Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Pemberian Imunisasi Measles Rubella di Wilayah Kerja Puskesmas Sinorang : The Relationship between Mother's Knowledge and Attitudes with Providing Measles Rubella Immunization in the Working Area of the Sinorang Community Health Center Ambotang, Kursia; Nurmalisa, Baiq Emy; Masulilli, Fitria
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2023): April
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i2.4265

Abstract

Latar Belakang: Cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) di Puskesmas Sinorang mengalami penurunan dari 62,5% (195 anak) pada tahun 2020 menjadi 55% (186 anak) pada tahun 2021. Pengetahuan dan sikap ibu diduga menjadi faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian imunisasi MR pada Baduta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu dari Baduta (balita di bawah dua tahun) di wilayah kerja Puskesmas Sinorang (N=305). Sampel sebanyak 39 responden dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, serta data imunisasi dari Kartu Menuju Sehat (KMS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p-value = 0,028) dan sikap ibu (p-value = 0,010) dengan pemberian imunisasi MR. Kesimpulan: Kedua variabel, yaitu pengetahuan dan sikap ibu, memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian imunisasi MR pada Baduta. Oleh karena itu, upaya peningkatan cakupan imunisasi MR disarankan untuk fokus pada intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif ibu, misalnya melalui penyuluhan kesehatan yang intensif.
Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa SMA di Palu: The Influence of Education on Knowledge about Clean and Healthy Living Behavior in Palu Senior High School Students Nurfadila, Nurfadila; Nurmalisa, Baiq Emy; Tampake, Rina
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2023): April
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i2.4267

Abstract

Latar Belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan atas dasar kesadaran untuk menolong diri sendiri dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengetahuan PHBS pada siswa sebelum dan setelah diberikan edukasi kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada 5 September 2022 di SMA Karya Bakti Mamboro dengan sampel 37 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan PHBS. Data dianalisis secara univariat dan uji paired t-test untuk menguji perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pengetahuan PHBS sebelum dan setelah intervensi (p-value = 0,000). Nilai rata-rata pengetahuan setelah intervensi (82,4 ± 8,7) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan sebelum intervensi (65,2 ± 10,3). Kesimpulan: Edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan PHBS pada siswa SMA Karya Bakti Mamboro. Disarankan bagi sekolah untuk menjadikan edukasi PHBS sebagai program berkelanjutan, dan bagi peneliti berikutnya untuk mengeksplorasi variabel lain seperti sikap dan praktik PHBS dengan desain penelitian yang lebih komprehensif.
mplementasi Program Screening dan Edukasi Kesehatan Mental sebagai Upaya Deteksi Dini pada Siswa SMA Negeri 3 Palu: Implementation of a Mental Health Screening and Education Program as an Early Detection Initiative for Students at SMA Negeri 3 Palu Nurmalisa, Baiq Emy; Pangaribuan, Helena; Arifudin, Arifudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i2.3943

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan periode rentan terhadap masalah kejiwaan, seperti stres dan kecemasan. Data menunjukkan Provinsi Sulawesi Tengah menempati peringkat kedua (11,6%) untuk kategori gangguan mental emosional pada remaja di atas 15 tahun dengan gejala kecemasan atau depresi. Berdasarkan kondisi ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan melalui edukasi kesehatan mental dan melakukan deteksi dini terhadap kesehatan mental remaja di SMA Negeri 3 Palu. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan mental dan melakukan deteksi dini masalah kesehatan mental pada remaja di SMA Negeri 3 Palu. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 6 Mei 2024 dengan metode ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi dan praktik. Partisipan berjumlah 40 orang siswa. Instrumen yang digunakan untuk deteksi dini adalah kuesioner Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Hasil: Hasil deteksi dini menunjukkan bahwa 46,6% partisipan (18 siswa) tidak mengalami gejala depresi, sedangkan 53,4% partisipan (21 siswa) mengalami gejala depresi ringan. Edukasi berjalan lancar dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari siswa. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya kesehatan mental. Temuan deteksi dini mengindikasikan bahwa meskipun dalam kategori ringan, lebih dari separuh partisipan menunjukkan gejala depresi. Hal ini menekankan perlunya program kesehatan mental berkelanjutan dan intervensi lebih lanjut di sekolah. Kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi stimulus bagi sekolah untuk mengintegrasikan kesehatan mental ke dalam program sekolah.
RISK ASSESSMENT AND DETERMINANTS OF DIABETES MELLITUS RISK AMONG NURSING STUDENTS: A CROSS- SECTIONAL STUDY Nurmalisa, Baiq Emy; Sasmita, Hanum; Prayogi , Bisepta; Siregar, Hasbunsyah
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 6 No. 2 (2025): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v6i2.1414

