Claim Missing Document
Check
Articles

Fanatisme, konformitas dan perilaku agresi pada suporter persebaya di benowo Ayunda, Ajeng; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to examine the relationship between fanaticism and conformity and aggressive behavior among Persebaya supporters in Surabaya City. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 262 Persebaya supporters residing in Benowo District, aged 13–18 years, who were selected using purposive sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires measuring fanaticism, conformity, and aggressive behavior. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS version 25.0. The results showed that fanaticism and conformity simultaneously had a significant relationship with aggressive behavior, with an R Square value of 0.735 and a significance level of 0.000 (p < 0.01). Partially, fanaticism had a positive and significant relationship with aggressive behavior (β = 0.319; p < 0.01), while conformity demonstrated a more dominant relationship (β = 1.041; p < 0.01). These findings indicate that higher levels of fanaticism and conformity are associated with a higher tendency toward aggressive behavior among supporters. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fanatisme dan konformitas dengan perilaku agresi di kalangan penggemar persebaya dalam wilayah Surabaya. Studi ini dirancang dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain korelasinal. Sebanyak 262 penggemar persebaya yang tinggal di kecamatan Benoeo dengan usia antara 13 hingga 18 tahun menjadi subjek dalam penelitian ini , yang dipilih melalui Teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner dengan skala likerts yang dirancang untuk mengukur fanatisme, konformitas dan perilaku agresi. analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dengan dukungan dari perangkat lunak IBM SPSS versi 25.0. hasil penelitian mengungkapkan bahwa fanatisme dan konformitas memiliki hubungan yang signifikan secara bersamaan terhadap perilaku agresi, dengan nilai R square mencapai 0,735 dan Tingkat signifikan si 0,000 (p<0,01). Jika dianalisis secara terpisah, fanatisme berkolerasi positif secara signifikan dengan perilaku agresi (β = 0,319; p < 0,01), sedangkan konformitas menunjukkan pengaruh yang lebih kuat (β = 1,041; p < 0,01). Temuan ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi fanatisme dan konformitas yang dimiliki oleh para pendukung, maka semakin besar pula kecenderungan mereka untuk berperilaku agresi.
Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Kecemasan dalam Menghadapi Dunia Kerja pada Mahasiswa Tingkat Akhir Vincensius Kardinal; Andik Matulessy; Nindia Pratitis
Journal of Medical Practice and Research Vol 1 No 2 (2025): December: Essentia: Journal of Medical Practice and Research
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/g1ygze66

Abstract

This study aimed to examine the relationship between self-efficacy and social support with anxiety in facing the world of work among final-year university students. A quantitative approach with a correlational design was employed. The participants consisted of 107 final-year students in Surabaya who were selected using incidental sampling. Data were collected using three psychological scales measuring anxiety toward the world of work, self-efficacy, and social support, all of which demonstrated satisfactory validity and reliability. Data analysis was conducted using multiple linear regression to examine both simultaneous and partial relationships among variables. The results indicated that self-efficacy was significantly and negatively associated with anxiety, suggesting that students with higher confidence in their abilities experienced lower levels of anxiety when facing employment challenges. Social support was also found to have a significant negative relationship with anxiety, indicating its protective role in reducing psychological distress. Simultaneously, self-efficacy and social support significantly contributed to the prediction of anxiety, with self-efficacy showing a stronger influence. These findings highlight the importance of strengthening internal beliefs and external support systems to reduce anxiety related to career transitions among final-year students.
