Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

mplementasi Program Screening dan Edukasi Kesehatan Mental sebagai Upaya Deteksi Dini pada Siswa SMA Negeri 3 Palu: Implementation of a Mental Health Screening and Education Program as an Early Detection Initiative for Students at SMA Negeri 3 Palu Nurmalisa, Baiq Emy; Pangaribuan, Helena; Arifudin, Arifudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i2.3943

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan periode rentan terhadap masalah kejiwaan, seperti stres dan kecemasan. Data menunjukkan Provinsi Sulawesi Tengah menempati peringkat kedua (11,6%) untuk kategori gangguan mental emosional pada remaja di atas 15 tahun dengan gejala kecemasan atau depresi. Berdasarkan kondisi ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan melalui edukasi kesehatan mental dan melakukan deteksi dini terhadap kesehatan mental remaja di SMA Negeri 3 Palu. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan mental dan melakukan deteksi dini masalah kesehatan mental pada remaja di SMA Negeri 3 Palu. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 6 Mei 2024 dengan metode ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi dan praktik. Partisipan berjumlah 40 orang siswa. Instrumen yang digunakan untuk deteksi dini adalah kuesioner Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Hasil: Hasil deteksi dini menunjukkan bahwa 46,6% partisipan (18 siswa) tidak mengalami gejala depresi, sedangkan 53,4% partisipan (21 siswa) mengalami gejala depresi ringan. Edukasi berjalan lancar dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari siswa. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya kesehatan mental. Temuan deteksi dini mengindikasikan bahwa meskipun dalam kategori ringan, lebih dari separuh partisipan menunjukkan gejala depresi. Hal ini menekankan perlunya program kesehatan mental berkelanjutan dan intervensi lebih lanjut di sekolah. Kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi stimulus bagi sekolah untuk mengintegrasikan kesehatan mental ke dalam program sekolah.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Perilaku Pencegahan Penyalahgunaan Napza di SMP Negeri 20 Palu Baiq Emy Nurmalisa; Srirahmayani Adistira
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57304

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) di kalangan remaja merupakan permasalahan serius yang dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan sosial. SMP Negeri 20 Palu merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah zona biru (siaga) dengan indeks (2,35) terkait pengguna NAPZA. Sehingga, diperlukan kajian mengenai hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Tujuan penelitian diketahuinya hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA di SMP Negeri 20 Palu. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 20 Palu yang berjumlah 313, sampel penelitian berjumlah 157 siswa yang dipilih secara acak sederhana (simple random sampling). Instrument pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan remaja terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA (p = 0,000 < a=0,05). Selain itu, sikap remaja juga memiliki hubungan dengan pencegahan penyalahgunaan NAPZA (p = 0,004 < a=0,05). Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA di SMP Negeri 20 Palu. Saran: Meningkatkan edukasi atau penyuluhan tentang NAPZA melalui seminar di lingkungan sekolah dengan mengkolaborasi dengan puskesmas setempat.
Pelatihan Pemeriksaan Ipswich Touch Test (IPTT): Strategi Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader dalam Skrining Neuropati Diabetik Baiq Emy Nurmalisa; Hasbunsyah Siregar; Zainul Zainul
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57700

Abstract

Diabetes melitus berisiko menimbulkan komplikasi serius, salah satunya adalah kaki diabetik (diabetic foot), apabila tidak dikelola secara optimal. Ipswich Touch Test (IpTT) hadir sebagai metode skrining sederhana yang dapat diaplikasikan oleh tenaga non-profesional, termasuk kader kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam deteksi dini neuropati diabetik antara kelompok yang diberikan edukasi dan praktik langsung secara berpasangan (kelompok intervensi) dengan kelompok yang diberikan edukasi melalui video (kelompok kontrol). Studi ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group. Sebanyak 30 kader kesehatan dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan dan checklist prosedur IpTT. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan pemeriksaan Ipswich Touch Test (IpTT) secara langsung kepada kader Posyandu efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam skrining neuropati diabetik dengan peningkatan yang lebih tinggi (pengetahuan +5,40 poin; keterampilan +4,93 poin) dibandingkan kelompok kontrol yang hanya menggunakan media video (p<0,001). Disarankan agar pelatihan IpTT secara langsung dengan metode demonstrasi dan praktik langsung diintegrasikan ke dalam program pelatihan rutin kader kesehatan di Puskesmas untuk deteksi dini neuropati diabetik.
The Relationship Between Family Support and Health Service Utilization Among Older Adults at the Rosela Elderly Posyandu Amir Amir; Supirno Supirno; Alfrida Samuel Ra’bung; Baiq Emy Nurmalisa; Bileam Dwiono Basolung
Lentora Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v6i2.4376

