Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peran Social Media Officer pada Akun @Bukaproject dalam Membangun Brand Awareness Azzahra, Heyssa Itsara; Ramdani, Guruh; Fachrurizzal, Fikry
KOMUNIKA Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v13i1.22039

Abstract

This study examines the role of the Social Media Officer (SMO) in managing the @bukaproject Instagram account to build brand awareness for Buka Project, a creative industry company located in Bogor, using the Honeycomb Model framework approach. This study used a descriptive qualitative method through participant observation, in-depth interviews, and document studies during the internship period. The analysis results show that of the seven Honeycomb functional blocks, Buka Project's social media officer strategy relies predominantly on three main elements: Identity (maintaining visual consistency and tone of voice), Sharing (systematic content distribution based on content mapping), and Relationships (managing production team collaboration and audience interaction). The implementation of this strategy has proven effective in strengthening brand recognition, as evidenced by a 217.2% increase in account reach and the stability of user interaction. The study concludes that the success of the SMO lies not only in the technical aspects of scheduling, but also in the ability to maintain content quality (media richness), work integration between divisions, and data-based performance evaluation. 
Representasi GoFood Sebagai Pengganti Ibu dalam Iklan “Ungkapkan yang di Hati, Kirimkan yang Berarti” Gunawan, Nathania Raissa; Ramdani, Guruh; Mulyono
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2362

Abstract

Advertisement, as a form of visual and verbal communication, utilizes various elements to attract attention and shape consumer understanding in accordance with its communicative goals. One advertisement that employs connotative signs to shape audience perception is GoFood’s “Ungkapkan yang Di Hati, Kirimkan yang Berarti” campaign. This ad goes beyond merely promoting a food delivery service; it also represents emotional values such as love and care, which are conveyed through its messaging. This study aims to analyze how GoFood is represented as a substitute for the role of a mother in the “Ungkapkan yang Di Hati, Kirimkan yang Berarti” advertisement. The research is conducted using a qualitative descriptive method, employing Stuart Hall’s theory of representation and Roland Barthes’ theory of extended connotation semiotics to uncover the connotative meanings and myths contained in the advertisement. This study is expected to contribute to a deeper understanding of how advertisements work through various connotative signs, visual, verbal, and textual, which can serve as creative methods during the advertisement production process. Abstrak Iklan sebagai bentuk komunikasi visual dan verbal memanfaatkan berbagai elemen untuk menarik perhatian dan membentuk pemahaman konsumen yang sesuai dengan tujuan komunikatifnya. Salah satu iklan yang juga memanfaatkan penanda-penanda konotatif yang membentuk presepsi audiens adalah iklan GoFood versi "Ungkapkan yang di Hati, Kirimkan yang Berarti." Iklan ini tidak hanya sekadar mempromosikan layanan pengantaran makanan, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai emosional, seperti kasih sayang dan perhatian, yang disampaikan melalui iklannya. Penelitian ini bertujuan untuk membedah bagaimana GoFood direpresentasikan sebagai pengganti peran ibu dalam iklan GoFood versi “Ungkapkan yang Di Hati, Kirimkan yang Berarti”. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan teori representasi dari Stuart Hall dan semiotika konotasi berlanjut dari Roland Barthes untuk mengungkap makna-makna konotatif dan juga mitos yang terkandung dalam iklan “Ungkapkan yang di Hati, Kirimkan yang Berarti”. Penelitian ini diharapkan mampu menambah pengetahuan cara kerja iklan melalui berbagai penanda-penanda konotatif, baik yang bersifat visual, verbal, maupun tekstual yang dapat berguna sebagai salah satu bentuk metode kreatif pada tahap produksi pembuatan iklan.
Proses Penulisan Siaran Pers Kegiatan Pimpinan Daerah Melalui Situs Web oleh Pemerintah Kota Bogor Khoerunnisa, Assyifa Uzzahro; Ramdani, Guruh
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2366

