Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Self Control untuk Mengurangi Perilaku Agresif Siswa Mutiara, Mutiara; Asbi, Asbi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v4i3.503

Abstract

Agresif adalah suatu cara untuk melawan dengan sangat kuat, berkelahi, melukai, menyerang, membunuh, atau menghukum orang lain atau secara singkatnya agresif adalah tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain ataumerusak milik orang lain. Perilaku agresif merupakan bagian dari kenakalan remaja yang perlu ditekan dan kendalikan secara bersama, baik oleh orang tua, guru, remaja itu sendiri pemerintah maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi perilaku agresif siswa kelas VIII SMP Tamora Tanjung Morawa. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan objek penelitian sebanyak 7 orang siswa. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi, angket pemahaman dan wawancara yang sesuai dengan permasalahan self control untuk mengurangi perilaku agresif siswa. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan reduksi data, memaparkan data dan mengambil kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa bimbingan kelompok dapat mengurangi perilaku agresif siswa yang awalnya cukup tinggi dan cenderung menyakiti teman-temannya sekarang sudah mulai mampu mengendalikan diri dan tidak lagi menyakiti dan melukai teman di sekolah.
Peran Kualitas Pribadi Konselor untuk Membangun Kedekatan Emosional dengan Konseli dalam Pelaksanaan Konseling Linda, Linda; Damanik, Nur Ainun; Salbiah, Salbiah; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pribadi konselor memainkan peran fundamental dalam membangun kedekatan emosional dengan konseli selama proses konseling. Seorang konselor profesional harus memiliki kualitas pribadi yang efektif, karena kepribadian konselor adalah faktor kritis dalam keberhasilan konseling. Studi ini menyoroti pentingnya kualitas pribadi konselor, seperti empati, kejujuran, penerimaan, dan kemampuan komunikasi yang baik, yang secara signifikan mempengaruhi efektivitas konseling. Kedekatan emosional antara konselor dan konseli sangat penting karena menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan terbuka bagi konseli untuk berbagi pengalaman dan masalah mereka. Kedekatan ini membantu konselor memahami konseli dengan lebih baik dan memberikan intervensi yang tepat. Membangun hubungan positif dan saling percaya dengan konseli difasilitasi oleh kemampuan konselor untuk menampilkan kualitas pribadi yang positif. Studi ini juga menekankan pentingnya pengembangan diri yang berkelanjutan bagi konselor melalui pendidikan formal, pelatihan, dan refleksi diri untuk mempertahankan efektivitas dalam memberikan dukungan yang berarti kepada klien mereka
Pentingnya Pengembangan Pribadi Konselor dalam Membangun Keterampilan Interpersonal dan Kecerdasan Emosional Karina, Karina; Asbi, Asbi; Safitri, Wulan Eka; Aulia, Atiqa
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pentingnya pengembangan pribadi konselor dalam membangun keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional. Melalui studi literatur yang mendalam, penelitian ini mengidentifikasi beberapa tema utama yang terkait dengan topik tersebut. Pertama, hubungan terapeutik antara konselor dan klien merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan proses konseling. Kedua, keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional konselor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hubungan terapeutik. Ketiga, pengembangan pribadi konselor merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen jangka panjang. Terakhir, organisasi dan asosiasi profesional memainkan peran penting dalam mendukung dan memfasilitasi pengembangan pribadi konselor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas hubungan terapeutik merupakan prediktor terkuat dari hasil konseling yang positif. Konselor dengan keterampilan interpersonal yang baik dan kecerdasan emosional yang tinggi cenderung lebih efektif dalam membangun hubungan terapeutik yang positif dengan klien. Mereka mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi klien, serta memberikan dukungan emosional yang tepat. Pengembangan pribadi konselor dalam aspek ini harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, supervisi, refleksi diri, dan praktik konseling yang intensif. Peran organisasi dan asosiasi profesional sangat penting dalam mendukung pengembangan pribadi konselor. Mereka menyediakan berbagai sumber daya dan peluang seperti konferensi, lokakarya, pelatihan, dan program sertifikasi untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional konselor. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan pribadi konselor dalam membangun keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional merupakan aspek yang sangat penting untuk memberikan layanan konseling yang berkualitas tinggi dan efektif.
Pengaruh Konseling Kelompok dalam Self Manajemen Remaja Sayahfitri, Ayunda; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh konseling kelompok terhadap pengembangan self manajemen pada remaja. Masa remaja merupakan periode transisi kritis yang melibatkan perubahan biologis, psikologis, dan sosial, sehingga bimbingan dan konseling menjadi penting untuk membantu remaja mengelola diri mereka sendiri secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik survei dengan pendekatan "library research", yang melibatkan analisis literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kemampuan manajemen diri remaja. Beberapa aspek utama yang dipengaruhi adalah manajemen waktu, kontrol emosi, pengambilan keputusan, dan peningkatan kepercayaan diri. Konseling kelompok membantu remaja mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mengenali dan memahami diri mereka, mengelola stres, mengambil keputusan yang bijaksana, dan mengatasi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, bimbingan dan konseling kelompok memberikan dukungan berharga dalam membantu remaja mencapai potensi penuh mereka dan menjalani kehidupan yang lebih produktif dan bermakna
Pendekatan Konseling Keluarga dalam Mengatasi Masalah Perilaku Anak Oktavia, Putri Dwi; Aini, Qurratul; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan konseling keluarga merupakan metode efektif untuk mengatasi berbagai masalah perilaku anak dengan melibatkan seluruh anggota keluarga dalam proses konseling. Metode ini bertujuan untuk menciptakan perubahan positif dalam dinamika keluarga, yang pada gilirannya dapat memperbaiki perilaku anak yang bermasalah. Konseling keluarga tidak hanya memfokuskan pada anak sebagai individu, tetapi juga pada keseluruhan sistem keluarga untuk memahami konteks perilaku tersebut. Pendekatan ini menggunakan berbagai teknik seperti genogram dan role-playing untuk memetakan hubungan keluarga dan melatih keterampilan komunikasi. Peran konselor sangat penting dalam membantu keluarga mengidentifikasi masalah, memahami dinamika yang mendasari, dan bekerja sama menemukan solusi. Dengan penerapan teori psikologi yang relevan, pendekatan konseling keluarga dapat menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan anak.
Pengembangan Teknik Konseling kreatif untuk Meningkatkan Efektivitas Konselor Damanik, Dearni Anggita; Fadila, Raudho; Plisna, Cutniati; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/sublim.v3i1.8062

