Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Relevansi Literasi Digital dalam Metode Pembelajaran Al-Qur’an: Studi pada Pendidikan Islam Kontemporer Ismi Rohimatun Ni’mah; Bashori
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fw4vvp46

Abstract

Artikel ini mengkaji pentingnya literasi digital dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Al-Qur’an di era digital. Transformasi teknologi informasi telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan, termasuk dalam ranah pendidikan agama Islam. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, tulisan ini mengeksplorasi peran literasi digital dalam memperdalam pemahaman, menumbuhkan minat, serta meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran Al-Qur’an. Literasi digital dalam konteks ini mencakup kemampuan mengoperasikan perangkat digital, memahami konten berbasis daring, serta menerapkan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima. Temuan studi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital seperti aplikasi Al-Qur’an interaktif, video edukatif, dan platform pembelajaran daring dapat memperkaya strategi pembelajaran, menjadikannya lebih kontekstual, menarik, serta mudah diakses. Meski demikian, integrasi teknologi dalam pembelajaran tetap harus memperhatikan nilai-nilai spiritualitas dan etika keislaman. Oleh karena itu, literasi digital tidak hanya berperan dalam meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat pemahaman keagamaan secara holistik di tengah dinamika zaman modern.
Pengaruh Influencer Keagamaan terhadap Perubahan Gaya Hidup Religius Generasi Z: Perspektif Al-Qur’an Putri Zulaikha; Bashori
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Juni 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i6.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer keagamaan terhadap perubahan gaya hidup religius Generasi Z dalam konteks media sosial digital, serta bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an digunakan sebagai kerangka reflektif dalam menilai konten dakwah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan teknik wawancara mendalam terhadap lima informan, penelitian ini menemukan bahwa konten dakwah yang disampaikan secara komunikatif, santun, dan emosional mampu memengaruhi perilaku ibadah, ekspresi identitas keislaman digital, serta motivasi spiritual Gen Z. Temuan juga menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki sikap selektif terhadap otoritas keagamaan digital dengan menggunakan prinsip-prinsip Qur’ani seperti hikmah (Q.S. An-Nahl: 125), ilmu (Q.S. Az-Zumar: 9), tabayyun (Q.S. Al-Hujurat: 6), dan uswah hasanah (Q.S. Al-Ahzab: 21). Penelitian ini menegaskan bahwa ruang digital bukan hanya media dakwah, tetapi juga arena tafsir sosial, di mana Generasi Z secara aktif mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam gaya hidup religius mereka. Hasil ini merekomendasikan pentingnya dakwah digital yang tidak hanya efektif secara komunikasi, tetapi juga otentik secara moral dan sahih secara substansi keislaman.
PENAFSIRAN AL-QUR’AN TENTANG RESILIENSI SPIRITUAL GENERASI Z DALAM KRISIS IDENTITAS KEAGAMAAN DIGITAL Muhammad Zaki Hidayat; Bashori
Jurnal Studi Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Annuqayah (UA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59005/jsqt.v4i1.659

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly influenced the religious orientation of Generation Z, including the emergence of a crisis in religious identity. Living amid open and fast-paced information flows, Generation Z is increasingly exposed to narratives that are not always aligned with traditional Islamic values, resulting in spiritual disorientation and unstable religious identity. This study aims to examine how the interpretation of the Qur'an, particularly through a thematic (mawḍū‘ī) approach, by identifying Qur’anic verses related to spiritual resilience, classifying them into subthemes (patience, trust, consistency), and anlyzing their relevance to Generation Z identify in digital era. This research adopts a qualitative method based on library research, employing thematic interpretation of selected Qur'anic verses related to psychological and spiritual endurance. Thus, the Qur'an serves not only as a normative text, but also as a source of spiritual strength that offers solutions to the crisis of religious identity among Generation Z. This study contributes theoretically to the development of a contextual thematic exegesis approach, and practically to the reinforcement of Qur’an based religious education in the digital era.
Transformasi Makna Tobat dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik dan Relevansi Sosial Mubarak, Muhammad Rizki; Bashori
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i3.324

