Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Overview of the Effectiveness of Infrared on the Healing Rate of Incision and Burn Wounds in Male White Rats Ama, Fuad; Purbowati, Rini; Rianti, Emillia Devi Dwi
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v5i2.235

Abstract

Infrared rays have low energy and their use does not cause toxic effects on the environment, so that infrared rays can balance and activate cells in the body, thin the blood, break down water molecules, and inhibit bacteria or fungi. Inhibition of bacterial or fungal growth in skin wounds that are often experienced and cause damage to epithelial tissue. The purpose of the study provides an overview of the effectiveness of infrared on the healing rate of incision wounds and burns in Wistar rats. The method with an experiment with a completely randomized design method, the sample used was 48 male white rats with 24 with incision wounds and 24 with burns. The results of the incision wound on the 12th day showed that there was a reduction in the length of the wound at P1 (0.1 cm), P2 (0.1 cm) and P3 (0.2 cm) so that with a wound length of 0.1 means healing has occurred. Burns on the 12th day there was a decrease in the diameter of the burn wound both at P1 = P2 = P3 = 0.3 cm. Conclusion The use of infrared therapy in the healing process of incision wounds and burns on days 9-12. Infrared wavelength 940 nm as near infrared produces heat, so the healing process is less than 14 days.
Penyuluhan dan Pengobatan Infeksi Scabies Menuju Indonesia Bebas Skabies 2030 di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Bangil Provinsi Jawa Timur Purbowati, Rini; Diana Tri Ratnasari; Kartika Ishartadiati; Masfufatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v2i1.244

Abstract

Penyakit skabies masih merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. World Health Organization (WHO) memasukan penyakit ini kedalam kelompok Neglected Tropical Disease (NTD’s) atau penyakit kulit tropis terabaikan dan masuk kedalam program WHO untuk mengakhiri penyakit ini 2021-2030. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia prevalensi skabies di Indonesia sebesar 5,60- 12,95 % dan penyakit ini menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Lingkungan yang padat penguhi dengan hygiene perorangan yang jelek, lingkungan yang tidak saniter, perilaku yang tidak mendukung kesehatan merupakan faktor dominan penyebab tingginya infeksi skabies di rumah tahanan. Bentuk partisipasi akademisi sebagai upaya preventif dapat berupa Kegiatan Pengmas dengan judul “Penyuluhan dan Pengobatan Infeksi Skabies Menuju Indonesia Bebas Skabies 2030 di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Bangil Provinsi Jawa Timur”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan terkait skabies serta Pemeriksaan dan pengobatan terhadap seluruh penghuni rumah tahanan negara kelas II B Bangil Provinsi Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan pada tgl. 21 Oktober 2023 mulai pukul 08.00 WIB – 11.00 WIB. Penyuluhan tentang cara pakai obat diberikan kepada kepala kamar dan pengobatan diberikan kepada seluruh penghuni dan petugas total 580 orang dan diberikan secara serentak.
Skrining dan Penyuluhan tentang Anemia pada Kader Posyandu Remaja Mojo Surabaya Purbowati, Rini; Haru Setiawan; Lusiani Tjandra; Masfufatun; Putu Oky Aritania; Noer Kumala Indahsari
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v2i2.269

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan penurunan proporsi sel darah merah. Hasil Riskesdas tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 32%. Anemia memiliki dampak jangka pendek (penurunan daya tahan tubuh, kurangnya oksigen ke sel otot dan sel otak) dan dampak jangka (gangguankehamilan). Skring merupakan upaya untuk mendeteksi secara dini suatu kondisi atau penyakit guna memberi saran perubahan gaya hidup untuk mengurangi risiko atau mengobatinya dengan paling efektif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui kadar haemoglobin dan meningkatnya pengetahuan tentang anemia pada kader putri posyandu remaja Mojo Surabaya. Kegiatan pengabdian ini terlaksana pada hari Minggu tanggal 10 September 2023 di balai RW 5 Mojo, dihadiri oleh 20 peserta (kader putri), dilakukan dengan metode pemeriksaan dan metode konsultasi kesehatan terkait anemia oleh dokter spesialis. Pengukuran tingkat pengetahuan dasar peserta dilakukan melalui pengisian kuisioner dan pengukuran kadar Hb dilakukan dengan menggunakan Easy Touch Blood Hemoglobin. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan dasar peserta menunjukkan 45% peserta memiliki pengetahuan SEDANG dan 55% peserta memiliki pengetahuan BAIK tentang anemia. Hasil pengukuran kadar Hb disampaikan secara langsung kepada peserta dan dilanjurkan dengan konsultasi kesehatan kepada dokter spesialis.
Studi Invitro dan Insilico Efektivitas Antibakteri Kunyit Putih Terhadap Hambatan Pertumbuhan Escherichia Coli Tania, Putu Oky Ari; Listyawati, Agusniar Furkani; Soekanto, Ayly; Simamora, Dorta; Purbowati, Rini
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i1.188

