Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Budaya dan Pembangunan: Analisis Komunikasi Ritual Adat Erau di Kutai Kartanegara Hairunnisa, Hairunnisa; Hanief, Lalita; Firliandoko, Robby; Rahmawati, Yulia; Wahyuningrum, Marliana
Prediksi : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 25, No 1 (2026)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/pd.v25i1.9438

Abstract

This research explores the role of ritual communication in the preservation of cultural identity and its relevance to sustainable development through the Erau Tradition in Kutai Kartanegara, East Kalimantan. Ritual communication as a form of symbolic communication emphasizes participation, repetition, and transmission of shared meanings within the community, not just linear transmission of information. Erau Tradition, a traditional ceremony originating from the Kutai Sultanate, exemplifies ritual communication through a series of ceremonies, dances, music, and symbolic actions. This research examines how these rituals help strengthen social cohesion, preserve cultural values, and maintain a spiritual connection with nature, with a focus on the messages conveyed regarding environmental conservation and community solidarity. This research highlights that Erau Tradition is not just a cultural celebration, but also a powerful tool for sustainable development. By integrating cultural heritage, social unity, economic empowerment and environmental awareness, the ritual contributes to a holistic approach to development. In addition, the Erau festival is a major attraction for cultural tourism that supports local economic growth while promoting cultural sustainability. This research argues that ritual communication in Erau Tradition can play a significant role in fostering inclusive and sustainable development, strengthening local identity, and increasing environmental awarenessPenelitian ini mengeksplorasi peran komunikasi ritual dalam pelestarian identitas budaya dan relevansinya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Adat Erau di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Komunikasi ritual sebagai bentuk komunikasi simbolik menekankan partisipasi, pengulangan, dan transmisi makna bersama dalam komunitas, bukan hanya transmisi informasi secara linear. Adat Erau, sebuah upacara tradisional yang berasal dari Kesultanan Kutai, menjadi contoh komunikasi ritual melalui rangkaian upacara, tarian, musik, dan tindakan simbolik. Penelitian ini mengkaji bagaimana ritual-ritual ini membantu memperkuat kohesi sosial, melestarikan nilai-nilai budaya, dan menjaga hubungan spiritual dengan alam, dengan fokus pada pesan-pesan yang disampaikan terkait pelestarian lingkungan dan solidaritas komunitas. Penelitian ini menyoroti Adat Erau bukan hanya perayaan budaya saja, tetapi juga merupakan alat yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan warisan budaya, kesatuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan kesadaran lingkungan, ritual ini memberikan kontribusi pada pendekatan pembangunan yang holistik. Selain itu, festival Erau menjadi daya tarik utama pariwisata budaya yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mempromosikan keberlanjutan budaya. Penelitian ini berargumen bahwa komunikasi ritual dalam Adat Erau dapat memainkan peran signifikan dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, memperkuat identitas lokal, dan meningkatkan kesadaran lingkungan.
Persepsi Masyarakat terhadap Political Branding Anggota DPRD Kota Bogor Raja Aybeun Daffa Sayanda; Koesworo Setiawan; Robby Firliandoko
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humani... Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v4i2.2169

Abstract

The low level of public trust in local legislative institutions poses a serious challenge to the democratic dynamics in Bogor City, as indicated by various fluctuating community satisfaction survey results. This research aims to analyze in depth the public perception of the political branding strategy carried out by members of The Bogor Parlementary as an effort to restore and increase public trust. Using the Brand Identity Prism theoretical framework developed by Jean-Noel Kapferer, this research dissects political identity through six main dimensions: physique, personality, culture, relationship, reflection, and self-image. The research method applied is descriptive qualitative, with primary data collection techniques through in-depth interviews with key informants in Tanah Sareal District, field observations, and documentation studies. The results showed that public perception of the subject's political branding tended to be positive in the external dimensions, where the subject was portrayed as a young, professional, neat, and communicative figure. However, in the internal dimension, public perception was found to be not optimal due to the lack of emphasis on Bogor's local cultural values and the existence of direct communication access barriers resulting from the use of intermediaries in constituent interactions. The conclusion of this study emphasizes that although the visual image has been well-formed, the level of public trust is still in a transitional stage. Strengthening the consistency between the identity displayed and the actual realization of political promises is needed to transform positive perceptions into stable and sustainable public trust.  
Daya Tarik Konten Akun Tiktok @Nani.Bram Pengaruhnya terhadap Peningkatan Penjualan Jasa Kebugaran Sukarelawati, Sukarelawati; Maulana, Nanda Akmal; Firliandoko, Robby
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37639

