Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH GAYA KOMUNIKASI ASERTIF PIMPINAN PT. FORGED MOTORSPORT TERHADAP KINERJA KARYAWAN Bilqis, Tri Dewi; Setiawan, Koesworo; Firliandoko, Robby
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38667

Abstract

Gaya komunikasi pemimpin berkaitan erat dengan kinerja karyawan dimana ia bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya komunikasi asertif pimpinan dan kinerja karyawan, serta mengetahui pengaruh gaya komunikasi asertif pimpinan PT. Forged Motorsport terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, dimana 33 karyawan di PT. Forged Motorsport. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur dua variabel utama gaya komunikasi asertif pimpinan dan kinerja karyawan. Untuk memastikan validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, dilakukan uji validitas dengan menggunakan analisis faktor dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh gaya komunikasi asertif pimpinan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya komunikasi asertif Pemimpin PT. Forged Motorsport dapat diterapkan dengan sangat baik, kinerja karyawan memperoleh kriteria penafsiran sangat baik. Sementara itu gaya komunikasi asertif pimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menyarankan bahwa pimpinan perlu mengembangkan keterampilan komunikasi asertif untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan harmonis. Peningkatan kualitas komunikasi antara pimpinan dan karyawan dapat menjadi faktor penting dalam peningkatan kinerja karyawan dan organisasi secara keseluruhan.
KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DEMI MEWUJUDKAN SGDS PEKERJAAN YANG LAYAK DAN PERTUMBUHAN EKONOMI Firliandoko, Robby; Sarwoprasodjo, Sarwititi; Wahyudin, Cecep; Amalia, Nadia
JURNAL SIGNAL Vol 12 No 2 (2024): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creative Economy (Ekraf) is an economic sector that is believed to be the backbone of the nation in the future. Its nature which prioritizes ideas and human resources is a factor in why creative economy is believed to be a source of Indonesia's economy in the future. Advancing the creative economy does not only require plans and desires but also policies from the Government. In this practice, Political Communication plays a role in advancing and developing the creative economy for the realization of the 8th SDGs, namely Decent Work and Economic Growth. Through qualitative research by conducting direct observations, reading documents timeline of the journey of the Creative Economy Forum and the Bogor Regency Creative Economy Committee and analyzing the news presented in the media, this research found that the practice of Political Communication in development occurred starting from community movements who were creative economic actors, then creating collective action by forming forums. and convey aspirations directly to the Regent as Regional Head with the support of reporting provided by the Media. This practice was successful in encouraging Bogor Regency to publish political products by issuing Bogor Regent Regulation Number 38 of 2021 concerning Creative Economy Development.
Pemberdayaan UMKM Pedesaan Melalui INSEG (Innovative, Strategies for Local Economic Growth) Hastuti, Arti; Nurlela, Raden Siti; Firliandoko, Robby; Nursafa, Alsya; Arivianti, Anisyah; Amalia, Nadia; Fadilah, Ibnu
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i3.21778

