Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Principal’s Transformational Leadership Style and Its Impact on Elementary School Teachers’ Performance Tarno; Jufri
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 3 No. 4 (2025): DECEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the principal’s transformational leadership and its impact on teacher performance in an elementary school context through a case study at SDN 1 Buton. The study is grounded in the need for elementary schools to improve instructional quality and strengthen teachers’ work culture amid policy changes, the reinforcement of literacy and numeracy, and increasing accountability in educational services. The research aims to describe the principal’s transformational leadership practices based on the dimensions of idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration, and to analyze their implications for teacher performance in lesson planning, instructional implementation, assessment practices, classroom management, and professional development. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in depth interviews with the principal and teachers, observations of school and classroom activities, and document analysis (school programs, instructional plans, supervision notes, and teaching administration). Data were analyzed thematically through iterative processes of reduction, categorization, and conclusion drawing, with source and method triangulation to enhance credibility. The findings indicate that transformational leadership builds teachers’ trust and collective commitment through role modeling and policy consistency; enhances work motivation through a clear vision and recognition; encourages gradual innovation through reflective practices and sharing forums; and strengthens psychological safety through coaching-oriented supervision. These practices were associated with more structured instructional documents, more active and responsive teaching, more consistent formative assessment and follow up, and more orderly classroom management. Key constraints included administrative workload, varying levels of digital readiness, limited resources, and student heterogeneity. The study recommends streamlining administrative demands, strengthening teacher professional learning communities, and improving resource support to sustain performance gains.
Islamic Values as Foundation Management Based School at Madrasah Jufri
SYATTAR Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal: Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the role of Islamic values as a conceptual foundation for the implementation of School-Based Management (SBM) in madrasas. The research is motivated by the tendency of SBM practices in madrasas to emphasize administrative and technocratic aspects, while the systematic integration of Islamic values remains limited. This study employs a library research method with a theoretical approach by analyzing scholarly literature related to School-Based Management, Islamic Educational Management, and Islamic ethical and value theories. Data were collected from authoritative books, peer-reviewed national and international journal articles, and relevant educational policy documents. Data analysis was conducted through content analysis and theoretical synthesis to identify the relationship between Islamic values and managerial functions in madrasas. The findings indicate that the values of trustworthiness , justice, consultation , responsibility, and ihsan (excellence) are highly relevant to all managerial functions, including planning, organizing, implementation, and evaluation. The integration of these values strengthens managerial effectiveness, fosters an ethical organizational culture, and reinforces the Islamic identity of madrasas. The study concludes that School-Based Management in madrasas will be more contextual, value-oriented, and sustainable when Islamic values are positioned as the core foundation of educational management. This research contributes theoretically to the development of Islamic Educational Management and provides practical insights for madrasah leaders and education policymakers in designing value-based management models responsive to contemporary educational challenges.
Pengembangan Literasi Digital Guru Sekolah Dasar melalui Implementasi Ebooks Muhammad Yusnan; Farisatma; La Ode Fajrul Islam Sabti; Jufri Agus; Abdul Rahim; Jufri; Rusli; Maudin
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 2 No. 1 (2024): APRIL, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v2i1.7005

Abstract

Penggunaan ebooks juga mendukung keberlanjutan, karena mengurangi ketergantungan pada buku cetak dan berdampak positif pada lingkungan. Dengan fitur interaktif ini, ebooks menjadi alat yang efektif untuk mengasah keterampilan digital sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Masyarakat. Ebooks memungkinkan akses setara ke materi pendidikan, bahkan untuk siswa di daerah terpencil atau yang memiliki keterbatasan fisik. Dengan opsi seperti pembesaran teks, pembacaan suara otomatis, dan penerjemahan, ebooks memudahkan siswa dengan kebutuhan khusus untuk tetap bisa belajar dengan nyama. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk mengembangkan Literasi Digital Guru Sekolah Dasar melalui Implementasi Ebooks. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan analisis situasi di SD Negeri 3 Katobengke. Langkah ini dilakukan melalui survei awal untuk mengetahui tingkat literasi digital guru, kendala yang dihadapi, dan ketersediaan infrastruktur seperti perangkat teknologi dan akses internetHasil pengabdian ini menunjukan bahwa kegiatan Pengembangan Literasi Digital Guru SD Negeri 3 Katobengke melalui Implementasi Ebooks, pelatihan yang diberikan berhasil meningkatkan keterampilan digital guru dalam memanfaatkan ebooks untuk pembelajaran. Hal ini mendorong perubahan metode pengajaran yang lebih kreatif dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Meskipun demikian, perlu adanya perbaikan infrastruktur teknologi dan pendampingan berkelanjutan agar program ini dapat berjalan optimal.
Sosialisasi Anti Bullying melalui Media Animasi sebagai Upaya Edukasi dan Pencegahan di Kalangan Pelajar Jufri; Abdul Rahim; La Ode Sahrin Djalia; La Jusu; Basri; Muhammad Alfaharizman; Atun Nikmat
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 2 No. 2 (2024): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v2i2.7044

