Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Kedelai Menjadi Tahu di Desa Balai Nareh Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman Gusriati; Denis Setiawan; Herda Gusvita
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/wkbmnz19

Abstract

The purpose of this study was to study the processing of soybeans into tofu at the Super Tofu Business and to analyze the business feasibility of the Super Tofu Business in Balai Nareh Village, North Pariaman District, Pariaman City. The basic method used in this research is descriptive method with the implementation of researching case studies. This research was conducted in Balai Nareh Village, North Pariaman District, Pariaman City on from February 13 to March 14 2021 with the respondents in this study being the owners and employees of the Tahu Super Business. Sources of data used are primary data and secondary data. Data analysis used quantitative descriptive analysis. Research results 1). Process of processing soybeans into tofu; (a) Washing and soaking soybeans, (b) Milling soybeans, (c) Boiling milled soybeans, (d) Filtering soybean juice, (e) Printing and cutting tofu, (f) Packing tofu in crates. 2). The Super Tofu business in Balai Nareh Village, North Pariaman District, Pariaman City is feasible to operate with an R/C of 1.49, a product BEP of 45.70 crates/day (548.4 kg) and a BEP of Rp. 60,502.52/crate (Rp. 5.041.87/kg). Revenue on total costs of Rp. 2,085,294.60. From the results of the research, it can be suggested: Tofu Super entrepreneurs should make a business license and expand the market in order to increase production capacity to get better income
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Pangan di Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur Esa Diya Wahyuni; Gusriati; Andri
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/5fd06x91

Abstract

This study aims to determine the share of household food expenditure in Andalas Village, Padang Timur District, Padang City and analyze the influence of household income, housewife's formal education level, number of family members, and age of marriage on household food expenditure. This research was conducted in August 2021, with a total sample of 82 people. The research technique used is a survey technique. The data analysis used is descriptive quantitative using SPSS Version 18 program. The results of the study are as follows: the share of household food expenditure in Andalas Village, Padang Timur District, Padang City is 26.21%. Factors of household income, level of formal education of housewives, number of family members, and age of marriage together (simultaneously) have a significant effect on food expenditure, partially which has a significant effect on household food expenditure is household income, number of family members. The coefficient of determinant (R2) is 0.73, and the correlation coefficient (R) is 0.854
Analisis Produktivitas Lahan Pada Usahatani Jagung (Zea mays L) di Nagari Aie Tajun Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat Jodi Putra; Gusriati; Esa Diya Wahyuni
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/6sg0we49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas lahan pada usahatani jagung dan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas jagung di Nagari Aie Tajun, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Aie Tajun pada bulan Oktober-November 2022. Jumlah populasi/sampel sebanyak 63 petani, dengan penentuan sampel menggunakan metode sensus. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas lahan di Nagari Aie Tajun sebesar 6,58 ton/ha, dan faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap produktivitas jagung di Nagari Aie Tajun adalah pupuk NPK dan pengalaman bertani. Sementara itu, faktor-faktor yang berpengaruh tidak signifikan adalah luas lahan, pupuk urea, benih, pestisida, tenaga kerja, dan herbisida. Selanjutnya, koefisien determinasi menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah sebesar 69,6 persen.
Analisis Biaya Produksi Bawang Merah  di Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Lasmi Damayanti; Gusriati; Murnita
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/qtg9e255