Abstract

The elderly population in Indonesia is increasing, including in Central Sulawesi Province. Regular visits to the posyandu (integrated health post) are crucial for monitoring elderly health. However, participation at the Rosela Posyandu remains suboptimal, and family support has been identified as a potential contributing factor. Nevertheless, empirical evidence on this relationship in this specific setting is limited. This study aimed to analyze the relationship between family support and elderly visits to the Rosela Posyandu in the working area of the Mamboro Community Health Center, Palu Utara District. This study employed a quantitative cross-sectional design. The population consisted of all registered older adults (aged 45 years and over) at the Rosela Posyandu, totaling 30 respondents, who were recruited using total sampling. Data were collected using a validated questionnaire to measure family support and posyandu attendance records to assess visit frequency, categorized as active (≥3 visits in the last 3 months) or inactive (<3 visits). Data analysis was performed using the Chi-square test with a significance level of p < 0.05. The majority of respondents were aged 45–59 years (57%), female (87%), and had elementary school education (30%). Among 30 respondents, 24 (80%) received supportive family support, while 6 (20%) did not. Of those with family support, 19 (79.2%) were active visitors, whereas all respondents without family support (100%) were inactive. The Chi-square test revealed a significant relationship between family support and elderly visits (p = 0.002). This study confirms a significant association between family support and elderly visits to the Rosela Posyandu. These findings highlight the need for family-centered health promotion strategies to improve elderly participation. Future research with larger samples and longitudinal designs is recommended.
Hubungan Pengetahuan dengan Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus: Relationship between Knowledge and Foot Care in Diabetes Mellitus Patients Baiq Emy Nurmalisa
Lentora Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v4i2.3964

Abstract

Latar belakang Masalah kaki diabetik memerlukan waktu dan biaya cukup banyak. Pencegahan kaki diabetik dapat dilakukan dengan perawatan kaki. Kaki diabetik (diabetic foot) merupakan salah satu infeksi kronik yang paling ditakuti oleh penderita Diabetes Melitus. Komplikasi ini dapat menyebabkan kecacatan dan memiliki risiko 15 sampai 40 kali lebih besar terjadi amputasi dengan prevalensi sekitar 25% dibandingkan dengan non Diabetes Melitus, bahkan sampai terjadinya kematian karena ulkus diabetikum dengan prevalensi kejadian sekitar 16% Penderita diabetes desa diantaranya mengatakan belum mengetahui cara merawat kaki terutama pada tindakan pencegahan kaki diabetik. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan pengetahuan dengan tindakan perawatan kaki diabetik pada penderita diabetes mellitus di Desa Palasa. Metode Jenis penelitian ini analitik dengan rancangan Cross sectional. Populasinya adalah semua penderita diabetik, jumlah sampel 37 orang dengan teknik pengambilan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan dianalisis distribusi frekuensi dan uji Chi-Square. Hasil Penelitian yang dilakukan tentang hubungan pengetahuan dengan tindakan perawatan pencegahan kaki diabetik di Desa Palasa didapatkan hasil uji statistik ditemukan bahwa nilai p Value = 0,004 dimana α<0,05, artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan perawatan pencegahan kaki diabetik responden penderita Diabetes mellitus di Desa Palasa. Kesimpulan Penelitian ini bahwa ada hubungan pengetahuan dengan tindakan perawatan luka kaki diabetik pada penderita diabetes mellitus di Desa Palasa. Saran direkomendasikan kepada pelayanan kesehatan dalam tindakan perawatan pencegahan kaki diabetic dan masyarakat kelurahan mamboro agar dapat terus menambah informasi dan meningkatkan mutu kesehatan di Desa Palasa, khusus nya pada penderita Diabetes mellitus.
Dari Tahu ke Peduli: Intervensi Peningkatan Literasi HIV/AIDS untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Palu: From Knowing to Caring: An Intervention to Improve HIV/AIDS Literacy for Grade XI Students of SMA Negeri 1 Palu Hasbunsyah Siregar; Lenny Lenny; Adhyanti Adhyanti; Baiq Emy Nurmalisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 2 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v3i2.3256