Abstract

Latar Belakang: Escherichia coli telah diamati sebagai salah satu bakteri penyebab resistensi antibiotik. Pasien ISK di India Selatan dilaporkan menunjukkan peningkatan resistensi terhadap ciprofloxacin. Senyawa bioaktif diperlukan sebagai kandidat antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri. Curcuma zedoaria atau kunyit putih sebagai antimikroba terutama terhadap E. coli. Aktivitas antibakteri pada dinding sel paling sering digunakan sebagai agen bakterisida. Enzim penting untuk biosintesis peptidoglikan pada dinding sel bakteri adalah protein muramyl ligase E (MurE) (entri PDB: 7B9E) dan Gyrase B (entri PDB: 4ZVI), berpotensi sebagai target pengikatan dengan metabolit sekunder curcumenol dan germacrone dengan in silico (molecular docking). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas ekstrak etanol kunyit putih dibandingkan antibiotik dalam menghambat pertumbuhan E. coli secara in vitro dan in silico. Metode: 5 kelompok yang digunakan, yaitu ekstrak kunyit putih konsentrasi 15%, 20% dan 25%, kelompok kontrol positif dengan pemberian ciprofloxacin dan negatif yang diberikan aquades. Metode yang digunakan adalah mengukur diameter zona hambat dan daya bunuh (jumlah koloni) E. coli dan uji in silico yang dilakukan pada software PyRx. Hasil : penelitian menunjukkan ekstrak kunyit putih konsentrasi 25% mempunyai zona hambat yang sangat kuat dengan diameter hambatan 36,2 mm, sedangkan kunyit putih tidak mempunyai daya membunuh pada konsentrasi 10, 15 dan 25%. Afinitas pengikatan terendah untuk protein MurE adalah germacrone, sedangkan untuk pengikatan DNA girase B adalah curcumenol. Kesimpulan: Kunyit putih mempunyai potensi sebagai antibakteri dan diduga ligan curcumenol dan germacrone dapat menghambat aktivitas protein MurE dan DNA Gyrase B.
Program Intervensi Kesehatan Pasien Diabetes Melitus dengan Edukasi Makanan Sehat Serta Pemeriksaan Kadar Glukosa dan HbA1c Indahsari, Noer Kumala; Yaniari, Roethmia; Masfufatun, Masfufatun; Herliani, Olivia; Tjandra, Lusiani; Purbowati, Rini
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Gaya hidup tidak sehat, khususnya pola makan tinggi gula, lemak, dan rendah serat, menjadi faktor risiko utama. Pengelolaan DM tidak hanya melalui pengobatan farmakologis, tetapi juga membutuhkan edukasi berkelanjutan terkait pola makan sehat dan pemantauan kadar glukosa darah serta HbA1c untuk menilai keberhasilan kontrol glikemik. Tujuan: Program intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien DM terhadap pentingnya pengetahuan kesehatan serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah dan HbA1c setelah diberikan edukasi kesehatan dan intervensi pemeriksaan laboratorium. Metode: Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan desain pre-test dan post-test one group design dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 35 partisipan yang terdiri guru dan karyawan di SMA X dilibatkan dalam program intervensi. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan gizi sehat berbasis pedoman Diet Diabetes Indonesia (PERSAGI), konseling individual, serta pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c. Data dianalisis menggunakan uji Spearmans-test untuk melihat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta p-value=0,015(p < 0,05) dan hubungan signifikan antara kadar glukosa dan HbA1c dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), namun tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kadar glukosa darah (p value = 0,1333) dan kadar HbA1c (p-value = 0,497)  Perubahan ini menunjukkan bahwa edukasi terarah dan pemantauan berpengaruh positif terhadap kontrol metabolik peserta. Kesimpulan:Program intervensi kesehatan berbasis edukasi makanan sehat  dan pemeriksaan glukosa serta HbA1c terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta dan memperbaiki kendali glikemik.
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil di RSIA Ibunda Lampung Timur Tahun 2022-2023 Wisesa, I Gusti Ngurah Prema Dwi; Purbowati, Rini; Arimbi, Muzaijadah Retno
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan sindrom khas kehamilan yang ditandai dengan hipertensi onset baru setelah usia 20 minggu kehamilan, disertai proteinuria dan/atau kerusakan organ. Kejadian preeklampsia berkaitan erat dengan obesitas, yang dapat diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara IMT dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSIA Ibunda Lampung Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling dengan besar sampel 60 orang pada poli obgyn Rumah Sakit Ibu dan Anak IBUNDA Lampung Timur. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Dari 60 sampel, ditemukan 20 orang (33,3%) mengalami preeklampsia. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMT dengan preeklampsia (p=0,002). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di Rumah Sakit Ibu dan Anak IBUNDA Lampung Timur.
The Relationship between nutritional status and anaemia incidence in adolescent girls at Posyandu Remaja Mojo Gubeng Surabaya : Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Posyandu Remaja Mojo Gubeng Surabaya Rahmat, Tsamara; Rini Purbowati; Wulandari, Atik Sri
Calvaria Medical Journal Vol 4 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/r2gk3129

