Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemberdayaan masyarakat melalui ceramah nuzulul quran di Mesjid Al Muhajjrin Lombok Barat Palahuddin Palahuddin; Ibrahim Ibrahim; Heri Gunawan; Mintasrihardi Mintasrihardi; Mas’ad Mas’ad; Sri Rejeki; Muhammad Ali; Iwan Tanjung Sutarna; Zainuddin Zainuddin; Swandi Swandi; Mardiya Hayati; Asri Asri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23049

Abstract

Abstrak Ceramah Nuzulul Quran sebagai instrumen penting dalam memperdalam pemahaman dan mengaktualisasikan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Nuzulul Quran melalui ceramah di Mesjid Al Muhajjirin Lombok Barat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui serangkaian beberapa tahap diantaranya: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dan pembahasan pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan nuzulul quran mencerminkan perubahan positif dalam pola pikir dan prilaku masyarakat, yang tercermin dalam peningkatan solidaritas sosial, tanggung jawab moral, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kegiatan  partisipatif dalam ceramah Nuzulul Quran dapat menjadi model efektif dalam memperkuat pemahaman agama dan mempromosikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Al-Quran untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan berdaya. Kata kunci: ceramah; nuzulul qur’an; model; petunjuk Abstract Nuzulul Quran lectures are an important instrument in deepening understanding and actualizing the teachings of the Koran in everyday life. The aim of this community service is to increase understanding and implementation of the values of the Nuzulul Quran through lectures at the Al Muhajjirin Mosque, West Lombok. The service method is implemented through a series of stages including: planning, implementation and evaluation. The results and discussion of community service are that nuzulul quran activities reflect positive changes in people's thought patterns and behavior, which are reflected in increased social solidarity, moral responsibility, and active participation in social activities. Participatory activities in Nuzulul Quran lectures can be an effective model in strengthening religious understanding and promoting the values contained in the teachings of the Koran to build a more harmonious and empowered society. Keywords: lecture; nuzulul qur'an; model; instruction
PENDEKATAN PENGELOLAAN SAMPAH TPA REGIONAL KEBONG KONGOK Sukuryadi Sukuryadi; Lalu Mokh Reza Anshari; Putu Eka Gunadi; Harry Irawan Johari; Ibrahim Ibrahim; Joni Safaat Adiansyah; Nurhayati Nurhayati; Mas'ad Mas'ad; Muhammad Sabri; Palahuddin Palahuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.21004

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah merupakan permasalahan yang banyak melibatkan berbagai pihak dalam pengelolaannya terutama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu langkah dalam melakukan pengelolaan sampah adalah dengan melakukan identifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi pihak pengelola bersama masyarakat sekitar TPA.  Oleh karena itu, Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok di Desa Sukamakmur, Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode observasi dan wawancara di lokasi TPA. Kegiatan ini banyak melibatkan berbagai pihak terutama pihak pengelola TPA bersama masyarakat sekitar. Berdasarkan kegiatan iniditemukan bahwa distribusi sampah di TPA ini tidak merata, dengan adanya titik-titik kritis dan zona penumpukan sampah yang memerlukan perhatian khusus. Infrastruktur pengelolaan sampah yang terbatas, seperti fasilitas pemrosesan yang kurang, juga menjadi hambatan utama. Dampak lingkungan dan sosial ekonomi dari TPA ini belum sepenuhnya tergambarkan secara rinci, namun ada indikasi dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat sekitar. Partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah masih rendah, dipengaruhi oleh persepsi negatif terhadap sampah dan ketidakpastian terkait manfaat partisipasi. Sebagai solusi, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan partisipasi. Penyesuaian program dengan konteks lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan inovatif juga diusulkan. Kata kunci: pengelolaan sampah; tempat pembuangan akhir; analisis data spasial ABSTRACTThe waste problem is a problem that involves many parties in its management, especially at final disposal sites (TPA). One of the steps in managing waste is to identify various problems faced by the management together with the community around the landfill. Therefore, this Community Service Activity aims to identify the challenges of waste management at the Kebon Kongok Regional Final Disposal Site (TPA) in Sukamakmur Village, West Lombok. The method used in this activity is the method of observation and interviews at the landfill location. This activity involves many parties, especially the landfill management and the surrounding community. Based on these activities was found that waste distribution in this landfill is uneven, with critical points and zones of waste accumulation requiring special attention. Limited waste management infrastructure, such as insufficient processing facilities, also poses a major obstacle. The environmental and socio-economic impacts of this landfill have not been fully detailed, but there are indications of socio-economic effects on the surrounding community. Community participation in waste management programs is low, influenced by negative perceptions of waste and uncertainty about the benefits of participation. As a solution, community education and awareness are key to increasing participation. Adjusting programs to local contexts and empowering communities through innovative approaches are also proposed. Keywords: waste management; landfill; spatial data analysis
When Power Becomes Belief: Sexual Violence in The Pesantren from the Perspectives of Governmentality, Symbolic Violence, and Affective Power Palahuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6694

