Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelayanan Publik Edukasi Kesehatan Gigi Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 2 Muara Dua Kota Lhokseumawe Dewi, Risna; Syafridah, Anita; Maisyura; Fauzan, Ahmad; Maryam; Ti Aisyah
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v3i2.12807

Abstract

Oral and dental health is an essential part of overall health that significantly affects children's quality of life. However, the low level of awareness and understanding among school-aged children about the importance of maintaining dental hygiene remains a challenge. This community service activity aimed to provide education and outreach on the importance of dental health through a public service approach at SD Negeri 2 Muara Dua, Lhokseumawe City. The methods used included interactive counseling sessions, demonstrations of proper toothbrushing techniques, and the distribution of educational media to students. Teachers were also involved as strategic partners to strengthen the sustainability of health education within the school environment. The results of the activity showed an increase in students’ knowledge and enthusiasm for practicing good dental hygiene, along with active participation from the school community. This initiative reflects the implementation of public administration values in promotive and preventive health services, particularly through collaboration between elementary educational institutions and community service lecturers from Universitas Malikussaleh. Dental health education at the elementary school level proves to be an effective strategy in fostering healthy habits from an early age.
Pelatihan Untuk Tenaga Kesehatan RICU/ICU RSUD Cut Meutia Aceh Utara : Paradigma Baru Dalam Resusitasi Jantung Paru di Era Pandemi COVID 19 Millizia, Anna; Mardiati, Mardiati; Syafridah, Anita
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v1i1.5745

Abstract

Wabah infeksi SARS-CoV2 yang terus meningkat tentu berdampak pada upaya resusitasi dan memunculkan kebutuhan untuk memodifikasi praktik resusitasi jantung paru (RJP) yang telah ada. Komplikasi seperti hipoksemia akibat gagal nafas akut, jejas miokard, aritmia ventrikular, dan syok banyak dijumpai dan menyebabkan pasien tersebut lebih berisiko mengalami henti jantung. Tenaga kesehatan merupakan profesi dengan risiko tertinggi tertular penyakit ini. Risiko ini semakin nyata seiring maraknya kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) di seluruh dunia. Upaya resusitasi meningkatkan risiko penularan terhadap tenaga kesehatan karena berbagai alasan. Pertama, RJP meliputi berbagai prosedur yang menghasilkan aerosol, termasuk didalamnya kompresi dada, ventilasi tekanan positif, dan pemasangan alat bantu nafas lanjut (advanced airway). Selama prosedur ini, partikel virus dapat tersuspensi di udara dengan waktu paruh kurang-lebih 1 jam dan dihirup oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Kedua, upaya resusitasi mengharuskan sejumlah penolong untuk bekerja dalam jarak dekat baik satu sama lain maupun dengan pasien. Terakhir, henti jantung merupakan kondisi dimana pasien mendapat resusitasi dalam waktu cepat dan berpotensi menyebabkan kemerosotan kewaspadaan standar untuk mengontrol infeksi. Salah satu cara yang efektif dalam mencegah peningkatan resiko infeksi adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan ketrampilan RJP pada pasien dengan COVID 19 dengan kontinyu dan konsisten yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dalam meminimalisir resiko tertular infeksi COVID 19 pada saat melakukan RJP yang menimbulkan aerosol serta adanya fasilitas sarana dan prasaranan yang menunjang tindakan pencegahan. Target dari pengabdian ini adalah tersedianya tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang RJP pada pasien COVID 19. Sedangkan target aspek sarana-prasarana penunjang pelayanan kesehatan yaitu tersedianya alat pelindung diri sebagai fasilitas yang digunakan dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Pusong Lhokseumawe Firenza, Muhammad Dicky; Mardiati, Mardiati; Syafridah, Anita
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8255

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit kesakitan serta kematian di dunia yang bisa melanda seluruh golongan umur, paling utama pada bayi serta anak balita. Diare secara garis besar mengalami penigkatatan yang signifikan. World Health Organization ( World Health Organization) tahun 2017, sekitar 1, 7 miliyar permasalahan diare terjadi dengan nilai kematian 525. 000 pada anak balita masing- masing tahunnya. Pencegahan diare pada balita dapat dicoba dengan mencermati aspek resiko yang dapat menimbulkan terjadinya diare dengan metode tingkatkan pengetahuan ibu serta pula mempraktikkan sikap hidup bersih serta sehar. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku hidup bersih serta sehat  ( PHBS) terhadap kejadian diare pada balita di Desa Pusong Lhokseumawe. Metode Penelitian ini memakai konsep cross sectional. Sampel didapat dari populasi 567 orang, memakai tata cara sederhana random sampling dengan jumlah sampel 90 responden. Instrumen penelitian ini memakai kuesioner serta checklist. Hasil analisa univariat diperoleh pengetahuan ibu mengenai peristiwa diare pada bayi di Dusun Pusong Lhokseumawe baik sebesar 47 orang( 52, 2%), gambaran sikap hidup bersih serta segar( PHBS) baik sebesar 72 orang( 80, 0%). Hasil analisa bivariat memakai percobaan Chi- square, p- value masing-masing sebesar 0,001 yang berarti ada hubungan pengetahuan ibu serta sikap hidup bersih dan sehat ( PHBS) dengan peristiwa diare pada bayi di Desa Pusong Lhokseumawe. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan ibu dan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS) dengan peristiwa diare pada bayi di Desa Pusong Lhokseumawe. 
Upaya Pengelolaan Skabies dengan Pendekatan Pelayanan Kedokteran Keluarga pada Anak Usia 9 Tahun Wahyuni, Hendra; Zara, Noviana; Syafridah, Anita; Zahara, Cut Ita; Namira, Isra
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 3 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i3.10023

