Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peningkatan pengetahuan “Pentingnya personal hygiene organ reproduksi wanita serta praktik penerapannya” pada ibu dan remaja putri di Kelurahan Mojo Surabaya Purbowati, Rini; Tri Ratnasari , Diana; Soekanto, Ayly; Tjandra, Lusiani; Masfufatun, Masfufatun; Indahsari, Noer Kumala
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 4 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V4I3.91

Abstract

Infectious and deadly diseases caused by bacterial infection are currently still a global problem, one of which is Bacterial Vaginosis (BV) infection. Following polymicrobial as a result of changes in normal hydrogen peroxide produced by Lactobacillus spp in the vagina. One of the triggering factors for BV is the practice of "Douching" or washing the vagina regularly due to a lack of public knowledge about how to perform and maintain the cleanliness of the reproductive system in a good and correct way. form of participation can be in the form of Community Service Activities by providing correct education following with their expertise. The purpose of this activity is to increase the knowledge and abilities of mothers and young women in Mojo Village, Surabaya in particular, and the community in general about the Importance of Personal Hygiene of Women's Reproductive Organs and their Application Practices. This service activity was carried out on Sunday, October 9, 2022, at the RW 5 Mojo hall, attended by 50 participants, carried out using 2 methods, namely the lecture method with the material in the form of powerpoints with the title "Recognizing and Maintaining Women's Reproductive Health" and the practice method "the method of using hand wipes". good and right”, which was preceded by a simulation video showing the distribution of goody bags (containing feminine products) and leaflets. Measurement of the increase in participants' knowledge was carried out through pretest and post-test. The measurement results showed that the average pretest value of participants was 71.9 ± 17.1 and the average post-test value of participants was 86.71 ± 10.7 so the delta value (change in score) was 14.81.
PELATIHAN DAN PEMBERIAN BANTUAN ALAT KESEHATAN SERTA MINI GARDEN PORTABLE BAGI POSYANDU REMAJA MOJO Purbowati, Rini; Hernanda, Pratika Yuhyi; Isrianto, Pramita Laksitarahmi; Tjandra, Lusiani; Masfufatun, Masfufatun; Aritania, Putu Oky; Indahsari, Noer Kumala
Jurnal Terapan Abdimas Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v9i1.18015

