Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberdayaan masyarakat melalui ceramah nuzulul quran di Mesjid Al Muhajjrin Lombok Barat Palahuddin Palahuddin; Ibrahim Ibrahim; Heri Gunawan; Mintasrihardi Mintasrihardi; Mas’ad Mas’ad; Sri Rejeki; Muhammad Ali; Iwan Tanjung Sutarna; Zainuddin Zainuddin; Swandi Swandi; Mardiya Hayati; Asri Asri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23049

Abstract

Abstrak Ceramah Nuzulul Quran sebagai instrumen penting dalam memperdalam pemahaman dan mengaktualisasikan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Nuzulul Quran melalui ceramah di Mesjid Al Muhajjirin Lombok Barat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui serangkaian beberapa tahap diantaranya: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dan pembahasan pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan nuzulul quran mencerminkan perubahan positif dalam pola pikir dan prilaku masyarakat, yang tercermin dalam peningkatan solidaritas sosial, tanggung jawab moral, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kegiatan  partisipatif dalam ceramah Nuzulul Quran dapat menjadi model efektif dalam memperkuat pemahaman agama dan mempromosikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Al-Quran untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan berdaya. Kata kunci: ceramah; nuzulul qur’an; model; petunjuk Abstract Nuzulul Quran lectures are an important instrument in deepening understanding and actualizing the teachings of the Koran in everyday life. The aim of this community service is to increase understanding and implementation of the values of the Nuzulul Quran through lectures at the Al Muhajjirin Mosque, West Lombok. The service method is implemented through a series of stages including: planning, implementation and evaluation. The results and discussion of community service are that nuzulul quran activities reflect positive changes in people's thought patterns and behavior, which are reflected in increased social solidarity, moral responsibility, and active participation in social activities. Participatory activities in Nuzulul Quran lectures can be an effective model in strengthening religious understanding and promoting the values contained in the teachings of the Koran to build a more harmonious and empowered society. Keywords: lecture; nuzulul qur'an; model; instruction
PENDEKATAN PENGELOLAAN SAMPAH TPA REGIONAL KEBONG KONGOK Sukuryadi Sukuryadi; Lalu Mokh Reza Anshari; Putu Eka Gunadi; Harry Irawan Johari; Ibrahim Ibrahim; Joni Safaat Adiansyah; Nurhayati Nurhayati; Mas'ad Mas'ad; Muhammad Sabri; Palahuddin Palahuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.21004

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah merupakan permasalahan yang banyak melibatkan berbagai pihak dalam pengelolaannya terutama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu langkah dalam melakukan pengelolaan sampah adalah dengan melakukan identifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi pihak pengelola bersama masyarakat sekitar TPA.  Oleh karena itu, Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok di Desa Sukamakmur, Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode observasi dan wawancara di lokasi TPA. Kegiatan ini banyak melibatkan berbagai pihak terutama pihak pengelola TPA bersama masyarakat sekitar. Berdasarkan kegiatan iniditemukan bahwa distribusi sampah di TPA ini tidak merata, dengan adanya titik-titik kritis dan zona penumpukan sampah yang memerlukan perhatian khusus. Infrastruktur pengelolaan sampah yang terbatas, seperti fasilitas pemrosesan yang kurang, juga menjadi hambatan utama. Dampak lingkungan dan sosial ekonomi dari TPA ini belum sepenuhnya tergambarkan secara rinci, namun ada indikasi dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat sekitar. Partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah masih rendah, dipengaruhi oleh persepsi negatif terhadap sampah dan ketidakpastian terkait manfaat partisipasi. Sebagai solusi, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan partisipasi. Penyesuaian program dengan konteks lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan inovatif juga diusulkan. Kata kunci: pengelolaan sampah; tempat pembuangan akhir; analisis data spasial ABSTRACTThe waste problem is a problem that involves many parties in its management, especially at final disposal sites (TPA). One of the steps in managing waste is to identify various problems faced by the management together with the community around the landfill. Therefore, this Community Service Activity aims to identify the challenges of waste management at the Kebon Kongok Regional Final Disposal Site (TPA) in Sukamakmur Village, West Lombok. The method used in this activity is the method of observation and interviews at the landfill location. This activity involves many parties, especially the landfill management and the surrounding community. Based on these activities was found that waste distribution in this landfill is uneven, with critical points and zones of waste accumulation requiring special attention. Limited waste management infrastructure, such as insufficient processing facilities, also poses a major obstacle. The environmental and socio-economic impacts of this landfill have not been fully detailed, but there are indications of socio-economic effects on the surrounding community. Community participation in waste management programs is low, influenced by negative perceptions of waste and uncertainty about the benefits of participation. As a solution, community education and awareness are key to increasing participation. Adjusting programs to local contexts and empowering communities through innovative approaches are also proposed. Keywords: waste management; landfill; spatial data analysis
When When Power Becomes Belief: Sexual Violence in The Pesantren from the Perspectives of Governmentality, Symbolic Violence, and Affective Power Palahuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6694

Abstract

This study aims to analyze sexual violence in Islamic boarding schools (pesantren) through the lens of internalized power relations. Unlike previous studies that emphasize individual, normative, or external structural factors, this research examines how power operates internally in shaping students’ consciousness, emotions, and religious beliefs. This study employs a critical qualitative approach by integrating the frameworks of governmentality, symbolic violence, and affective power. Data were collected through document analysis, and analyzed using critical thematic analysis. The findings reveal that sexual violence in pesantren is not merely a result of structural domination, but also of the internalization of power that constructs obedience as part of religious identity. Domination is legitimized through symbolic mechanisms that normalize violence, while emotional and spiritual attachments reinforce the silencing of victims. In this context, power is not only exercised but also believed and experienced as truth. This study concludes that sexual violence in pesantren represents a manifestation of internalized and systemically reproduced power. Therefore, a transformation of Islamic educational paradigms is needed, emphasizing ethical relations, critical awareness, and the protection of human dignity.
From From Revelation To Algorithms:: Reconstructing The Epistemology Of Islamic Education In The Age Of Artificial Intelligence (AI) Palahuddin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan epistemologis pendidikan Islam di era Artificial Intelligence (AI), khususnya terkait pergeseran otoritas pengetahuan dari wahyu menuju algoritma. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis library research dengan analisis filosofis-kritis terhadap literatur kontemporer dan pemikiran epistemologi Islam klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan AI telah menggeser struktur epistemologi pendidikan, dari yang berbasis wahyu, sanad, dan otoritas keilmuan menuju sistem algoritmik yang berbasis data, kecepatan, dan efisiensi. Pergeseran ini memunculkan krisis kepakaran, ilusi pengetahuan, serta dekontekstualisasi ilmu dalam pendidikan Islam. Penelitian ini juga menemukan bahwa AI berperan sebagai aktor epistemik baru yang tidak hanya memediasi, tetapi juga memproduksi dan memvalidasi pengetahuan, meskipun tanpa dimensi etik dan spiritual. Sebagai respons, penelitian ini menawarkan model rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam yang integratif melalui sintesis antara wahyu, akal, dan teknologi dalam kerangka kritis-transformatif. Model ini menempatkan wahyu sebagai fondasi normatif, akal sebagai instrumen reflektif, dan AI sebagai alat bantu epistemik yang harus dikontrol secara etis. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam merekonstruksi dan memperluas kajian epistemologi pendidikan Islam di era digital, serta memberikan dasar konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berorientasi nilai di tengah disrupsi teknologi.