Abstract

Transformasi makna kata Tobat dalam Al-Qur’an tidak hanya relevan sebagai kajian linguistik, tetapi juga penting dalam memahami peran etika spiritual dalam membangun struktur sosial yang sehat. Artikel ini membahas bagaimana kata Tobat mengalami perluasan makna melalui berbagai bentuk derivatifnya, seperti f‘îil mâḍi, muḍhâri’, amr, masdar, isim fâ‘il, hingga isim makân, dalam konteks ayat-ayat Al-Qur’an. Rumusan masalah dalam kajian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk morfologis kata Tobat mempengaruhi makna yang dikandungnya, serta bagaimana relevansi makna tersebut terhadap nilai-nilai rekonsiliasi sosial dalam ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik dengan kombinasi analisis sinkronik untuk mengkaji struktur kata dalam satuan ayat, serta dikronik untuk menelusuri perkembangan makna antar fase Makkiyah dan Madaniyah. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tobat dalam bentuk lampau menandakan kepastian pengampunan, dalam bentuk fi’il muḍâri’ menunjukkan proses yang terbuka, dan dalam bentuk amr menunjukkan seruan etis kolektif. Adapun bentuk isim makān menunjukkan arah hidup spiritual seorang mukmin. Pada fase Makkiyah, Tobat lebih bersifat personal-transendental, sementara pada fase Madaniyah maknanya meluas menjadi etis-sosial. Dengan demikian, Tobat dalam Al-Qur’an bukan sekadar bentuk pengakuan spiritual, tetapi juga mekanisme korektif untuk membangun kembali relasi sosial yang harmonis dalam masyarakat.
Kajian Kitab Tafsir Mafātīḥ Al-Ghaib Karya Fakhruddin al-Razi Maulida, Husna; Bashori
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 2 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v2i2.26

Abstract

Kitab Mafātīḥ al-Ghaib atau yang dikenal sebagai Tafsir al-Kabir karya Fakhruddin al-Razi merupakan salah satu tafsir monumental dalam tradisi Islam. Karya ini menggunakan pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan aspek teologis, filosofis, logis, dan saintifik, menjadikannya unik dibandingkan dengan kitab tafsir lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur, sistematika, dan kontribusi kitab ini terhadap perkembangan tafsir rasional serta perdebatan teologis di dunia Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur yang berfokus pada analisis isi Mafātīḥ al-Ghaib dan tinjauan kritis terhadap berbagai pandangan ulama terkait kitab ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Razi mengedepankan metode argumentatif dan dialektis dalam penafsirannya, menggabungkan wahyu dengan rasionalitas untuk menjawab tantangan intelektual pada zamannya. Kitab ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu tafsir, terutama dalam menyelaraskan antara agama dan ilmu pengetahuan. Mafātīḥ al-Ghaib merupakan salah satu karya penting yang tidak hanya memengaruhi tradisi tafsir, tetapi juga menyajikan model integrasi antara wahyu dan akal yang tetap relevan hingga saat ini. Tafsir ini menjadi referensi utama dalam kajian Al-Qur'an kontemporer, menginspirasi pendekatan rasional dalam memahami teks-teks suci.
THEMATIC INTERPRETATION AS AN INTEGRATIVE ‎EPISTEMOLOGICAL MODEL FOR CONTEMPORARY ‎ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION Fadly, Ahmad; Kustati, Martin; Bashori
As-Sulthan Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of contemporary sciences often neglects ethical and spiritual foundations, creating a gap between scientific progress and Qur’anic guidance. Previous studies on tafsir maudhu’i have focused on methodology and thematic application but have not systematically developed an integrative epistemological model relevant to Islamic education. This study aims to formulate the Integrative Epistemology of Tafsir Maudhu’i as a conceptual framework for bridging revelation with modern sciences and educational practices. Employing a qualitative library research design, the study analyzes classical tafsir, contemporary exegetical works, and recent scholarly contributions, supported by descriptive, comparative, and normative-contextual analysis. The findings reveal that tafsir maudhu’i integrates normative Qur’anic values, epistemological principles, and practical applications in addressing contemporary challenges such as artificial intelligence ethics, bioethics, environmental sustainability, and religious pluralism. The research advances tafsir studies by introducing a new epistemological model that unites text, reason, and social reality. This model offers practical guidance for Islamic Religious Education curricula, policymaking, and interdisciplinary dialogue between religion and science. The study concludes that tafsir maudhu’i is not merely a hermeneutical method but also an alternative epistemology capable of renewing Islamic thought and contributing to global ethical discourse.
INTEGRATING LOCAL CULTURE AND ISLAMIC EDUCATION FOR CONTEXTUAL CHARACTER IN WEST SUMATRA Rego, Dipalpa; Kustati, Martin; Bashori; Rahman Suyatno, Harif
As-Sulthan Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of moral degradation and character crisis among the younger generation demands a transformation of Islamic education to become more contextual and rooted in local culture. This article aims to examine a new paradigm of integrating Minangkabau culture and Islamic education in shaping contextual character in West Sumatra. The study employs a qualitative method through library research and content analysis of relevant literature on ethnopedagogy, the philosophy of “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, and Islamic educational theory. The findings reveal that integrating local values such as deliberation (musyawarah), modesty (malu), and mutual cooperation (gotong royong) with Islamic principles such as syura, al-hayā’, and ta’awun produces an educational model that is religious, humanistic, and adaptive to social dynamics. Islamic education based on local wisdom strengthens cultural identity, shapes moral character, and promotes religious moderation and social harmony. This paradigm affirms that Islam is not merely a theological norm but a living culture that guides the formation of insan adabi the civilized human. Therefore, the integration of Minangkabau cultural values and Islamic education offers a contextual educational model relevant to strengthening the moral and spiritual foundation of the younger generation in the global era.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PERKEMBANGAN TAZKIYATUN AL NAFS, PSIKOLOGI POSITIF DAN KONSELING SPIRITUAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL Shintia Mulyawati; Duski Samad; Firdaus ST Mamad; Martin Kustati; Bashori
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/aab2a161

