Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Budaya Konsumsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi di Universitas Negeri Padang: Perspektif Sosiologi Budaya Leona Saskia; Hanafi Saputra; Fauzanah Fauzan El Muhammady; Larasta Agustina; Roni Ramadhani; Mitzy MS; Nezza EP
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.639

Abstract

Budaya konsumsi mahasiswa merupakan fenomena sosial yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, media sosial, dan perubahan gaya hidup di era digital. Konsumsi tidak lagi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan identitas diri, gaya hidup, dan simbol status sosial. Kondisi ini terlihat pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang yang tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosial dan media digital dalam membentuk pola konsumsi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pola konsumsi mahasiswa, memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, mengkaji makna konsumsi, serta menganalisis peran lingkungan pergaulan dalam membentuk budaya konsumsi mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan perspektif sosiologi budaya untuk memahami konsumsi sebagai bagian dari pembentukan identitas diri, gaya hidup, dan realitas sosial mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Selasar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang pada tanggal 4–10 Mei 2026. Informan penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya konsumsi mahasiswa dipengaruhi oleh lingkungan sosial, media digital, dan gaya hidup. Konsumsi dimaknai tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan, tetapi juga sebagai sarana membangun identitas diri, mengikuti tren, dan memperoleh pengakuan sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam membedakan kebutuhan dan keinginan agar lebih bijak dalam berperilaku konsumsi di tengah perkembangan budaya konsumsi modern.
Perilaku Konsumtif Mahasiswa Departemen Sosiologi UNP dalam Pembelian Barang Estetis: Studi Kasus Smart Buyer Adellia Mutiara Putri; Hanafi Saputra; Fara Aisyah Zalma; Elsa Putri Hardyanti; Shilva Putri Mahendra; Metra Alvionita; Eva Dwi Iswari
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.653

Abstract

Perkembangan e-commerce dan media sosial mendorong perubahan pola konsumsi mahasiswa dari konsumsi berbasis kebutuhan menuju konsumsi berbasis simbol, estetika, dan kepuasan emosional. Mahasiswa cenderung membeli berbagai barang estetis bernilai guna rendah karena dipengaruhi budaya visual digital, tren media sosial, dan strategi promosi e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa dalam pembelian barang estetis bernilai guna rendah pada platform e-commerce, memahami pembentukan identitas smart buyer melalui promo tanggal kembar, serta mengkaji rasionalisasi mahasiswa terhadap perilaku konsumtif tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian berjumlah tujuh orang mahasiswa Universitas Negeri Padang yang dipilih menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi barang estetis telah menjadi bagian dari gaya hidup digital mahasiswa. Promo e-commerce seperti diskon, cashback, dan gratis ongkos kirim pada momentum tanggal kembar turut membentuk identitas mahasiswa sebagai smart buyer dalam aktivitas belanja online. Selain itu, mahasiswa cenderung merasionalisasi pembelian barang estetis sebagai sesuatu yang wajar karena dianggap mampu memberikan kepuasan visual dan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumtif mahasiswa di era digital tidak lagi hanya dipengaruhi kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh budaya konsumsi simbolik dan media sosial.
Makna Simbol Budaya dalam Pembentukan Identitas Mahasiswa di Kota Padang: Studi Kualitatif pada Mahasiswa Multikultural Ratu Fitri Aisyah; Hanafi Saputra; Hawa Fadillah Islami; Husnul Hayati; Aisyah Sri Ramadhani; Tasya Martasari
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.685

Abstract

Dalam lingkungan kampus yang multikultural, simbol budaya tidak hanya berfungsi sebagai penanda asal-usul budaya, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun hubungan sosial, mempertahankan identitas budaya, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna simbol budaya yang dimiliki mahasiswa serta menjelaskan peran simbol budaya dalam pembentukan identitas mahasiswa multikultural di Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa Universitas Negeri Padang yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah dan logat merupakan simbol budaya yang paling dominan dimaknai mahasiswa sebagai penanda identitas diri dan asal-usul budaya. Selain itu, adat istiadat, nilai kesopanan, dan kebiasaan yang diwariskan keluarga juga menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas mahasiswa. Interaksi dengan mahasiswa dari latar belakang budaya yang berbeda mendorong terjadinya proses negosiasi identitas, di mana mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial tanpa meninggalkan budaya asal yang dimilikinya. Temuan penelitian menegaskan bahwa identitas mahasiswa terbentuk melalui proses pemaknaan simbol budaya yang berlangsung dalam interaksi sosial sehari-hari, sehingga simbol budaya tidak hanya berfungsi sebagai representasi budaya, tetapi juga menjadi unsur penting dalam pembentukan identitas dan penguatan hubungan sosial di lingkungan kampus multikultural.