Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI LANJUTAN DENGAN STATUS IMUNISASI PADA ANAK USIA 25-30 BULAN Suartini, Ni Wayan; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Budiani, Ni Nyoman
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 12: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i12.9496

Abstract

Abstract: Immunization is an effort to increase the body's immunity to disease. In Puskesmas Selat in 2023, measles booster immunization coverage reached 91.27% and DPT booster 92.46% for children aged 25-30 months. This study aims to determine the relationship between the level of maternal knowledge about follow-up immunization and the immunization status of children aged 25-30 months at Puskesmas Selat. The study used a cross-sectional method with a sample of mothers who had children aged 25-30 months. Data was collected in September-November 2024 through questionnaires and MCH book, using random sampling technique. A total of 65.9% of respondents had good knowledge, while 34.1% were less good. Complete immunization status was found in 78% of respondents, while 22% were incomplete. Chi-square analysis showed a significant relationship between maternal knowledge and immunization status (p<0.001). In conclusion, there is a relationship between maternal knowledge about follow-up immunization and immunization status of children aged 25-30 months. It is hoped that further education can improve maternal knowledge and encourage complete immunization.
Pemberian Senam Kaki Menggunakan Bola Tennis Lebih Efektif Dibandingkan Menggunakan Koran Dalam Meningkatkan Sensitivitas Kaki Pasien DM Oktapiani, Ni Made Tari; Suardana, I Ketut; Surasta, I Wayan; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Gema Keperawatan Vol 17, No 1 (2024): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v17i1.3345

Abstract

Diabetes Melitus is chronic disease caused by the pancreas not producing enough insulin. Lack of physical exercise for people with Diabetes Melitus can cause  various problems in the feet, namely neuropathy. Peripheral neuropathy is characterized by decreased sensitivity in the legs caused by disruption of peripheral circulation. The purpose of this study is to determine the difference of foot sensitivity in patient with  Diabetes Melitus between combination of diabetic foot gymnastics using newspapers and ROM compared with combination of diabetic foot gymnastics using tennis balls and ROM in the work area of Public Health Centre Karangasem II. This study used Quasi Experiment with Nonequivalent Control group Design with purposive sampling method from 20 respondents. The assessment instrument uses a foot protective sensation score measured using Monofilament. Foot gymnastics was done 3 times a week within 3 weeks. Data were analyzed by Paired t-test and Independent t-test with ɑ = 0,05. The results showed that the average foot sensitivity of type 2 diabetes melitus patients given a combination of foot gymnastics using tennis ball media and ROM before and after the intervention was 14,5 and 15,0 with p value = 0,015 ( ɑ=0,05), in the control group, gymnastics with tennis balls and ROM obtained an average of 15,1 and 17,4 with p value = 0,001 ( ɑ=0,05). The independent test shown p value of 0,023 ( ɑ=0,05).  It concluded that there were significant differences between the control group and the intervention group. It is expected that a combination of foot gymnastics using tennis ball and ROM will be held in health care institutions in handling patients with Diabetes Melitus.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Dibawah Lima Tahun di Desa Belandingan Kintamani Bangli Tahun 2020 Ariyani, Ni Wayan; Suartini, Ni Wayan; Surati, I Gusti Ayu; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH)-The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i1.3296

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems in children characterized by their height is below -2 SD. The purpose of this research is to analyze factors related to stunting incidence in toddlers in Belandingan Village Kintamani Bangli. This crossectional study method involves 112 mothers and toddlers aged 0-59 months. Data collected in the month April 2021. The data was collected using questionnaire sheets. Data analysis uses chi-square and binary logistic regression. The results are mother age when pregnance factors (p=0.01), family income (p=0.000), and mother knowledge about nutrition (p=0.000) are significantly associated with stunting incidence in toddlers. Mother education factors (p=0.872), mother job (p=0.065), and child sex are not associated with stunting incidence in toddlers. The conclusion of this study found a significant relationship between are mother age when pregnance factors, family income, and mother knowledge about nutrition with stunting incidenc in toddlers
Optimalisasi Pengetahuan Ibu Balita tentang Stimulasi Kecerdasan Balita dengan Brain Gym Astiti, Ni Komang Erny; Ariyani, Ni Wayan; Erawati, Ni Luh Putu Sri
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v5i2.166

