Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penyesuaian Konselor Terhadap Keberagaman Budaya Tusadiah, Halimah; Asbi, Asbi; Alti, Diadra Dewina
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Juni-September
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v4i2.473

Abstract

Kajian ini menjelaskan tentang bagaimana konselor menyesuaikan dirinya terhadap keberagaman budaya. Metode yang digunakan dalam kajian ini, yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Berdasarkan hal tersebut, maka pengumpulan data dalam kajian ini dilakukan dengan menelaah beberapa artikel ilmiah, buku, dan dokumen lain yang berbentuk cetak maupun elektronik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberagaman budaya di Indonesia merupakan hal kompleks, karena setiap masyarakat memiliki kebudayaannya sendiri. Perbedaan budaya menjadi salah satu permasalahan yang ada di masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Bimbingan dan konseling adalah proses yang dirancang untuk mendukung dan membantu individu atau kelompok dalam menghadapi berbagai situasi.
Konseling Lintas Budaya untuk Komunikasi yang Efektif Sari, Alvionita Nurmala; Asbi, Asbi; Rahmah, Miftah Afifah
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Juni-September
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v4i2.478

Abstract

Perbedaan budaya dapat mengakibatkan kesalahpahaman dan konflik, sehingga menghambat komunikasi yang efektif. Untuk menangani hal ini, konseling lintas budaya menjadi krusial dalam membantu individu dari berbagai latar belakang budaya berkomunikasi lebih baik. Konseling lintas budaya mempertimbangkan perbedaan budaya dalam terapi individu dan kelompok, dengan tujuan memahami berbagai praktik budaya, nilai, dan keyakinan yang mempengaruhi proses konseling. Perbedaan ini meliputi bahasa, tradisi, norma sosial, dan pandangan tentang masalah kesehatan mental. Klien dari budaya yang berbeda mungkin memiliki pemahaman dan harapan yang bervariasi mengenai peran konseling, cara penyelesaian masalah, dan keterbukaan tentang masalah pribadi. Konselor yang tidak memahami aspek-aspek ini mungkin kesulitan membangun hubungan yang efektif dan empatik dengan klien. Oleh karena itu, konseling lintas budaya penting untuk memfasilitasi komunikasi yang lebih baik dan efektif antar individu dari latar belakang budaya yang beragam.
Efektivitas Layanan Bimbingan Klasikal Menggunakan Teknik Self-Management untuk Perencanaan Karir Siswa Kelas XI SMA Asuhan Daya Medan Tahun Ajaran 2023/2024 Plisna, Cutniati; Asbi, Asbi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Juni-September
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v4i2.487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan klasikal menggunakan teknik Self-Management untuk meningkatkan perencanaan karir siswa kelas XI di SMA Asuhan Daya Medan Tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode eksperimen, yaitu one group pretest dan posttest design. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPA dengan jumlah sampel sebanyak 25. Penelitian ini menggunakan product moment dan juga menggunakan IBM SPSS Statistics 22. Berdasarkan hasil Uji T yang telah dilakukan, dapat diketahui taraf signifikansi 0,05 dengan peluang 1 – ? dan derajat kebebasan dk = n-k = 25-1= 24. Maka, dari tabel t diperoleh t = 1,710. Dengan demikian, thitung>ttabel pada perencanaan karir yaitu ,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan klasikal menggunakan teknik self-management efektif untuk meningkatkan perencanaan karir siswa kelas XI di SMA Asuhan Daya Medan.
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Self Control untuk Mengurangi Perilaku Agresif Siswa Mutiara, Mutiara; Asbi, Asbi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v4i3.503