Abstract

This study aims to analyze sexual violence in Islamic boarding schools (pesantren) through the lens of internalized power relations. Unlike previous studies that emphasize individual, normative, or external structural factors, this research examines how power operates internally in shaping students’ consciousness, emotions, and religious beliefs. This study employs a critical qualitative approach by integrating the frameworks of governmentality, symbolic violence, and affective power. Data were collected through document analysis, and analyzed using critical thematic analysis. The findings reveal that sexual violence in pesantren is not merely a result of structural domination, but also of the internalization of power that constructs obedience as part of religious identity. Domination is legitimized through symbolic mechanisms that normalize violence, while emotional and spiritual attachments reinforce the silencing of victims. In this context, power is not only exercised but also believed and experienced as truth. This study concludes that sexual violence in pesantren represents a manifestation of internalized and systemically reproduced power. Therefore, a transformation of Islamic educational paradigms is needed, emphasizing ethical relations, critical awareness, and the protection of human dignity.
From From Revelation To Algorithms:: Reconstructing The Epistemology Of Islamic Education In The Age Of Artificial Intelligence (AI) Palahuddin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan epistemologis pendidikan Islam di era Artificial Intelligence (AI), khususnya terkait pergeseran otoritas pengetahuan dari wahyu menuju algoritma. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis library research dengan analisis filosofis-kritis terhadap literatur kontemporer dan pemikiran epistemologi Islam klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan AI telah menggeser struktur epistemologi pendidikan, dari yang berbasis wahyu, sanad, dan otoritas keilmuan menuju sistem algoritmik yang berbasis data, kecepatan, dan efisiensi. Pergeseran ini memunculkan krisis kepakaran, ilusi pengetahuan, serta dekontekstualisasi ilmu dalam pendidikan Islam. Penelitian ini juga menemukan bahwa AI berperan sebagai aktor epistemik baru yang tidak hanya memediasi, tetapi juga memproduksi dan memvalidasi pengetahuan, meskipun tanpa dimensi etik dan spiritual. Sebagai respons, penelitian ini menawarkan model rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam yang integratif melalui sintesis antara wahyu, akal, dan teknologi dalam kerangka kritis-transformatif. Model ini menempatkan wahyu sebagai fondasi normatif, akal sebagai instrumen reflektif, dan AI sebagai alat bantu epistemik yang harus dikontrol secara etis. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam merekonstruksi dan memperluas kajian epistemologi pendidikan Islam di era digital, serta memberikan dasar konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berorientasi nilai di tengah disrupsi teknologi.
The Multicultural Islamic Education at Muhammadiyah University of Mataram Palahuddin Palahuddin; Mappanyompa Mappanyompa
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 18 No. 2: December 2022
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v18i2.15890

Abstract

This study aimed to determine the responses of non-Muslim students to AIK (Al-Islam and Kemuhammadiyahan) learning materials and the factors behind their responses to AIK learning. This quantitative field research applied a case study model where the respondents and the sample in this study were non-Muslim students at the Faculty of Social and Political Sciences (Fisipol) University of Muhammadiyah Mataram (UMMAT), which were taken through a systemic purposive sampling. After that, the data collection was carried out using closed and mixed questionnaires. Then all data were analyzed using percentile descriptive statistical analysis techniques and drawn to a conclusion using deduction and induction methods. The results of this study were first: the response of non-Muslim students to Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) learning materials was very positive by attending all meetings held by AIK lecturers, both online and offline meetings. This is evidenced by the data processing results showing that the majority of students stated that they were satisfied as much as 62%, while 8% said they were very satisfied, and as many as 30% said they were quite satisfied. Second, the factors behind the response of non-Muslim students to AIK learning are: 1) campus policies that require all students, both Muslim and non-Muslim, to take AIK courses, 2) awareness that arises in students to know Islam more even though in the end it did not become their belief, 3), the desire to realize the nature of religious tolerance in fellow students on the UMMAT campus.
Pelatihan Pemetaan dan Pengelolaan Potensi BUMDes dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kuripan Kabupaten Lombok Barat Ibrahim Ibrahim; Agus Herianto; Mahsup Mahsup; Mas’ad Mas’ad; Maemunah Maemunah; Palahuddin Palahuddin; Muhirdan Muhirdan; Muhammad Zulkifli; Swandi Swandi; Mintasrihardi Mintasrihardi; Iwan Tanjung Sutarna; Muhammad Ali
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 2, No 1: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v2i1.154

