Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN PRIMA TENAGA ADMINISTRASI KESEHATAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KESEHATAN DI RSUD KABUPATEN KEDIRI: EXCELLENT SERVICE QUALITY OF HEALTH ADMINISTRATIVE PERSONNEL IN PROVIDING HEALTH ADMINISTRATIVE SERVICES IN RUMAH SAKIT KABUPATEN KEDIRI Luluk Susiloningtyas; Aris Dwi Cahyono; Bambang Wiseno
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v4i2.97

Abstract

Abstrak Pada era revolusi industri 4.0 dalam rangka menghadapi era globalisasi dan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), pelayanan prima merupakan elemen utama di unit pelayanan kesehatan yang dituntut memberikan pelayanan kesehatan  memenuhi standar pelayanan yang optimal.  Kualitas pelayanan prima tenaga administrasi kesehatan mempunyai peran penting menjaga mutu Rumah Sakit. Diperlukan upaya peningkatan kualitas pelayanan prima tenaga administrasi kesehatan agar pelayanan Rumah Sakit lebih optimal, efektif dan efisien. Tujuan penelitian untuk mengetahui Gambaran Kualitas Pelayanan Prima Tenaga Administrasi Kesehatan Dalam Pelayanan Administrasi Kesehatan Di Rumah Sakit Kabupaten Kediri Tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Pelaksanaan penelitian bulan Agustus - September 2021 di Rumah Sakit Kabupaten Kediri. Sampel penelitian ini adalah tenaga/pimpinan tenaga administrasi kesehatan Rumah Sakit Kabupaten Kediri. Teknik pengambilan sampel menggunakan Acidental Sampling dengan jumlah sampel 42 responden sesuai kriteria inklusi. Variabel dalam penelitian ini adalah kualitas pelayanan prima tenaga administrasi kesehatan dalam memberikan pelayanan administrasi kesehatan di RSUD Kabupaten Kediri. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner kualitas pelayanan prima tenaga Administrasi kesehatan dalam memberikan pelayanan administrasi kesehatan. Hasil penelitian yang diperoleh kualitas pelayanan prima tenaga administrasi kesehatan dalam memberikan pelayanan administrasi kesehatan baik sebanyak 14 responden (33,33 %). Kualitas pelayanan prima tenaga administrasi kesehatan dalam memberikan pelayanan administrasi kesehatan sangat baik sebanyak 28 responden (66,67 %). Rekomendasi Penelitian perlu adanya upaya meningkatkan kualitas pelayanan yang baik pada tenaga administrasi kesehatan sehingga Rumah Sakit dapat meningkatkan keberhasilan peningkatan kualitas pelayanan prima dan menjaga mutu bidang pelayanan administrasi kesehatan Rumah Sakit. Abstract In the era of the industrial revolution 4.0 in order to face the era of globalization and the era of the Asean Economic Community (AEC), excellent service is the main element in the health service unit which is required to provide health services that meet optimal service standards. The excellent service quality of health administration staff has an important role in maintaining the quality of the Hospital. Efforts are needed to improve the quality of excellent service for health administration staff so that hospital services are more optimal, effective and efficient. The purpose of this research is to find out the description of the excellent service quality of health administration personnel in health administration services at the Rumah Sait Kabupaten Kediri in 2021. The research design uses descriptive research. Conducting research in August - September 2021 at the Rumah Sakit Kabupaten Kediri. The sample of this research is the health administration Sevices of Rumah Sakit Kabupaten Kediri. The sampling technique used Acidental Sampling with a total sample of 42 respondents according to the inclusion criteria. The variable in this study is the excellent service quality of health administration staff in providing health administration services at Rumah Sakit Kabupaten Kediri. The data collection tool used was a questionnaire on excellent service quality for health administration staff in providing health administration services. The results of the study obtained excellent service quality for health administration staff in providing good health administration services for 14 respondents (33.33%). The excellent service quality of health administration personnel in providing health administration services was very good as many as 28 respondents (66.67%).  Research recommendations need efforts to improve the quality of good service to health administration staff so that hospitals can increase the success of improving the quality of excellent service and maintain the quality of hospital health administration services.
ANALISIS WORKLOAD KARYAWAN RUMAH SAKIT SELAMA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN NASA-TASK LOAD INDEX: WORKLOAD ANALYSIS OF HEALTH PERSONNEL DURING COVID-19 PANDEMIC BASED ON NASA-TASK LOAD INDEX Fannidya Hamdani Zeho; luluk susiloningtyas luluk; Bambang Wiseno
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v5i1.123

