Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang Pada Anak Balita Usia 12-59 Bulan Di Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida Rismayanti, Ni Putu Winda; Astiti, Ni Komang Erni; Suindri, Ni Nyoman; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Budiani, Ni Nyoman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20840

Abstract

The stunting case in Ped Village is relatively high with a percentage of 6.89% so that mothers' knowledge needs to be improved. The purpose of this study was to determine the level of mothers' knowledge about balanced nutrition in toddlers aged 12-59 months in Ped Village, Nusa Penida District. This type of research is descriptive quantitative with a cross-sectional approach. The implementation of the study in Ped Village during the integrated health post (Posyandu) activities on May 7-13, 2025, using the proportionate cluster random sampling technique. The research sample was 85 mothers of toddlers who participated in the Posyandu activities in Ped Village by distributing a 30-question questionnaire. Data analysis used univariate in the form of percentages. The results showed that mothers' knowledge about balanced nutrition in Ped Village was in the sufficient category (60%), while knowledge based on indicators: the definition of balanced nutrition was in the good category (45.9%), the benefits of balanced nutrition were in the good category (58.8%), the principles were in the good category (43.5%), the grouping of balanced nutrition was in the sufficient category (42.4%), and the nutritional adequacy rate was in the good category (47.1%). Mothers' knowledge in Ped Village was classified as quite good.
Deteksi Dini Anemia Melalui Pemeriksaan Hemoglobin Dan Penyuluhan Di Desa Batubulan Kangin Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Tirtawati, Gusti Ayu; Somoyani, Ni Ketut; Rahyani, Ni Komang Yuni; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Mahayati, Ni Made Dwi; Purnamayanti, Ni Made Dwi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v3i2.299

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini anemia melalui pemeriksaan hemoglobin dan memberikan penyuluhan kesehatan kepada remaja di Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Jurusan Kebidanan pada tanggal 19 Oktober 2024 di Banjar Bude Ireng, Desa Batubulan Kangin. Kegiatan meliputi skrining anemia melalui pemeriksaan hemoglobin dan penyuluhan tentang pencegahan anemia pada remaja. Hasil kegiatan pengabdian yaitu sebanyak 17 remaja berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan 7 orang (41%) terdeteksi mengalami anemia, sementara 10 orang (59%) tidak mengalami anemia. Penyuluhan tentang pencegahan anemia dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi prevalensi anemia yang cukup tinggi di kalangan remaja peserta. Kombinasi antara skrining dan penyuluhan merupakan pendekatan efektif dalam upaya deteksi dini dan pencegahan anemia pada remaja. Namun, untuk mencapai hasil optimal, program pencegahan anemia perlu mempertimbangkan berbagai faktor seperti asupan gizi seimbang, pola makan, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh. Penggunaan metode inovatif seperti pendidikan sebaya dan media online dapat meningkatkan efektivitas program di masa mendatang
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU HAMIL DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM PASCASALIN DI KECAMATAN KUTA SELATAN TAHUN 2024 Andayani, Ni ketut Sri; Tedjasulaksana, Regina; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3926

