Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Optimasi Formula Losio Tabir Surya Ekstrak Kulit Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis) Nur Saadah Daud; Musdalipah Musdalipah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.68 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i1.2718

Abstract

Paparan sinar matahari yang berlebihan dan berlangsung lama dapat menyebabkan eritema dan kulit terbakar, penuaan dini, dan kanker kulit. Salah satu bentuk sediaan kosmetik yang dapat digunakan untuk melindungi kulit adalah losio yang mengandung zat aktif tabir surya. Ekstrak kulit buah naga super merah adalah bahan alam yang memiliki efek antioksidan dan tabir surya. Optimasi formula losio tabir surya dilakukan menggunakan metode D-optimal dengan 2 faktor yaitu ekstrak kulit buah naga super merah sebagai bahan aktif dengan kisaran konsentrasi 9-12% dan natrium alginat 3-6% dari seluruh komponen losio sebagai peningkat viskositas. Nilai SPF, viskositas, dan daya sebar ditetapkan sebagai respon. Losio yang dihasilkan berwarna coklat, berbentuk semipadat khas losio, homogen, beraroma khas minyak mawar, pH sesuai syarat SNI dengan tipe emulsi minyak dalam air (M/A). Hasil respon yang diperoleh dari 11 formula menghasilkan nilai SPF dengan kisaran 6,64–14,12, nilai viskositas 10333 – 13000 cp yang memenuhi standar SNI, dan nilai daya sebar 6,52–7,92 cm. Formula optimum hasil prediksi D-optimal menggunakan perangkat lunak Design Expert® 7.1.5 ditetapkan konsentrasi ekstrak 12% dan natrium alginat 3%. Peningkatan konsentrasi ekstrak dan Na alginat menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap ketiga respon.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI MELALUI EDUKASI GEMA CERMAT DENGAN METODE CBIA Musdalipah Musdalipah
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.274 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v2i1.1085

Abstract

Smart Community Movement Using Drugs (GEMA CERMAT) is a community movement in raising awareness and understanding of the people about the use of drugs properly and correctly. Self medication is a treatment performed by the community without using a prescription. Through GEMA CERMAT it is expected that rational use of drugs by society can be achieved, including; knowledge of composition, indication, dosage and how to use, side effects, contra indications, and drug expiration dates. The Method of mother active Learning (CBIA) is an educational model of community empowerment to be more skilled in choosing medicine so that becomes more effective, safe, and cost-effective. This activity is aimed to know the improvement of public knowledge by giving education counseling of GEMA CERMAT in choosing over-the-counter and free drug limited by CBIA method. The event was conducted at the BTN Wirabuana complex of Kendari city in May 2017 with a pretest-posttest one-group pre-experimental design. Activities using questionnaires are processed by Chi-square test. Chi-square analysis results p = 0,000 <0.05 indicate an increase in public knowledge in choosing a drug free and limited free by CBIA method
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi GEMA CERMAT: Penggunaan Antibiotik Menggunakan Media Booklet dengan Metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) Musdalipah Musdalipah; Nur Saadah Daud; Eny Nurhikma; Karmilah Karmilah; Nirwati Rusli; Reymon Reymon; Selfyana Austin Tee; Muhammad Azdar Setiawan; Yulianti Fauziah; Rifcha Selviana Puput; Muh. Ilyas Yusuf; Nurhikma Nurhikma
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i4.9431

Abstract

The high use of inappropriate antibiotics in the community is due to a lack of knowledge about antibiotics, thereby increasing the problem of antibiotic resistance. These problems can be overcome through community empowerment with Gema Cermat education through booklet media using the CBIA method. The Smart Society Using Drugs (Gema Cermat) is one of the educational efforts to increase public awareness, concern and understanding about how to use drugs properly and correctly. The purpose of the activity is to increase knowledge about the use of antibiotics using booklet media in the Punggolaka village, Puuwatu district, Kendari City. The method of activity is through Gema Cermat education with the CBIA method, pre and posttest questionnaires, booklets, pocket books, and power point presented by the pharmacist. The results show that an increase in knowledge in the good category of 100%. This is shown in the knowledge of the community at the pretest of 10.25% and increased by 100% after the posttest. Based on the results of the activity, it was concluded that Gema Cermat activities could increase public knowledge
TOKSISITAS AKUT DAN LETHAL DOSE (LD50) EKSTRAK BUAH WALAY (Meistera chinensis) ASAL SULAWESI TENGGARA TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Musdalipah Musdalipah; Agung Wibawa Mahatya Yodha; Karmilah; Selfyana Austin Tee; Reymon; Nur Saadah Daud; Muh. Azdar Setiawan; Esti Badia; Agustini
Pharmacoscript Vol. 5 No. 2 (2022): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v5i2.1039