Abstract

A press release is news or information written by an organization to describe the organization's activities. In government agencies, press releases have a vital role to maintain public trust through transparency of information submitted on the agency's official channel. The purpose of this paper is to describe the process of writing press releases of Bogor City regional leaders' activities carried out by the Bogor City Government. This research method uses a descriptive qualitative approach through in-depth interviews and participatory observation. This research reveals that the process of writing press releases is divided into three. First, the pre-production stage which consists of directing the leader's coverage and gathering information. Second, the production stage includes coverage, writing, editing and quality checking. Third, the post-production stage includes press release distribution and media monitoring. Bogor City Government uses a journalistic style in writing press releases with an inverted pyramid model and applies special rules in writing press releases to optimize search engine optimization (SEO), maintain accuracy, neutrality, and news value. This research provides a practical contribution for local government PR practitioners in drafting quality press releases to shape the positive image of government agencies. Abstrak Siaran pers adalah berita atau informasi yang ditulis oleh sebuah organisasi untuk menggambarkan kegiatan organisasi tersebut. Pada instansi pemerintah, siaran pers memiliki peranan vital untuk menjaga kepercayaan publik melalui transparansi informasi yang disampaikan pada kanal resmi instansi. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menguraikan proses penulisan siaran pers kegiatan pimpinan daerah Kota Bogor yang dilakukan oleh Pemkot Bogor. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Penelitian ini mengungkapkan bahwa proses penulisan siaran pers terbagi menjadi tiga. Pertama, tahap praproduksi yang terdiri atas arahan liputan pimpinan dan pengumpulan informasi. Kedua, tahap produksi mencakup liputan, penulisan, penyuntingan dan pengecekan kualitas. Ketiga, tahap pascaproduksi meliputi penyebaran siaran pers dan media monitoring. Pemkot Bogor menggunakan gaya jurnalistik dalam menulis siaran pers dengan model piramida terbalik dan menerapkan aturan khusus dalam penulisan siaran pers untuk optimalisasi search engine optimization (SEO), menjaga akurasi, netralitas, dan nilai berita. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi praktisi humas pemerintah daerah dalam menyusun siaran pers yang berkualitas untuk membentuk citra positif instansi pemerintah.
The Role of PATRIA Bulletin in Information Dissemination at PT United Tractors Pandu Engineering Shafinas, Citra Ayu; Ramdani, Guruh
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2706

Abstract

PATRIA Bulletin is a digital internal communication medium created by PT United Tractors Pandu Engineering to support the dissemination of organizational information, strengthen corporate culture, and enhance employee engagement across divisions. As the company continues its digital transformation, the Bulletin plays an important role in ensuring that key messages, corporate values, achievements, and development programs are delivered to employees in a clear and structured manner. The uniqueness of this study lies in its focus on communication patterns and message construction within the Bulletin’s production process, an area rarely explored in previous research. This study examines how PATRIA Bulletin functions as an information channel, the types of messages conveyed, interdivision communication, and digital engagement. Using a qualitative study approach, the research draws on interviews, observations, and digital analysis. The findings indicate that effective communication patterns are essential for strengthening PATRIA Bulletin as a sustainable internal medium. Abstrak PATRIA Bulletin adalah media komunikasi internal digital yang dibuat oleh PT United Tractors Pandu Engineering untuk mendukung penyebaran informasi organisasi, memperkuat budaya perusahaan, dan meningkatkan keterlibatan karyawan di seluruh divisi. Seiring perusahaan melanjutkan transformasi digitalnya, Bulletin berperan penting dalam memastikan pesan utama, nilai perusahaan, pencapaian, dan program pengembangan tersampaikan kepada karyawan secara jelas dan terstruktur. Keunikan penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap pola komunikasi dan konstruksi pesan dalam proses produksi Bulletin, area yang jarang dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini menelaah bagaimana PATRIA Bulletin berfungsi sebagai saluran informasi, jenis pesan yang disampaikan, komunikasi antardivisi, dan keterlibatan digital. Dengan menggunakan pendekatan studi kualitatif, penelitian ini mengacu pada wawancara, observasi, dan analisis digital. Temuan menunjukkan bahwa pola komunikasi yang efektif sangat penting untuk memperkuat PATRIA Bulletin sebagai media internal yang berkelanjutan.
Peran Account Executive dalam Event Marketing Huawei Berbasis Komunikasi Digital Salsabilla, Moza; Ramdani, Guruh
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2728

