gusfi , Muhammad; Munar, Hendri; Yusradinafi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43871

Abstract

This study aims to determine the level of knowledge of tactics and strategies possessed by futsal extracurricular players at SMAN 1 Muaro Jambi. The problem addressed in this study is the lack of clear information regarding the level of knowledge of tactics and strategies among these players. In futsal, tactics and strategies are essential aspects that influence game effectiveness, teamwork, and success in achieving victory. However, in practice, there are still players who lack understanding in applying attacking and defensive tactics, as well as game strategies appropriate to match situations. This condition can lead to poor decision-making on the field, lack of coordination among players, and suboptimal team performance patterns. The method used in this research is a descriptive quantitative approach. The population consisted of 30 players, with a sample of 24 players selected using purposive sampling based on specific criteria. The research instrument was a knowledge test in the form of a questionnaire consisting of 47 items. Data analysis was conducted descriptively using mean calculations and percentage categories. The results showed that the average score was 29.88, with a maximum score of 41 and a minimum of 13, and a standard deviation of 10.006. The category distribution indicated that most players were in the high category at 41.7%. In addition, 16.7% were in the very high category, 25.0% in the moderate category, 16.7% in the low category, and none were in the very low category. Therefore, it can be concluded that the players' level of knowledge is generally in the high category.
Implementasi Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dalam Pembelajaran PJOK: Studi Multi-Kasus pada SMP di Kota Jambi Sartika, Sabrina; Yusradinafi, Yusradinafi; Nugraha, Ugi
Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/csp.v15i1.54770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Jambi. Penelitian ini memiliki kebaruan pada pendekatan studi multi-kasus dalam pembelajaran PJOK di daerah, yang secara spesifik mengkaji integrasi teknologi dalam pembelajaran berbasis praktik yang masih terbatas diteliti. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-kasus yang melibatkan enam guru PJOK dari tiga sekolah, yaitu SMP Negeri 2, SMP Negeri 14, dan SMP Negeri 21 Kota Jambi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam sebanyak dua kali pada setiap informan, observasi pembelajaran selama empat pertemuan di masing-masing sekolah, serta dokumentasi, dengan periode pengumpulan data berlangsung selama dua bulan. Data dianalisis menggunakan bantuan NVivo 12 Pro melalui tahapan pengkodean, kategorisasi, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TPACK telah berjalan cukup baik, ditandai dengan kemampuan guru dalam mengintegrasikan aspek Content Knowledge (CK), Pedagogical Knowledge (PK), dan Technological Knowledge (TK) secara adaptif. Pemanfaatan teknologi seperti video pembelajaran, PowerPoint, dan smartphone terbukti membantu meningkatkan pemahaman siswa, terutama pada materi keterampilan gerak. Namun demikian, implementasi TPACK masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas teknologi, waktu pembelajaran, serta kesenjangan akses siswa. Penelitian ini terbatas pada jumlah subjek dan wilayah, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas.
Comprehensive study on elementary school children’s 24-hours movement guidelines in physical education class Dinafi, Yusra; Saputra, Adhe; Muzaffar, Ahmad
Journal Sport Area Vol 8 No 3 (2023): December
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2023.vol8(3).12928

Abstract

Sedentary behavior changes during the pandemic caused a crucial reduction in the need for physical education and the time involved in physical activity so all parents and teachers at school experienced this challenge. The purpose of this study was to investigate the 24-hours movement guidelines, sleep quality, and screen time during and after the pandemic. This study used a cross-sectional method with an observational approach. The total subjects in this study were 1070 elementary school students with an average age of 10.69 ± 0.83 years, body weight 37.32 ± 10.57 kg, and height 139.66 ± 9.78 cm. The results showed that after the pandemic, children's playing habits outdoors and sleep duration increased sharply as the time in front of the screen decreased, although they tended to be the same as during the pandemic. Thus, it is hoped that these findings can serve as a reference for parents and teachers in schools to adopt a healthy lifestyle by prioritizing physical activity compared to using screens. so that habits during a pandemic can be overcome and students can improve their fitness levels. This investigation is limited to Jambi and its surrounding areas. Additional research can investigate the rise in the number of elementary school and respondents, as well as expand the scope to include the province, island, and country of Indonesia. This study findings may assist in restoring the physical activity behaviors of elementary school-aged children whose well-being is presently being compromised by excessive screen time, so that habits during a pandemic can be overcome and students can improve their fitness levels.
Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Olahraga untuk Menjadi Pelatih Profesional Bangkit Yudho Prabowo; Ely Yuliawan; Yusradinafi Yusradinafi; Alexander Kurniawan; Anggrawan Janur Putra
Abdibaraya Vol 5 No 01 (2026): Abdibaraya
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/abdibaraya.v5i01.2382

Abstract

Students in the Sports Coaching Education Study Program are prospective professionals being prepared to work as sports coaches at various training levels. However, there is still a gap between students' academic competencies and workforce needs, especially in designing training programs, training periodization, evaluating athletes' physical condition, applying sports science, coaching communication, and professional ethics. This Community Service activity aims to improve sports students' competencies so that they have the knowledge and skills to support their profession as professional coaches. The method used was participatory training through material delivery, interactive discussions, case studies, training program simulations, and evaluation using pre-tests and post-tests. The activity took place on 18 June 2026 in the Universitas Jambi Hall with 39 students from the Sports Coaching Education program participating. Evaluation was conducted using a questionnaire comprising 50 multiple-choice questions based on the training material. The results showed an increase in the participants' average scores from 61.58 in the pre-test to 86.45 in the post-test, an increase of 24.87 points. The greatest improvements were seen in understanding training periodization, designing training programs, and applying sports science. Besides boosting knowledge, this activity increased active participation, motivation to learn, and students' readiness to take on roles as professional sports coaches. Thus, the training proved effective in strengthening the competencies of future coaches and can serve as a model for the sustainable development of student skills through further training, field practice, and professional mentoring
Analysis of Participants' Perceptions of Intermittent Fasting in the Weight Loss Process among Individuals with Obesity Waldo, Kevin; Putra, Ceppy Pradana; Hasibuan, Mhd. Usni Zamzami; Yusradinafi, Yusradinafi
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10, Nomor 1 January - June 2026
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v10i1.57145

Abstract

This study aims to analyze participants’ perceptions of practicing intermittent fasting (IF) as a method for weight loss among individuals with obesity. A qualitative descriptive approach was used with a purposive sampling technique involving three participants with varying experiences: a beginner (two weeks), an intermediate participant (three months), and an experienced participant (ten years). Data were collected through in-depth interviews and analyzed thematically. The results show that beginners faced adaptation challenges such as hunger, fatigue, and mood changes, although they began to observe physical improvements. Intermediate participants experienced more stable benefits, including improved fitness, better eating control, and social support. Experienced participants perceived IF as a sustainable healthy lifestyle with positive impacts on both physical and mental health. In conclusion, IF is generally perceived positively, although the initial stage requires adaptation. It is recommended to provide guidance, maintain consistency, and integrate IF with physical activity and balanced nutrition for optimal results.