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan kajian tazkiyatun al-nafs, psikologi positif, dan konseling spiritual terhadap kesehatan mental melalui pendekatan bibliometrik menggunakan data publikasi tahun 2015–2025. Analisis dilakukan dengan memetakan tren publikasi, jaringan kolaborasi penulis, serta keterkaitan kata kunci melalui perangkat VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah publikasi secara konsisten sejak 2018, dengan lonjakan signifikan pada 2021–2024. Visualisasi co-authorship mengungkap bahwa kolaborasi penelitian masih terpusat pada kelompok penulis tertentu, didominasi oleh institusi di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah, sementara kontribusi dari Eropa dan Amerika meningkat dalam lima tahun terakhir. Analisis co-occurrence kata kunci menunjukkan terbentuknya tiga klaster utama: (1) tazkiyatun al-nafs, spiritual purification, mental wellbeing, dan Islamic psychotherapy; (2) positive psychology, resilience, well-being, dan character strengths; serta (3) spiritual counseling, healing, mental health, dan pastoral care. Ketiga klaster tersebut saling terhubung melalui kata kunci “mental health”, yang bertindak sebagai jembatan antara pendekatan religius-spiritual dan psikologi ilmiah. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai spiritual, kekuatan karakter, dan intervensi konseling berbasis agama telah menjadi fokus penelitian yang semakin menonjol dalam literatur akademik tentang kesehatan mental. Secara keseluruhan, hasil bibliometrik menunjukkan bahwa topik tazkiyatun al-nafs, psikologi positif, dan konseling spiritual tidak hanya berkembang secara paralel, tetapi telah membentuk satu ekosistem riset yang saling melengkapi. Tren tersebut mengindikasikan pergeseran dari kajian konseptual menuju model intervensi psikoterapi yang lebih aplikatif dan empiris. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai arah perkembangan ilmu di bidang psikologi Islam dan kesehatan mental spiritual, sekaligus membuka peluang pengembangan riset lanjutan yang lebih integratif dan berbasis bukti.
Mabit Sebagai Wahana Pembentukan Identitas Islami Siswa Menuju Usia Pra Remaja SDIT Raudhah Lubuk Basung Al Hafiz, Ikhwan; Kustati, Martin; Bashori
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/al-khazin.v22i2.11

Abstract

This study aims to examine how the Mabit program can shape Islamic identity among students at SDIT Raudhah who are in the pre-adolescent age group. The research method used is qualitative. The results indicate that the Mabit program implemented at SDIT Raudhah has a positive impact on forming students’ Islamic identity, such as enhancing spiritual, moral, social awareness, and responsibility. Students at SDIT Raudhah who participated in the Mabit program showed positive behavioral changes and a better understanding of Islamic values. This study also provides recommendations to improve the quality of the Mabit program at SDIT Raudhah and other educational institutions.
PERBANDINGAN POLA ASUH AYAH TUNGGAL DAN IBU TUNGGAL TERHADAP PERILAKU ANAK Fernanda, Mutiara Heidi; Kustati, Martin; Bashori
As-Sulthan Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Families with single parents face numerous challenges in fulfilling their parenting roles. The parenting styles implemented by single parents have a highly significant influence on their children's behavior. This study aims to analyze and review the comparison of parenting styles between single fathers and single mothers regarding child behavior. The methodology employed in this research is a literature review, focusing on theoretical and conceptual analysis based on relevant written sources rather than requiring field data. The findings indicate that parenting styles vary among all parents. However, a significant comparison exists in the parenting approaches of single parents. Single mothers tend to place greater emphasis on emotional needs and closeness, often showing a propensity to apply an authoritarian parenting style, which is often a response to extreme double burdens. Meanwhile, single fathers tend to prioritize independence and problem-solving skills, adopting either a permissive or authoritative parenting style. However, single fathers frequently encounter difficulties in meeting the emotional needs of their children.