Abstract

Pemberdayaan UMKM di pedesaan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ekonomi lokal yang mandiri dan inklusif. Di Desa Sukamahi, pelaku usaha kecil menghadapi tiga tantangan utama: kurangnya akses modal, produk yang sederhana, serta strategi pemasaran yang masih terbatas. Untuk menjawab hal ini, program pengabdian masyarakat ini mengadopsi pendekatan INSEG (Innovative Strategies for Local Economic Growth), yang dirancang untuk membangun kapasitas nyata para pelaku UMKM dalam tiga bidang pengelolaan kapasitas aspek manajemen tata kelola usaha, proses produksi, dan pemasaran. Kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui pelatihan, pendampingan langsung proses produk dengan pemasaran, dan dilakukan pengukuran dampak kegiatan pengabdian ini dengan menggunakan instrumen evaluasi program sebelum (Pre-test) dan sesudah (Post-test) terhadap 20 peserta pelaku UMKM. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pemahaman pelaku UMKM di Desa Sukamahi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 50%. Temuan ini menunjukan bahwa program pendampingan yang dilaksanakan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas usaha, penguatan kompetensi manajemen melalui INSEG, Inovasi produk, dan pemasaran berbasis digital untuk mendorong UMKM Desa Sukamahi sebagai usaha masyarakat yang mampu berdaya saing.
Communication of the Setu Tujuh Muara Depok Tourism Awareness Group in Nature Tourism Management Agustini Agustini; Robby Firliandoko; Apriansyah Apriansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in strengthening local ecotourism potential in Setu Tujuh Muara, Bojongsari, Depok. Using a descriptive qualitative approach, data were obtained through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving Pokdarwis members, the surrounding community, visitors, and relevant stakeholders. The results indicate that Pokdarwis has a strategic role in environmental management, tourism facility development, community economic empowerment, digital promotion, and mobilizing citizen participation. Group communication within Pokdarwis runs effectively through social, educational, persuasive, problem-solving, and coordination functions that support organizational sustainability. Pokdarwis is able to increase community participation, tourism-based income, and environmental awareness. However, there are obstacles such as limited funds, suboptimal infrastructure, and institutional legality that has not been fully completed. This study concludes that group communication and community involvement are the keys to developing sustainable ecotourism in Setu Tujuh Muara.
Representasi Kasih Sayang Representasi Kasih Sayang Ayah Disabilitas melalui Gestur dan Ekspresi (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film Miracle In Cell No.7 Indonesia) Agustina, Eneng; Koesworo Setiawan; Robby Firliandoko
Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi) Vol 7 No 1 (2026): April
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of family communication demonstrates the importance of nonverbal communication in building emotional closeness. The Indonesian version of the film Miracle in Cell No. 7 depicts the affection of a father with a disability to his child through gestures and facial expressions. This study aims to analyze the delivery of affection through gestures and expressions. The method used is a descriptive approach and Roland Barthes' semiotic analysis. Data were obtained through observation, documentation, interviews, and literature studies. The results show that affective gestures, caring expressions, and a combination of both are the main signs representing protection, warmth, sincerity, and responsibility of a father. Connotatively, these meanings strengthen father-child closeness, while at the mythical level, this film challenges stereotypes about fathers with disabilities. Thus, nonverbal communication becomes the main means of displaying sincere fatherly affection in the family. Keywords: gesture, facial expression, disabled father, affection, Roland Barthes' semiotics.
Pengaruh Intensitas Komunikasi Interpersonal melalui WhatsApp terhadap Kualitas Tidur Azhari, Tazkia Riska Alviana; Kusumadinata, Ali Alamsyah; Robby Firliandoko
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/xypt7d71

Abstract

Era digital telah mengubah pola komunikasi remaja di Indonesia, dengan WhatsApp sebagai platform dominan (penetrasi 91,7%). Intensitas penggunaan yang tinggi memfasilitasi interaksi sosial, namun berisiko menimbulkan gangguan tidur akibat Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan cahaya biru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intensitas komunikasi interpersonal melalui WhatsApp terhadap kualitas tidur siswa SMP Amaliah dengan FoMO sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan sampel 209 siswa (usia 12–16 tahun) yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala intensitas WhatsApp (alpha=0,85), FoMO Scale (alpha=0,87), dan Sleep Quality Scale (alpha=0,92). Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, korelasi Pearson, regresi linear, dan uji mediasi PROCESS Macro Model 4 dengan bootstrap 5.000 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan WhatsApp berada pada kategori tinggi (mean 3,87–4,16), FoMO tinggi (mean 4,10), dan kualitas tidur tergolong rendah (skor SQS 65,2). Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara X-M (r=0,414), X-Y (r=0,412), dan M-Y (r=0,363). FoMO terbukti berperan sebagai mediator penuh (full mediation) dengan efek tidak langsung sebesar 0,0881 (CI [0,0380, 0,1611]). Temuan ini menunjukkan bahwa intensitas komunikasi WhatsApp memengaruhi kualitas tidur siswa sepenuhnya melalui jalur FoMO. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan literasi digital di sekolah dan pembatasan penggunaan gawai pada malam hari.
Budaya dan Pembangunan: Analisis Komunikasi Ritual Adat Erau di Kutai Kartanegara Hairunnisa, Hairunnisa; Hanief, Lalita; Firliandoko, Robby; Rahmawati, Yulia; Wahyuningrum, Marliana
Prediksi : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 25, No 1 (2026)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/pd.v25i1.9438

