Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GERAKAN JULID FI SABILILLAH: RESPONS TERHADAP KONFLIK ISRAEL-PALESTINA TINJAUAN ETIKA KOMUNIKASI DALAM TAFSIR Abdillah, Muhammad Torieq; Ansari, Panji
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 6 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v6i2.15712

Abstract

The never-ending conflict between Israel-Palestine has resulted in a massive response on social media, particularly receiving special attention from the Indonesian people through the julid fi sabilillah movement led by Erlangga Greschinov. This research aims to determine existing communication ethics according to the interpretation of the emergence of the julid fi sabilillah movement as a response to the Israel-Palestine conflict. This research is a qualitative-descriptive research using the book Julid fi Sabilillah Gerakan Netizen di Jagat Maya Melawan Penjajahan Zionis Israel atas Palestina; Etika Berkeluarga, Bermasyarakat, dan Berpolitik (Tafsir Al-Qur’an Tematik) and Tafsir Ibnu Katsir as a secondary source and tweets snippets on X. The results of this research show that the julid fi sabilillah movement did several things, such as not doing it to just anyone, doing doxing as well as mentally condemning the IDF, providing positive narratives, and reporting the results they achieved. Apart from that, if it is related to the interpretation of communication ethics, what the julid fi sabilillah movement did is not something to worry about considering that they implemented honesty, accuracy of information, constructive criticism, responsibility and fairness.  
Adat Badamai sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Pemilu Alamudi, Ichwan Ahnaz; Syafiq, Muhammad; Abdillah, Muhammad Torieq; Ramadhani, Sri Ridma
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v9i1.4287

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adat badamai sebagai khazanah lokal masyarakat Banjar yang kemudian dihubungkan dengan sengketa pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui apakah bisa adat badamai digunakan dalam sengketa pemilu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis-normatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adat badamai merupakan bentuk penyelesaian sengketa yang lazim dilakukan oleh masyarakat Banjar dan berperan menghadirkan keamanan, ketertiban, dan perdamaian. Adat badamai dewasa ini sering digunakan dalam kasus-kasus hukum perdata dan hukum pidana. Padahal, adat badamai tidak menutup kemungkinan digunakan juga dalam kasus sengketa pemilu. Menurut Ahmadi Hasan, saat terjadi sengketa Pemilihan Gubernur di Kalimantan Selatan dalam prosesnya pasti telah terjadi tarik-menarik baik itu terkait musyawarah atau yang mengarah kepada cara-cara nonlitigasi, seperti badamai.
The Making of Character through Local Culture: Scrutinizing the Madihin Tradition in the Banjar Community Abdillah, Muhammad Torieq; Budiarti, Erlita; Fikrianoor, Ardiyan; Fatmawati, Amelia; Wahdini, Muhammad
Contemporary Society and Politics Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Contemporary Society and Politics Journal (CSPJ)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/cspj.v2i2.3238

Abstract

Numerous incidents and reports concerning behaviors deviating from societal norms have marred the nation's character. One of the causes is the orientation of education itself, which predominantly focuses on cognitive aspects. Therefore, it is crucial to establish a new educational paradigm based on character education. The objective of this research is to understand how the local art form of Madihin can be implemented as a new paradigm in education, serving as a learning tool through the wisdom embedded in it to shape a cultured and charactered society. The research employs a qualitative descriptive approach with field research. The findings reveal that Madihin can serve as a learning tool with cultural significance. The implementation of Madihin as a learning tool to shape a cultured and charactered society can be provided to the community in the form of: First, serving as 'moral excellence' within the Madihin verses themselves to shape character through the development of virtues that have meaning in life. Secord, focusing on soft skills to maintain noble cultural values and cultivate a holistic mindset. Third, providing knowledge about character with cultural education as the basis for daily behavior. Keywords: Learning Tool, Madihin, Cultural, Character Education
Peran Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin dalam Mengedukasi Masyarakat tentang Urgensi Prokes pada Masa Pandemi Covid-19 (Tinjauan Maqashid Syari’ah) Abdillah, Muhammad Torieq
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3814

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana peran mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin sebagai agent of change terhadap masyarakat terutama pada masa pandemi Covid-19. Khususnya bagaimana cara mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin dalam mengedukasi masyarakat tentang urgensi prokes sebagai langkah meminimalisir lajunya penyebaran Covid-19 di Indonesia. Selain itu, ingin mengetahui apakah mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin melakukan edukasi urgensi prokes dengan meninjau pada ajaran syariat sesuai maqashid syari’ah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis. Teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara, dan observasi dengan cara purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah 8 mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin. Adapun objek penelitian ini, yaitu pendapat mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin dalam mengedukasi masyarakat tentang urgensi prokes pada masa pandemi Covid-19 dengan meninjau maqashid syari’ah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sudah cukup banyak mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin yang melakukan edukasi tentang urgensi prokes kepada masyarakat. Ada berbagai macam yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin, yaitu dengan cara melakukan sosialisasi 5M secara langsung, melalui media sosial, dan saat menjalankan tugas dalam program KKN (Kuliah Kerja Nyata). Akan tetapi, hanya beberapa mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin yang melakukan edukasi tentang urgensi prokes kepada masyarakat dengan meninjau maqashid syari’ah, sisanya meninjau dari sisi medis. Dengan demikian, mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin melakukan edukasi dengan meninjau maqashid syari’ah sebagai bentuk dakwah tanpa mengabaikan sisi medis. Selain itu, mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin juga meningkatkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan melakukan beberapa cara agar masyarakat begitu perhatian mengenai urgensi prokes demi meminimalisir laju penyebaran Covid-19. Setidaknya dengan adanya peran aktif maupun pasif mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin dapat membantu pemerintah dalam melawan laju penyebaran Covid-19.
PERLINDUNGAN HAK ANAK DAN PENCEGAHAN PERILAKU AMORAL: PROTECTION OF CHILD RIGHTS AND PREVENTION OF AMORAL BEHAVIOR Huda, Ali Anhar Syi’bul; Abdillah, Muhammad Torieq; Prasetia, Trenadi; Vizaini, Akhmad; Soleh, Ridwan M
Mitsaqan Ghalizan Vol. 3 No. 1 (2023): Mitsaqan Ghalizan
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mg.v3i1.5450

Abstract

This study aims to determine the contribution of science, such as education and law, in overcoming immoral behavior in the educational world. This study uses qualitative research methods with literature reviews. The results of this research indicate that immoral behavior in education occurs as a result of weak supervision, irresponsibility between different parties in the educational world and religious teaching in learning as a form of overcoming. In fact, the violence in schools is a national problem that must be stopped as it is an attempt to uphold the rights of children as stated in the Child Protection Act. On the other hand, when dealing with immoral behavior that occurs in students, the teacher has the freedom and authority to punish educational behavior. Sanctions can consist of reprimands and/or warnings, both verbally and in writing, but also pedagogical punishments in accordance with the education rules, the teacher's code of ethics and laws and regulations.