Abstract

Abstract. The increase in non-communicable diseases (NCDs) that occur at young and productive ages is triggered by the tendency of teenagers to like to consume "viral" foods and drinks, which usually have high sugar content, contain preservatives, a high level of spiciness and are less hygienic. These habits of teenagers without realizing it will have a big influence on their health, growth, and development in later ages. It is hoped that the Youth Posyandu can become a forum to facilitate teenagers in understanding adolescent health problems. This community service activity aims to provide solutions to 3 problems at the "Mojo Youth Posyandu", namely: limitations on physical facilities, lack of use of appropriate technology, and poor organizational management. Activities were carried out through training methods and the delivery of health equipment as well as counseling methods targeting 12 Mojo youth posyandu cadres. The results of this activity were able to increase the completeness of adolescent health examination tools as well as improve the skills of adolescent posyandu cadres to be able to use them, increase the availability of fresh vegetables and fruit through the "Mini Garden Portable" and improve the management of the Mojo youth posyandu organization by providing 2 copies of the Adolescent Posyandu Guidebook Abstrak. Meningkatnya Penyakit Tidak Menular (PTM) yang terjadi diusia muda dan produktif dipicu oleh kecenderungan remaja yang gemar mengkonsumsi makanan dan minuman yang sedang “viral”, yang biasanya memiliki kandungan gula yang tinggi, mengandung bahan pengawet, tingkat kepedasan yang tinggi serta kurang higienis. Kebiasaan remaja tersebut tanpa disadari akan menimbulkan pengaruh yang besar terhadap kesehatan, pertumbuhan dan perkembangannya di usia-usia selanjutnya. Posyandu Remaja diharapkan dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap 3 permasalahan pada Posyandu Remaja Mojo, yaitu: keterbatasan fasilitas fisik, kurangnya pemanfaatan teknologi tepat guna serta rendahnya manajemen organisasi. Kegiatan dilakukan melalui metode pelatihan dan penyerahan alat-alat kesehatan serta metode penyuluhan dengan sasaran 12 kader posyandu remaja Mojo. Hasil kegiatan ini mampu menambah kelengkapan alat pemeriksaan kesehatan remaja sekaligus meningkatkan keterampilan para kader posyandu remaja untuk dapat menggunakannya, meningkatkan ketersediaan sayur dan buah segar melalui “Mini Garden Portable” serta meningkatkan manajemen organisasi posyandu remaja Mojo melalui pemberian 2 eksemplar Buku Panduan Posyandu Remaja.
Uji Kandungan Boraks, Formalin dan Rhodamin B pada Berbagai Jenis Kerupuk di Sidoarjo Divanza Ranastasia Qolbuque; Anisa Maharani; Faiqah Ghaniyah; Meysha Anastasia; Waode Nurul Iman Albaiti; Mochammad Daffa Azzary; Kadek Darmawan; Zacky Muhammad Naufal; Rifqy; Riyanur Rahmatullah; Rini Purbowati
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:  Kebutuhan masyarakat akan makanan yang aman, sehat dan bergizi semakin meningkat. Fakta masih ditemukan makanan mengandung bahan berbahaya yang sering disalahgunakan. Bahan berbahaya tersebut berisiko berupa gangguan pada organ tubuh ataupun timbulnya kanker. Kerupuk merupakan makanan yang bersifat kering, ringan dan porus yang terbuat dari bahan-bahan berpati yang cukup tinggi dan produk ini merupakan makanan khas yang digemari oleh masyarakat. Sidoarjo sebagai pusat penghasil kerupuk diharapkan dapat menghasilkan produk kerupuk yang bermutu dan aman dari kandungan bahan berbahaya tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisis secara kualitatif keberadaan boraks, formalin dan rhodamin B pada berbagai jenis sampel kerupuk di Sidoarjo. Metode penelitian: merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di Lab. Biokimia FK-UWKS pada September 2024. Pengambilan sampel secara simple random sampling dengan kriteria produk kerupuk yang dijual di pusat grosir krupuk Sidoarjo sebanyak 30 sampel. Tes keberadaan boraks, formalin dan rhodamine B secara kualitatif menggunakan merek Labstest Reagen. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase kerupuk yang mengandung boraks, formalin dan rhodamine B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 sampel kerupuk (33,3%) mengandung boraks dan tidak ditemukan sampel kerupuk yang mengandung formalin (0 %) dan tidak ditemukan sampel kerupuk yang mengandung rhodamine B (0 %) . Kesimpulan: Masih terdapat zat bahan tambahan pangan yang berbahaya seperti boraks dengan persentase yang relatif kecil namun tidak ditemukan bahan formalin dan rhodamine B pada berbagai jenis sampel kerupuk di Sidoarjo. Perlu dilakukan sosialisasi terkait dampak pemakaian zat bahan tambahan pangan yang berbahaya terhadap kesehatan pada seluruh masyarakat dan produsen kerupuk di Sidoarjo
Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan tentang Gizi Seimbang dengan Komposisi Isi Piringku Untuk Pencegahan Penyakit di Ta’miriyah Surabaya Noer Kumala Indahsari; Masfufatun; Olivia Herliani; Lusiani Tjandra; Rini Purbowati
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), 190,98 juta orang (69,25%) di Indonesia hidup dalam usia kerja, yaitu 15-64 tahun, sedangkan 84,8 juta orang (30,75%) merupakan lansia. yang tidak produktif. Ini semacam bonus demografi yang menjadi faktor penting untuk meningkatkan pembangunan Indonesia. Namun berdasarkan data penelitian sebelumnya ditemukan bahwa pekerja TP Ta'miriyah yang masih produktif hampir sebagian besar mengalami obesitas dan masuk dalam kategori gemuk yaitu 70,31%. Sehingga, negara ini merupakan negara yang rawan terhadap berbagai penyakit. Tujuan: Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat  ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan guru dan pegawai TP Ta'miriyah Surabaya tentang gizi seimbang dan komposisi isi piringku, sehingga diharapkan munculnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh tubuh yang tidak ideal. berat badan dapat diminimalkan.  Metode: Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan edukasi dan skrining kesehatan yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi, Glukosa, dan Asam Urat (GCU). Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di aula SMA Ta’miriyah Surabaya. Yang di hadiri oleh 70 peserta dari kalangan guru dan pegawai Ta’miriyah Surabaya untuk mendapatkan edukasi dan cek kesehatan tentang Menu makanan Sehat bergizi dengan komposisi isi piringku. Hasil: Berdasarkan pemberian pre test dan post test, dengan menggunakan analisa statistik dengan nilai p-value = 0,000 maka didapatkan bahwa didapatkan peningkatan tingkat pengetahuan tentang menu makanan bergizi sehat peserta. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap guru dan pegawai TP Ta’miriyah setelah dilakukannya edukasi gizi seimbang dengan komposisi isi piringku.
EDUKASI KESEHATAN DENGAN MEMBUAT MINUMAN HERBAL UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS DI KELURAHAN DUKUH KUPANG SURABAYA Tjandra, Lusiani; Ishartadiati, Kartika; Wulandari, Atik Sri; Purbowati, Rini; Masfufatun, Masfufatun; Indahsari, Noer Kumala
ABDIMAS UNWAHAS Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v9i1.11132