Abstract

Pendahuluan remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS karena tingginya perilaku berisiko dan rendahnya literasi kesehatan. Data menunjukkan bahwa remaja usia 15–24 tahun menyumbang sekitar 18–21% kasus HIV di Indonesia, termasuk di Kota Palu yang menempati peringkat pertama kasus HIV/AIDS di Sulawesi Tengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kepedulian siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palu terhadap HIV/AIDS. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan simulasi (role play), yang dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2023 dengan jumlah peserta 27 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 67,4±19,3 menjadi 97,0±9,1, dengan nilai p=0,000 yang menandakan pengaruh signifikan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah intervensi sosialisasi HIV/AIDS efektif dalam meningkatkan literasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palu. Saran yang diberikan adalah perlunya sosialisasi periodik dan berkelanjutan pada seluruh jenjang kelas, serta pembentukan duta HIV/AIDS untuk mempertahankan kepedulian siswa terhadap pencegahan HIV/AIDS.
Integrated Health and Safety Program: PAD Screening for Adults and Disaster Training for Youth in Wombo Kalonggo irsanty Collein; Baiq Emy Nurmalisa; Andi Fatmawati Syamsu; Fitria Masulilli; Alfrida Semuel Ra&#039;bung; Fajrillah Kolomboy; Helena Pangaribuan; Ismunandar Ismunandar; Supirno Supirno; Eko Kristanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i2.4252

Abstract

Rural communities in Indonesia face a dual burden of high disaster risk and a growing prevalence of non-communicable diseases (NCDs). A holistic approach addressing both challenges simultaneously may build comprehensive community resilience. This community service initiative aimed to implement and evaluate an integrated program combining disaster response training for youth with Peripheral Artery Disease (PAD) screening in Wombo Kalonggo Village. The program was conducted in February 2025. A two-pronged intervention was delivered: (1) Disaster response training for 50 youth members (Karang Taruna), comprising lectures, hands-on simulations, and a night drill, with pre- and post-training knowledge assessments; and (2) Targeted screening for PAD using the Ankle-Brachial Index (ABI) conducted on 38 high-risk adults aged ≥45 years with at least one risk factor (smoking, diabetes, or hypertension). No follow-up measurement was conducted due to the short-term nature of the program. Results: Disaster training outcomes: Youth disaster knowledge increased from 58% pre-test to 86% post-test. The program initiated a youth disaster preparedness team (not yet formally recognized as a functional organization), Screening outcomes: Among 38 adults screened, mean ABI was 0.945 (SD ±0.066; 95% CI: 0.90–0.98). Integration efficiency: The single-platform model reached both youth and at-risk adults in two village gatherings, though causal synergy between components was not evaluated. Conclusion: This preliminary study demonstrates that integrating disaster preparedness training with NCD screening is logistically feasible in a single-village, short-term community service format. However, claims of effectiveness and replicability are limited by the absence of a control group, lack of long-term follow-up, and short evaluation timeframe. Sustaining youth team activities and incorporating ABI screening into primary healthcare (Puskesmas) require further evaluation. This approach may serve as a preliminary reference for similar vulnerable communities, pending longitudinal validation.
Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya ISPA pada Toddler: Analysis of Factors Related to the Occurrence of ISPA in Toddlers Baiq Emy Nurmalisa; Siti Hajar L Musa
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.5880

