Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN PREBIOTIK, PROBIOTIK, DAN ASUPAN SERAT DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA: Relation Between Knowledge of Prebiotic, Probiotik and Fiber Intake on The Incidence of Contipation Among Patient with Chronic Kidney Disease on Hemodialysis Amara, Talika; Nurhayati, Aftulesi; Elva Junita, Dera; Akhriani, Mayesti
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.849

Abstract

Hemodialisa mengharuskan pasien untuk melakukan pembatasan seperti pembatasan pola makan dan aktivitas fisik selama pasien melakukan hemodialisa. Hal tersebut menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan yaitu konstipasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan prebiotik, probiotik, dan asupan serat pada kejadian konstipasi pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung. Jenis penelitian analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross-sectional. Total populasi sample adalah 91 responden penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa pada bulan mei – juni 2024. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisi data yang digunakan meliputi data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesionesr tingkat pengetahuan prebiotik dan probiotik milik refita et al., (2021), formulir 2 x 24 jam food recall untuk asupan serat, dan Bristol Stool Chart untuk mengetahui tingkat kejadia konstipasi responden. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan tingkat pengetahuan prebiotik dan probiotik (p=0.002), serta asupan serat (p=0.004) dengan kejadian konstipasi pada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa. Saran untuk penelitian kedepan untuk melakukan konsultasi gizi dengan menambahkan materi mengenai prebiotik dan probiotik serta asupan serat oleh ahli gizi kepada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis.
ANALYSIS OF DETERMINANTS OF STUNTING AMONG CHILDREN AGED 24-59 MONTHS IN PAMENANG VILLAGE, PAGELARAN SUB-DISTRICT, PRINGSEWU DISTRICT Abdullah, Abdullah; Dian Khairani, Masayu; Akhriani, Mayesti; Rica Pratiwi, Amali; Nurhayati, Aftulesi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.2919

Abstract

The problem of malnutrition in Indonesia is currently being aggressively carried out various prevention and control efforts by involving all sectors, namely the problem of stunting. The determinants of stunting are lack of nutritional intake, infectious diseases, food availability, parenting, environmental health and health services. In addition, demographic and educational factors contribute to stunting. The purpose of this study was to determine the relationship between the characteristics of parents and toddlers with stunting of toddlers aged 24-59 months. This study is an observational study with a quantitative approach and uses a cross sectional research design in Pamenang Village, Pagelaran District, Pringsewu Regency. The sample in this study were toddlers aged 24-59 months totaling 151 toddlers. The results of the study found stunting toddlers as much as 29.8%. The results of statistical analysis showed no significant relationship between age (p = 0.640) gender (p = 0.354), history of disease (p = 0.326), mother's education level (p = 0.090) and father's education level (p = 0.225) with stunting. Suggestions that can be given are that the prevention and handling of stunting is prioritized in toddlers aged 36-59 months.
Pengaruh Media Konseling Gizi terhadap Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Tipe II Melani, Ika; Wati, Desti Ambar; Nurhayati, Aftulesi; Muharramah, Alifiyanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