Abstract

Abstrak   COVID -19 berdampak besar pada pengelolaan layanan kesehatan khususnya di rumah sakit. Sebagai garda terdepan dalam mengatasi pandemic COVID-19 rumah sakit dituntut tetap melayani dan mengobati pasien khusunya yang teinfeksi COVID-19. Faktor-faktor seperti jumlah pasien COVID-19 yang semakin meningkat, meningkatnya jam kerja, kelelahan, rasa bahaya dan ketidakpastian, serta kurangnya pengetahuan tentang prosesnya COVID-19 meningkatkan beban kerja karyawan rumah sakit. Tujuan dari ini penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana workload/beban kerja yang dirasakan oleh karyawan RUMAH SAKIT “X” selama masa pandemic COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskritif dengan menggunakan kuesioner NASA-TLX dimana metode ini dapat menganalisa beban kerja dari seorang karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur workload karyawan berdasarkan 1. Mental demand (MD), 2. Physical demand (PD), 3. Temporal demand (TD), 4. Performance (OP), 5. Effort (EF), 6. Frustation level (FR). Berdasarkan skor yang diperoleh, diketahui bahwa 33% karyawan memiliki beban kerja sangat tinggi, 41% karyawan memiliki beban kerja tinggi, 14% cukup tinggi, 7% sedang dan 5% memiliki beban kerja ringan. Untuk mengurangi beban kerja perlu dilakukan manajemen beban kerja dengan cara melakukan identifikasi beban kerja,membuat prioritas beban kerja, pembagian tugas yang merata, komunikasi yang baik, serta melakukan evaluasi beban kerja secara berkala serta trauma healing dan pendampingan serta mengkaji dukungan psikologis dan memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang bisa dilakukan untuk mengurangi stress kerja karna adanya beban kerja. Abstract  COVID -19 has had a major impact on the management of health services, especially in hospitals. As the front line in overcoming the COVID-19 pandemic, hospitals are required to continue to serve and treat patients, especially those infected with COVID-19. Factors such as the increasing number of COVID-19 patients, increased working hours, fatigue, a sense of danger and uncertainty, and a lack of knowledge about the COVID-19 process increase the workload of hospital employees. The purpose of this research is to identify and analyze how the workload / workload felt by HOSPITAL "X" employees during the COVID-19 pandemic. The research method used is descriptive analysis using the NASA-TLX questionnaire where this method can analyze the workload of an employee. This study aims to analyze and measure the workload of employees based on 1. Mental demand (MD), 2. Physical demand (PD), 3. Temporal demand (TD), 4. Performance (OP), 5. Effort (EF), 6. Frustration level (FR). Based on the scores obtained, it is known that 33% of employees have very high workloads, 41% of employees have high workloads, 14% are quite high, 7% are moderate and 5% have light workloads. To reduce the amount of workload, it can be attempted by implementing trauma healing as well as monitoring and evaluating the workload and job satisfaction of employees on a regular basis to support the performance of hospital employees.
Pengetahuan dan Sikap Kader Joyoboyo tentang Deteksi Dini Kesehatan Jiwa di Masyarakat Fajar Rinawati; Bambang Wiseno; Dwi Rahayu; Didik Susetiyanto Atmojo; Elfi Quyumi Rahmawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.4.2023.939-944

Abstract

Saat ini masalah kesehatan yang ada di masyarakat mulai bergeser dari masalah secara fisik, kepada masalah mental atau psikis. Agar masalah psikis tidak jatuh pada masalah yang kronis dan parah, maka diperlukan adanya deteksi dini kesehatan jiwa. Deteksi dini kesehatan mental yang ada di masyarakat akan lebih efektif melibatkan kader Kesehatan yang ada yang telah dibentuk oleh Pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap kader kesehatan tentang deteksi dini kesehatan mental di masyarakat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah kader Kesehatan yang ada di Kelurahan Kaliombo, sebanyak 32 kader dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader 69% mempunyai tingkat pengetahuan rendah dan sebanyak 56% mempunyai sikap yang baik. Seorang kader adalah ujung tombak dalam peningkatan kesehatan di masyarakat. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan kader tentang cara melakukan deteksi dini kesehatan mental, agar dapat dilakukan langkah yang tepat untuk kader kesehatan.
KEBERADAAN MOBIL SIAGA DESA DI MASYARAKAT DI DESA BENDO, KECAMATAN PARE, KABUPATEN KEDIRI: (QUALITATIVE RESEARCH) EXISTENCE “MOBIL SIAGA DESA” IN THE PUBLIC COMMUNITY AT BENDO, PARE, KEDIRI Bambang Wiseno; Didik Atmojo; Ikhwan Khosasih; Suryono
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v5i2.170

