Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Dinamika Tata Kelola Desa dalam Penyediaan Air Bersih di Desa Mario Yenni Bahar Said; Muh. Rohady Ramadhan; Sandi Lubis
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v10i1.7476

Abstract

Penyediaan layanan air bersih merupakan layanan publik dasar yang menjadi tanggung jawab pemerintah desa dan berimplikasi langsung pada kesejahteraan masyarakat. Namun, praktik penyediaannya di tingkat desa sering menghadapi berbagai tantangan tata kelola. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika tata kelola pemerintah desa dalam penyediaan layanan air bersih di Desa Mario, Kabupaten Sidenreng Rappang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan model tata kelola yang adaptif dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola air bersih dibentuk melalui praktik policy co-creation yang melibatkan pemerintah desa, unit pengelola, dan masyarakat secara kolaboratif. Tata kelola berlangsung secara adaptif melalui koordinasi informal dan responsivitas terhadap kebutuhan warga, meskipun menghadapi keterbatasan infrastruktur dan anggaran. Keberlanjutan layanan sangat ditentukan oleh kapasitas kolaboratif, partisipasi masyarakat, serta peran pemerintah desa sebagai fasilitator dalam penciptaan nilai publik.
PENGUATAN TATA KELOLA USAHA GULA AREN BERBASIS KOMUNITAS DIGITAL Sandi Lubis; Kahar Kahar; Hardianti Hardianti; Muhammad Rais Rahmat Razak
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3441

Abstract

This community service program was implemented to address the issues of low production efficiency, weak business governance, and limited market reach of Gula Aren products managed by CV. Insan Maiwa Mandiri in Kelurahan Bangkala, Kabupaten Enrekang. The program employed a community-based participatory approach integrating technology and local institutional strengthening, consisting of need assessments, integrated training, activation of the Digital Marketing and Production Management Platform (PDMP) based on Flutter (Android & Web), mentoring, and evaluations. from about 150 packages @100 grams to about 250 packages @100 grams per day), digitalized business records (≥85% of transactions recorded), and expanded market access through social media, a website, and national marketplaces. These findings indicate that applying digital technology through a smart community approach is effective in enhancing the performance and competitiveness of small community-based enterprises in rural areas.
ANALISIS KESIAPAN APARATUR DALAM TRANSFORMASI DIGITAL TATA KELOLA MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM SIBERAS DI DESA DAMAI Nurfasilah; Lubis, Sandi; Irwan
Journal of Community Service Vol 8 No 2 (2026): JCS, December 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i2.442

Abstract

Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan desa merupakan upaya untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik. Salah satu implementasinya adalah penerapan Sistem Informasi BUMDes dan Manajemen Desa (SIBERAS) di Desa Damai, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan aparatur dalam implementasi SIBERAS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan aparatur dalam implementasi SIBERAS dari aspek kompetensi digital, psikologis, dan struktural tergolong cukup baik. Namun, implementasi sistem masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi teknologi informasi, pelatihan yang belum optimal, serta keterbatasan infrastruktur dan jaringan internet. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi SIBERAS telah didukung oleh kesiapan aparatur yang cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan kapasitas aparatur, penguatan infrastruktur digital, dan dukungan organisasi agar transformasi digital tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan secara optimal.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DAN TATA KELOLA PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Rasdiana Mustapa; Herman Dema; Ahmad Mustanir; Sandi Lubis
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 9 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v9i2.6324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Kebijakan dan Tata Kelola Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kantor Pertanahan Kabupaten Sidenreng Rappang. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan dipengaruhi oleh faktor komunikasi yang berjalan efektif. Dari sisi sumber daya, meskipun dari segi anggaran memadai keterbatasan jumlah dan distribusi petugas teknis menjadi kendala utama. Sikap pelaksana menunjukkan komitmen dan profesionalisme, dengan petugas yang proaktif dalam mendampingi masyarakat, serta menjaga komunikasi terbuka. Struktur birokrasi dinilai adaptif dan kolaboratif, Dalam aspek tata kelola, prinsip transparansi diterapkan melalui beragam saluran informasi, meski belum secara spesifik menjangkau informasi program PTSL. Responsivitas pelaksana tergolong tinggi di lapangan, tetapi belum dibarengi evaluasi kinerja berbasis umpan balik masyarakat. Akuntabilitas dilaksanakan melalui sistem pelaporan, dokumentasi, dan mekanisme sanggahan, walaupun aspek evaluatif layanan belum optimal. Partisipasi masyarakat tergolong aktif dalam pemberkasan, difasilitasi oleh pendekatan lokal berbasis budaya dan sosial.