Abstract

Daya tarik konten media sosial berperan dalam mendukung efektivitas komunikasi pemasaran digital, khususnya pada platform berbasis video seperti TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh daya tarik konten terhadap peningkatan penjualan jasa kebugaran line dance pada akun TikTok @nani.bram. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang merupakan pengikut akun TikTok @nani.bram.Variabel daya tarik konten diukur melalui empat indikator, yaitu visual, informativeness, kredibilitas, dan interaktivitas, sedangkan peningkatan penjualan jasa diukur melalui indikator minat penggunaan jasa, keputusan pembelian, dan rekomendasi. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa daya tarik konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penjualan jasa dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,423, nilai t-hitung sebesar 11,591, dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,578 menunjukkan bahwa daya tarik konten memberikan kontribusi sebesar 57,8% terhadap peningkatan penjualan jasa kebugaran.
Representasi Kasih Sayang Representasi Kasih Sayang Ayah Disabilitas melalui Gestur dan Ekspresi (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film Miracle In Cell No.7 Indonesia) Eneng Agustina; Koesworo Setiawan; Robby Firliandoko
Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi) Vol 7 No 1 (2026): April
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/buanakomunikasi.2026.7.1.5328

Abstract

The development of family communication demonstrates the importance of nonverbal communication in building emotional closeness. The Indonesian version of the film Miracle in Cell No. 7 depicts the affection of a father with a disability to his child through gestures and facial expressions. This study aims to analyze the delivery of affection through gestures and expressions. The method used is a descriptive approach and Roland Barthes' semiotic analysis. Data were obtained through observation, documentation, interviews, and literature studies. The results show that affective gestures, caring expressions, and a combination of both are the main signs representing protection, warmth, sincerity, and responsibility of a father. Connotatively, these meanings strengthen father-child closeness, while at the mythical level, this film challenges stereotypes about fathers with disabilities. Thus, nonverbal communication becomes the main means of displaying sincere fatherly affection in the family. Keywords: gesture, facial expression, disabled father, affection, Roland Barthes' semiotics.
Pengaruh Intensitas Komunikasi Interpersonal melalui WhatsApp terhadap Kualitas Tidur Tazkia Riska Alviana Azhari; Ali Alamsyah Kusumadinata; Robby Firliandoko
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/xypt7d71

Abstract

Era digital telah mengubah pola komunikasi remaja di Indonesia, dengan WhatsApp sebagai platform dominan (penetrasi 91,7%). Intensitas penggunaan yang tinggi memfasilitasi interaksi sosial, namun berisiko menimbulkan gangguan tidur akibat Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan cahaya biru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intensitas komunikasi interpersonal melalui WhatsApp terhadap kualitas tidur siswa SMP Amaliah dengan FoMO sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan sampel 209 siswa (usia 12–16 tahun) yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala intensitas WhatsApp (alpha=0,85), FoMO Scale (alpha=0,87), dan Sleep Quality Scale (alpha=0,92). Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, korelasi Pearson, regresi linear, dan uji mediasi PROCESS Macro Model 4 dengan bootstrap 5.000 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan WhatsApp berada pada kategori tinggi (mean 3,87–4,16), FoMO tinggi (mean 4,10), dan kualitas tidur tergolong rendah (skor SQS 65,2). Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara X-M (r=0,414), X-Y (r=0,412), dan M-Y (r=0,363). FoMO terbukti berperan sebagai mediator penuh (full mediation) dengan efek tidak langsung sebesar 0,0881 (CI [0,0380, 0,1611]). Temuan ini menunjukkan bahwa intensitas komunikasi WhatsApp memengaruhi kualitas tidur siswa sepenuhnya melalui jalur FoMO. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan literasi digital di sekolah dan pembatasan penggunaan gawai pada malam hari.
Pengaruh Kredibilitas Influencer @dosenskincare terhadap Minat Beli Followers Nadya Oktaviani; Koesworo Setiawan; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.24994