Abstract

This research explores the role of ritual communication in the preservation of cultural identity and its relevance to sustainable development through the Erau Tradition in Kutai Kartanegara, East Kalimantan. Ritual communication as a form of symbolic communication emphasizes participation, repetition, and transmission of shared meanings within the community, not just linear transmission of information. Erau Tradition, a traditional ceremony originating from the Kutai Sultanate, exemplifies ritual communication through a series of ceremonies, dances, music, and symbolic actions. This research examines how these rituals help strengthen social cohesion, preserve cultural values, and maintain a spiritual connection with nature, with a focus on the messages conveyed regarding environmental conservation and community solidarity. This research highlights that Erau Tradition is not just a cultural celebration, but also a powerful tool for sustainable development. By integrating cultural heritage, social unity, economic empowerment and environmental awareness, the ritual contributes to a holistic approach to development. In addition, the Erau festival is a major attraction for cultural tourism that supports local economic growth while promoting cultural sustainability. This research argues that ritual communication in Erau Tradition can play a significant role in fostering inclusive and sustainable development, strengthening local identity, and increasing environmental awarenessPenelitian ini mengeksplorasi peran komunikasi ritual dalam pelestarian identitas budaya dan relevansinya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Adat Erau di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Komunikasi ritual sebagai bentuk komunikasi simbolik menekankan partisipasi, pengulangan, dan transmisi makna bersama dalam komunitas, bukan hanya transmisi informasi secara linear. Adat Erau, sebuah upacara tradisional yang berasal dari Kesultanan Kutai, menjadi contoh komunikasi ritual melalui rangkaian upacara, tarian, musik, dan tindakan simbolik. Penelitian ini mengkaji bagaimana ritual-ritual ini membantu memperkuat kohesi sosial, melestarikan nilai-nilai budaya, dan menjaga hubungan spiritual dengan alam, dengan fokus pada pesan-pesan yang disampaikan terkait pelestarian lingkungan dan solidaritas komunitas. Penelitian ini menyoroti Adat Erau bukan hanya perayaan budaya saja, tetapi juga merupakan alat yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan warisan budaya, kesatuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan kesadaran lingkungan, ritual ini memberikan kontribusi pada pendekatan pembangunan yang holistik. Selain itu, festival Erau menjadi daya tarik utama pariwisata budaya yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mempromosikan keberlanjutan budaya. Penelitian ini berargumen bahwa komunikasi ritual dalam Adat Erau dapat memainkan peran signifikan dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, memperkuat identitas lokal, dan meningkatkan kesadaran lingkungan.
Persepsi Masyarakat terhadap Political Branding Anggota DPRD Kota Bogor Raja Aybeun Daffa Sayanda; Koesworo Setiawan; Robby Firliandoko
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humani... Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v4i2.2169

Abstract

The low level of public trust in local legislative institutions poses a serious challenge to the democratic dynamics in Bogor City, as indicated by various fluctuating community satisfaction survey results. This research aims to analyze in depth the public perception of the political branding strategy carried out by members of The Bogor Parlementary as an effort to restore and increase public trust. Using the Brand Identity Prism theoretical framework developed by Jean-Noel Kapferer, this research dissects political identity through six main dimensions: physique, personality, culture, relationship, reflection, and self-image. The research method applied is descriptive qualitative, with primary data collection techniques through in-depth interviews with key informants in Tanah Sareal District, field observations, and documentation studies. The results showed that public perception of the subject's political branding tended to be positive in the external dimensions, where the subject was portrayed as a young, professional, neat, and communicative figure. However, in the internal dimension, public perception was found to be not optimal due to the lack of emphasis on Bogor's local cultural values and the existence of direct communication access barriers resulting from the use of intermediaries in constituent interactions. The conclusion of this study emphasizes that although the visual image has been well-formed, the level of public trust is still in a transitional stage. Strengthening the consistency between the identity displayed and the actual realization of political promises is needed to transform positive perceptions into stable and sustainable public trust.