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a growing epidemic among young adults. Nursing students represent a critical population for early risk detection due to their future role in healthcare. This study aimed to assess T2DM risk and its determinants among nursing students. A cross-sectional study was conducted among 100 nursing students at Poltekkes Kemenkes Palu. T2DM risk was assessed using the FINDRISC instrument. Independent variables included BMI, waist circumference, physical activity, family history, and smoking status. Bivariate and multivariate logistic regression analyses were performed. The majority (88%) had mild risk, while 9% had moderate and 3% had severe risk. Central obesity (AOR=32.15; p<0.001), family history of diabetes (AOR=12.76; p<0.001), and overweight/obesity (AOR=8.42; p=0.002) were significant independent predictors of elevated diabetes risk. One in eight nursing students is at moderate-to-severe T2DM risk. Central obesity, family history, and high BMI are key determinants, highlighting the need for targeted screening and preventive lifestyle interventions in this population.
RISK ASSESSMENT AND DETERMINANTS OF DIABETES MELLITUS RISK AMONG NURSING STUDENTS: A CROSS- SECTIONAL STUDY Nurmalisa, Baiq Emy; Sasmita, Hanum; Prayogi , Bisepta; Siregar, Hasbunsyah
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 6 No. 2 (2025): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v6i2.1414

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a growing epidemic among young adults. Nursing students represent a critical population for early risk detection due to their future role in healthcare. This study aimed to assess T2DM risk and its determinants among nursing students. A cross-sectional study was conducted among 100 nursing students at Poltekkes Kemenkes Palu. T2DM risk was assessed using the FINDRISC instrument. Independent variables included BMI, waist circumference, physical activity, family history, and smoking status. Bivariate and multivariate logistic regression analyses were performed. The majority (88%) had mild risk, while 9% had moderate and 3% had severe risk. Central obesity (AOR=32.15; p<0.001), family history of diabetes (AOR=12.76; p<0.001), and overweight/obesity (AOR=8.42; p=0.002) were significant independent predictors of elevated diabetes risk. One in eight nursing students is at moderate-to-severe T2DM risk. Central obesity, family history, and high BMI are key determinants, highlighting the need for targeted screening and preventive lifestyle interventions in this population.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Perilaku Pencegahan Penyalahgunaan Napza di SMP Negeri 20 Palu Baiq Emy Nurmalisa; Srirahmayani Adistira
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57304

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) di kalangan remaja merupakan permasalahan serius yang dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan sosial. SMP Negeri 20 Palu merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah zona biru (siaga) dengan indeks (2,35) terkait pengguna NAPZA. Sehingga, diperlukan kajian mengenai hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Tujuan penelitian diketahuinya hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA di SMP Negeri 20 Palu. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 20 Palu yang berjumlah 313, sampel penelitian berjumlah 157 siswa yang dipilih secara acak sederhana (simple random sampling). Instrument pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan remaja terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA (p = 0,000 < a=0,05). Selain itu, sikap remaja juga memiliki hubungan dengan pencegahan penyalahgunaan NAPZA (p = 0,004 < a=0,05). Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA di SMP Negeri 20 Palu. Saran: Meningkatkan edukasi atau penyuluhan tentang NAPZA melalui seminar di lingkungan sekolah dengan mengkolaborasi dengan puskesmas setempat.
Pelatihan Pemeriksaan Ipswich Touch Test (IPTT): Strategi Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader dalam Skrining Neuropati Diabetik Baiq Emy Nurmalisa; Hasbunsyah Siregar; Zainul Zainul
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57700