Abstract

Tahun 2020 ISPA masuk dalam 10 Kasus Penyakit Terbanyak di Sulawesi Tengah ada 49.513 kasus di provinsi tersebut. ISPA sendiri masih menjadi perhatian utama di Puskesmas Salakan, karena selalu berada di 3 besar dari 10 penyakit terbanyak selama 5 tahun terakhir, Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya Faktor-faktor yang berhubungan dengan Terjadinya ISPA pada toddler di desa Baka wilayah kerja Puskesmas Salakan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2022. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik samplingnya adalah Proportionate Stratified Random Sampling. Sampel penelitian ini adalah Ibu yang memiliki Anak Usia Toddler yang ada di desa Baka wilayah kerja Puskesmas Salakan. Analisa data ini menggunakan uji chi square. Hasil asil uji Chi Square untuk kategori Asi Ekslusif dan Imunisasi telah diperoleh nilai p-value (0,07 > 0,05) dan p -value (0,12 > 0,05) yang artinya tidak ada hubungan Asi Ekslusif maupun Imunisasi dengan kejadian ISPA pada toddler di desa Baka Wilayah Kerja Puskesmas Salakan. Sedangkan untuk hasil penelitian dari lingkungan rumah yang berhubungan dengan terjadinya ISPA pada balita yaitu kebiasaan memasak dengan kayu bakar,nilai p -value (0,03 < 0,05). Bagi Puskesmas Salakan diharapkan lebih meningkatkan program kesehatan khususnya program pemberantasan penyakit ISPA dapat lebih diperbaiki dan memberikan penyuluhan mengenai syarat rumah sehat dan bahaya asap rokok terhadap balita, sehingga angka kejadian penyakit ISPA pada balita mengalami penurunan.
Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam untuk Mengurangi Nyeri Akut pada Pasien Gastroenteritis (Studi Kasus): Application of Deep Breathing Relaxation Technique to Reduce Acute Pain in Gastroenteritis Patients (Case Study) Baiq Emy Nurmalisa; Irsanty Collein; Magfira
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i6.5881

Abstract

Latar Belakang: Gastroenteritis adalah gangguan pada fungsi penyerapan dan sekresi yang ada di saluran pencernaan dengan gejala buang air besar yang tidak normal dengan konsistensi bentuk tinja yang encer dan dengan frekuensi BAB lebih dari biasanya. Tujuan: Dari penelitian ini menerapkan asuhan keperawatan pada Tn. S dengan nyeri akut dalam tinjauan teori Kolcaba di ruangan Jambu RSUD Madani. Metode: Penelitian pada kasus ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Data dikumpulkan dengan menggunakan hasil wawancara, pemeriksaan fisik dan studi dokumen terhadap status pasien. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 November 2022 selama 1 minggu di ruangan Jambu RSUD Madani dan memberikan asuhan keperawatan salama 3 hari pada Tn. S dengan nyeri akut dalam tinjauan teori comfort Kolcaba di RSUD Madani. Hasil: Dari hasil pengkajian klien mengeluh nyeri perut, nyeri seperti ditusuk-tusuk, skala nyeri 6 (nyeri sedang), nyeri dirasakan saat sebelum dan sesudah BAB, nyeri hilang timbul, klien mengatakan BAB cair sudah 8x sehari, tanda-tanda vital: tekanan darah : 96/57 mmHg, nadi : 79 x/m, respirasi : 22 x/m, suhu : 36,6?C, SPO2 : 97 %. Diagnosa keperawatan prioritas yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Peneliti melakukan intervensi terapi relaksasi nafas dalam serta pemberian analgetik. Hasil evaluasi pada hari ketiga dengan diagnosis nyeri akut teratasi. Kesimpulan: Penerapan tindakan nonfarmakologis (teknik relaksasi nafas dalam) pada Tn. S memberikan dampak positif pencapaian kenyamanan (comfort) dengan hasil evaluasi nyeri akut teratasi.
RISK ASSESSMENT AND DETERMINANTS OF DIABETES MELLITUS RISK AMONG NURSING STUDENTS: A CROSS- SECTIONAL STUDY Nurmalisa, Baiq Emy; Sasmita, Hanum; Prayogi , Bisepta; Siregar, Hasbunsyah
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 6 No. 2 (2025): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v6i2.1414

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a growing epidemic among young adults. Nursing students represent a critical population for early risk detection due to their future role in healthcare. This study aimed to assess T2DM risk and its determinants among nursing students. A cross-sectional study was conducted among 100 nursing students at Poltekkes Kemenkes Palu. T2DM risk was assessed using the FINDRISC instrument. Independent variables included BMI, waist circumference, physical activity, family history, and smoking status. Bivariate and multivariate logistic regression analyses were performed. The majority (88%) had mild risk, while 9% had moderate and 3% had severe risk. Central obesity (AOR=32.15; p<0.001), family history of diabetes (AOR=12.76; p<0.001), and overweight/obesity (AOR=8.42; p=0.002) were significant independent predictors of elevated diabetes risk. One in eight nursing students is at moderate-to-severe T2DM risk. Central obesity, family history, and high BMI are key determinants, highlighting the need for targeted screening and preventive lifestyle interventions in this population.