Peran Kematangan Emosi dan Budaya Organisasi ’Humanis Solution’ terhadap Perilaku Agresi Verbal Anggota Satpol PP Kota Surabaya Mulyadi, Aryo Nata; Pratitis, Nindia; Rini, Amanda Pasca
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan budaya organisasi ‘humanis solution’ dengan perilaku agresi verbal pada anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 168 anggota Satpol PP Kota Surabaya yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala perilaku agresi verbal, budaya organisasi dan kematangan emosi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kematangan emosi dengan perilaku agresi verbal, dan antara budaya organisasi dengan perilaku agresi verbal. Secara simultan, kedua variabel bebas tersebut berkontribusi sebesar 70,6% terhadap perilaku agresi verbal anggota Satpol PP Kota Surabaya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kematangan emosi dan budaya organisasi ‘humanis solution’ merupakan dua faktor penting yang dapat menurukan kecenderungan melakukan perilaku agresi verbal pada anggota Satpol PP.
Dinamika Psikologis Remaja dalam Konflik antara Minat Pribadi dan Harapan Keluarga: Studi Kasus melalui Pendekatan Dialectical Behavioral Therapy Ilham Nor Huda; Nindia Pratitis; Basilia Subiyanti Wilujeng
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis remaja yang mengalami konflik antara minat pribadi dan harapan keluarga dalam menentukan arah pendidikan. Subjek penelitian, seorang siswa SMP berusia 15 tahun bernama Aa, menunjukkan minat kuat di bidang otomotif namun menghadapi penolakan dari orang tua yang menginginkan ia melanjutkan pendidikan ke SMA dan menjadi dokter. Konflik ini menimbulkan tekanan emosional yang berdampak pada perubahan perilaku, penurunan motivasi belajar, serta kesulitan dalam mengekspresikan diri. Penelitian ini menggunakan lima alat asesmen psikologis, yaitu Intelligence Structure Test (IST), Sixteen Personality Factors (16PF), Tes Grafis, Wartegg Test, dan Rothwell-Miller Interest Blank (RMIB), untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang kondisi kognitif, kepribadian, dan minat klien. Hasil asesmen menunjukkan bahwa Aa memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata, daya imajinasi tinggi, serta minat kuat pada bidang kreatif dan teknis. Namun, ia mengalami ketegangan emosional akibat tekanan orang tua dan rendahnya kontrol diri. Intervensi dilakukan melalui pendekatan psikoedukasi dengan teknik Dialectical Behavioral Therapy (DBT) untuk meningkatkan regulasi emosi, kesadaran diri, dan kemampuan pengambilan keputusan secara mandiri. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan pemahaman diri pada klien serta hubungan yang lebih harmonis antara anak dan orang tua.
Peran Kepribadian Hardiness dan Dukungan Sosial dalam Mengatasi Academic Burnout pada Pelajar Annisa Fitriana Wulandari; Amanda Pasca Rini; Nindia Pratitis
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between academic burnout with hardiness personality and social support in Surabaya students. This study used a quantitative correlational strategy. The total respondents were 180 people and the research participants were Surabaya students aged between 13 and 18 years. The method used was the quota sampling approach. The tools used in this study were the tough personality scale, the social support scale, and the academic burnout scale. The data analysis method used in this study was multiple linear regression. The initial hypothesis was rejected because the results of the multiple regression analysis showed no correlation between academic burnout and social support or hardiness personality. The second hypothesis was rejected based on the results of the partial test which showed no substantial negative correlation between academic burnout and hardiness personality. Based on the results of the partial test, academic burnout and social support have a substantial negative relationship, thus supporting the third hypothesis.Keywords: Academic Burnout; Personality Hardiness; Social Support; Students.