Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi Posisi Ergonomi Dalam Bekerja Sebagai Upaya Preventif Terhadap Kasus Low Back Pain Pada Petani di Desa Padomasan Puriani, Agnees Dwi; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3234

Abstract

Petani di pedesaan sering menghadapi risiko gangguan muskuloskeletal, terutama Low Back Pain (LBP) akibat posisi kerja yang tidak ergonomis. Edukasi mengenai posisi kerja yang baik menjadi faktor penting dalam mencegah cedera ini dan meningkatkan kesejahteraan petani. Penyuluhan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para petani terkait dengan posisi ergonomi saat bekerja serta dampaknya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kepada petani berupa promosi kesehatan mengenai posisi ergonomi dan low back pain dengan menggunakan leaflet sebagai media, melakukan pre-test dan post-test sebelum dan setelah dilakukannya penyuluhan guna mengetahui pemahaman dari para subjek terkait materi yang diberikan. Terdapat peningkatan pemahaman subjek dari 0% menjadi 100% setelah dilakukan penyuluhan. Proses penyuluhan yang dilakukan berjalan dengan lancar, terdapat peningkatan pemahaman terkait posisi ergonomi yang baik serta dampaknya dari petani setelah penyuluhan. Kegiatan penyuluhan yang sudah dilaksanakan di Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait posisi ergonomi dan dampaknya seperti low back pain.
TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TERHADAP OSTEOARTHRITIS KNEE DI POSYANDU ANGGREK TUNJUNG SEKAR Fajrin, Muhammad Andhika Noval; Rosidah, Nikmatur; Sucahyo, Eleonora Elsa
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol3No2.pp175-180

Abstract

Osteoarthritis of the knee is a degenerative joint disease characterized by pathological symptoms in the entire joint structure, cartilage damage, development of osteophytes and sclerosis at the edges of the bones, stretching of the joint capsule, inflammation and weakness. the muscles around the joint. Risk factors for knee osteoarthritis are genetics, age, gender, obesity and metabolic disorders. This study aims to determine the level of knowledge of elderly people regarding knee osteoarthritis. This type of research uses outreach and poster methods as output results. Before being given counseling, 0% of the 10 respondents did not know information related to knee osteoarthritis, but after being given the counseling, 100% of the 10 respondents were able to answer all questions in the questionnaire correctly. There is a difference in respondents' knowledge before and after being given education about knee osteoarthritis.
PENGARUH SENAM TRILOKA TERHADAP TINGKAT KESEIMBANGAN PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH Damayanti, Alfina Chintya; Yuliadarwati, Nungki Marlian; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23259

Abstract

Lansia adalah ketika seseorang yang mencapai 60 tahun keatas. Kenaikan jumlah lanjut usia di Indonesia disebabkan karena kenaikan harapan hidup dikarenakan peningkatan kualitas kesehatan. Indonesia salah satu negara yang jumlah lansianya sangat tinggi di dunia. Lansia akan mengalami beberapa masalah pada tubuhnya karena penurunan fungsi tubuh yang membuat terganggunya kegiatan sehari-hari. Salah satu permasalahan pada lansia yang sangat mengganggu adalah gangguan keseimbangan. Keseimbangan adalah suatu kemampuan untuk mempertahankan kestabilan postur dan salah satu faktor utama dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Masalah keseimbangan yang didapati lansia salah satunya terjadi karena melemahnya otot-otot utama penyangga tubuh. Kelemahan pada otot-otot besar penyangga tubuh lansia disebabkan karena proses degeneratif dimana pada system musculoskeletal mengalami penurunan massa otot-otot sebagian besar dan serta menurunnya aktivitas fungsional. Di Jawa Timur jumlah kasus gangguan keseimbangan pada lansia sebesar 63% yang mengalami ketidakseimbangan tubuh akibat kelemahan otot pada tungkai bawah. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh senam triloka terhadap tingkat keseimbangan lansia. Desain pada penelitian ini memakai kuantitatif  pre-eksperimental dan desain one group pre-test dan post-test. Hasil penelitian ini menyatakan adanya pengaruh senam triloka terhadap tingkat keseimbangan lansia sebelum dan setelah pemberian senam triloka. Kesimpulan dari peneltian ini adalah terdapat pengaruh sebelum dan setelah pemberian senam triloka terhadap keseimbangan lansia.
PENGARUH SENAM TRILOKA TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH Fitriyani, Meylani; Yuliandarwati, Nungki Marlian; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23476