Abstract

Buah walay (Meistera chinensis) mengandung senyawa fenolat, flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, dan saponin. Beberapa metabolit sekunder, termasuk triterpenoid dan flavonoid, memiliki potensi sebagai antioksidan, antibakteri dan toksisitas. Berdasarkan penelitian sebelumnya dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test ekstrak buah Meistera chinensis memberikan efek sangat toksik dengan IC50 dari 5,02 ± 1,11 mg/mL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik yang ditimbulkan dari ekstrak buah walay ditinjau dari penentuan nilai LD50. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Penentuan kategori toksisitas berdasarkan Generally Recognized As Safe/GRAS dan perhitungan LD50 menggunakan Reed-Muench Penelitian menggunakan ekor mencit yang dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol diberi Na-CMC 0,5 % dan kelompok perlakuan diberi ekstrak buah dengan dosis 50 mg/KgBB; 500 mg/KgBB; 5000 mg/KgBB dan 15.000 mg/KgB Rute pemberian yang digunakan adalah secara oral. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah gejala toksik yang timbul dan nilai LD50 yang diperoleh berdasarkan perhitungan jumlah hewan uji yang mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah walay  memberikan gejala toksik berupa penurunan aktivitas gerak, laju nafas cepat serta tremor dan nilai LD50 adalah 865,765 mg/KgBB (Toksisitas ringan). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah walay (Meistera chinensis) memiliki efek toksik ringan.
Formulasi Krim Tabir Surya Ekstrak Daun Stroberi (Fragaria x ananassa A.N. Duch) Asal Malino, Sulawesi Selatan Nur Saadah Daud; Musdalipah Musdalipah; Karmilah Karmilah; Eny Nur Hikma; Selfyana Austin Tee; Nirwati Rusli; Yulianti Fauziah; Evi Nur Indah Sari
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v8i2.211

Abstract

Daun stroberi (Fragaria x anannasa A.N. Duch) adalah salah satu bagian tanaman stroberi yang dapat dimanfaatkan sebagai produk tabir surya. Kandungan senyawa fenolik daun stroberi memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat krim tabir surya yang memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan dan penentuan Sun Protecting Factor (SPF) krim. Daun stroberi diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun stroberi dibuat dalam tiga formula pada konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Uji evaluasi fisik terhadap sediaan dilakukan dengan beberapa parameter pengujian yaitu uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji tipe krim dan uji daya sebar. Penentuan aktivitas tabir surya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada      panjang      gelombang      290 nm - 320 nm. Parameter yang digunakan berdasarkan transmisi eritema (Te), transmisi pigmentasi (Tp) dan Sun Protecting Factor (SPF) pada krim tabir surya. Hasil penelitian menujukkan krim tabir surya (F1, F2, F3) berbentuk krim, berwarna hijau kecoklatan, dan aroma khas ekstrak. Sediaan homogen, tipe krim berupa sediaan minyak dalam air, nilai pH 6,0. Nilai SPF pada konsentrasi ekstrak 5, 10 dan 15% secara berturut-turut 5,94, 10,58 dan 14,65. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, nilai SPF yang dihasilkan semakin besar. Formula 3 (15%) merupakan krim yang terbaik dengan nilai SPF tertinggi dengan kategori proteksi maksimal.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN WALAY (MEISTERA CHINENSIS) ASAL SULAWESI TENGGARA Eny Nurhikma; Randa Wulaisfan; Musdalipah Musdalipah; Yulianti Fauziah; Nirwati Rusli
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.19864