Abstract

Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) merupakan metode kontrasepsi yang umum direkomendasikan. Fase pascasalin merupakan salah satu momen penting untuk pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Rendahnya minat ibu dalam melakukan pemasangan AKDR pascasalin dipengaruhi oleh berbagai determinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat ibu hamil dalam memilih AKDR pascasalin. Penelitian deskriptif cross-sectional dilakukan melibatkan ibu hamil pada Februari-Maret 2024. Data diukur dengan kuesioner, meliputi minat menggunakan AKDR dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat tersebut meliputi tingkat pendidikan, pekerjaan, jumlah kehamilan, anak hidup, dan kunjungan antenatal, tingkat pengetahuan tentang AKDR, dukungan suami, status ekonomi dan agama. Analisis univariat dilakukan dengan perangkat lunak IBM SPSS versi 25. Sebanyak 71 ibu hamil direkrut dalam penelitian, dengan median usia 27 tahun. Proporsi ibu yang berminat menggunakan AKDR secara keseluruhan relatif rendah. Karakteristik ibu yang paling banyak berminat menggunakan AKDR meliputi: pendidikan sekolah menengah atas (23,8%), pekerjaan lain-lain (33,3%), jumlah anak hidup >2 orang (29,2%), primi gravida (28,6%), kunjungan ANC ≥6 kali (50%), pendapatan total keluarga di bawah upah minimum regional (21,7%), beragama hindu (27,6%), berpengetahuan baik tentang AKDR (42,1%), dan mendapat dukungan suami (30,8%). Penelitian skala besar lebih lanjut untuk mengevaluasi hubungan faktor-faktor tersebut dengan minat ibu menggunakan AKDR masih diperlukan.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI LANJUTAN DENGAN STATUS IMUNISASI PADA ANAK USIA 25-30 BULAN Suartini, Ni Wayan; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Budiani, Ni Nyoman
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 12: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i12.9496

Abstract

Abstract: Immunization is an effort to increase the body's immunity to disease. In Puskesmas Selat in 2023, measles booster immunization coverage reached 91.27% and DPT booster 92.46% for children aged 25-30 months. This study aims to determine the relationship between the level of maternal knowledge about follow-up immunization and the immunization status of children aged 25-30 months at Puskesmas Selat. The study used a cross-sectional method with a sample of mothers who had children aged 25-30 months. Data was collected in September-November 2024 through questionnaires and MCH book, using random sampling technique. A total of 65.9% of respondents had good knowledge, while 34.1% were less good. Complete immunization status was found in 78% of respondents, while 22% were incomplete. Chi-square analysis showed a significant relationship between maternal knowledge and immunization status (p<0.001). In conclusion, there is a relationship between maternal knowledge about follow-up immunization and immunization status of children aged 25-30 months. It is hoped that further education can improve maternal knowledge and encourage complete immunization.
Pemberian Senam Kaki Menggunakan Bola Tennis Lebih Efektif Dibandingkan Menggunakan Koran Dalam Meningkatkan Sensitivitas Kaki Pasien DM Oktapiani, Ni Made Tari; Suardana, I Ketut; Surasta, I Wayan; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Gema Keperawatan Vol 17, No 1 (2024): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v17i1.3345

Abstract

Diabetes Melitus is chronic disease caused by the pancreas not producing enough insulin. Lack of physical exercise for people with Diabetes Melitus can cause  various problems in the feet, namely neuropathy. Peripheral neuropathy is characterized by decreased sensitivity in the legs caused by disruption of peripheral circulation. The purpose of this study is to determine the difference of foot sensitivity in patient with  Diabetes Melitus between combination of diabetic foot gymnastics using newspapers and ROM compared with combination of diabetic foot gymnastics using tennis balls and ROM in the work area of Public Health Centre Karangasem II. This study used Quasi Experiment with Nonequivalent Control group Design with purposive sampling method from 20 respondents. The assessment instrument uses a foot protective sensation score measured using Monofilament. Foot gymnastics was done 3 times a week within 3 weeks. Data were analyzed by Paired t-test and Independent t-test with ɑ = 0,05. The results showed that the average foot sensitivity of type 2 diabetes melitus patients given a combination of foot gymnastics using tennis ball media and ROM before and after the intervention was 14,5 and 15,0 with p value = 0,015 ( ɑ=0,05), in the control group, gymnastics with tennis balls and ROM obtained an average of 15,1 and 17,4 with p value = 0,001 ( ɑ=0,05). The independent test shown p value of 0,023 ( ɑ=0,05).  It concluded that there were significant differences between the control group and the intervention group. It is expected that a combination of foot gymnastics using tennis ball and ROM will be held in health care institutions in handling patients with Diabetes Melitus.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Dibawah Lima Tahun di Desa Belandingan Kintamani Bangli Tahun 2020 Ariyani, Ni Wayan; Suartini, Ni Wayan; Surati, I Gusti Ayu; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH)-The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i1.3296