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur biaya produksi bawang merah dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi usahatani bawang merah di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kuantitatif, populasi berjumlah 250 orang petani bawang merah dan sampel sebanyak 71 orang petani bawang merah. Analisis data yang digunakan adalah analisis linier berganda dengan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya yang dikeluarkan petani di usahatani bawang merah Nagari Alahan Panjang adalah biaya tetap sebesar Rp.4.070.728,19/ha, biaya variabel sebesar Rp.13.359.901,41/ha, dan biaya total sebesar Rp.17.430.629,60/ha. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap biaya produksi bawang merah secara parsial adalah biaya benih TSP dan pupuk, yang tidak berpengaruh adalah pupuk organik, UREA, TKLK, TKDK, pestisida, herbisida, fungisida, insektisida, dan mulsa.
Analisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Pisang Kepok (Musa Acuminata L) di Desa Katurai Kecamatan Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai Windawati Ningsi, Maria; Gusriati; Gusvita, Herda
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/35z09448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani pisang kepok di Desa Katurai Kecamatan Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai dan mengananlisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani pisang kepok. Penelitian ini dilakukan bulan Juli - Agustus 2020. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani pisang kepok di Desa Katurai didominasi oleh umur <38 tahun sebesar 34 orang (36,92%), tingkat pendidikan tamatan SD sebesar 25 orang (38,46%), jumlah anggota keluarga kisaran 2-4 orang sebesar 48 (73,84%), luas lahan tanaman pisang sebesar <7400-10000 dengan jumlah 44 (67,69%). Tingkat kesejahteraan rumah tangga petani pisang kepok termasuk kategori rumah tangga kurang sejahtera dengan nilai GSR 11,457 (>1).
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin di Nagari Taluak Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan Pasca Covid-19 Wahyuni, Esa Diya; Gusriati; Bakhtini, Suci Kharisma
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/gk8gft54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi ketahanan pangan rumah tangga miskin dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga miskin di Nagari Taluak Batang Kapas Pasca Covid-19. Penelitian dilakukan di Nagari Taluk Kecamatan Batang Kapas, yang dipilih secara purposive. Penelitian ini melibatkan 100 responden. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik survey. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda menggunakan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan ketahanan pangan rumah tangga miskin di Nagari Taluk Kecamatan Batang Kapas Pasca Covid-19 adalah sebagai berikut: rawan pangan sejumlah 33 rumah tangga (33%), Kurang Pangan sejumlah 43 rumah tangga (43%), Rentan Pangan sejumlah 10 rumah tangga (10%), tahan pangan sejumlah 14 rumah tangga (14%). Faktor- faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan secara bersama-sama yang berpengaruh secara signifikan adalah pendapatan rumah tangga miskin, proporsi pengeluaran pangan rumah tangga miskin, jumlah anggota rumah tangga miskin, tingkat pendidikan ibu rumah tangga miskin, tingkat pendidikan suami, umur kepala rumah tangga, jumlah bantuan yang diterima. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga secara parsial yang signifikan adalah proporsi pengeluaran rumah tangga miskin dan jumlah anggota rumah tangga miskin. Sedangkan pendapatan rumah tangga miskin, tingkat pendidikan ibu rumah tangga miskin, tingkat pendidikan suami, umur kepala rumah tangga, jumlah bantuan yang diterima berpengaruh tidak signifikan secara parsial terhadap ketahanan pangan rumah tangga miskin di Nagari Taluak Kecamatan Batang Kapas.
Diversifikasi Pendapatan Petani Sagu Di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Sakukuret, Saltina; Gusriati; Utama, Alin Deri; GUSRIATI, GUSRIATI
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/zcb62w93

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pendapatan petani dari usaha sagu dan sumber-sumber pendapatan petani selain sagu serta Indeks Difersifikasi  pendapatan di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan jumlah sampel  didapatkan 58 orang. Data yang digunakan adalah data primer. Metode analisis data adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis pendapatan dan indeks diversifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Pendapatan petani sagu di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai sebesar Rp. 1.882.875/bulan. (2). Pendapatan usahatani dari sektor non pertanian seperti usaha industri, usaha dagang, usaha jasa, buruh bangunan. Sumber pendapatan dari sektor non sagu sebesar Rp. 470.387,93/bulan. Sedangkan dari sektor non pertanian sebesar Rp. 699.137,93/bulan. Total pendapatan rumahtangga adalah Rp. 3.052.400,86/bulan. Dari hal tersebut di dapat nilai indeks diversifikasi sebesar 1,68 dimana tergolong dalam kategori sedang.
Diversifikasi Pendapatan Petani Sagu Di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Sakukuret, Saltina; Gusriati; Utama, Alin Deri; GUSRIATI, GUSRIATI
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/zcb62w93

