Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efek Pendekatan Pembelajaran Kolaboratif Guru dan Siswa melalui Program Komunikasi Kelas di Sekolah Dasar La Ode Fajrul Islam Sabti; Jufri
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan pembelajaran kolaboratif antara guru dan siswa di sekolah dasar memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan siswa, baik dari segi akademik maupun sosial. Kolaborasi ini menumbuhkan suasana belajar yang lebih interaktif dan dinamis, di mana siswa dapat berbagi ide dan pendapat mereka, sekaligus meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri. Proses. Metode kegiatan pembelajaran kolaboratif melalui program komunikasi kelas di SD Negeri 2 Nganganaumala menggunakan pendekatan diskusi kelompok dan presentasi. Guru bertindak sebagai fasilitator, membimbing siswa dalam memahami materi melalui interaksi aktif antar siswa. Metode ini melibatkan pembagian siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil, di mana mereka diberi tugas untuk dibahas Bersama. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa Penerapan Program Komunikasi Kelas di SD Negeri 2 Nganganaumala berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang kolaboratif dan efektif. Dengan perencanaan yang cermat, siswa diperkenalkan pada konsep komunikasi dan kerja sama yang penting, yang kemudian diaplikasikan melalui pembagian tugas kelompok yang merata. Proses diskusi kelompok yang diawasi dengan baik oleh guru memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi ide-ide mereka secara aktif dan belajar dari satu sama lain. Implementasi program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, tetapi juga mengembangkan keterampilan interpersonal dan kemampuan bekerja dalam tim.
Partisipasi Komite Sekolah dalam Manajemen Berbasis Sekolah di Lembaga Pendidikan Islam Jufri; Abdul Rahim; La Ode Sahrin Djalia; La Ode Fajrul Islam Sabti
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 23 No 1 (2026): Volume 23 Nomor 1 2026
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v23i1.24154

Abstract

This study examines school committee participation in improving the quality of Islamic educational institutions through strengthening School-Based Management (SBM). The study was conducted at MA Al-Qoyyuum Hendea, Hendea Village, Sampolawa Subdistrict, South Buton Regency, a madrasah established in 2020 through community self-help initiatives. Using a qualitative case study design, data were collected through semi-structured interviews with the madrasah principal, teachers, committee officers, parents, community leaders, and high-achieving students; limited observations of committee meetings and coaching activities; and document analysis (program plans, meeting minutes, evidence of community contributions, and records of student achievements). Data were analyzed thematically through coding, categorization, and theme development, while trustworthiness was ensured through source method triangulation and member checking. The findings indicate that committee participation is substantive and multidimensional. The committee played a crucial role in mobilizing resources and legitimacy during the madrasah’s establishment, contributed to setting program priorities, and supported quality improvement initiatives especially coaching for science and sports achievements which strengthened public trust. In addition, the committee functioned as a channel for parents’ aspirations and a social mediator to maintain community cohesion. These findings align with social capital and participatory governance perspectives that emphasize trust, shared ownership, and deliberative decision-making. However, the sustainability of participation remains constrained by variations in parents’ capacity, reliance on personal relationships, and insufficiently standardized program–budget documentation. In conclusion, institutionalizing clear procedures, consistent reporting, and indicator based evaluation is necessary to ensure that committee participation yields long-term impacts on madrasah quality.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anti-Bullying Siswa SMP Negeri 29 Buton Foni Sipala; Abdul Rahim; Jufri
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas persoalan meningkatnya praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang berdampak pada rasa aman, martabat, dan perkembangan psikososial peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter anti-bullying serta mengkaji peran guru PAI di SMP Negeri 29 Buton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, observasi pembelajaran serta interaksi sosial di sekolah, dan dokumentasi program keagamaan serta tata tertib sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai PAI berlangsung secara sistematis melalui tahap transformasi nilai (penanaman pemahaman akhlak), transaksi nilai (dialog dan pengaitan materi dengan fenomena bullying), hingga internalisasi (pengamalan nilai menjadi kebiasaan). Proses ini diperkuat oleh pembelajaran PAI yang kontekstual dan partisipatif (diskusi, refleksi akhlak, media edukatif), pembiasaan religius dan sosial (doa bersama, budaya 5S, antre, gotong royong, pesantren kilat, pembinaan Ramadan), serta penegakan tata tertib berbasis pembinaan moral. Guru PAI berperan strategis sebagai pendidik nilai, teladan, pembimbing, dan pembina yang mengedepankan pendekatan edukatif. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi pembelajaran, keteladanan, dan budaya sekolah efektif menumbuhkan karakter anti-bullying.