Abstract

Bullying merupakan salah satu masalah serius di lingkungan sekolah yang berdampak negatif pada perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Di SMPN 9 Buton Tengah, fenomena bullying, baik verbal maupun fisik, masih cukup sering terjadi, dengan rendahnya kesadaran siswa mengenai dampak negatif dari tindakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sosialisasi anti-bullying melalui media animasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang bahaya bullying serta cara pencegahannya. Dalam pelaksanaannya, sosialisasi ini menggunakan animasi dengan konten lagu edukatif yang mengajarkan nilai-nilai persahabatan, toleransi, dan pentingnya saling menghormati. Hasil dari pelaksanaan sosialisasi menunjukkan bahwa media animasi efektif dalam menarik perhatian siswa dan menyampaikan pesan secara lebih mudah dipahami. Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai bullying dan lebih peduli terhadap sesama. Meski demikian, diperlukan program lanjutan untuk memastikan perubahan perilaku yang berkelanjutan, seperti pelatihan keterampilan sosial dan pembentukan kelompok siswa yang bertugas mengkampanyekan nilai-nilai anti-bullying. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih positif, inklusif, dan bebas dari bullying.
Optimalisasi Budaya Literasi Melalui Pendampingan Pembuatan Pojok Literasi di SMPN 9 Buton Tengah Basri; Maudin; Muhamad Ridwan; Jufri; Irma Oihu; Niken Handayani; La Ode Fajrul Islam Sabti; Gabriel Fredi Daar
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 1 (2025): APRIL, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i1.7716

Abstract

Budaya literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Namun, di wilayah 3T seperti Buton Tengah, literasi siswa masih tergolong rendah akibat minimnya sarana pendukung dan kurangnya keterlibatan guru dalam pengelolaan kegiatan literasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan budaya literasi melalui program pendampingan pembuatan pojok literasi yang layak dan menarik di SMPN 9 Buton Tengah. Metode pelaksanaan mencakup tahap perencanaan berupa observasi kebutuhan, penyusunan desain ruang baca, serta pelatihan guru terkait strategi literasi yang aplikatif. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kolaborasi aktif warga sekolah dalam membangun pojok literasi, pengadaan bahan bacaan yang sesuai, serta pendampingan guru dalam merancang dan mengimplementasikan program literasi kelas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pojok literasi yang dirancang secara estetis dan fungsional mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap aktivitas membaca. Selain itu, kapasitas guru dalam mengelola kegiatan literasi meningkat melalui pelatihan dan praktik langsung, yang mendorong mereka menjadi agen penggerak literasi sekolah. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komunitas belajar yang kolaboratif antara guru dan siswa. Secara keseluruhan, pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat budaya literasi berbasis partisipasi dan konteks lokal. Program ini dapat dijadikan model replikatif bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil lainnya yang menghadapi tantangan serupa dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Strategi Promosi Program Studi Melalui Pembuatan Konten Edukatif Berbasis Media Sosial Oktaviana Purnamasari; Fitrinanda An Nur; Ida Ri’aeni; Madi; Rusli; Jufri; Harry Fajar Maulana
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i2.8046

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan strategi promosi program studi melalui pembuatan konten edukatif berbasis media sosial di Universitas Muhammadiyah Buton. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan penguatan citra akademik, serta belum optimalnya kapasitas sivitas akademika dalam mengelola komunikasi digital secara terencana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan strategi konten, implementasi produksi konten, serta evaluasi dan refleksi. Peserta kegiatan melibatkan dosen, mahasiswa, dan pengelola program studi sebagai aktor utama dalam proses pengembangan konten. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam merancang serta memproduksi konten edukatif yang informatif, kontekstual, dan mencerminkan identitas keilmuan program studi. Konten yang dihasilkan mampu meningkatkan keterlibatan audiens dan memperkuat citra institusi sebagai pusat pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan digital. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya budaya kolaboratif dan literasi digital yang berkelanjutan di lingkungan akademik. Dengan demikian, strategi promosi berbasis konten edukatif terbukti efektif sebagai pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung transformasi komunikasi pendidikan tinggi dan penguatan daya saing institusi secara berkelanjutan.
Pembinaan Minat dan Bakat Siswa melalui Kegiatan Seni Kreatif Berbasis Budaya Lokal Jufri; Wardah; Yusni Nur Sakinah Halim; Fifi Hafidzah Ismail; Alan
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 1 (2025): APRIL, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i1.8052

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa melalui kegiatan seni kreatif berbasis budaya lokal di SD IT Rumah Anak Soleh Pasarwajo. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya ruang pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran formal serta belum optimalnya pemanfaatan potensi budaya lokal sebagai media pendidikan karakter. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan kegiatan seni kreatif, serta evaluasi dan refleksi bersama. Kegiatan difokuskan pada aktivitas seni visual yang dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, dan pemahaman nilai-nilai sosial serta budaya pada siswa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis seni kreatif mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, memperkuat ekspresi diri, serta menumbuhkan sikap positif seperti kerja sama, tanggung jawab, dan apresiasi terhadap budaya lokal. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pembinaan potensi anak secara berkelanjutan.Program pengabdian ini memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan model pendidikan berbasis budaya lokal yang relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar dan dapat direplikasi pada konteks pendidikan serupa.
Edukasi Ecoprint sebagai Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan di Sekolah Dasar Jufri; Adhy Wahyudi Rahman; Wa Ode Rati; Nurjana; Nurul Melani Putri; Narti; Putri Anjani; Wa Nengsih; Andina Kabakoran; Dwi Rahmandani; Aldy Rahman; Farhan Anggriansyah; Melisa Ahmad B; Muhamad Yazid Aziz
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i2.8055

