Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN PREBIOTIK, PROBIOTIK, DAN ASUPAN SERAT DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA: Relation Between Knowledge of Prebiotic, Probiotik and Fiber Intake on The Incidence of Contipation Among Patient with Chronic Kidney Disease on Hemodialysis Amara, Talika; Nurhayati, Aftulesi; Elva Junita, Dera; Akhriani, Mayesti
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.849

Abstract

Hemodialisa mengharuskan pasien untuk melakukan pembatasan seperti pembatasan pola makan dan aktivitas fisik selama pasien melakukan hemodialisa. Hal tersebut menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan yaitu konstipasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan prebiotik, probiotik, dan asupan serat pada kejadian konstipasi pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung. Jenis penelitian analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross-sectional. Total populasi sample adalah 91 responden penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa pada bulan mei – juni 2024. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisi data yang digunakan meliputi data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesionesr tingkat pengetahuan prebiotik dan probiotik milik refita et al., (2021), formulir 2 x 24 jam food recall untuk asupan serat, dan Bristol Stool Chart untuk mengetahui tingkat kejadia konstipasi responden. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan tingkat pengetahuan prebiotik dan probiotik (p=0.002), serta asupan serat (p=0.004) dengan kejadian konstipasi pada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa. Saran untuk penelitian kedepan untuk melakukan konsultasi gizi dengan menambahkan materi mengenai prebiotik dan probiotik serta asupan serat oleh ahli gizi kepada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis.
ANALYSIS OF DETERMINANTS OF STUNTING AMONG CHILDREN AGED 24-59 MONTHS IN PAMENANG VILLAGE, PAGELARAN SUB-DISTRICT, PRINGSEWU DISTRICT Abdullah, Abdullah; Dian Khairani, Masayu; Akhriani, Mayesti; Rica Pratiwi, Amali; Nurhayati, Aftulesi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.2919

Abstract

The problem of malnutrition in Indonesia is currently being aggressively carried out various prevention and control efforts by involving all sectors, namely the problem of stunting. The determinants of stunting are lack of nutritional intake, infectious diseases, food availability, parenting, environmental health and health services. In addition, demographic and educational factors contribute to stunting. The purpose of this study was to determine the relationship between the characteristics of parents and toddlers with stunting of toddlers aged 24-59 months. This study is an observational study with a quantitative approach and uses a cross sectional research design in Pamenang Village, Pagelaran District, Pringsewu Regency. The sample in this study were toddlers aged 24-59 months totaling 151 toddlers. The results of the study found stunting toddlers as much as 29.8%. The results of statistical analysis showed no significant relationship between age (p = 0.640) gender (p = 0.354), history of disease (p = 0.326), mother's education level (p = 0.090) and father's education level (p = 0.225) with stunting. Suggestions that can be given are that the prevention and handling of stunting is prioritized in toddlers aged 36-59 months.
Pengaruh Media Konseling Gizi terhadap Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Tipe II Melani, Ika; Wati, Desti Ambar; Nurhayati, Aftulesi; Muharramah, Alifiyanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

T2DM merupakan penyakit tidak menular dengan jumlah kasus yang tinggi dan terus mengalami peningkatan, namun pengendalian diabetes berdasarkan pengaturan makan masih rendah. Penelitian konseling gizi melalui RSUD Zainal Abidin Pagaralam bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling gizi dengan media Whatsapp dan Booklet terhadap tingkat kepatuhan diet. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah pasien RSUD Zainal Abidin Pagaralam. Sampel penelitian terdiri dari 27 orang kelompok perlakuan dan 18 orang kelompok kontrol. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok dengan media Whatsapp. (P1), Booklet. (P2), dan kombinasi Whatsapp dan Booklet. (P3). Kelompok kontrol terdiri dari kontrol negatif tanpa media. (K1) dan kontrol positif dengan leaflet. (K2). Karakteristik terbanyak pasien T2DM berdasarkan umur adalah dewasa akhir, berdasarkan jenis kelamin adlaah perempuan, berdasarkan pendidikan adalah SMA. Hasil uji hipotesis menunjukkan konseling gizi berpengaruh terhadap kepatuhan diet, baik dengan media Whatsapp (Sig. 0.000), Booklet (Sig. 0.008), Whatsapp dan Booklet (Sig. 0.004), tanpa media (Sig. 0.001), ataupun dengan Leaflet (Sig. 0.002). Hasil analisis beda kelompok perilaku menunjukkan media Whatsapp dan tanpa media tidak memiliki perbedaan (Sig. 0.207), sedangkan media Whatsapp dan media leaflet memiliki perbedaan peningkatan kepatuhan diet (Sig. 0.021). Media booklet tidak memiliki perbedaan dengan tanpa media (Sig. 0.154) ataupun media leaflet. (0.912). Kombinasi media Whatsapp dan Booklet memiliki perbedaan dengan tanpa media (Sig. 0.021), namun tidak memiliki perbedaan dengan media leaflet (Sig. 0.211). Secara menyeluruh, konseling gizi secara tatap muka tanpa media, tatap muka dengan media, maupun remote counselling efektif dalam meningkatkan kepatuhan diet.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Kepatuhan Diet Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Pasien CHF (Congestive Heart Failure) Di RS Harapan Bunda Bandar Jaya Sari, Vista Citra; Nurhayati, Aftulesi; Junita, Dera Elva; Akhriani, Mayesti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diet plays a significant role in improving heart function. Excess dietary cholesterol intake can elevate blood cholesterol level, which may lead to vascular narrowing, affect cardiac pumping capacity, and result in Congestive Heart Failure (CHF). Nutritional knowledge influences attitudes and behaviors in food selection, which subsequently affects an individual’s nutritional status. A lack of nutritional knowledge can negatively impact a patient’s compliance with dietary principles and meal planning. This study aimed to analyze the correlation between nutritional knowledge and dietary compliance toward total cholesterol level in CHF patients at Harapan Bunda Hospital of Bandar Jaya. This study employed a cross-sectional design. The population consisted of 180 CHF outpatients from the cardiology clinic, with a sample of 137 respondents determined using the Slovin formula. The research was conducted on November 26, 2024. Data on nutritional knowledge and dietary compliance were collected through questionnaires, while cholesterol level were measured using the Easy Touch GCU device. Data analysis utilized the Gamma correlation test. The study results showed that 58 respondents (42.3%) had moderate nutritional knowledge, 91 respondents (66.4%) adhered to their diets, and 101 respondents (73.7%) had normal cholesterol level. A significant negative correlation was found between nutritional knowledge and cholesterol level (p = 0.001, r = -0.834). Similarly, a significant negative correlation was found between dietary compliance and cholesterol level (p = 0.001, r = -0.938). This indicates that higher level of nutritional knowledge and dietary compliance are associated with lower, more normal cholesterol level.