Abstract

Abstrak Mobil siaga desa diperuntukan sebagai alat transportasi pemerintahan desa dalam memberikan pelayanan sebaik-baiknya masyarakat desa. Optimalisasi pelayanan pemerintahan desa salah satunya pada penanganan kasus kesehatan yang ada sebelum ditangani oleh layanan kesehatan. Masyarakat mempunyai pandangan dan pemahaman berbeda-beda dalam pemanfaatan mobil siaga desa. Penelitian kualitatif ini untuk mengetahui perasaan, pendapat, keinginan dan harapan masyarakat dengan adanya mobil siaga desa yang ada. Partisipan pada penelitian ini merupakan masyarakat desa yang desanya mendapatkan hibah mobil siaga desa yaitu warga RW 3, Dsn Bendo Kidul, Ds Bendo, Pare, Kediri. Partisipan diambil dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 6 warga yang bersedia berpartisipasi memberikan data penelitian dan setelah melalui analisa data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) ditemukan sebanyak 5 tema, yaitu; merasa kurang koordinasi penggunaan, merasa kurang paham kemanfaatan, merasakan manfaat, beranggapan mobil dinas perangkat desa, dan merasa susah bila dibutuhkan. Dari temuan tema diatas dimungkinkan bahwa perlu adanya kejelasan informasi penggunaan mobil siaga desa pada masyarakat sehingga pemanfaatannya lebih optimal. Mungkin diperlukan pula adanya Keputusan Kepala Desa untuk pedoman pengoperasian mobil siaga dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang disampaikan ke masyarakat. Penelitian ini hanya lingkup kecil wilayah desa, sehingga mungkin diperlukan penelitian sejenis dalam lingkup yang lebih luas untuk mengetahui sejauh mana kemanfaatan mobil siaga desa. Kata Kunci : Kinerja, Mobil, Pasien, Siaga, Transportasi   Abstract The “mobil siaga desa” is intended as a transportation for the village government in providing the best possible service to the village community. Optimizing village government services is one of them in handling existing health cases before being handled by health services. Communities have different views and understandings regarding the use of “mobil siaga desa”. This qualitative research is to find out the feelings, opinions, desires and expectations of the community with the existence of an existing “mobil siaga desa”. Participants in this study were the peoples whose villages received “mobil siaga desa” grants, they are residents of RW 3, Bendo Kidul, Bendo Pare Kediri. Partisipan who’s were taken using a purposive sampling technique. Total of 6 residents who were willing to participate in providing research data and after going through data analysis using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) found 5 themes, namely; feeling a lack of coordination in use, feeling a lack of understanding of benefits, feeling the benefits, assuming the official car for the village apparatus, and feeling difficult when needed. From the findings of the above themes it is possible that there is a need for clarity on the use of “mobil siaga desa” for the community so that their utilization is more optimal. It may also be necessary to have a Village Head's Decree for guidelines for operating “mobil siaga desa” with Standard Operating Procedures (SPO) to be conveyed to the community. This research is only a small scope of the village area, so similar research may be needed in a wider scope to find out the extent to which the “mobil siaga desa” is useful. Keywords : Performance, Cars, Patients, Emergency, Transportation
PENGARUH TEHNIK RELAKSASI IMAGERY TERHADAP DETEKSI PHOBIA PADA MAHASISWA PRODI D3 KEPERAWATAN STIKES PAMENANG Khosasih, Mohammad Ikhwan; Atmojo, Didik Susetiyanto; Wiseno, Bambang
coba Vol 13 No 1 (2024): November 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i1.717