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi pemanfaatan ecoprint sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan di sekolah dasar melalui penggunaan tanaman lokal yang ramah lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi sekolah dasar di wilayah pedesaan adalah keterbatasan media pembelajaran kontekstual serta rendahnya integrasi pendidikan lingkungan dalam proses pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan di SDN 89 Buton Desa Harapan Jaya Kecamatan Lasalimu Selatan dengan melibatkan guru dan siswa sebagai subjek utama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep pendidikan lingkungan dan ecoprint, pelatihan praktik ecoprint, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi siswa dalam pembelajaran, peningkatan pemahaman konsep lingkungan, serta berkembangnya kreativitas dan keterampilan siswa dalam menghasilkan karya ecoprint. Guru memperoleh wawasan dan keterampilan baru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis lingkungan yang sederhana, murah, dan sesuai dengan konteks lokal. Pemanfaatan tanaman lokal sebagai pewarna alami juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran ekologis dan sikap peduli lingkungan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini memberikan kontribusi akademik berupa model pembelajaran berbasis lingkungan yang aplikatif serta kontribusi sosial dalam mendukung pendidikan berkelanjutan di sekolah dasar. Ecoprint berbasis tanaman lokal berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai media pembelajaran inovatif yang mendukung pembentukan karakter dan kesadaran lingkungan sejak dini.
Pembinaan Spiritual dan Karakter Islami Siswa Sekolah Dasar melalui Pembiasaan Shalat Dhuha Berjamaah di SDN 21 Buton Basri; La Jusu; Abdul Rahim; La Ode Sahrin Djalia; Jufri
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i2.8060

Abstract

Pembinaan spiritual dan karakter Islami merupakan aspek fundamental dalam membentuk kepribadian siswa sekolah dasar yang beriman, berakhlak mulia, dan berdisiplin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter Islami siswa melalui pembiasaan shalat dhuha berjamaah di SDN 21 Buton. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan guru, siswa, serta pihak sekolah sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan. Metode pelaksanaan meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan program pembiasaan, pelaksanaan shalat dhuha berjamaah secara rutin, serta monitoring dan evaluasi terhadap perubahan perilaku siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran spiritual, kedisiplinan, dan tanggung jawab siswa dalam menjalankan aktivitas pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari. Pembiasaan shalat dhuha tidak hanya memperkuat aspek religiusitas siswa, tetapi juga membentuk sikap positif seperti ketertiban, kebersamaan, dan ketenangan emosional. Selain itu, keterlibatan aktif guru sebagai teladan berperan penting dalam menumbuhkan budaya religius yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dan menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah dapat menjadi strategi efektif dalam membangun karakter siswa sekolah dasar. Program ini berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan lain dengan karakteristik serupa sebagai upaya penguatan pendidikan karakter secara berkelanjutan.
Strengthening Community Legal Literacy on Land Boundaries and Land Rights in Saragi Village L.M. Ricard Zeldi Putra; Samsul; Wa Ode Novita Ayu Muthmainna; Jufri; Alimato
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service article reports the implementation and outcomes of a program entitled “Strengthening Community Legal Literacy on Land Boundaries and Land Rights in Saragi Subdistrict.” The program was developed in response to recurring community challenges related to unclear land boundaries, weak documentation, and limited understanding of land rights and administrative procedures, which may escalate into prolonged disputes and social tension. The main objective was to improve residents’ legal literacy and practical capacity to prevent and manage land boundary issues in an orderly and peaceful manner. The program employed a participatory educational approach consisting of three phases: preparation, core implementation, and evaluation with follow-up. During the preparation phase, coordination with the subdistrict office, neighborhood leaders (RT/RW), and community figures was conducted to map common problems and tailor the content to local needs. The core implementation involved three main activities: (1) legal socialization and education on land boundaries, land rights, ownership evidence, and precautionary principles in transactions and inheritance; (2) practical boundary clarification training, including simulations of boundary marker placement, simple boundary sketch mapping, photo documentation, and drafting written boundary agreements (minutes) acknowledged by local authorities; and (3) a consultation clinic with light mediation support to guide residents in resolving boundary issues through structured deliberation before resorting to formal legal channels. Evaluation results indicated increased participant understanding of key land-law concepts, improved awareness of the importance of documentation and witnesses, and stronger readiness to apply preventive practices. The program also produced practical outputs, including document templates (boundary minutes and land-document checklists) and a recommended local contact point for ongoing guidance. Overall, the program demonstrates that integrating education, hands-on practice, and consultative support can strengthen community legal literacy, reduce dispute risks, and promote social harmony in land-related matters.