Abstract

Background: Anaemia is a global health problem frequently occurring among adolescent girls due to increased iron demands and menstrual cycles. Objective: This study aimed to analyse the association between nutritional status based on Body Mass Index (BMI) and anaemia incidence in adolescent girls at Posyandu Remaja Mojo Gubeng Surabaya. Methods: A cross-sectional quantitative study was conducted with 40 respondents selected by total sampling. Bivariate analysis used Fisher's exact test (α = 0.05). Results: BMI distribution: normal 47.5%, underweight 32.5%, overweight 20.0%. Anaemia prevalence was 27.5%, highest in the underweight group (61.5%). A significant association was found between nutritional status and anaemia (p = 0.004). Conclusion: Nutritional status was significantly associated with anaemia among adolescent girls. Underweight adolescents had a higher risk of anaemia. Integrated nutrition interventions at the Posyandu level are recommended.
PENGUATAN KAPASITAS KADER SURABAYA HEBAT MELALUI PROGRAM EMOTIONAL DEMONSTRATION KHUSUSNYA MAKANAN SUMBER ZAT BESI DALAM EDUKASI IBU-IBU UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Andra Agnez Al Aska; Diana Tri Ratnasari; Wike Herawaty; Rini Purbowati
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i1.21158

Abstract

Abstract. In the city of Surabaya, the prevalence of stunted babies is 4.8%. This number is the lowest in the East Java region. Even though a significant reduction has been achieved, efforts are still needed to make Indonesia stunting-free so that a golden Indonesia in 2045 can become a reality.  The decrease in the stunting rate cannot be separated from the role of posyandu cadres in each region in Surabaya, known as the Great Surabaya Cadres (KSH). Community service activities of the UWKS Faculty of Medicine are in partnership with KSH in the Tandes sub-district area.  The presence of stunted toddlers in the Tandes sub-district is a challenge for the Surabaya city government, especially the government in the Tandes sub-district, to be more active in empowering KSH. This community service activity aims to increase the capacity of KSH through outreach related to the emotional demonstration program (Emo-Demo), especially food sources of iron in educating mothers to prevent stunting. Activities are carried out through two methods, namely providing offline counseling and training and continuing with online counseling through webinars. The results of this activity were proven to increase KSH knowledge, especially in Tandes District, with a figure of 79% related to the emotional demonstration program (Emo-Demo), especially food sources of iron. The highest knowledge increase score was 44% with an increase in knowledge of 20 points   Abstrak. Di kota Surabaya, prevalensi bayi stunting sebesar 4,8%. Jumlah tersebut merupakan yang terendah di wilayah Jawa Timur.Walaupun tercapai penurunan yang signifikan, namun masih perlu upaya untuk mewujudkan Indonesia bebas stunting agar Indonesia emas 2045 bisa menjadi kenyataan.  Menurunnya laju stunting tidak lepas dari peran kader posyandu dimasing-masing wilayah di Surabaya yang dikenal dengan sebutan Kader Surabaya Hebat (KSH). Kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran UWKS bermitra dengan KSH wilayah kecamatan Tandes.  Masih terdapatnya balita stunting di kecamatan Tandes merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah kota Surabaya khususnya pemerintah di kecamatan Tandes untuk lebih giat memberdayakan KSH. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas KSH melalui penyuluhan terkait program demonstrasi emosi (Emo-Demo) khususnya makanan sumber zat besi dalam edukasi ibu-ibu untuk pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan melalui dua metode yaitu memberikan penyuluhan dan pelatihan secara luring dan dilanjutkan dengan penyuluhan secara daring dalam bentuk webinar. Hasil kegiatan ini terbukti mampu dapat meningkatkan pengetahuan KSH khususnya Kecamatan Tandes dengan angka 79% terkait dengan program demonstrasi emosi (Emo-Demo) khususnya makanan sumber zat besi. Skor peningkatan pengetahuan yang tertinggi sebesar 44 % dengan penambahan pengetahuan sebesar 20 point.