Abstract

Masker gel peel off merupakan salah satu jenis masker praktis yang bermanfaat untuk merawat kulit wajah, melembabkan kulit serta membersihkan, dan memberi nutrisi sehingga kulit menjadi lebih bersih. Daun walay (Meistera chinensis) merupakan salah satu tumbuhan termaksud dalam famili Zingiberacea yang memiliki kandungan kimia yaitu senyawa alkaloid, terpenoid, flavonoid, fenol, tanin, steroid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun Walay dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan masker gel peel off yang memenuhi syarat evaluasi fisik dan uji stabilitas sediaan. Ekstraksi daun Walay dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol ekstrak daun Walay diformulasi ke dalam tiga formula yaitu formula F1 konsentrasi 1%, F2 konsentrasi 3%, dan F3 konsentrasi 5%. Uji evaluasi fisik terhadap sediaan dilakukan dengan beberapa parameter pengujian yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, uji iritasi dan uji cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Walay pada konsentrasi 1%, 3% dan 5% dapat dibuat dalam bentuk sediaan masker gel peel off  dan  memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan, namun tidak stabil pada pengujian cycling test uji organoleptik bentuk sediaan dan uji daya sebar.
Essential Oils of Alpinia monopleura and Their Antibacterial and Antioxidant Activity Agung Wibawa Mahatva Yodha; Esti Badia; Musdalipah Musdalipah; Muhammad Azdar Setiawan; Nur Saadah Daud; Angriani Fusvita; Adryan Fristiohady; Sahidin Sahidin
Molekul Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2023.18.1.6265