Abstract

Tugas guru bk sebagai konselor sekolah meliputi memberikan nasihat, konseling, dan layanan swadaya dalam empat bidang: akademik, karier, sosial, dan pribadi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif merupakan suatu cara untuk melihat keadaan alam dan melibatkan peneliti sebagai alat utama untuk menghasilkan strategi konseling inovatif yang dapat membantu konselor menjadi lebih efektif: 1. Teknik Visualisasi 2. Musik dan Gerakan 3. Permainan dan Aktivitas Berbasis Tim 4. Pendekatan Metaforis 5. Teknik Bermain dan Intervensi Berbasis Game Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kreatif efektif bagi konselor
Pentingnya Bimbingan Karier di Sekolah Ardiansyah, Andika Tri; Octavia, Putri Neva; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Career guidance at school has a very important role in helping students prepare themselves to enter the dynamic and competitive world of work. This article examines the importance of career guidance by reviewing various literature, implementation methods, research results, and challenges faced. Through this research, it was found that career guidance not only helps in choosing the right educational and career path, but also develops important life skills that support students' long-term success. This article emphasizes the need for collaboration between schools, families, and industry to create effective and sustainable career guidance programs.
Pengembangan Pribadi Konselor, Tantangan dan Peluang di Era Digital Sitepu, Apri Yunita Br; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pribadi konselor di era digital telah menjadi topik yang sangat relevan, terutama dalam konteks perubahan teknologi yang cepat dan tuntutan baru yang dihadapi oleh para profesional di bidang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi konselor dalam mengembangkan diri mereka di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis berbagai aspek yang mempengaruhi pengembangan pribadi konselor, termasuk penggunaan teknologi dalam praktik konseling, tantangan etis dan privasi, serta kesenjangan digital yang mempengaruhi aksesibilitas layanan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif dengan konselor yang berpraktik di berbagai konteks digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi telah memainkan peran yang semakin penting dalam praktik konseling, memungkinkan konselor untuk memberikan layanan yang lebih fleksibel dan luas melalui platform digital. Namun, tantangan terkait dengan privasi data dan etika digital menjadi perhatian utama yang perlu ditangani dengan serius. Selain itu, kesenjangan digital masih menjadi hambatan signifikan dalam memastikan akses yang merata terhadap layanan konseling, terutama di daerah dengan infrastruktur teknologi yang terbatas. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengembangan kompetensi dan kualitas pribadi konselor, seperti literasi digital dan sensitivitas budaya, sangat penting untuk meningkatkan efektivitas layanan di era digital. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa konselor perlu terus meningkatkan keterampilan teknis dan etika mereka, serta mengembangkan strategi inovatif untuk mengatasi kesenjangan digital dan meningkatkan aksesibilitas layanan. Era digital juga membuka peluang bagi konselor untuk memperluas jaringan profesional dan meningkatkan kompetensi mereka melalui sumber daya pendidikan yang lebih luas dan mudah diakses. Dengan demikian, pengembangan pribadi konselor di era digital harus dilakukan secara komprehensif, mencakup berbagai aspek yang berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan dan kesejahteraan pribadi mereka
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Hasibuan, Uli Makmun; Asbi, Asbi; Hasibuan, M.Fauzi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 6 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i6.631-643