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara academic burnout dengan kepribadian hardiness dan dukungan sosial pada mahasiswa Surabaya. Penelitian ini menggunakan strategi korelasional kuantitatif. Total responden sebanyak 180 orang dan partisipan penelitian adalah mahasiswa Surabaya yang berusia antara 13 sampai 18 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuota sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepribadian tangguh, skala dukungan sosial, dan skala academic burnout. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hipotesis awal ditolak karena hasil analisis regresi berganda menunjukkan tidak ada korelasi antara academic burnout dengan dukungan sosial atau kepribadian hardiness. Hipotesis kedua ditolak berdasarkan hasil uji parsial yang menunjukkan tidak ada korelasi negatif yang substansial antara academic burnout dengan kepribadian hardiness. Berdasarkan hasil uji parsial, academic burnout dan dukungan sosial memiliki hubungan negatif yang substansial, sehingga mendukung hipotesis ketiga.Kata kunci: Academic Burnout, Kepribadian Hardiness, Dukungan Sosial, Pelajar
Perilaku Self-Injury pada Remaja: Dampak Religiusitas dan Dukungan Sosial dalam Proses Coping Shessa Alzuhra Putri Wibowo; Amanda Pasca Rini; Nindia Pratitis
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstract This study aims to examine the relationship between religiosity and social support on self-injury behavior among adolescents. It involved 176 adolescents aged 12–24 years who have engaged in or are currently engaging in self-injury behaviors. Data were collected through questionnaires assessing levels of religiosity, social support, and self-injury behavior. Partial correlation tests revealed that religiosity and social support have a significant negative influence on self-injury behavior, with t-scores of -5.059 and -6.831, respectively (p < 0.05). This indicates that the lower the level of religiosity and social support received by adolescents, the higher their tendency to engage in self-injury. Multiple regression analysis revealed an R-square value of 0.445, indicating that religiosity and social support collectively explain 44.5% of the variation in self-injury behavior. The F-test yielded a value of F = 4.749 with a significance of 0.010 (p < 0.05), confirming that these two variables are predictors of self-injury behavior. Additionally, the study found that religiosity contributes 18.26% and social support contributes 24.70% to the variation in self-injury behavior, with a total contribution of 42.96% (R Square). These findings highlight the significant role of both variables in influencing self-injury behavior.   Keywords: Self-Injury, Religiosity, Social Support, Adolecents, Correlations   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara religiositas dan dukungan sosial terhadap perilaku melukai diri pada remaja. Penelitian ini melibatkan 176 remaja berusia 12–24 tahun yang telah atau sedang melakukan perilaku melukai diri. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai tingkat religiositas, dukungan sosial, dan perilaku melukai diri. Uji korelasi parsial menunjukkan bahwa religiositas dan dukungan sosial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap perilaku melukai diri, dengan t-score masing-masing -5.059 dan -6.831 (p < 0.05). Ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat religiositas dan dukungan sosial yang diterima oleh remaja, semakin tinggi kecenderungan mereka untuk melakukan perilaku melukai diri. Analisis regresi berganda menunjukkan nilai R-square sebesar 0.445, yang berarti religiositas dan dukungan sosial secara kolektif menjelaskan 44.5% variasi dalam perilaku melukai diri. Uji F menghasilkan nilai F = 4.749 dengan signifikansi 0.010 (p < 0.05), mengonfirmasi bahwa kedua variabel ini adalah prediktor perilaku melukai diri. Selain itu, penelitian menemukan bahwa religiositas menyumbang 18.26% dan dukungan sosial menyumbang 24.70% terhadap variasi perilaku melukai diri, dengan total kontribusi sebesar 42.96% (R Square). Temuan ini menyoroti peran signifikan kedua variabel dalam mempengaruhi perilaku self-injury.  