Abstract

Pendahuluan : Pendidikan kesehatan, khususnya Diploma III Keperawatan, merupakan bagian dari jenjang pendidikan tinggi bagi tenaga kesehatan. Dalam proses perkuliahan, tidak semua mahasiswa merasa nyaman, disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah rasa ketakutan yang disebabkan oleh fobia. Untuk mengurangi rasa ketakutan tersebut, diperlukan deteksi dini terhadap fobia agar dapat segera ditangani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi imagery terhadap deteksi dini fobia.Metodologi :Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design (one group pre-post test design). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester I Program Studi Keperawatan Pamenang, yang berjumlah 38 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah 33 orang.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diterapkan teknik relaksasi imagery, seluruh mahasiswa (33 orang atau 100%) tidak merasa mengalami fobia. Namun, setelah penerapan teknik relaksasi imagery, sebagian besar mahasiswa (24 orang atau 72,7%) tidak mengalami fobia, sedangkan 9 orang (27,3%) masih mengalami fobia. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed-Rank Test, didapatkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,003 (<0,05), yang menunjukkan bahwa H1 diterima.Diskusi : Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknik relaksasi imagery memiliki pengaruh terhadap deteksi dini fobia. Deteksi dini fobia diharapkan dapat meminimalkan jumlah mahasiswa yang keluar dari pendidikan akibat fobia terhadap hal-hal medis, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Kata kunci : Tehnik Relaksasi Imagery, Phobia
Homecare Interest For Post Hospitalizing Patient In Pare Region Christianto Nugroho; Suryono Suryono; Bambang Wiseno
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.450

Abstract

The main purpose of this research is for identifying the relevant market, analyzing homecare requests to the relevant patient (identify buyer, willingness to buy), determining the segment of homecare interest during covid-19. This research uses an analytic description by using a quantitative approach. The research population is posted hospitalizing patients in RSUD Pare. Data collection was gotten by disseminating questionnaires to the patient in RSUD Pare which shows the identification of respondents to the homecare during covid-19 based on demography, geography, illness, hospitalization class, patient desire. The final result of the research is found that the amount of post-hospitalizing patients with high interest is 102 respondents (59,3%), 59 respondents (34,3%) very high, and 11 respondents (6,4%) medium. Homecare can ease society to get maximal health service, which is provable by the high number of social interest to join the homecare program.
Psychological Impact Of Mount Kelud Eruption On Children In (Ring 1) Desa Kebonrejo Village, Kepung, Kediri District; Qualitative Research Bambang Wiseno; Nugrahaeni Firdaus; Maulana Rahmat Hidayatullah
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.451

Abstract

Children who are a vulnerable group in disasters need special attention to reduce the negative risk of their life. This qualitative research with a phenomenological approach was conducted on children who survived the Mount Kelud eruption. Referring to the research aim and after analyzing the data with Interpretative Phenomenology Analysis (IPA), 6 (six) themes were found, namely: feeling the need to pray a lot, feeling afraid if the kelud volcano erupts again, the more affection for parents, feeling afraid of death, feeling slopes Kelud is the land of birth, and feels uncomfortable in the refuge. From all the themes can be concluded that the children who survived the 2014 eruption of Mount Kelud still felt frightened by the condition of Mount Kelud that might erupt, making them more prayerful and happy to help their parents because they didn't want their parents to be difficult.
The Influence of Work Discipline on the Quality of Excellent Service for Health Administration Staff in Hospital Kediri Regency Luluk Susiloningtyas; Aris Dwi Cahyono; Bambang Wiseno; Supapak Phetrasuwan
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2022): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v11i1.887

Abstract

The quality of excellent service for health administration staff has an important role in maintaining the quality of the hospital. Efforts are needed to improve the quality of excellent service for health administrative staff so that hospital services are more optimal, effective and efficient. One of the efforts to improve the quality of excellent hospital services is to increase work discipline in the provision of health administrative services. The purpose of this study is analyzing the influence of work discipline on the quality of service excellence for health administrative staff in Kediri Hospital. This study was a correlational analytic study that was conducted between August to September 2021 in Kediri Hospital. The research sample is 42 Health Administration staff at Kediri Regency Hospital according to the inclusion criteria and sampling technique used was Acidental Sampling. The dependent variable is the quality of excellent service for health administrative staff.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PESERTA PROLANIS TERHADAP DETEKSI DINI PENCEGAHAN STROKE Atmojo, Didik Susetiyanto; Khosasih, Mohammad Ikhwan; Wiseno, Bambang
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.852