T2DM merupakan penyakit tidak menular dengan jumlah kasus yang tinggi dan terus mengalami peningkatan, namun pengendalian diabetes berdasarkan pengaturan makan masih rendah. Penelitian konseling gizi melalui RSUD Zainal Abidin Pagaralam bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling gizi dengan media Whatsapp dan Booklet terhadap tingkat kepatuhan diet. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah pasien RSUD Zainal Abidin Pagaralam. Sampel penelitian terdiri dari 27 orang kelompok perlakuan dan 18 orang kelompok kontrol. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok dengan media Whatsapp. (P1), Booklet. (P2), dan kombinasi Whatsapp dan Booklet. (P3). Kelompok kontrol terdiri dari kontrol negatif tanpa media. (K1) dan kontrol positif dengan leaflet. (K2). Karakteristik terbanyak pasien T2DM berdasarkan umur adalah dewasa akhir, berdasarkan jenis kelamin adlaah perempuan, berdasarkan pendidikan adalah SMA. Hasil uji hipotesis menunjukkan konseling gizi berpengaruh terhadap kepatuhan diet, baik dengan media Whatsapp (Sig. 0.000), Booklet (Sig. 0.008), Whatsapp dan Booklet (Sig. 0.004), tanpa media (Sig. 0.001), ataupun dengan Leaflet (Sig. 0.002). Hasil analisis beda kelompok perilaku menunjukkan media Whatsapp dan tanpa media tidak memiliki perbedaan (Sig. 0.207), sedangkan media Whatsapp dan media leaflet memiliki perbedaan peningkatan kepatuhan diet (Sig. 0.021). Media booklet tidak memiliki perbedaan dengan tanpa media (Sig. 0.154) ataupun media leaflet. (0.912). Kombinasi media Whatsapp dan Booklet memiliki perbedaan dengan tanpa media (Sig. 0.021), namun tidak memiliki perbedaan dengan media leaflet (Sig. 0.211). Secara menyeluruh, konseling gizi secara tatap muka tanpa media, tatap muka dengan media, maupun remote counselling efektif dalam meningkatkan kepatuhan diet.
POLA PEMBERIAN MAKAN DAN PERILAKU PICKY EATER TERHADAP STATUS GIZI PADA PASIEN BALITA USIA 1-3 TAHUN: Feeding Patterns and Picky Eater Behavior on Nutritional Status in Children Aged 1-3 Years Septiani, Nyiayu farahnaz; Lestari, Lara Ayu; Nurhayati, Aftulesi; Elva Junita, Dera
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1264

Abstract

Balita membutuhkan stimulasi dan kondisi yang tepat untuk tumbuh kembang optimal, namun sering menghadapi masalah makan seperti pola makan yang kurang baik dan perilaku picky eater. Pola makan merupakan perilaku pemberian makan dan Picky eater adalah perilaku memilih-milih makan. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya wasting, overweight dan obese seperti kurangnya asupan gizi, dan pola pemberian makan. Kurangnya asupan gizi berkaitan dengan picky eater di karenakan pemberian pola makan yang tidak tepat. Salah satu cara meningkatkan status gizi adalah memantau pola pemberian makan dan perilaku picky eater balita. Tujuan dari penelitian mengetahui hubungan pola pemberian makan dan perilaku picky eater terhadap status gizi pasien balita usia 1-3 tahun di Rumah Sakit Bumi Waras Lampung 2024. Rancangan penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah balita berusia 1-3 tahun berjumlah 104 balita dan responden 89 balita di RS Bumi Waras pada Oktober – November 2024 menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner CEBQ dan CFQ. Analisis univariat mengetahui persentase, dari hasil setiap variable berbentuk frekuensi, Analisa bivariat menguji dua variabel data dilakukan uji korelasi gamma. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan pola pemberian makan dan picky eater terhadap status gizi dengan hasil p-value 0.002 dan 0.035. Diharapkan ibu dapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pola pemberian makan terhadap anak Picky eater agar mendapatkan status gizi dengan komposisi tubuh baik.
Pola makan dan aktivitas fisik sebagai faktor risiko diabetes melitus tipe 2 pada karyawan generasi Z Oktora, Rindha; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar; Nurhayati, Aftulesi
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v10i2.20818

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels and has become one of the emerging health concerns among Generation Z (Gen Z). Diet and physical activity are major risk factors for the development of diabetes mellitus. Unhealthy eating habits and sedentary lifestyles can lead to increase blood glucose levels and a higher risk of insulin resistance. This study aimed to determine the correlation between dietary patterns and physical activity levels of Gen Z employees with random blood glucose status and the risk of type 2 diabetes mellitus. This research employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 477 Gen Z employees, and a sample of 204 participants was selected using the purposive sampling technique. Research instruments included a dietary questionnaire using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), a physical activity questionnaire using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), and blood glucose examination using the Easy Touch GCU device. Data were analyzed using the Gamma test. The results from 204 subjects showed that 191 subjects (93.6%) had unbalanced diets, 161 subjects (78.9%) had low physical activity levels, and 116 subjects (56.9%) had normal random blood glucose levels. There was a significant correlation between the dietary patterns of Gen Z employees and random blood glucose status with the risk of type 2 diabetes mellitus (p=0.000), as well as a significant correlation between physical activity levels and random blood glucose status with the risk of type 2 diabetes mellitus (p=0.023). It is expected that these findings can be used as a reference for dietary service guidelines for individuals at risk of or living with diabetes mellitus.