Abstract

Perkembangan media sosial Tiktok mendorong meningkatnya penggunaan influencer dalam pemasaran digital, khususnya pada industri kecantikan. Namun, munculnya masalah overclaim pada konten promosi menimbulkan keraguaan terhadap informasi yang disampaikan influencer sehingga kredibilitas influencer menjadi faktor penting dalam menentukan minat beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kredibilitas influencer @dosenskincare terhadap minat beli followers. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 100 sampel. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala likert 1-5 dan dianalisis menggunakan melalui uji validitas, reliabilitas, analisis uji regeresi linear sederhana, koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kredibilitas influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dengan nilai 11,198>1,984 dan nilai signifikan 0,000<0,05. Penelitian ini menunjukan semakin tinggi kredibilitas influencer maka semakin tinggi pula minat beli terhadap produk yang direkomendasikan. Kredibilitas menjadi salah satau faktor yang mampu meningkatkan kepercayan terhadap infromasi dan dapat mempengaruhi ketertarikan dan keputusan pembelian. Penelitian ini terbatas pada cakupan responden yang berfokus kepada 100 orang pengguna akun Tiktok. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas objek penelitian serta menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi minat beli konsumen. Kesimpulan ini bahwa kredibilitas influencer berperan penting dalam menyampaikan infromasi dan mempengaruhi minat beli konsumen, semakin tinggi kredibilitas akan semakin mudah dipercaya oleh audiens. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan implikasi bagi para pelaku pemasaran digital dan influencer dalam menyampaikan informasi secara bertanggung jawab dan kredibel.
Pengaruh Visualisasi Instagram Bakmi Asmara terhadap Brand Awarness Ahmad Taopik; Maria Fitriah; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.19247

Abstract

Di era transformasi digital saat ini tentu perlu adanya suatu inovasi konsep diberbagai bidang atau aktivitas kehidupan guna menyeimbangi perkembangan zaman. Salah satunya kemampuan mengelola dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi pemasaran suatu produk. Visualisasi juga bisa disebut sebagai strategi komunikasi pemasaran. Biasanya pengaplikasian visualisasi dapat ditemukan pada media sosial.  Media sosial adalah platform komunikasi online yang sangat penting dalam membangun, menjalin, atau memperkuat hubungan interpersonal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui visualisasi Instagram Bakmi Asmara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan asosiatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 1.559 orang, termasuk pengikut akun Instagram Bakmi Asmara, dan sampel yang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin adalah 100 orang dengan tingkat kesalahan 0,1%. Analisis data menggunakan Weight Mean Score (WMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel Elemen Visualisasi Instagram memiliki rerata keseluruhan sebesar 4,02, masuk dalam kategori Baik. Karena tipografi atau huruf yang digunakan dalam postingan Instagram akun @Bakmiasmara mudah dibaca dan menggunakan font yang melengkapi konten Instagram, maka nilai skor rata-rata tanggapan responden pada setiap indikator tergolong cukup tinggi, dengan indikator Tipografi memperoleh skor tertinggi sebesar 4,13 dalam kategori Baik.
Komunikasi Internal Divisi Humas PT. Yongjin Javasuka Garment Asti Ribi Maulianti; Ginung Pratidina; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20569