Abstract

Di Indonesia saat ini terjadi tranformasi Sistem Kesehatan dimana layanan primer berfungsi bukan hanya mengobati tetapi menjaga agar masyarakat hidup sehat dengan melakukan kegiatan promotif dan preventif. Kegiatan preventif yang bisa di lakukan masyarakat adalah menjaga kesehatan, salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan kebiasaan mengkonsumsi minuman herbal. Biasanya minuman herbal yang dikonsumsi merupakan minuman tradisional yang mengandung antioksidan dan imunomodulator. Jamu atau herbal asli di Indonesia banyak di gunakan di masyarakat. Antioksidan adalah zat atau senyawa yang dapat mencegah reaksi oksidasi, sedangkan imunomodulator adalah zat atau senyawa yang dapat meningkatkan respon imun atau menekan aspek tertentu dari respon imun. Sistem imun tubuh manusia sangat penting untuk melindungi tubuh dari penyakit infeksi seperti yang disebabkan oleh bakteri, virus dan mikroorganisme. Tujuan pengmas ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dengan cara mengedukasi kepada ibu-ibu PKK  tentang imunitas dan cara membuat minuman herbal  sebagai upaya peningkatan imunitas tubuh kegiatan dilaksanakan pada tgl 2 September 2023 yang  di awali dengan pemberian penyuluhan tentang imunitas kepada ibu ibu PKK di Dukuh Kupang dan di lanjudkan demostrasi membuat minuman herbal yang dapat meningkatkan imunitas bertempat di Balai RT 03 Dukuh Kupang Surabaya Hasil ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan ssudah penyuluhan, dimana sesudah penyuluhan ibu ibu PKK sebagian besar mempunyai pengetahuan baik.Kata Kunci : herbal, ibu pkk,  imunitas, minuman.
PENGUATAN KAPASITAS KADER SURABAYA HEBAT MELALUI PROGRAM EMOTIONAL DEMONSTRATION KHUSUSNYA MAKANAN SUMBER ZAT BESI DALAM EDUKASI IBU-IBU UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Al Aska, Andra Agnez; Ratnasari, Diana Tri; Herawaty, Wike; Purbowati, Rini
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 1 (2025): Article in Press
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i1.21158

Abstract

Abstract. In the city of Surabaya, the prevalence of stunted babies is 4.8%. This number is the lowest in the East Java region. Even though a significant reduction has been achieved, efforts are still needed to make Indonesia stunting-free so that a golden Indonesia in 2045 can become a reality.  The decrease in the stunting rate cannot be separated from the role of posyandu cadres in each region in Surabaya, known as the Great Surabaya Cadres (KSH). Community service activities of the UWKS Faculty of Medicine are in partnership with KSH in the Tandes sub-district area.  The presence of stunted toddlers in the Tandes sub-district is a challenge for the Surabaya city government, especially the government in the Tandes sub-district, to be more active in empowering KSH. This community service activity aims to increase the capacity of KSH through outreach related to the emotional demonstration program (Emo-Demo), especially food sources of iron in educating mothers to prevent stunting. Activities are carried out through two methods, namely providing offline counseling and training and continuing with online counseling through webinars. The results of this activity were proven to increase KSH knowledge, especially in Tandes District, with a figure of 79% related to the emotional demonstration program (Emo-Demo), especially food sources of iron. The highest knowledge increase score was 44% with an increase in knowledge of 20 points   Abstrak. Di kota Surabaya, prevalensi bayi stunting sebesar 4,8%. Jumlah tersebut merupakan yang terendah di wilayah Jawa Timur.Walaupun tercapai penurunan yang signifikan, namun masih perlu upaya untuk mewujudkan Indonesia bebas stunting agar Indonesia emas 2045 bisa menjadi kenyataan.  Menurunnya laju stunting tidak lepas dari peran kader posyandu dimasing-masing wilayah di Surabaya yang dikenal dengan sebutan Kader Surabaya Hebat (KSH). Kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran UWKS bermitra dengan KSH wilayah kecamatan Tandes.  Masih terdapatnya balita stunting di kecamatan Tandes merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah kota Surabaya khususnya pemerintah di kecamatan Tandes untuk lebih giat memberdayakan KSH. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas KSH melalui penyuluhan terkait program demonstrasi emosi (Emo-Demo) khususnya makanan sumber zat besi dalam edukasi ibu-ibu untuk pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan melalui dua metode yaitu memberikan penyuluhan dan pelatihan secara luring dan dilanjutkan dengan penyuluhan secara daring dalam bentuk webinar. Hasil kegiatan ini terbukti mampu dapat meningkatkan pengetahuan KSH khususnya Kecamatan Tandes dengan angka 79% terkait dengan program demonstrasi emosi (Emo-Demo) khususnya makanan sumber zat besi. Skor peningkatan pengetahuan yang tertinggi sebesar 44 % dengan penambahan pengetahuan sebesar 20 point.  
Identifikasi Spesies Candida Pada Pasien Kandidiasis Vulvovaginalis dan Faktor Risikonya masfufatun, masfufatun; Tri Ratnasari, Diana; Narotama, Harya; Purbowati, Rini; Indahsari, Noer Kumala; Tjandra, Lusiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i2.278