Abstract

This report examines the role of the Account Executive (AE) in Huawei’s event marketing executed through digital communication at Gushcloud Indonesia. It aims to map how AEs plan, implement, and evaluate campaigns so that brand messages remain consistent across channels. A qualitative approach was used through active participation, observation, in-depth interviews (two AEs and one Account Manager), documentation, and literature review. Findings show that AEs play a central end-to-end role: translating client needs into strategy, building a message house and creative briefs, selecting influencers based on audience–brand fit (beyond follower counts), enforcing message consistency across platforms (social media, website, livestream), coordinating vendors under clear SLAs, and closing with data-driven evaluation (reach, engagement, timeline adherence, and audience feedback). Key challenges include client–agency expectation gaps, cross-platform consistency, multi-party coordination, time–budget constraints, and the need for technological and cross-cultural sensitivity. Recommended practices include establishing a message house, content calendar, go-live checklist/war room, pre-flight testing of materials (titles, hooks, thumbnails, CTAs), SLA-based vendor control, and rapid post-mortems for iterative improvement. Overall, a well-structured AE function boosts audience engagement and strengthens brand awareness, while sales impact typically follows over time. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran Account Executive (AE) dalam pemasaran acara Huawei yang dilakukan melalui komunikasi digital di Gushcloud Indonesia. Tujuannya adalah untuk memetakan bagaimana AE merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kampanye sehingga pesan merek tetap konsisten di berbagai saluran. Pendekatan kualitatif digunakan melalui partisipasi aktif, observasi, wawancara mendalam (dua AE dan satu Account Manager), dokumentasi, dan tinjauan pustaka. Temuan menunjukkan bahwa AE memainkan peran sentral dari awal hingga akhir: menerjemahkan kebutuhan klien ke dalam strategi, membangun kerangka pesan dan brief kreatif, memilih influencer berdasarkan kesesuaian audiens-merek (di luar jumlah pengikut), menegakkan konsistensi pesan di berbagai platform (media sosial, situs web, siaran langsung), mengoordinasikan vendor di bawah SLA yang jelas, dan menutup dengan evaluasi berbasis data (jangkauan, keterlibatan, kepatuhan terhadap jadwal, dan umpan balik audiens). Tantangan utama meliputi kesenjangan ekspektasi klien-agensi, konsistensi lintas platform, koordinasi multi-pihak, kendala waktu-anggaran, dan kebutuhan akan sensitivitas teknologi dan lintas budaya. Praktik yang direkomendasikan meliputi pembentukan tim pemasaran terpadu, kalender konten, daftar periksa/ruang kerja persiapan peluncuran, pengujian awal materi (judul, pengantar, gambar mini, ajakan bertindak), kontrol vendor berbasis SLA, dan analisis pasca-peluncuran yang cepat untuk perbaikan berulang. Secara keseluruhan, fungsi AE yang terstruktur dengan baik meningkatkan keterlibatan audiens dan memperkuat kesadaran merek, sementara dampak penjualan biasanya akan terlihat seiring waktu.
Representasi GoFood Sebagai Pengganti Ibu dalam Iklan “Ungkapkan yang di Hati, Kirimkan yang Berarti” Gunawan, Nathania Raissa; Ramdani, Guruh; Mulyono
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2362

Abstract

Advertisement, as a form of visual and verbal communication, utilizes various elements to attract attention and shape consumer understanding in accordance with its communicative goals. One advertisement that employs connotative signs to shape audience perception is GoFood’s “Ungkapkan yang Di Hati, Kirimkan yang Berarti” campaign. This ad goes beyond merely promoting a food delivery service; it also represents emotional values such as love and care, which are conveyed through its messaging. This study aims to analyze how GoFood is represented as a substitute for the role of a mother in the “Ungkapkan yang Di Hati, Kirimkan yang Berarti” advertisement. The research is conducted using a qualitative descriptive method, employing Stuart Hall’s theory of representation and Roland Barthes’ theory of extended connotation semiotics to uncover the connotative meanings and myths contained in the advertisement. This study is expected to contribute to a deeper understanding of how advertisements work through various connotative signs, visual, verbal, and textual, which can serve as creative methods during the advertisement production process. Abstrak Iklan sebagai bentuk komunikasi visual dan verbal memanfaatkan berbagai elemen untuk menarik perhatian dan membentuk pemahaman konsumen yang sesuai dengan tujuan komunikatifnya. Salah satu iklan yang juga memanfaatkan penanda-penanda konotatif yang membentuk presepsi audiens adalah iklan GoFood versi "Ungkapkan yang di Hati, Kirimkan yang Berarti." Iklan ini tidak hanya sekadar mempromosikan layanan pengantaran makanan, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai emosional, seperti kasih sayang dan perhatian, yang disampaikan melalui iklannya. Penelitian ini bertujuan untuk membedah bagaimana GoFood direpresentasikan sebagai pengganti peran ibu dalam iklan GoFood versi “Ungkapkan yang Di Hati, Kirimkan yang Berarti”. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan teori representasi dari Stuart Hall dan semiotika konotasi berlanjut dari Roland Barthes untuk mengungkap makna-makna konotatif dan juga mitos yang terkandung dalam iklan “Ungkapkan yang di Hati, Kirimkan yang Berarti”. Penelitian ini diharapkan mampu menambah pengetahuan cara kerja iklan melalui berbagai penanda-penanda konotatif, baik yang bersifat visual, verbal, maupun tekstual yang dapat berguna sebagai salah satu bentuk metode kreatif pada tahap produksi pembuatan iklan.
Proses Penulisan Siaran Pers Kegiatan Pimpinan Daerah Melalui Situs Web oleh Pemerintah Kota Bogor Khoerunnisa, Assyifa Uzzahro; Ramdani, Guruh
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2366