Abstract

Komunikasi internal memiliki peran sentral dalam menjaga efektivitas operasional dansemangat kerja di lingkungan industri, termasuk di sektor manufaktur garmen yang memilikiritme kerja tinggi dan struktur organisasi yang kompleks. Divisi Humas sebagai aktorkomunikasi memainkan peran strategis dalam menjembatani manajemen dan karyawanproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran strategis Humas dalammengelola komunikasi internal, serta bagaimana komunikasi tersebut membangun danmempertahankan motivasi kerja karyawan di PT. Yongjin Javasuka Garment. Metodepenelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknikpengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada delapan informan, terdiri darimanajer Humas, dua staf Humas, serta lima karyawan bagian produksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas memiliki peran penting dalammenyederhanakan pesan manajerial, menyusun strategi komunikasi internal seperti buletin,poster motivasi, dan kegiatan non-formal untuk menjaga kohesi dan semangat kerja.Komunikasi yang dilakukan bersifat dua arah, meskipun efektivitasnya belum sepenuhnyamerata di semua lini produksi. Di sisi lain, motivasi kerja karyawan meningkat melaluikegiatan apresiatif dan komunikasi humanistik yang melibatkan aspek emosional, sepertilomba antar divisi, kampanye semangat kerja, dan pengakuan kontribusi karyawan. Namundemikian, terdapat pula kendala dalam akses waktu kegiatan dan kurangnya responsterhadap beberapa aspirasi karyawan.
Representasi Fase Five Stages of Grief dalam Lirik Lagu “Gala Bunga Matahari” Karya Sal Priadi (Analisis Semiotika Roland Barthes) Aji Santoso; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20720

Abstract

Pengaplikasian dalam berkomunikasi dapat ditemukan dalam bidang budaya melalui lirik lagu pada musik. Salah satu musisi terkenal di Indonesia Bernama Sal Priadi, merilis lagu "Gala Bunga Matahari" yang menggambarkan proses berduka seseorang akibat kematian. Seorang psikiater asal Swiss Bernama Elisabeth Kubler-Ross menjabarkan konsep tahapan atau fase yang dilalui seseorang ketika berduka, sehingga kesinambungan antara makna pada lirik lagu dengan konsep tersebut menjadi alasan penelitian untuk dikaji dalam ilmu semiotika. Adapun tujuan penelitian untuk mendefinisikan bentuk fase five stages of grief yang terdapat dalam lirik lagu dan menjabarkan representasinya melalui analisis semiotika Roland Barthes pada tingkat pemaknaan denotasi dan konotasi. Pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan observasi pasif dan wawancara dengan pihak relevan sebagai metode penelitian, teknik analisis pada data menggunakan teknik spiral analisis, sedangkan keabsahan data akan diuji pada triangulasi sumber. Hasil pada penelitian menyatakan bahwa kelima fase five stages of grief dapat dijelaskan melalui model semiotika Roland Barthes pada tingkatan denotasi dan konotasi beserta mitos sebagai sub-pembahasan, sedangkan representasi kelima fase dapat dijelaskan berdasarkan hasil argumentasi informan dan hasil analisis serta temuan penulis selama penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, kelima fase five stages of grief memiliki peningkatan makna yang berbeda secara denotasi dan konotasi, representasi kelima fase dapat dijelaskan lebih mendalam dan detail pada tingkat pemaknaan konotasi.
Tingkat Minat Baca Masyarakat dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Desti Aryani; Fakhirah Rizqy Anwar; Intan Anjar Sari; Muhammad Ridwan; Ryan Muttaqien; Siti Alianti Oktapiandi; Sulistia Fitrianni; Shofie Nurul Lailie; Yudistira Pratama Aristiawan; Ali Alamsyah Kusumadinata; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat baca masyarakat di daerah Ciawi dan sekitarnya, menentukan faktor-faktor yang berperan dalam hal ini, serta menyusun langkah-langkah yang tepat untuk memperkuat budaya membaca di masyarakat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kebiasaan membaca di kalangan masyarakat, yang berdampak pada rendahnya wawasan, daya kritis, dan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan penyebaran kuesioner kepada sejumlah responden yang terdiri atas pelajar, pekerja, dan masyarakat umum. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menemukan pola dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat membaca masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca masyarakat masih berada pada tingkat rendah hingga sedang, faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap rendahnya minat membaca antara lain adalah kurangnya fasilitas membaca yang memadai, rendahnya dukungan keluarga dan lingkungan, tingkat kesibukan masyarakat, serta pengaruh teknologi digital yang menyebabkan masyarakat lebih banyak mengonsumsi konten visual dibandingkan teks bacaan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi literasi masyarakat di wilayah Ciawi dan menjadi acuan bagi pihak terkait dalam merancang kebijakan dan program peningkatan minat.