Abstract

Dikatakan lansia adalah suatu periode penutup dalam rentang hidup seseorang, yaitu suatu periode dimana seseorang telah beranjak jauh dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan, atau beranjak dari waktu yang penuh bermanfaat. Usia 60 tahun ke atas merupakan tahap akhir dari proses penuaan yang memiliki dampak terhadap tiga aspek, yaitu biologis,ekonomi, dan sosial. Secara biologis, lanjut usia  akan mengalami proses penuaan secara terus menurus yang ditandai dengan penurunan daya tahan fisik dan rentan terhadap serangan penyakit. Dalam konteks ini, menjaga kebugaran menjadi hal yang penting karena semakin bertambahnya usia, kebugaran cenderung menurun. Cara meningkatkan kebugaran pada lansia salah satunya adalah dengan melakukan senam aerobik low impact seperti senam Triloka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh senam Triloka terhadap tingkat kebugaran lansia yang tinggal di Griya Lansia Husnul Khatimah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Responden penelitian adalah lansia yang tinggal di Griya Lansia Husnul Khatimah dan memenuhi kriteria inklusi. Sampel penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti mencakup variabel independen (senam Triloka) dan variabel dependen (tingkat kebugaran), yang diukur menggunakan six minutes walking test. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Skala data rasio, uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh signifikan senam Triloka terhadap tingkat kebugaran lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah dengan nilai signifikansi p<0,05. Senam Triloka memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kebugaran lansia. Dalam konteks ini, senam Triloka sebagai upaya meningkatkan kebugaran pada lansia menjadi relevan dan dapat dijadikan pilihan strategis dalam program kesehatan lansia.
PENGARUH PLYOMETRIC EXERCISE SPLIT SQUAT JUMP TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI PADA ATLET PENCAK SILAT Akhir, Raudatul; Faradilla Rahim, Anita; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26452

Abstract

Pencak silat dikenal sebagai kegiatan beladiri dan mempertahankan diri. Pencak silat adalah sejenis seni bela diri yang menempatkan penekanan pada sejumlah komponen fisik dan atletis. Power merupakan kemampuan otot untuk bergerak cepat dan cukup kuat untuk mengatasi berbagai jenis hambatan beban.  Split squat jump merupakan jenis olahraga dengan mengaitkan dua tangan di belakang kepala, lalu meloncat jongkok berdiri yang memiliki manfaat untuk fleksibilitas sendi atau otot, ketahanan, kekuatan, dan keselarasan otot sebagai pendukung gerakan dasar teknik pencak silat demi meningkatkan  power otot tungkai bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dampak plyometric exercise split squat jump pada power otot tungkai pada atlet pencak silat. Analisis ini ialah penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre experimental two group pre test post test. Ada 1 kelompok responden yang akan diberi plyometric exercise split squat jump dan 1 kelompok responden yang tidak diberikan plyometric exercise split squat jump. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak tiga puluh (n=30) di UKM Tapak Suci dan UKM PSHT Universitas Muhammadiyah Malang . Data yang di peroleh berupa power otot tungkai bawah yang di ukur dengan menggunakan standing board jump test. Penelitian ini mendapat hasil plyometric exercise split squat jump dengan signifikansi (p) senilai 0,001 (p<0,05). Penelitian ini menyatakan bahwa ada dampak plyometric exercise split squat jump pada power otot tungkai pada atlet pencak silat.
PENGARUH LATIHAN SENAM AEROBIC LOW IMPACT TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA SUSUHBANGO KABUPATEN KEDIRI Azhar Nur Hidayatullah, Muhammad; Rosidah, Nikmatur; Sondang Irawan, Dimas
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27535