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian yang sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini dan penanganan yang cepat. Peserta dalam Program Manajemen Penyakit Kronis (Prolanis) memiliki risiko tinggi mengalami stroke akibat kondisi medis yang menyertainya, sehingga peningkatan pengetahuan mengenai deteksi awal menjadi sangat penting melalui intervensi edukatif yang terarah. Tujuan: Mengetahui perubahan tingkat pengetahuan peserta Prolanis mengenai deteksi dini stroke sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 50 peserta Prolanis di Klinik dr. Cherslina Subagyo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dalam bentuk edukasi kesehatan menggunakan metode komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) secara langsung. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner standar mengenai pengetahuan deteksi dini stroke. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test. Hasil: Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan yang signifikan setelah intervensi (p < 0,001). Sebelum edukasi, sebanyak 92% peserta berada dalam kategori pengetahuan rendah, sementara setelah edukasi, 72% peserta masuk dalam kategori pengetahuan tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi berhasil menyampaikan informasi penting mengenai gejala awal stroke dan pentingnya deteksi dini secara efektif. Kesimpulan: Edukasi kesehatan yang dirancang secara sistematis terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta Prolanis terkait deteksi dini stroke. Intervensi serupa disarankan untuk diterapkan secara rutin dalam program edukasi kesehatan Prolanis guna meningkatkan kewaspadaan serta respons cepat terhadap gejala stroke. Kata Kunci: Prolanis, Pengetahuan, Deteksi Dini Stroke, Edukasi Kesehatan
EDUKASI TENTANG TRANSPORTASI ORANG SAKIT PADA MASYARAKAT DI DESA PELEM, PARE, KABUPATEN KEDIRI.: EDUCATION ABOUT PATIENT TRANSPORTATION IN THE COMMUNITY IN PELEM VILLAGE, PARE, KEDIRI REGENCY Wiseno, Bambang; Khosasih, Ikhwan
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.335

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Usaha dalam melayani dan meningkatkan kesehatan masyarakat selalu terus digalakkan lewat keterlibatan segala unsur masyarakat di berbagai bidang kesehatan termasuk edukasi tentang transportasi orang sakit yang diberikan oleh tim stikes pamenang, hal ini karena masyarakat terus berkembang dan terus berganti dari generasi ke generasi sehingga perlu konsistensi atau keajegan dalam mendidik dan melayani masyarakat untuk selalu hidup sehat dan mendapatkan pelayanan yang baik dibidang kesehatan. untuk itu diperlakukan usaha-usaha yang dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia. Metode: Metode yang digunakan dengan memberikan ceramah, diskusi, tanya jawab dan mendemonstrasikan kepada peserta mengenai cara mengangkat, memindahkan dan mengangkut orang sakit baik satu atau lebih dari satu penolong dengan menggunakan alat bantu, sekaligus dilakukan diskusi dan tanya jawab saat praktek langsung tersebut. Hasil: Kegiatan ini meningkatkan antusiasme peserta terbukti dengan tidak adanya peserta yang mengundurkan diri selama kegiatan tersebut dan peserta berharap nanti ada kegiatan berikutnya tentang pendidikan kesehatan dengan topik lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Analisa: Pendidikan kesehatan pada masyarakat yang berkelanjutan diharapkan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam menangani masalah kesehatan yang ada, khususnya transportasi orang sakit. Diskusi: Pendidikan kesehatan penting diberikan kepada masyarakat awam sehingga mereka dapat berperan aktif dalam meningkatakan derajat kesehatan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitanya terutama saat terdapat warga yang sakit dan memerlukan pengobatan segera. Abstract Introduction: Community health efforts are always encouraged through all fields in health to serve the community including the education of health transportation by stikes pamenang team. Health is one of the elements that influences the development of human life that always changing to the next generation, for that efforts consistency is needed, it can improve the health of the Indonesian people. Method: The method by gifing lectures, questions and discussions also directly demonstrating to participants on how to lift, move and transport sick people with one or more helper by using tools to transport. Results: This activity is developing enthusiasm the participants, proven by no one of the participants left as long health education was done. Participants hope that activity can be continued to the next with other topics according to the needs of the community. Analysis: By providing sustainable health education to the community, it is hoped the problems in dealing with existing health problems can be solved, especially transportation of sick people. Discussion: Health education to the community is important to be given so they can play an active role in improving the health of themselves and their families and the surrounding community, especially when there are residents who are sick and need immediate treatment.