Hubungan Fanatisme dan Konformitas terhadap Perilaku Konsumtif pada Penggemar JKT48 di Surabaya Maulana Akbar Aditya; Amanda Pasca Rini; Nindia Pratitis
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study was conducted to determine the relationship of fanaticism and conformity to consumptive behavior in jkt48 fans in Surabaya. This study uses quantitative methods using correlational methods. Sampe in this study were 270 participants with the criteria of men and women aged 12-30 years and fans of JKT48. The sampling technique used purposive sampling. Measurement of consumptive behavior data using a scale proposed by Lina & Rosyid (1997). Measurement of conformity scale data using a scale from aspects of Baron & Bryne (2005). Measurement of fanaticism scale data Ismail (2008). The results of multiple regression analysis show that there is a relationship between fanaticism and conformity to consumptive behavior (f value = 3.604 with a significance of 0.000) which means that there is a significant positive relationship, meaning that the three hypotheses of this study are accepted. Based on the results of the study, the authors hope that the research subjects will be able to minimize consumptive behavior by being able to distinguish between needs and desires, and prioritize more important needs so as not to be tempted to buy unnecessary items. Keywords: Fanaticism, Conformity, Consumptive Behavior Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan fanatisme dan konformitas terhadap perilaku konsumtif pada penggemar jkt48 di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional. Sampe pada penelitian ini sebanyak 270 partisipan dengan kriteria Pria dan wanita yang berusia 12-30 tahun serta menggemari JKT48. Teknik pengambilan sampe menggunakan purposive sampling. Pengukuran data perilaku konsumtif menggunakan skala yang dikemukakan oleh Lina & Rosyid (1997). Pengukuran data skala konformitas menggunakan skala dari aspek Baron & Bryne (2005). Pengukuran data skala fanatisme Ismail (2008). Hasil analisis regresi bergamda menunjukkan terdapat hubungan antara fanatisme dan konformitas terhadap perilaku konsumtif (nilai f=3.604 dengan signifikasi 0,000) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan, artinya ketiga hipotesis penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil penelitian, penulis berharap subjek penelitian mampu meminimalisir perilaku konsumtif dengan mammpu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting agar tidak tergoda membeli barang yang tidak perlu. Kata kunci: Fanatisme, Konformitas, Perilaku Konsumtif
Stres Akademik sebagai Pemicu Cyberloafing: Peran Status Mahasiswa Pekerja Khinanta Azzahra Al Jannah; Andik Matulessy; Nindia Pratitis
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The combination of studying and working places extra responsibilities on individuals, which can heighten stress within the educational setting. This situation may result in unproductive actions like engaging in online distractions during study time. This research intends to investigate how academic stress correlates with cyberloafing among students who also have jobs. A sample of 160 active students from the University of 17 Agustus 1945 in Surabaya was chosen using purposive sampling methods. The instruments utilized for this research comprise the Academic Stress Scale, grounded in Gadzella's theory, and the Cyberloafing Scale, derived from Akbulut's theory. Both measures have undergone tests for validity and reliability. The analysis through simple regression reveals a noteworthy positive correlation between academic stress and cyberloafing behavior. The results suggest that as academic stress rises, the likelihood of engaging in cyberloafing also increases. It is anticipated that these findings will be valuable for managing academic stress and provide useful insights for educators to help minimize ineffective online activities during learning sessions. Keywords: Academic stress; cyberloafing; dual role; working students. Abstrak Peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja menciptakan tuntutan tambahan yang dapat meningkatkan stres di lingkungan akademis. Kondisi ini bisa menimbulkan perilaku negatif seperti cyberloafing selama proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara stres akademik dan cyberloafing di kalangan mahasiswa yang juga bekerja. Sebanyak 160 mahasiswa aktif dari Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Skala Stres Akademik yang berdasarkan teori Gadzella dan Skala Cyberloafing yang diadaptasi dari teori Akbulut. Keduanya telah diuji untuk validitas dan reliabilitasnya. Menurut analisis regresi sederhana, ada korelasi positif yang signifikan antara stres akademik dan cyberloafing. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat stres akademik terkait dengan kemungkinan cyberloafing. Diharapkan hasil ini dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan stres akademik dan memberikan panduan praktis bagi para pendidik untuk mengurangi perilaku online yang tidak produktif selama kegiatan belajar. Kata kunci: Stres akademik; cyberloafing; peran ganda; mahasiswa yang bekerja.