Abstract

Studi ini dilakukan dengan maksud menyelidiki sejauh mana keberhasilan program bimbingan berkelompok dalam membantu siswa SMA mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri. Pemahaman diri mengacu pada cara seseorang menggambarkan, menilai, dan mempersepsikan karakteristik pribadinya, termasuk aspek fisik, kemampuan, prinsip hidup, aspirasi, dan jati diri. Pembentukan pemahaman diri terjadi melalui berbagai pengalaman hidup dan interaksi sosial serta interpretasi terhadap pengalaman-pengalaman tersebut. Dari analisis data pretest dan posttest yang melibatkan 64 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol, ditemukan bahwa tingkat konsep diri negatif siswa pada kelompok eksperimen sangat dominan, yaitu 62 siswa (96,9%) berada dalam kategori sangat tinggi, sementara hanya 2 siswa (3,1%) yang masuk kategori tinggi. Sementara itu, hasil pengukuran pada kelompok kontrol menunjukkan distribusi yang lebih beragam: 5 siswa (7,9%) memiliki konsep diri negatif tingkat tinggi, 15 siswa (23,4%) berada di kategori sedang, 32 siswa (50%) masuk kategori rendah, dan 1 siswa (18,7%) tergolong sangat rendah. Pengujian hipotesis pertama dan kedua menunjukkan perbandingan nilai rata-rata antara 104,6 dan 203,1, sedangkan hipotesis ketiga memperlihatkan perbandingan antara 98,72 dan 104,6. Ketiga hasil pengujian hipotesis tersebut mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna pada tingkat konsep diri negatif siswa dalam kelompok kontrol antara sebelum dan sesudah mendapat intervensi layanan klasikal, dengan skor posttest yang menunjukkan penurunan dibandingkan skor pretest. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi transformasi yang berarti dari konsep diri negatif menuju konsep diri positif pada siswa, dan membuktikan bahwa layanan bimbingan klasikal merupakan metode yang efektif untuk mencapai perubahan tersebut.
PERAN TEKNIK SELF-TALK PADA BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA DIDIK Hairani, Dwi; Asbi, Asbi; Fitri Wahyuni Azmi; Naila Azzahra Lubis
Journal of Psychology Vol. 2 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jp.v2i1.2823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teknik self-talk dalam bimbingan kelompok sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis isi (concept analysis) terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik self-talk dalam bimbingan kelompok efektif dalam membangun pola pikir positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta memfasilitasi pengelolaan emosi dan motivasi peserta didik melalui dukungan dan interaksi kelompok yang suportif. Simpulan penelitian ini adalah teknik self-talk dalam bimbingan kelompok merupakan strategi yang efektif dan direkomendasikan dalam membantu peserta didik mengembangkan kepercayaan diri secara optimal. Kata Kunci: Teknik Self-Talk, Bimbingan Kelompok, Kepercayaan Diri, Interaksi Sosial