Abstract

Latar belakang: Candidiasis Vulvovaginalis (KVV) merupakan infeksi pada vulva dan/atau vagina akibat pertumbuhan berlebih dari Candida sp, terutama pada wanita usia reproduksi. Penyakit ini dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental penderita. Berbagai laporan menyatakan bahwa Candida albicans merupakan agen aktif etiologi utama pada infeksi ini. Namun, spesies non-Candida albicans baru-baru ini muncul. Jadi tampaknya ada perubahan pola spesies Candida pada KVV. Tujuan: menganalisis faktor risiko dan mengidentifikasi spesies Candida pada pasien KVV di Surabaya.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 67 subjek penelitian dari pasien Klinik Ibu dan Anak Surabaya dengan keluhan keputihan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode anamnesis, pengisian kuesioner, pemeriksaan fisik dan klinis, serta pemeriksaan laboratorium. Sampel sekresi/keputihan vagina pasien diambil menggunakan usapan steril dan diperiksa secara mikrobiologis dengan menumbuhkannya pada media Sabraoud Dextrose Agar (SDA). Isolat yang tumbuh pada media SDA diidentifikasi sebagai spesies Candida melalui produksi Chlamydoconidia pada media Corn Meal Agar, pembentukan tabung germinal dan kultur pada CHROMAgar. Analisis data faktor risiko dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 26 (38,84%) sampel dari 67 pasien dinyatakan positif KVV. Frekuensi tertinggi berada pada rentang usia 25 hingga 45 tahun, menggunakan kontrasepsi dan douches vagina. Gejala yang paling umum di antara pasien adalah keputihan abnormal dan iritasi vagina yang berhubungan dengan keputihan abnormal. Ada hubungan antara usia, penggunaan kontrasepsi, dan douches vagina dengan kejadian KVV (p<0,05). Hasil identifikasi Candida spp menunjukkan bahwa Candida albicans (44,5%) dan Candida glabrata (42,4%) lebih dominan pada pasien KVV dibandingkan spesies Candida lainnya. Kesimpulan: Usia, pemakaian alat kontrasepsi dan obat pembersih vagina merupakan faktor resiko KVV. Spesies C. albicans dan C. glabrata mendominasi spesies candida hasil isolasi dari pasien KVV. Oleh karena itu hasil klinis dan laboratorium perlu diperhatikan dan dipertimbangkan  dalam memberikan pengobatan terbaik.
Pengaruh Probiotik Dan Metabolit Lactiplantibacillus plantarum Dad-13 Terhadap Pertumbuhan dan Pembentukan Biofilm E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591 Purbowati, Rini; Listyawati, Agusniar Furkani; Masfufatun, Masfufatun; Tjandra, Lusiani; Indahsari, Noer Kumala
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i2.291