Abstract

Tingginya prevalensi skabies dapat disebabkan oleh kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, higienitas yang buruk, ketersediaan air bersih serta kepadatan penghuni rumah. Skabies di Indonesia menduduki urutan ke tiga dari dua belas penyakit kulit tersering. Pasien An. P usia 9 tahun dengan jenis kelamin perempuan, mengeluhkan gatal pada sela jari tangan yang dirasakan sejak dua bulan yang lalu, dan memberat dalam 2 hari ini. Namun pasien masih memiliki derajat fungsional 1 dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Faktor internal pada pasien yaitu higienitas pribadi yang buruk seperti handuk diunakan bersama dan tidur bersama dengan anggota keluarga yang lain. Faktor eksternal pada pasien yaitu lingkungan rumah yang tidak bersih, rendahnya pengetahuan pasien dan keluarga mengenai penyakit skabies. Upaya penatalaksanaan secara holistik dan komprehensif menggunakan pendekatan kedokteran keluarga berupa edukasi mengenai penyebab, penularan, pengobatan serta pencegahan penyakit. Penyakit skabies sulit diberantas bila tidak disertai dengan perubahan pola hidup bersih dan sehat
Penyuluhan PHBS Santri Umur 6-15 Tahun Terkait Penyakit Gingivitis Rumah Quran Bustanul Mustafa Lhokseumawe Syafridah, Anita
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.12244

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Perilaku kesehatan yang buruk pada anak dapat mendatangkan berbagai jenis penyakit, salah satunya gingivitis. Gingivitis adalah salah satu penyakit periodontal yang paling umum dan dapat menyebabkan kerusakan parah pada rongga mulut. Hasil survei World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa hampir 90% penduduk di dunia menderita gingivitis; 80% di antaranya ialah anak usia di bawah 12 tahun. Data gingivitis di Indonesia menurut Riskesdas 2018, prevalensi gingivitis di Indonesia adalah 74%. Tujuan penelitian untuk melakukan Penyuluhan PHBS Santri Umur 6-15 Tahun Terhadap Gingivitis di Rumah Quran Bustanul Mustafa Lhokseumawe. Metode penelitian ini deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang belajar di Rumah Quran Bustanul Mustafa Lhokseumawe. Sampel penelitian ini adalah siswa yang belajar di Rumah Quran Bustanul Mustafa Lhokseumawe. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, besar sampel ditentukan dengan rumus Slovin, dan didapatkan besar sampel pada penelitian ini adalah 62 orang. Instrumen penelitian digunakan adalah power point, alat peraga gigi dan sikat gigi. Hasil penelitian ini didapatkan 62 responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 30 orang (48,38%), cukup sebanyak 20 orang (32,26%) dan kurang sebanyak 12 orang (19,36%). Kejadian gingivitis berkaitan dengan kebersihan gigi dan mulut. Untuk itu, penyuluhan PHBS terkait kebersihan gigi dan mulut sangat berperan dalam mencegah kejadian gingivitis pada anak usia 6-15 tahun.
Gambaran Penggunaan Antibiotik pada Pasien Abses Submandibula di Bagian Bedah Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Aceh Utara Tahun 2022 Amalia, Nisfal Putri; Yuziani, Yuziani; Syafridah, Anita
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i2.12829

Abstract

Abses submandibula merupakan suatu peradangan yang terjadi di area submandibular dan seringkali disertai dengan kumpulan nanah. Infeksi abses dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Pengobatan antibiotik empiris merujuk pada pemberian antibiotik pada infeksi bakteri ketika penyebabnya belum diketahui secara pasti. Berdasarkan data rekam medis pada tahun 2022 di bagian bedah gigi dan mulut RSUD Cut Meutia Aceh Utara, terdapat 35 kasus abses submandibular. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik dengan menggunakan metode Gyssens pada pasien abses submandibular di bagian bedah gigi dan mulut RSUD Cut Meutia Aceh Utara. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk studi observasional dengan metode pengambilan sampel secara menyeluruh (total sampling). Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa semua pasien dengan abses submandibular menerima pengobatan antibiotik empiris, yakni Ceftriaxone (100%), dan kesesuaian penggunaan antibiotik tersebut tergolong dalam kategori IVA (100%). Karena terdapat antibiotik lain yang lebih efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ceftriaxone merupakan antibiotik empiris yang paling umum diterapkan, dan kesesuaian penggunaan antibiotik di bagian bedah gigi dan mulut RSUD Cut Meutia Aceh Utara tidak tepat.