Abstract

Elderly people are elderly people aged 60-70 years. Elderly people often experience health problems such as hypertension which can cause sleep disorders. Sleep disturbances that last a long time will result in a decrease in sleep quality which will have an impact on the quality of life. Low impact aerobic exercise is a non-pharmacological therapy option to help overcome sleep quality problems in the elderly. Low impact aerobic exercise has easy and simple movements so it doesn't burden the elderly. This study aims to determine the effect of low impact aerobic exercise on sleep quality in elderly people with hypertension in Susuhbango Village, Kediri Regency. The method used was pre-experimental with a one group pretest-posttest design, the population and sample of this study were elderly people with hypertension who had sleep quality problems in Susuhbango Village, Kediri Regency. This research was carried out by providing intervention in the form of low impact aerobic exercise to the elderly for 1 month 3 times a week. Data were collected using the PSQI questionnaire to determine the level of sleep quality of elderly people during pretest-posttest. The data was processed using the Wilcoxon signed test to determine the effect of low impact aerobic exercise training on sleep quality in elderly people with hypertension in Susuhbango village, Kediri district. Based on the test results using the Wilcoxon signed test, a significant result of p = 0.001 was obtained, where p < 0.05, which means that H? is rejected and H? is accepted, so there is a significant effect of providing low impact aerobic exercise on sleep quality in elderly people with hypertension in Susuhbango Village. Kediri Regency. It can be concluded that there is an influence of low impact aerobic exercise training on sleep quality in elderly people with hypertension in Susuhbango Village, Kediri Regency
PENYULUHAN FISIOTERAPI KOMUNITAS UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG DAMPAK REBAHAN PADA REMAJA DI PUSKESMAS BARENG Akbar Prabaswo, Mukti Ali; Rosidah, Nikmatur; Istiqomah, Siti
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan rebahan yang berlebihan pada remaja dapat menurunkan aktivitas fisik dan berdampak buruk pada kesehatan. Kegiatan penyuluhan fisioterapi komunitas di Puskesmas Bareng dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak rebahan. Melalui media poster, diskusi, serta evaluasi pre-test dan post-test, hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta. Kegiatan ini efektif mendorong remaja agar lebih sadar pentingnya aktivitas fisik dan hidup sehat.
Analisis Posisi Kerja Terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Penjahit Garmen Puri Kawan Antari, I Gusti Ayu Dewi; Rosidah, Nikmatur
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muscoloskeletal disorders (MSDs) merupakan keluhan yang sering dirasakan oleh masyarakat, mulai dari keluhan ringan hingga berat (Restuputri et al., 2017). Gangguan musculoskeletal disebabkan oleh postur kerja yang tidak ergonomis. Postur kerja yang tidak ergonomis dalam jangka lama akan menimbulkan dampak buruk terhadap kondisi kesehatan setiap individu (Hanif, 2016). Salah satu bidang pekerjaan yang berpotensi mengalami keluhan musculoskeletal adalah pekerja industri garmen. Bekerja di bidang industri garmen khususnya sebagai penjahit dalam melakukan pekerjaan cenderung bekerja dengan postur kerja yang statis dan dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu lama. Hal ini mengakibatkan munculnya keluhan-keluhan musculoskeletal yang dirasakan oleh pekerja seperti nyeri leher, nyeri punggung, nyeri pinggang, bahkan nyeri pada kaki (Osni, 2012). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis risiko terjadinya keluhan musculoskeletal disorders pada penjahit di Garmen Puri Kawan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pekerja penjahit yang berjumlah 5 orang. Penelitian ini menggunakan metode REBA untuk menilai postur kerja dan kuesioner nordic body map untuk mengetahui keluhan musculoskeletal para pekerja. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil pengukuran REBA diperoleh nilai 5-7 dengan kategori sedang yang mengindikasikan bahwa perlu dilakukan tindakan untuk perbaikan postur kerja. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya risiko antara posisi kerja terhadap keluhan musculoskeletal disorders pada penjahit di Garmen Puri Kawan.
Skrining Fisioterapi Terhadap Gangguan Kecemasan pada Lansia di Puskesmas Bareng Kota Malang Rachmawati, Feviola Dwi; Anggriani, Devi; Rosidah, Nikmatur; Istiqomah, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3361

Abstract

Setiap individu mengalami berbagai fase kehidupan, dimulai dari masa bayi, remaja, dewasa, hingga memasuki usia lanjut. Masa tua merupakan tahap penutup dalam siklus kehidupan manusia. Pada setiap fase tersebut, kondisi psikologis seseorang dapat mengalami gangguan seperti stres, depresi, maupun kecemasan. Usia lanjut ditandai dengan penurunan fungsi fisik yang lebih signifikan dibandingkan dengan fase kehidupan lainnya. Proses penuaan umumnya berkaitan dengan penurunan kondisi fisik, psikologis, serta sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Keadaan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan, baik secara fisik maupun mental, khususnya pada kelompok lanjut usia. Metode yang digunakan melibatkan pemberian kuesioner tingkat kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) kepada lansia, yang diisi secara jujur sesuai dengan kondisi mereka saat pengisian. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan penyuluhan mengenai gangguan kecemasan serta strategi penanganannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman lansia setelah dilakukan kegiatan penyuluhan di Puskesmas Bareng. Berdasarkan hasil kuesioner HARS, diperoleh data bahwa 20% lansia tidak mengalami gangguan kecemasan, 48% mengalami kecemasan ringan (sebanyak 12 responden), 12% mengalami kecemasan sedang (3 responden), dan 12% mengalami kecemasan berat (3 responden). Selain itu, sebesar 8% lansia menunjukkan tingkat kecemasan sangat berat, dengan dua individu memiliki skor total HARS di atas 41 (>41) yang termasuk dalam kategori parah.