Abstract

Latar belakang: Infeksi bakteri banyak terjadi di negara-negara berkembang, dengan angka kesakitan dan kematian yang meningkat. E. coli dan S. aureus merupakan bakteri penyebab infeksi serius pada berbagai penyakit yang terdapat di masyarakat serta di rumah sakit. Penggunaan antimikroba yang tidak tepat untuk mengobati infeksi bakteri telah menjadi penyebab utama timbulnya resistensi antibiotik pada banyak pathogen. Probiotik dan juga postbiotik dapat digunakan sebagai alternatif pengganti antibiotik. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh probiotik dan postbiotic Lactiplantibacillus plantarum Dad-13 terhadap pertumbuhan dan pembentukan biofilm E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591. Metode: penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratories. Uji aktivitas antibakteri dan antibiofilm dari probiotik dan postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 terhadap E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591 dilakukan dengan konsentrasi 25, 50, 75 dan 100 %.  Analisis terhadap perubahan pertumbuhan dan biofilm yang terbentuk diukur melalui serapan OD pada panjang gelombang 490 nm menggunakan microplates reader Hasil: Uji aktivitas antibakteri probiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 hanya sedikit menunjukkan penurunan pertumbuhan atau OD, kecuali pada konsentrasi 25 %  terhadap E. coli ATCC 8739. Uji aktivitas antibiofilm probiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan penurunan biofilm yang nyata baik terhadap E. coli ATCC 8739 maupun S. aureus ATCC 33591. Uji aktivitas antibakteri postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan hanya sedikit penurunan pertumbuhan atau OD, terhadap E. coli ATCC 8739 maupun S. aureus ATCC 33591. Uji aktivitas antibiofilm postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 juga hanya sedikit menunjukkan penurunan biofilm baik terhadap E. coli ATCC 8739 maupun S. aureus ATCC 33591 Kesimpulan: Probiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan pengaruh sebagai antibakteri yang lemah, namun menunjukkan antibiofilm yang kuat terhadap terhadap E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591. Postbiotik L. plantarum subsp. plantarum Dad-13 menunjukkan pengaruh sebagai antibakteri yang lemah dan juga antibiofilm terhadap E. coli ATCC 8739 dan S. aureus ATCC 33591.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Timbulnya Acne vulgaris Pada Mahasiswa Puspaciwi, Sanisca; Indah Widyaningsih; Rini Purbowati
Calvaria Medical Journal Vol 2 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v2i2.128

Abstract

Background: One of the most common skin diseases found in young people is acne. The problem of acne will adversely affect the mentality of the sufferer. This study aims to analyse and determine the relationship between anxiety levels and the onset of Acne vulgaris in medical education students at Wijaya Kusuma University Surabaya class of 2020-2021. Methods: This study used a cross-sectional analytical observational research design, the population in this study were all students of the Faculty of Medicine, Wijaya Kusuma University Surabaya class of 2020-2021, totalling 156 students. The sampling technique is purposive sampling, with the calculation of the slovin formula, so that the number of samples is 70 respondents. The study used primary data and the analysis used was the chi square test. Result: The results showed that the level of anxiety in medical education students at Wijaya Kusuma University Surabaya Class of 2020-2021 was mostly in the high category. The description of the occurrence of Acne vulgaris in scientific students of Wijaya Kusuma University Surabaya class of 2020-2021 is mostly in the frequent category. There is a relationship between anxiety levels and the onset of Acne vulgaris in medical education students at Wijaya Kusuma University Surabaya class of 2020-2021
EFEKTIVITAS TERAPI INFRAMERAH TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI TIKUS PUTIH JANTAN Rianti, Emillia Devi Dwi; Purbowati, Rini; Ama, fuad
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka insisi adalah salah satu luka terbuka yang disebabkan oleh pisau bedah, maka diperlukan pengobatan yang pada umumnya menggunakan obat konvensional salah satunya antibiotik secara topikal. Obat-obatan medis dalam penggunaannya dalam jangka panjang akan berefek samping bagi tubuh maka perlunya pemanfaatan pengobatan secara artenatif seperti penggunaan terapi inframerah. Metode, eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap dan populasi penelitian tikus putih wistar jantan sebanyak 24 ekor  dengan berat badan 250-300 gram, berusia 2-3 bulan. Luka insisi sepanjang 2 cm dan kedalaman 0,1 mm dan dibagi kedalam beberapa kelompok pemberian terapi,  dengan kelompok kontrol dan perlakuan.   analisa berdasarkan efektivitas penyembuhan luka insisi dengan menggunakan terapi inframerah dan Skor Nagaoka memiliki tiga kriteria dalam menilai penyembuhan luka. Jika waktu penyembuhan luka 14 hari didapatkan skor nagaoka 1 (lambat). Hasil, kelompok kontrol penyembuhan pada hari ke-11 dengan panjang luka 0,5 cm. Kelompok perlakuan P1 (24 cm) pada hari ke-8 dengan panjang luka 0,4 cm, P2 (16 cm) pada hari ke-7 dengan panjang luka 0,5 dan P3 (7 cm) pada hari ke-9 dengan panjang luka 0,5 cm. Skor penilaian Nagaoka, penyembuhan luka P1 : skor 2, P2: skor 2 dan P3 :skor 2.Kesimpulan, pemberian terapi inframerah sangat efektif didalam penyembuhan luka insisi tikus putih jantan dan hasil skor menunjukkan penyembuhan sedang. Penyembuhan dengan terapi inframerah tidak terjadi granulasi yang dapat menimbulkan infeksi.