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems in children characterized by their height is below -2 SD. The purpose of this research is to analyze factors related to stunting incidence in toddlers in Belandingan Village Kintamani Bangli. This crossectional study method involves 112 mothers and toddlers aged 0-59 months. Data collected in the month April 2021. The data was collected using questionnaire sheets. Data analysis uses chi-square and binary logistic regression. The results are mother age when pregnance factors (p=0.01), family income (p=0.000), and mother knowledge about nutrition (p=0.000) are significantly associated with stunting incidence in toddlers. Mother education factors (p=0.872), mother job (p=0.065), and child sex are not associated with stunting incidence in toddlers. The conclusion of this study found a significant relationship between are mother age when pregnance factors, family income, and mother knowledge about nutrition with stunting incidenc in toddlers
Optimalisasi Pengetahuan Ibu Balita tentang Stimulasi Kecerdasan Balita dengan Brain Gym Astiti, Ni Komang Erny; Ariyani, Ni Wayan; Erawati, Ni Luh Putu Sri
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v5i2.166

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan proses berkesinambungan dari kelahiran sampai dewasa. Pada 3 tahun pertama, merupakan golden period, sehingga perlu stimulasi seoptimal mungkin. Salah satunya, dengan memberikan stimulasi kecerdasan dengan brain gym. Brain gym merupakan kumpulan gerakan sederhana yang bertujuan menyatukan pikiran dan tubuh. Berdasarkan evidence based, stimulasi ini meningkatkan konsentrasi, koordinasi, memori, mengatasi stress, kemampuan komunikasi/bahasa, serta mengurangi hiperaktifitas. Oleh karena itu, salah satu tujuan pendidikan kesehatan ini adalah mengoptimalkan pengetahuan ibu balita tentang pengertian, manfaat dan langkah-langkah brain gym dengan metode demonstrasi dan media video. Pada kegiatan posyandu dan kelas balita di UPTD Puskesmas Mengwi I, Kabupaten Badung, Bali belum pernah dilakukan pendidikan kesehatan tentang brain gym, pelaksanaan edukasi dilakukan belum optimal menggunakan tekhnologi dan kurang melibatkan partisipasi aktif. Kegiatan pendidikan kesehatan yang telah dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pengertian, manfaat dan cara melakukan brain gym.
Asuhan kebidanan pada ibu umur 28 tahun multygravida dari usia kehamilan 12 minggu 5 hari sampai 42 hari masa nifas Seprianti, Ni Luh Putu Ayu; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/tpwasm06

Abstract

Kehamilan fisiologis ditandai dengan perubahan fisiologis pada tubuh ibu hamil untuk mendukung pertumbuhan janin dan mempersiapkan persalinan. Ibu “NPN” mengalami kehamilan yang fisiologis dengan keluhan nyeri punggung dan sudah mendapatkan asuhan prenatal yoga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil penerapan asuhan kebidanan pada ibu “NPN” umur 28 tahun multygravida sesuai standar secara komprehensif dan berkesinambungan dari umur kehamilan 12 minggu 5 hari sampai 42 masa nifas. Metode yang digunakan adalah wawancara, pemeriksaan, observasi serta dokumentasi. Hasil yang didapat adalah selama kehamilan ibu “NPN” mendapatkan asuhan antenatal sesuai dengan standar pelayanan minimal 12T (standar pelayanan antenatal care) hanya saja belum sesuai dengan standar, karena skrining kejiwaan yang seharusnya dilakukan 2 kali selama kehamilan yaitu pada K1 dan K5. Ibu bersalin pervaginam tanpa komplikasi di UPTD Puskesmas Selemadeg Barat. Proses persalinan berjalan lancar, sesuai dengan lama kala dalam persalinan. Asuhan kebidanan neonatus dengan standar pelayanan kesehatan neonatal esensial. Bayi lahir segera menangis dengan berat lahir 3.400 gram. Bayi mendapatkan asuhan standar pelayanan neonatus serta asuhan komplementer pijat bayi. Selama masa nifas proses involusi, lochea, laktasi dan psikologis ibu dalam batas normal dan mendapat asuhan komplementer berupa pijat oksitosin. Kesimpulannya, asuhan yang diberikan pada Ibu “NPN” umur 28 tahun multygravida dari umur kehamilan 12 minggu 5 hari sampai dengan masa nifas 42 hari sudah diberikan sesuai dengan standar secara komprehensif dan berkesinambungan.
Effectiveness of Acupressure at PC6 versus ST36 Points on Nausea and Vomiting in First-Trimester Pregnant Women: A Quasi-Experimental Study Tirtawati, Gusti Ayu; Somoyani, Ni Ketut; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Yuniartis, Putri; Nasution, Siti Rahmadani
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.847