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan proses berkesinambungan dari kelahiran sampai dewasa. Pada 3 tahun pertama, merupakan golden period, sehingga perlu stimulasi seoptimal mungkin. Salah satunya, dengan memberikan stimulasi kecerdasan dengan brain gym. Brain gym merupakan kumpulan gerakan sederhana yang bertujuan menyatukan pikiran dan tubuh. Berdasarkan evidence based, stimulasi ini meningkatkan konsentrasi, koordinasi, memori, mengatasi stress, kemampuan komunikasi/bahasa, serta mengurangi hiperaktifitas. Oleh karena itu, salah satu tujuan pendidikan kesehatan ini adalah mengoptimalkan pengetahuan ibu balita tentang pengertian, manfaat dan langkah-langkah brain gym dengan metode demonstrasi dan media video. Pada kegiatan posyandu dan kelas balita di UPTD Puskesmas Mengwi I, Kabupaten Badung, Bali belum pernah dilakukan pendidikan kesehatan tentang brain gym, pelaksanaan edukasi dilakukan belum optimal menggunakan tekhnologi dan kurang melibatkan partisipasi aktif. Kegiatan pendidikan kesehatan yang telah dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pengertian, manfaat dan cara melakukan brain gym.
Asuhan kebidanan pada ibu umur 28 tahun multygravida dari usia kehamilan 12 minggu 5 hari sampai 42 hari masa nifas Seprianti, Ni Luh Putu Ayu; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/tpwasm06

Abstract

Kehamilan fisiologis ditandai dengan perubahan fisiologis pada tubuh ibu hamil untuk mendukung pertumbuhan janin dan mempersiapkan persalinan. Ibu “NPN” mengalami kehamilan yang fisiologis dengan keluhan nyeri punggung dan sudah mendapatkan asuhan prenatal yoga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil penerapan asuhan kebidanan pada ibu “NPN” umur 28 tahun multygravida sesuai standar secara komprehensif dan berkesinambungan dari umur kehamilan 12 minggu 5 hari sampai 42 masa nifas. Metode yang digunakan adalah wawancara, pemeriksaan, observasi serta dokumentasi. Hasil yang didapat adalah selama kehamilan ibu “NPN” mendapatkan asuhan antenatal sesuai dengan standar pelayanan minimal 12T (standar pelayanan antenatal care) hanya saja belum sesuai dengan standar, karena skrining kejiwaan yang seharusnya dilakukan 2 kali selama kehamilan yaitu pada K1 dan K5. Ibu bersalin pervaginam tanpa komplikasi di UPTD Puskesmas Selemadeg Barat. Proses persalinan berjalan lancar, sesuai dengan lama kala dalam persalinan. Asuhan kebidanan neonatus dengan standar pelayanan kesehatan neonatal esensial. Bayi lahir segera menangis dengan berat lahir 3.400 gram. Bayi mendapatkan asuhan standar pelayanan neonatus serta asuhan komplementer pijat bayi. Selama masa nifas proses involusi, lochea, laktasi dan psikologis ibu dalam batas normal dan mendapat asuhan komplementer berupa pijat oksitosin. Kesimpulannya, asuhan yang diberikan pada Ibu “NPN” umur 28 tahun multygravida dari umur kehamilan 12 minggu 5 hari sampai dengan masa nifas 42 hari sudah diberikan sesuai dengan standar secara komprehensif dan berkesinambungan.
Effectiveness of Acupressure at PC6 versus ST36 Points on Nausea and Vomiting in First-Trimester Pregnant Women: A Quasi-Experimental Study Tirtawati, Gusti Ayu; Somoyani, Ni Ketut; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Yuniartis, Putri; Nasution, Siti Rahmadani
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.847