Abstract

Agresif adalah suatu cara untuk melawan dengan sangat kuat, berkelahi, melukai, menyerang, membunuh, atau menghukum orang lain atau secara singkatnya agresif adalah tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain ataumerusak milik orang lain. Perilaku agresif merupakan bagian dari kenakalan remaja yang perlu ditekan dan kendalikan secara bersama, baik oleh orang tua, guru, remaja itu sendiri pemerintah maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi perilaku agresif siswa kelas VIII SMP Tamora Tanjung Morawa. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan objek penelitian sebanyak 7 orang siswa. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi, angket pemahaman dan wawancara yang sesuai dengan permasalahan self control untuk mengurangi perilaku agresif siswa. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan reduksi data, memaparkan data dan mengambil kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa bimbingan kelompok dapat mengurangi perilaku agresif siswa yang awalnya cukup tinggi dan cenderung menyakiti teman-temannya sekarang sudah mulai mampu mengendalikan diri dan tidak lagi menyakiti dan melukai teman di sekolah.
Peran Kualitas Pribadi Konselor untuk Membangun Kedekatan Emosional dengan Konseli dalam Pelaksanaan Konseling Linda, Linda; Damanik, Nur Ainun; Salbiah, Salbiah; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pribadi konselor memainkan peran fundamental dalam membangun kedekatan emosional dengan konseli selama proses konseling. Seorang konselor profesional harus memiliki kualitas pribadi yang efektif, karena kepribadian konselor adalah faktor kritis dalam keberhasilan konseling. Studi ini menyoroti pentingnya kualitas pribadi konselor, seperti empati, kejujuran, penerimaan, dan kemampuan komunikasi yang baik, yang secara signifikan mempengaruhi efektivitas konseling. Kedekatan emosional antara konselor dan konseli sangat penting karena menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan terbuka bagi konseli untuk berbagi pengalaman dan masalah mereka. Kedekatan ini membantu konselor memahami konseli dengan lebih baik dan memberikan intervensi yang tepat. Membangun hubungan positif dan saling percaya dengan konseli difasilitasi oleh kemampuan konselor untuk menampilkan kualitas pribadi yang positif. Studi ini juga menekankan pentingnya pengembangan diri yang berkelanjutan bagi konselor melalui pendidikan formal, pelatihan, dan refleksi diri untuk mempertahankan efektivitas dalam memberikan dukungan yang berarti kepada klien mereka
Pentingnya Pengembangan Pribadi Konselor dalam Membangun Keterampilan Interpersonal dan Kecerdasan Emosional Karina, Karina; Asbi, Asbi; Safitri, Wulan Eka; Aulia, Atiqa
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pentingnya pengembangan pribadi konselor dalam membangun keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional. Melalui studi literatur yang mendalam, penelitian ini mengidentifikasi beberapa tema utama yang terkait dengan topik tersebut. Pertama, hubungan terapeutik antara konselor dan klien merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan proses konseling. Kedua, keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional konselor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hubungan terapeutik. Ketiga, pengembangan pribadi konselor merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen jangka panjang. Terakhir, organisasi dan asosiasi profesional memainkan peran penting dalam mendukung dan memfasilitasi pengembangan pribadi konselor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas hubungan terapeutik merupakan prediktor terkuat dari hasil konseling yang positif. Konselor dengan keterampilan interpersonal yang baik dan kecerdasan emosional yang tinggi cenderung lebih efektif dalam membangun hubungan terapeutik yang positif dengan klien. Mereka mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi klien, serta memberikan dukungan emosional yang tepat. Pengembangan pribadi konselor dalam aspek ini harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, supervisi, refleksi diri, dan praktik konseling yang intensif. Peran organisasi dan asosiasi profesional sangat penting dalam mendukung pengembangan pribadi konselor. Mereka menyediakan berbagai sumber daya dan peluang seperti konferensi, lokakarya, pelatihan, dan program sertifikasi untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional konselor. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan pribadi konselor dalam membangun keterampilan interpersonal dan kecerdasan emosional merupakan aspek yang sangat penting untuk memberikan layanan konseling yang berkualitas tinggi dan efektif.
Pengaruh Konseling Kelompok dalam Self Manajemen Remaja Sayahfitri, Ayunda; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh konseling kelompok terhadap pengembangan self manajemen pada remaja. Masa remaja merupakan periode transisi kritis yang melibatkan perubahan biologis, psikologis, dan sosial, sehingga bimbingan dan konseling menjadi penting untuk membantu remaja mengelola diri mereka sendiri secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik survei dengan pendekatan "library research", yang melibatkan analisis literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kemampuan manajemen diri remaja. Beberapa aspek utama yang dipengaruhi adalah manajemen waktu, kontrol emosi, pengambilan keputusan, dan peningkatan kepercayaan diri. Konseling kelompok membantu remaja mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mengenali dan memahami diri mereka, mengelola stres, mengambil keputusan yang bijaksana, dan mengatasi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, bimbingan dan konseling kelompok memberikan dukungan berharga dalam membantu remaja mencapai potensi penuh mereka dan menjalani kehidupan yang lebih produktif dan bermakna
Pendekatan Konseling Keluarga dalam Mengatasi Masalah Perilaku Anak Oktavia, Putri Dwi; Aini, Qurratul; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan konseling keluarga merupakan metode efektif untuk mengatasi berbagai masalah perilaku anak dengan melibatkan seluruh anggota keluarga dalam proses konseling. Metode ini bertujuan untuk menciptakan perubahan positif dalam dinamika keluarga, yang pada gilirannya dapat memperbaiki perilaku anak yang bermasalah. Konseling keluarga tidak hanya memfokuskan pada anak sebagai individu, tetapi juga pada keseluruhan sistem keluarga untuk memahami konteks perilaku tersebut. Pendekatan ini menggunakan berbagai teknik seperti genogram dan role-playing untuk memetakan hubungan keluarga dan melatih keterampilan komunikasi. Peran konselor sangat penting dalam membantu keluarga mengidentifikasi masalah, memahami dinamika yang mendasari, dan bekerja sama menemukan solusi. Dengan penerapan teori psikologi yang relevan, pendekatan konseling keluarga dapat menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan anak.
Pengembangan Teknik Konseling kreatif untuk Meningkatkan Efektivitas Konselor Damanik, Dearni Anggita; Fadila, Raudho; Plisna, Cutniati; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/sublim.v3i1.8062

Abstract

Tugas guru bk sebagai konselor sekolah meliputi memberikan nasihat, konseling, dan layanan swadaya dalam empat bidang: akademik, karier, sosial, dan pribadi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif merupakan suatu cara untuk melihat keadaan alam dan melibatkan peneliti sebagai alat utama untuk menghasilkan strategi konseling inovatif yang dapat membantu konselor menjadi lebih efektif: 1. Teknik Visualisasi 2. Musik dan Gerakan 3. Permainan dan Aktivitas Berbasis Tim 4. Pendekatan Metaforis 5. Teknik Bermain dan Intervensi Berbasis Game Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kreatif efektif bagi konselor
Pentingnya Bimbingan Karier di Sekolah Ardiansyah, Andika Tri; Octavia, Putri Neva; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Career guidance at school has a very important role in helping students prepare themselves to enter the dynamic and competitive world of work. This article examines the importance of career guidance by reviewing various literature, implementation methods, research results, and challenges faced. Through this research, it was found that career guidance not only helps in choosing the right educational and career path, but also develops important life skills that support students' long-term success. This article emphasizes the need for collaboration between schools, families, and industry to create effective and sustainable career guidance programs.