Abstract

Pengelolaan potensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kuripan dalam mendukung program masih rendah. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk mengetahui dan mendalami potensi local BUMDes dan PCM Kuripan Kabupaten Lombok Barat. Metode digunakan adalah Metode digunakan adalah sosialisasi. Kegiatan  pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya: 1) Persiapan tim pengabdian 2) pelaksanaan kegiatan, 3) evaluasi, berupa feed back terhadap kegiatan. Hasil dan pemabahasan adalah Pelatihan ini telah memberikan kontribusi cukup baik dalam meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes dan PCM Kuripan. Dimna mampu memahami dalam mengelola potensi ekonomi desa melalui BUMDes dan PCM secara lebih efektif. Keberhasilan pelatihan ini tercermin dari peningkatan pemahaman peserta yang diperoleh. landasan bagi keberlanjutan program penguatan BUMDes dan PCM Kuripan dalam mendorong sinergi antara akademisi, pemerintah, masyarakat dan Mitra BEI dalam mendukung pembangunan ekonomi desa lebih mandiri dan berkelanjutan.
Mencegah Konflik Intraagama: Mempertimbangkan Paradigma Qath’i Zhanni Sebagai Epistemologi Pendidikan Islam Multikultural Palahuddin Palahuddin
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v7i1.21271

Abstract

Abstract:  One of the triggers of intragamous conflict is differences in understanding in furuk issues such as tahlilan, barzanji, maulid, talkin, kunut dawn, and others. The purpose of the study was to determine efforts to prevent intrareligious conflicts using the qath'i zhanni paradigm as the epistemology of multicultural Islamic Education. Research method with qualitative approach. Processing of research data through literature or literature studies. Data analysis in research consists of data reduction, data presentation, and conclusions. The research results that the root of the problem is the inability of these two groups to distinguish between cultural-empirical and normative-doctrinaire religious teachings. To bridge the gap in understanding, the author offers the qath'i zhanni paradigm commonly used by Islamic legal theorists. With the use of this approach model, it is hoped that there will be mutual understanding and mutual respect between the two groups towards the diversity of interpretations in understanding religious texts.Abstrak: Salah satu  pemicu konflik intragama adalah perbedaan pemahaman dalam masalah furuk seperti tahlilan, barzanji, maulid, talkin, kunut subuh, dan lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui upaya pencegahan konflik intragama menggunakan paradigma  qath’i zhanni sebagai epistemologi Pendidikan Islam multikultural. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Pengolahan data penelitian melalui studi pustaka atau literatur. Analisis data dalam penelitian terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa akar masalahnya adalah pada ketidakmampuan kedua kelompok ini untuk membedakan mana yang ajaran agama yang bersifat kultural-empiris dan  normatif-doktriner. Untuk menjembatani kesenjangan pemahaman tersebut penulis menawarkan paradigma qath’i  zhanni yang biasa dipakai oleh para teoritisi hukum Islam. Dengan penggunaan model pendekatan ini diharapkan terjadi saling pengertian dan saling menghargai antara kedua kelompok terhadap keragaman interpretsi dalam memahami teks-teks keagamaan.
THE CREED TEACHINGS OF ISLAM BERKEMAJUAN: A GENEALOGICAL AND PRAXICAL PERSPECTIVE ON PURE TAWHID IN MUHAMMADIYAH Palahuddin
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 01 (2026): Juli 2026
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/qolamuna.v12i01.2723

Abstract

This article examines the creed of tawhid in Muhammadiyah teachings. This research is important because studies on this topic have been very limited to date. The purpose of this study is to trace the genealogy of Muhammadiyah’s creed of tawhid and to exami ne how it is applied in response to complex and dynamic realities. This study employs qualitative literature review using a hermeneutic approach. It analyzes Muhammadiyah’s formal sources and its key figures based on existing documents. The research findings indicate that, substantively, Muhammadiyah’s teachings on the creed of tawhid share similarities with Ahlussunnah wal Jamaah (particularly the Ash’ari school). This implies that, although known as a modern mass organization, substantively, Muhammadiyah’s teachings on the creed of tawhid are deeply traditional. Nevertheless, technically, Muhammadiyah’s eclectic nature remains evident when constructing narratives on monotheism, much like Salafi groups. Furthermore, Muhammadiyah has successfully transformed its traditional monotheistic views into a progressive theological movement that integrates doctrinal orthodoxy with social transformation. This is reflected inMuhammadiyah leaders such as Kiai Ahmad Dahlan, Amien Rais, Ahmad Syafii Maarif, and Hamim Ilyas. This study concludes that traditional monotheism has successfully bridged and guided constructive social activism to give birth to the civilization of the future. Keywords : Teaching, Muhammadiyah, Tawhid, Genealogy, Praxis