Abstract

The high incidence of nausea and vomiting during pregnancy, which affects 60-80% of primigravidas and 40-60% of multigravidas in Indonesia, can lead to complications such as dehydration and malnutrition if not managed effectively. This can have a negative impact on maternal health and fetal development. While pharmacological treatments are available, non-pharmacological interventions such as acupressure are gaining attention as a safe and effective alternative. This study aimed to determine and compare the effectiveness of acupressure at PC6 and ST36 points in reducing nausea and vomiting among first-trimester pregnant women. A comparative quasi-experimental design was used with a total sample of 50 pregnant women, divided into two groups: one receiving acupressure at PC6 and the other at ST36. The severity of nausea and vomiting was measured using the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) questionnaire before and after the intervention. The results showed a significant decrease in nausea and vomiting scores in both groups (p < 0.001). The mean score reduction was 6.64 in the PC6 group and 6.32 in the ST36 group. Statistical analysis indicated no significant difference between the two groups, suggesting comparable efficacy (p = 0.214). These findings suggest that acupressure at both PC6 and ST36 points is an effective non-pharmacological method for managing nausea and vomiting in early pregnancy. Thus, ST36 can be considered a viable alternative point for treatment
Perbedaan Pengetahuan Remaja Putri Sebelum dan Sesudah Pemberian Edukasi Media Video tentang Anemia Cahyani, Kadek Anggi Valentin Ayu; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Sriasih, Ni Gusti Kompiang
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.290

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang bersifat global dan menjadi fokus utama, terutama di negara-negara berkembang dan dapat menyerang siapapun termasuk remaja. Anemia pada remaja tidak hanya menurunkan produktivitas tapi juga mengakibatkan anemia pada saat kehamilan. Beberapa akibat yang dapat ditimbulkan pada remaja perempuan, seperti gangguan pertumbuhan, turunnya fungsi kognitif dan sistem imun. Anemia dapat dicegah dengan memastikan remaja mendapatkan cukup zat besi untuk meningkatkan produksi hemoglobin. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pengetahuan mengenai anemia pada remaja putri sebelum dan setelah mendapatkan edukasi video. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Sampel berjumlah 31 responden yang dipilih Proportional Random Sampling. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner sebelum dan setelah responden mendapatkan edukasi melalui video animasi. Hasil menunjukkan bahwa nilai median pengetahuan remaja perempuan sebelum diberikan edukasi media video adalah 75, dan setelah diberikan edukasi video 80 dengan nilai ρ sebesar 0,00 < α (0,05) dan nilai Z sebesar -4,949. Simpulannya terdapat perbedaan signifikan dalam pengetahuan remaja putri sebelum dan setelah mendapatkan edukasi melalui video animasi tentang anemia. Disarankan remaja putri dapat secara aktif mencari informasi lain mengenai anemia, misalnya dengan membaca artikel kesehatan yang terpercaya, berkonsultasi dengan tenaga medis agar pengetahuan tentang anemia dapat meningkat.
Gambaran Faktor Risiko Stunting pada Balita di UPTD Puskesmas Kintamani VI 2025 Selpiani, Ni Wayan; Astiti, Ni Komang Erny; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.341

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada kesehatan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kintamani VI tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memiliki balita stunting, yang dipilih berdasarkan data kohort balita dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jenis data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara terstruktur mengenai pemberian MP-ASI menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta data sekunder dari catatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki berat badan lahir normal (79,6%), riwayat pemberian ASI eksklusif (72,2%), serta pemberian MP-ASI yang tepat (64,8%). Selain itu, sebagian besar ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) saat hamil (85,2%). Berdasarkan hasil ini, diharapkan pihak puskesmas dan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat lebih cermat dalam melakukan skrining faktor risiko stunting dan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi optimal selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak.
Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting melalui Kelas Ibu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sidemen Erawati, Ni Luh Putu Sri; Ariyani, Ni Wayan; Somoyani, Ni Ketut
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/c8hfzc61