Abstract

A press release is news or information written by an organization to describe the organization's activities. In government agencies, press releases have a vital role to maintain public trust through transparency of information submitted on the agency's official channel. The purpose of this paper is to describe the process of writing press releases of Bogor City regional leaders' activities carried out by the Bogor City Government. This research method uses a descriptive qualitative approach through in-depth interviews and participatory observation. This research reveals that the process of writing press releases is divided into three. First, the pre-production stage which consists of directing the leader's coverage and gathering information. Second, the production stage includes coverage, writing, editing and quality checking. Third, the post-production stage includes press release distribution and media monitoring. Bogor City Government uses a journalistic style in writing press releases with an inverted pyramid model and applies special rules in writing press releases to optimize search engine optimization (SEO), maintain accuracy, neutrality, and news value. This research provides a practical contribution for local government PR practitioners in drafting quality press releases to shape the positive image of government agencies. Abstrak Siaran pers adalah berita atau informasi yang ditulis oleh sebuah organisasi untuk menggambarkan kegiatan organisasi tersebut. Pada instansi pemerintah, siaran pers memiliki peranan vital untuk menjaga kepercayaan publik melalui transparansi informasi yang disampaikan pada kanal resmi instansi. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menguraikan proses penulisan siaran pers kegiatan pimpinan daerah Kota Bogor yang dilakukan oleh Pemkot Bogor. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Penelitian ini mengungkapkan bahwa proses penulisan siaran pers terbagi menjadi tiga. Pertama, tahap praproduksi yang terdiri atas arahan liputan pimpinan dan pengumpulan informasi. Kedua, tahap produksi mencakup liputan, penulisan, penyuntingan dan pengecekan kualitas. Ketiga, tahap pascaproduksi meliputi penyebaran siaran pers dan media monitoring. Pemkot Bogor menggunakan gaya jurnalistik dalam menulis siaran pers dengan model piramida terbalik dan menerapkan aturan khusus dalam penulisan siaran pers untuk optimalisasi search engine optimization (SEO), menjaga akurasi, netralitas, dan nilai berita. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi praktisi humas pemerintah daerah dalam menyusun siaran pers yang berkualitas untuk membentuk citra positif instansi pemerintah.
The Role of PATRIA Bulletin in Information Dissemination at PT United Tractors Pandu Engineering Shafinas, Citra Ayu; Ramdani, Guruh
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2706