Abstract

The high incidence of nausea and vomiting during pregnancy, which affects 60-80% of primigravidas and 40-60% of multigravidas in Indonesia, can lead to complications such as dehydration and malnutrition if not managed effectively. This can have a negative impact on maternal health and fetal development. While pharmacological treatments are available, non-pharmacological interventions such as acupressure are gaining attention as a safe and effective alternative. This study aimed to determine and compare the effectiveness of acupressure at PC6 and ST36 points in reducing nausea and vomiting among first-trimester pregnant women. A comparative quasi-experimental design was used with a total sample of 50 pregnant women, divided into two groups: one receiving acupressure at PC6 and the other at ST36. The severity of nausea and vomiting was measured using the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) questionnaire before and after the intervention. The results showed a significant decrease in nausea and vomiting scores in both groups (p < 0.001). The mean score reduction was 6.64 in the PC6 group and 6.32 in the ST36 group. Statistical analysis indicated no significant difference between the two groups, suggesting comparable efficacy (p = 0.214). These findings suggest that acupressure at both PC6 and ST36 points is an effective non-pharmacological method for managing nausea and vomiting in early pregnancy. Thus, ST36 can be considered a viable alternative point for treatment
Perbedaan Pengetahuan Remaja Putri Sebelum dan Sesudah Pemberian Edukasi Media Video tentang Anemia Cahyani, Kadek Anggi Valentin Ayu; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Sriasih, Ni Gusti Kompiang
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.290

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang bersifat global dan menjadi fokus utama, terutama di negara-negara berkembang dan dapat menyerang siapapun termasuk remaja. Anemia pada remaja tidak hanya menurunkan produktivitas tapi juga mengakibatkan anemia pada saat kehamilan. Beberapa akibat yang dapat ditimbulkan pada remaja perempuan, seperti gangguan pertumbuhan, turunnya fungsi kognitif dan sistem imun. Anemia dapat dicegah dengan memastikan remaja mendapatkan cukup zat besi untuk meningkatkan produksi hemoglobin. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pengetahuan mengenai anemia pada remaja putri sebelum dan setelah mendapatkan edukasi video. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Sampel berjumlah 31 responden yang dipilih Proportional Random Sampling. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner sebelum dan setelah responden mendapatkan edukasi melalui video animasi. Hasil menunjukkan bahwa nilai median pengetahuan remaja perempuan sebelum diberikan edukasi media video adalah 75, dan setelah diberikan edukasi video 80 dengan nilai ρ sebesar 0,00 < α (0,05) dan nilai Z sebesar -4,949. Simpulannya terdapat perbedaan signifikan dalam pengetahuan remaja putri sebelum dan setelah mendapatkan edukasi melalui video animasi tentang anemia. Disarankan remaja putri dapat secara aktif mencari informasi lain mengenai anemia, misalnya dengan membaca artikel kesehatan yang terpercaya, berkonsultasi dengan tenaga medis agar pengetahuan tentang anemia dapat meningkat.