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Rendahnya pengetahuan gizi ibu hamil menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting karena berpengaruh terhadap kualitas asupan nutrisi selama kehamilan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil melalui kegiatan kelas ibu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sidemen. Kegiatan dilaksanakan pada 4 Juli 2025 dengan melibatkan 30 ibu hamil. Metode pelaksanaan meliputi edukasi gizi, diskusi, praktik penyusunan menu, serta pre-test dan post-test pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna, dari rata-rata 76,67 menjadi 93 setelah edukasi. Berbagai luaran telah dicapai, di antaranya publikasi artikel media massa, unggahan video kegiatan, dan perolehan HaKI leaflet nutrisi ibu hamil. Program ini berjalan baik dengan dukungan aktif tenaga kesehatan dan mitra puskesmas, meskipun terdapat kendala keterlambatan kehadiran ibu hamil. Keberlanjutan program direncanakan melalui edukasi rutin bulanan oleh bidan dan tenaga gizi. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dan berpotensi berkontribusi terhadap pencegahan stunting.  Improving Pregnant Women’s Nutritional Knowledge to Prevent Stunting through Antenatal Classes in the Working Area of UPTD Puskesmas Sidemen Stunting is a chronic nutritional problem that affects children’s physical growth and cognitive development, particularly during the first 1,000 days of Improving Pregnant Women’s Nutritional Knowledge to Prevent Stunting through Antenatal Classes in the Working Area of UPTD Puskesmas Sidemen life. Maternal nutritional knowledge plays a crucial role in determining the quality of nutrient intake during pregnancy, which directly influences fetal growth and the risk of stunting. This community service program aimed to improve pregnant women’s nutritional knowledge through a structured antenatal class at UPTD Puskesmas Sidemen. The activity was conducted on July 4, 2025, and involved 30 pregnant women. The intervention consisted of nutrition education, discussions, hands-on menu planning practice, and pre- and post-tests to measure knowledge improvement. The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score, from 76.67 before the intervention to 93.00 afterward. Several outputs were successfully achieved, including a published mass media article, an online video documenting the activity, and intellectual property rights for a nutrition leaflet. Despite minor challenges related to participant attendance due to weather and transportation barriers, the program was implemented effectively with strong collaboration from healthcare providers and community partners. This activity proved effective in enhancing pregnant women’s nutritional knowledge and has potential to contribute to stunting prevention efforts in the region.
Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting melalui Kelas Ibu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sidemen Erawati, Ni Luh Putu Sri; Ariyani, Ni Wayan; Somoyani, Ni Ketut
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/c8hfzc61

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Rendahnya pengetahuan gizi ibu hamil menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting karena berpengaruh terhadap kualitas asupan nutrisi selama kehamilan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil melalui kegiatan kelas ibu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sidemen. Kegiatan dilaksanakan pada 4 Juli 2025 dengan melibatkan 30 ibu hamil. Metode pelaksanaan meliputi edukasi gizi, diskusi, praktik penyusunan menu, serta pre-test dan post-test pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna, dari rata-rata 76,67 menjadi 93 setelah edukasi. Berbagai luaran telah dicapai, di antaranya publikasi artikel media massa, unggahan video kegiatan, dan perolehan HaKI leaflet nutrisi ibu hamil. Program ini berjalan baik dengan dukungan aktif tenaga kesehatan dan mitra puskesmas, meskipun terdapat kendala keterlambatan kehadiran ibu hamil. Keberlanjutan program direncanakan melalui edukasi rutin bulanan oleh bidan dan tenaga gizi. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dan berpotensi berkontribusi terhadap pencegahan stunting.  Improving Pregnant Women’s Nutritional Knowledge to Prevent Stunting through Antenatal Classes in the Working Area of UPTD Puskesmas Sidemen  Stunting is a chronic nutritional problem that affects children’s physical growth and cognitive development, particularly during the first 1,000 days of Improving Pregnant Women’s Nutritional Knowledge to Prevent Stunting through Antenatal Classes in the Working Area of UPTD Puskesmas Sidemen life. Maternal nutritional knowledge plays a crucial role in determining the quality of nutrient intake during pregnancy, which directly influences fetal growth and the risk of stunting. This community service program aimed to improve pregnant women’s nutritional knowledge through a structured antenatal class at UPTD Puskesmas Sidemen. The activity was conducted on July 4, 2025, and involved 30 pregnant women. The intervention consisted of nutrition education, discussions, hands-on menu planning practice, and pre- and post-tests to measure knowledge improvement. The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score, from 76.67 before the intervention to 93.00 afterward. Several outputs were successfully achieved, including a published mass media article, an online video documenting the activity, and intellectual property rights for a nutrition leaflet. Despite minor challenges related to participant attendance due to weather and transportation barriers, the program was implemented effectively with strong collaboration from healthcare providers and community partners. This activity proved effective in enhancing pregnant women’s nutritional knowledge and has potential to contribute to stunting prevention efforts in the region