Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bima Nursing Journal

Self-Efficacy Berhubungan dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada Pasien GGK di RSUD Indramayu Wayunah Wayunah; Muhammad Saefulloh
Bima Nursing Journal Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v3i2.872

Abstract

Interdialytic Weight Gain (IDWG) merupakan salah satu indikator kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisa. Derajat IDWG ditentukan melalui manajemen pembatasan cairan dan diet yang ketat supaya kenaikan berat badan diantara dua waktu dialisa terkendali. Kemampuan pasien untuk mengikuti pembatasan cairan dan diet tersebut salah satunya dipengaruhi oleh keyakinan diri atau self-efficacy.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan self efficacy dengan IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Indramayu. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih dengan teknik consecutive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Pengukuran self efficacy menggunakan kuesioner self efficacy yang dimodifikasi dari Albert Bandura, sedangkan pengukuran IDWG dilakukan dengan observasi pengukuran berat badan post dialisa 1 dan pre dialisa 2. Tehnik analisa menggunakan uji Pearson-chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 54,1% responden memiliki self efficacy yang tinggi, dan sebanyak 47,0% responden memiliki IDWG dalam kategori rata-rata (4%-6%). Hasil analisis lanjut diketahui ada hubungan antara self efficacy dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Indramayu (p = 0.000). Penelitian ini dapat disimpulkan self efficacy berhubungan dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani Hemodialisa di RSUD Indramayu. Rekomendasi dari penelitian ini adalah diharapkan perawat untuk mencoba memberikan penguatan self efficacy dalam pembatasan cairan dengan penyampaian yang mudah dimengerti oleh pasien
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Rehospitalisasi pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Ridho Kunto Prabowo; Wayunah Wayunah; Wulan Luqti Vaeli
Bima Nursing Journal Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v4i1.1026

Abstract

Pendahuluan: Pasien Congestive Heart Failure(CHF) sering mengalami kekambuhan yang membuat pasien harus dilakukan rehospitalisasi atau perawatan berulang akibat penanganan gejala yang terlambat, ada banyak faktor yang menyebabkan rehospitalisasi pada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fakor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rehospitalisasi pada pasien Congestive Heart Failure(CHF). Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien CHF di ruang penyakit dalam di RSUD Kabupaten Indramayu. Sampel sebanyak 27 responden, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya faktor yang berhubungan dengan kejadian rehospitalisasi dengan α<0,05 adalah riwayat hipertensi (p-value 0,042) sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian rehospitalisasi pada pasien CHF adalah derajat penyakit (p-value 0,152), usia (p-value 0,440), jenis kelamin (p-value 0,191), kepatuhan minum obat (p-value 0,585). Kesimpulan: dari hasil yang didapat hanya riwayat hipertensi yang berhubungan dengan kejadian rehospitalisasi di ruang rawat inap penyakit dalam di RSUD Kabupaten Indramayu. Saran untuk para penderita hipertensi agar dapat mengontrol tekanan darahnya sehingga diharapkan tidak mengalami rehospitalisasi.