Psychometric Properties of the Iranian Religious Coping Scale in the Indonesian Context: Validation and Adaptation Efendy, Mamang; Pratitis, Nindia; Rina, Amhersita Pasca
TAZKIYA Jounal of Psychology Vol. 14 No. 1 (2026): TAZKIYA Journal of Psychology
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tazkiya.v14i1.51034

Abstract

In the last decade, Indonesia has experienced a remarkable surge in the development of religiosity assessment tools; nevertheless, validated scales specifically designed to measure religious coping continue to be conspicuously scarce. This study examined the construct validity of the Iranian Religious Coping Scale (IRCS) adapted for Indonesian Muslim university students. Religious coping is a belief-based cognitive–behavioral strategy that has been shown to support stress management and psychological well-being. Following a rigorous translation and cultural adaptation process, the IRCS was translated into Bahasa Indonesia, back-translated, reviewed by experts, and tested for readability with ten students. The final instrument consisted of 22 items across five dimensions: Religious Practice, Negative Feelings toward God, Benevolent Reappraisal, Passive Religious Coping, and Active Religious Coping. Data were collected from 804 university students (Mean age = 21.23 ± 3.73 years; 65.7% female) through an online survey. Construct validity was tested using Confirmatory Factor Analysis (CFA) in JASP. All items showed significant factor loadings on their respective dimensions (λ = .425–.940, p < .001). The model demonstrated good fit (CFI = .957; TLI = .950; RMSEA = .049; SRMR = .035), supporting the five-factor structure. The Negative Feelings toward God dimension showed the strongest loadings, while Benevolent Reappraisal demonstrated moderate but acceptable values. Overall, the Indonesian version of the IRCS exhibited satisfactory construct validity and cultural appropriateness. The scale is suitable for use in psychological research and practice in Indonesia to assess religious coping strategies. Future studies should involve more diverse populations to enhance the generalizability of the findings.
Perilaku agresivitas pada mahasiswa di surabaya: sejauh mana kontrol diri dan dukungan sosial teman sebaya berperan? Ibrahim Reza Saputra; Nindia Pratitis; Andik Matulessy
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026 (In Progress)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

University students are in a vulnerable developmental phase and often face various academic, social, and emotional pressures that may trigger aggressive behavior. This study aims to examine the relationship between self-control and peer social support with aggressive behavior among university students. The research employed a quantitative method with 117 active students in the city of Surabaya selected using accidental sampling. Data were analyzed using the non-parametric Spearman’s Rho test with the assistance of SPSS 23.0 for Windows. The results indicated that self-control had a significant negative relationship with aggressive behavior (rxy = −0.831, p = 0.000 < 0.05), meaning that higher self-control is associated with lower levels of aggressive behavior. Peer social support also showed a significant negative relationship with aggressive behavior (rxy = −0.715, p = 0.003 < 0.05), indicating that higher peer social support is associated with lower levels of aggressive behavior. The findings of this study provide a foundation for higher education institutions to design student development programs aimed at enhancing self-control and strengthening peer social support as preventive strategies to reduce aggressive behavior among university students. Mahasiswa berada pada fase perkembangan yang rentan menghadapi berbagai tekanan akademik, sosial, dan emosional yang dapat memicu munculnya perilaku agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan dukungan sosial teman sebaya dengan perilaku agresivitas pada mahasiswa. Metode penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 117 mahasiswa aktif di Kota Surabaya yang diambil dengan teknik accidental sampling. Teknik analisis data menggunakan Non parametrik uji Spearman’s Rho dengan bantuan SPSS 23.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan kontrol diri menunjukkan hubungan negatif signifikan dengan perilaku agresivitas (rxy = -0,831, P=0,000<0,005). Artinya semakin tinggi kontrol diri, maka akan semakin rendah perilaku agresivitas. Pada dukungan sosial teman sebaya menunjukkan hubungan negatif signifikan dengan perilaku agresivitas (rxy = -0,715, P=0,003<0,005). Artinya semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya, maka akan semakin rendah perilaku agresivitas. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan program pembinaan mahasiswa yang berfokus pada peningkatan kontrol diri dan penguatan dukungan sosial teman sebaya guna meminimalkan perilaku agresivitas di lingkungan kampus.