Abstract

PATRIA Bulletin is a digital internal communication medium created by PT United Tractors Pandu Engineering to support the dissemination of organizational information, strengthen corporate culture, and enhance employee engagement across divisions. As the company continues its digital transformation, the Bulletin plays an important role in ensuring that key messages, corporate values, achievements, and development programs are delivered to employees in a clear and structured manner. The uniqueness of this study lies in its focus on communication patterns and message construction within the Bulletin’s production process, an area rarely explored in previous research. This study examines how PATRIA Bulletin functions as an information channel, the types of messages conveyed, interdivision communication, and digital engagement. Using a qualitative study approach, the research draws on interviews, observations, and digital analysis. The findings indicate that effective communication patterns are essential for strengthening PATRIA Bulletin as a sustainable internal medium. Abstrak PATRIA Bulletin adalah media komunikasi internal digital yang dibuat oleh PT United Tractors Pandu Engineering untuk mendukung penyebaran informasi organisasi, memperkuat budaya perusahaan, dan meningkatkan keterlibatan karyawan di seluruh divisi. Seiring perusahaan melanjutkan transformasi digitalnya, Bulletin berperan penting dalam memastikan pesan utama, nilai perusahaan, pencapaian, dan program pengembangan tersampaikan kepada karyawan secara jelas dan terstruktur. Keunikan penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap pola komunikasi dan konstruksi pesan dalam proses produksi Bulletin, area yang jarang dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini menelaah bagaimana PATRIA Bulletin berfungsi sebagai saluran informasi, jenis pesan yang disampaikan, komunikasi antardivisi, dan keterlibatan digital. Dengan menggunakan pendekatan studi kualitatif, penelitian ini mengacu pada wawancara, observasi, dan analisis digital. Temuan menunjukkan bahwa pola komunikasi yang efektif sangat penting untuk memperkuat PATRIA Bulletin sebagai media internal yang berkelanjutan.
Peran Account Executive dalam Event Marketing Huawei Berbasis Komunikasi Digital Salsabilla, Moza; Ramdani, Guruh
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2728

Abstract

This report examines the role of the Account Executive (AE) in Huawei’s event marketing executed through digital communication at Gushcloud Indonesia. It aims to map how AEs plan, implement, and evaluate campaigns so that brand messages remain consistent across channels. A qualitative approach was used through active participation, observation, in-depth interviews (two AEs and one Account Manager), documentation, and literature review. Findings show that AEs play a central end-to-end role: translating client needs into strategy, building a message house and creative briefs, selecting influencers based on audience–brand fit (beyond follower counts), enforcing message consistency across platforms (social media, website, livestream), coordinating vendors under clear SLAs, and closing with data-driven evaluation (reach, engagement, timeline adherence, and audience feedback). Key challenges include client–agency expectation gaps, cross-platform consistency, multi-party coordination, time–budget constraints, and the need for technological and cross-cultural sensitivity. Recommended practices include establishing a message house, content calendar, go-live checklist/war room, pre-flight testing of materials (titles, hooks, thumbnails, CTAs), SLA-based vendor control, and rapid post-mortems for iterative improvement. Overall, a well-structured AE function boosts audience engagement and strengthens brand awareness, while sales impact typically follows over time. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran Account Executive (AE) dalam pemasaran acara Huawei yang dilakukan melalui komunikasi digital di Gushcloud Indonesia. Tujuannya adalah untuk memetakan bagaimana AE merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kampanye sehingga pesan merek tetap konsisten di berbagai saluran. Pendekatan kualitatif digunakan melalui partisipasi aktif, observasi, wawancara mendalam (dua AE dan satu Account Manager), dokumentasi, dan tinjauan pustaka. Temuan menunjukkan bahwa AE memainkan peran sentral dari awal hingga akhir: menerjemahkan kebutuhan klien ke dalam strategi, membangun kerangka pesan dan brief kreatif, memilih influencer berdasarkan kesesuaian audiens-merek (di luar jumlah pengikut), menegakkan konsistensi pesan di berbagai platform (media sosial, situs web, siaran langsung), mengoordinasikan vendor di bawah SLA yang jelas, dan menutup dengan evaluasi berbasis data (jangkauan, keterlibatan, kepatuhan terhadap jadwal, dan umpan balik audiens). Tantangan utama meliputi kesenjangan ekspektasi klien-agensi, konsistensi lintas platform, koordinasi multi-pihak, kendala waktu-anggaran, dan kebutuhan akan sensitivitas teknologi dan lintas budaya. Praktik yang direkomendasikan meliputi pembentukan tim pemasaran terpadu, kalender konten, daftar periksa/ruang kerja persiapan peluncuran, pengujian awal materi (judul, pengantar, gambar mini, ajakan bertindak), kontrol vendor berbasis SLA, dan analisis pasca-peluncuran yang cepat untuk perbaikan berulang. Secara keseluruhan, fungsi AE yang terstruktur dengan baik meningkatkan keterlibatan audiens dan memperkuat kesadaran merek, sementara dampak penjualan biasanya akan terlihat seiring waktu.