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pendapatan petani dari usaha sagu dan sumber-sumber pendapatan petani selain sagu serta Indeks Difersifikasi  pendapatan di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan jumlah sampel  didapatkan 58 orang. Data yang digunakan adalah data primer. Metode analisis data adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis pendapatan dan indeks diversifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Pendapatan petani sagu di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai sebesar Rp. 1.882.875/bulan. (2). Pendapatan usahatani dari sektor non pertanian seperti usaha industri, usaha dagang, usaha jasa, buruh bangunan. Sumber pendapatan dari sektor non sagu sebesar Rp. 470.387,93/bulan. Sedangkan dari sektor non pertanian sebesar Rp. 699.137,93/bulan. Total pendapatan rumahtangga adalah Rp. 3.052.400,86/bulan. Dari hal tersebut di dapat nilai indeks diversifikasi sebesar 1,68 dimana tergolong dalam kategori sedang.
KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA STUNTING DARI PENDEKATAN GSR DI KECAMATAN BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN Gusriati, Gusriati; Murnita, Murnita; Febrianthy, Febrianthy; Sumarno, Wawan
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1379

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Standar WHO terkait prevalensi stanting harus kurang dari 20%. Penyebab stanting adalah malnutrisi dalam jangka panjang. Provinsi Sumatera Barat  merupakan salah satu Provinsi dengan  prevalensi stunting yang cukup  tinggi yaitu 25,2% pada tahun 2022 dan Kecamatan Batang Kapas merupakan wilayah dengan prevalensi stunting no 2 tertinggi di Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat.Pada tahun 2022 Kabupaten Pesisir Selatan prevalensi stantingnya 29,8%.   Penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga stunting dari pendekatan GSR dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan rumah tangga stunting di Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini telah dilakukan pada Bulan Juni-Juli 2023. Metode dasar  penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga stunting, dengan jumlah 130 rumahtangga kasus stunting. Sampel diambil secara sensus. Analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS versi 2020. Hasil penelitian  : Tingkat kesejahteraan rumah tangga stunting termasuk kategori rumah tangga kurang sejahtera dengan nilai GSR 1,417. Faktor- faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kesejahteraan rumah tangga stunting  adalah  pengeluaran pangan, dan  pengeluaran non pangan dan yang  berpengaruh tidak signifikan yaitu  imunisasi anak, tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat umur ibu, jumlah tanggungan kepala keluarga, dan pengetahuan gizi. Secara simultan yang berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan rumah tangga stunting adalah imunisasi anak, pengeluaran pangan, pengeluaran non pangan, tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat umur ibu, jumlah tanggungan kepala keluarga, dan pengetahun gizi.
PENERAPAN INTEGRASI TANAMAN JAGUNG HIBRIDA DENGAN TERNAK SAPI MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN Murnita, Murnita; Gusriati, Gusriati; Erpomen, Erpomen
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1887-1896

Abstract

Sistem integrasi jagung-sapi merupakan suatu  jalinan yang saling menguntungkan bagi para petani, sehingga sama-sama memperoleh manfaat. Pengolahan limbah jagung menjadi silase adalah  solusi bagi petani untuk memperoleh pakan secara berkesinambungan. Pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk organik mengurangi biaya produksi jagung. Tujuan kegiatan ini yaitu: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam  menggunakan: kotoran sapi  sebagai  pupuk organik,  jerami  jagung  untuk  pakan ternak, dan petani memiliki alat mesin pemipil, penggiling jagung, serta mampu mengoperasikannya sehingga petani memperoleh nilai tambah dari jagung. Metode yang diterapkan adalah Persiapan: pembekalan, koordinasi,  persiapan bahan dan alat serta sosialisasi, dan  Pelaksanaan: penyuluhan, praktik, pemantauan, penilaian dan tindak lanjut. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat yaitu: Kepandaian dan keahlian petani dalam memanfaatkan: kotoran sapi untuk  pupuk organik meningkat  72%,  jerami jagung untuk  pakan ternak (silase) naik sampai 88,75  %,  dan sekitar 81,67% petani dapat mengoperasionalkan alat pemipil dan penggiling  jagung.