Abstract

Alpinia monopleura is an endemic plant which widespread and abundant in Sulawesi. Nevertheless, previous studies have not studied the chemical compound and biological activity. This study describes the chemical compounds and antibacterial and antioxidant properties of the essential oils isolated from A. monopleura. The essential oil was obtained by the hydro distillation method and interpreted by GCMS. Antibacterial properties were determined by the agar diffusion method, while DPPH and ABTS determined antioxidant activity. The most important components are α-caryophyllene, β-pinene, limonene, α-pinene, β-caryophyllene and caryophyllene oxide. Essential oils of leaves and fruit showed excellent antibacterial properties with a MIC strength of 31.3 μg/mL against Staphylococcus aureus ATCC 25023 and Escherichia coli ATCC 35218. The highest antioxidant effect was also shown by inhibiting ABTS and DPPH radicals, with IC50 strength ​​of essential oil obtained from the leaf being 15.60 and 19.42 μg/mL, respectively, while from the fruit were 10.44 and 11.93 μg/mL. These antibacterial and antioxidant properties indicate that essential oils have advantages in their use in the food and pharmaceutical industries.
Apotek Hidup: Upaya Pelestarian Penggunaan Obat Tradisional di Masyarakat melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Idin Sahidin; Gusti Ray Sadimantara; Muhammad Hajrul Malaka; Muhammad Azdar Setiawan; Nur Saadah Daud; Adryan Fristiohady; Yulianti Fauziah; Sernita Sernita; Musdalipah Musdalipah; Agung Wibawa Mahatva Yodha; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2023): NADIKAMI: Januari 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk Desa Lamomea Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagian besar masyarakatnya berpendidikan minimal rata-rata lulusan SMA, sehingga pengetahuan tentang budidaya dan pemanfaatan tanaman obat masih sangat kurang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu pelaksanaan program pemerintah terkait pemanfaatan tanaman obat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menyampaikan informasi tentang tanaman obat melalui sosialisasi, diskusi, dan praktik langsung budidaya tanaman obat keluarga di pekarangan rumah. Evaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dasar tentang jenis, manfaat, dan cara membuat ramuan. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya keberhasilan dan sangat bermanfaat, karena adanya peningkatan pengetahuan dengan skor rata-rata lebih dari 60 yaitu skor rata-rata post-test 86.11 dibandingkan saat sebelum kegiatan dari nilai rata-rata pre-test 59.72. Masyarakat menunjukkan keterampilan yang memadai saat melakukan praktik langsung mulai dari penanaman, hingga pemeliharaan tanaman. Hasil budidaya tanaman obat ini, selain merupakan upaya pelestarian tanaman obat tradisional, juga mampu menghasilkan produk kosmetik yang kemudian dapat di manfaatkan sebagai produk herbal atau dijual untuk menambah nilai ekonomi.
Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. F.) Kurz) Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Musdalipah Musdalipah; Murtafia Murtafia; Eny Nurhikma; Nur Saadah Daud; Nirwati Rusli; Agung Wibawa Mahatva Yodha; Reymon Reymon; Randa Wulaisfan; Syamsu Alam
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2023): NADIKAMI: Juli 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kedondong hutan merupakan salah satu tanaman herbal untuk mengobati penyakit diare, rematik, demam dan diabetes. Secara empiris daun kedondong hutan digunakan masyarakat Desa Kasumewuho sebagai bahan tambahan untuk menambah cita rasa pada masakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat LPPM Politeknik Bina Husada bertujuan dalam rangka pemanfaatan daun kedondong hutan untuk dijadikan cemilan antidiabetes di desa Kasumewuho. Potensi pengembangan biskuit kedondong hutan sebagai makanan alternatif memiliki peluang untuk dijadikan cemilan yang sangat baik untuk kesehatan yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi pembuatan biskuit daun kedondong hutan pada masyarakat desa Kasumewuho sebanyak 22 orang. Kegiatan dilakukan dimulai dari pemanenan, sortasi basah, sortasi kering, pengeringan, pemotongan dan penyerbukan daun kedondong hutan. Daun kedondong hutan dibuat dengan 3 (tiga) konsentrasi yaitu A (1 g), B (3 g), dan C (5 g) dan selanjutnya dilakukan pengujian organoleptik meliputi warna, bau, rasa dan bentuk sediaan. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat Desa Kasumewuho memiliki antusias yang tinggi mengikuti kegiatan ini. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan biskuit A berwarna kuning, B (kuning kehijauan), C (coklat kehijauan). Dari segi rasa biskuit A, B, C memiliki bau khas susu. Uji kesukaan menunjukkan biskuit A(33%), B(70%), C(17%). Pada uji kerenyahan menunjukkan rasa renyah 100% pada biskuit A, B, C. Pada uji kekerasan menunjukkan biskuit A, B, C memiliki tekstur yang keras (0%) dan lembut dikonsumsi (100%) pada biskuit A, B, C. Biskuit daun kedondong hutan dapat diformulasikan dalam bentuk biskuit sebagai cemilan antidiabetes serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.
Swamedikasi “Dagusibu” Obat Bebas, Multivitamin Dan Jamu Pada Masyarakat Di Kecamatan Nambo Kota Kendari Karmilah Karmilah; Selfyana Austin Tee; Muhammad Azdar Setiawan; Esti Badia; Syaiful Saehu; Nur Saadah Daud; Yulianti Fauziah; Hasnawati Hasnawati; Inggit Suryaningsih; Musdalipah Musdalipah
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2023): NADIKAMI: Juli 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era new normal peningkatan imunitas tubuh sangat diperlukan untuk menunjang kesehatan yang optimal. Pemulihan Kesehatan Selama pandemi COVID-19 memerlukan situasi adaptasi kebiasaan baru untuk menjaga sistem imun tubuh. Upaya yang dapat dilakukan melalui penerapan protokol kesehatan, konsumsi makanan dan minuman yang sehat, multivitamin dan herbal (jamu). Swamedikasi merupakan upaya awal yang dilakukan diri sendiri untuk pencegahan dan pengobatan gejala penyakit ringan menggunakan obat-obatan golongan obat bebas, bebas terbatas dan multivitamin. Tujuan kegiatan edukasi ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan dan buang) obat dan jamu pada masyarakat di Kel. Tondonggeu, Kec. Nambo, Kota Kendari. Metode edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif disertai alat peraga obat dan jamu. Kegiatan edukasi terlaksana dengan baik dengan antusias masyarakat memberikan pertanyaan dan aktif membangun komunikasi yang efektif dua arah mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Kegiatan edukasi dirangkaikan dengan pembagian multivitamin, obat bebas, handsanitizer dan jamu (herbal).