Abstract

Diabetes melitus berisiko menimbulkan komplikasi serius, salah satunya adalah kaki diabetik (diabetic foot), apabila tidak dikelola secara optimal. Ipswich Touch Test (IpTT) hadir sebagai metode skrining sederhana yang dapat diaplikasikan oleh tenaga non-profesional, termasuk kader kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam deteksi dini neuropati diabetik antara kelompok yang diberikan edukasi dan praktik langsung secara berpasangan (kelompok intervensi) dengan kelompok yang diberikan edukasi melalui video (kelompok kontrol). Studi ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group. Sebanyak 30 kader kesehatan dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan dan checklist prosedur IpTT. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan pemeriksaan Ipswich Touch Test (IpTT) secara langsung kepada kader Posyandu efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam skrining neuropati diabetik dengan peningkatan yang lebih tinggi (pengetahuan +5,40 poin; keterampilan +4,93 poin) dibandingkan kelompok kontrol yang hanya menggunakan media video (p<0,001). Disarankan agar pelatihan IpTT secara langsung dengan metode demonstrasi dan praktik langsung diintegrasikan ke dalam program pelatihan rutin kader kesehatan di Puskesmas untuk deteksi dini neuropati diabetik.
The Relationship Between Family Support and Health Service Utilization Among Older Adults at the Rosela Elderly Posyandu Amir Amir; Supirno Supirno; Alfrida Samuel Ra’bung; Baiq Emy Nurmalisa; Bileam Dwiono Basolung
Lentora Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v6i2.4376

Abstract

The elderly population in Indonesia is increasing, including in Central Sulawesi Province. Regular visits to the posyandu (integrated health post) are crucial for monitoring elderly health. However, participation at the Rosela Posyandu remains suboptimal, and family support has been identified as a potential contributing factor. Nevertheless, empirical evidence on this relationship in this specific setting is limited. This study aimed to analyze the relationship between family support and elderly visits to the Rosela Posyandu in the working area of the Mamboro Community Health Center, Palu Utara District. This study employed a quantitative cross-sectional design. The population consisted of all registered older adults (aged 45 years and over) at the Rosela Posyandu, totaling 30 respondents, who were recruited using total sampling. Data were collected using a validated questionnaire to measure family support and posyandu attendance records to assess visit frequency, categorized as active (≥3 visits in the last 3 months) or inactive (<3 visits). Data analysis was performed using the Chi-square test with a significance level of p < 0.05. The majority of respondents were aged 45–59 years (57%), female (87%), and had elementary school education (30%). Among 30 respondents, 24 (80%) received supportive family support, while 6 (20%) did not. Of those with family support, 19 (79.2%) were active visitors, whereas all respondents without family support (100%) were inactive. The Chi-square test revealed a significant relationship between family support and elderly visits (p = 0.002). This study confirms a significant association between family support and elderly visits to the Rosela Posyandu. These findings highlight the need for family-centered health promotion strategies to improve elderly participation. Future research with larger samples and longitudinal designs is recommended.
Hubungan Pengetahuan dengan Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus: Relationship between Knowledge and Foot Care in Diabetes Mellitus Patients Baiq Emy Nurmalisa
Lentora Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v4i2.3964

Abstract

Latar belakang Masalah kaki diabetik memerlukan waktu dan biaya cukup banyak. Pencegahan kaki diabetik dapat dilakukan dengan perawatan kaki. Kaki diabetik (diabetic foot) merupakan salah satu infeksi kronik yang paling ditakuti oleh penderita Diabetes Melitus. Komplikasi ini dapat menyebabkan kecacatan dan memiliki risiko 15 sampai 40 kali lebih besar terjadi amputasi dengan prevalensi sekitar 25% dibandingkan dengan non Diabetes Melitus, bahkan sampai terjadinya kematian karena ulkus diabetikum dengan prevalensi kejadian sekitar 16% Penderita diabetes desa diantaranya mengatakan belum mengetahui cara merawat kaki terutama pada tindakan pencegahan kaki diabetik. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan pengetahuan dengan tindakan perawatan kaki diabetik pada penderita diabetes mellitus di Desa Palasa. Metode Jenis penelitian ini analitik dengan rancangan Cross sectional. Populasinya adalah semua penderita diabetik, jumlah sampel 37 orang dengan teknik pengambilan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan dianalisis distribusi frekuensi dan uji Chi-Square. Hasil Penelitian yang dilakukan tentang hubungan pengetahuan dengan tindakan perawatan pencegahan kaki diabetik di Desa Palasa didapatkan hasil uji statistik ditemukan bahwa nilai p Value = 0,004 dimana α<0,05, artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan perawatan pencegahan kaki diabetik responden penderita Diabetes mellitus di Desa Palasa. Kesimpulan Penelitian ini bahwa ada hubungan pengetahuan dengan tindakan perawatan luka kaki diabetik pada penderita diabetes mellitus di Desa Palasa. Saran direkomendasikan kepada pelayanan kesehatan dalam tindakan perawatan pencegahan kaki diabetic dan masyarakat kelurahan mamboro agar dapat terus menambah informasi dan meningkatkan mutu kesehatan di Desa Palasa, khusus nya pada penderita Diabetes mellitus.