Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengembangan Pribadi Konselor, Tantangan dan Peluang di Era Digital Sitepu, Apri Yunita Br; Asbi, Asbi
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pribadi konselor di era digital telah menjadi topik yang sangat relevan, terutama dalam konteks perubahan teknologi yang cepat dan tuntutan baru yang dihadapi oleh para profesional di bidang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi konselor dalam mengembangkan diri mereka di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis berbagai aspek yang mempengaruhi pengembangan pribadi konselor, termasuk penggunaan teknologi dalam praktik konseling, tantangan etis dan privasi, serta kesenjangan digital yang mempengaruhi aksesibilitas layanan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif dengan konselor yang berpraktik di berbagai konteks digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi telah memainkan peran yang semakin penting dalam praktik konseling, memungkinkan konselor untuk memberikan layanan yang lebih fleksibel dan luas melalui platform digital. Namun, tantangan terkait dengan privasi data dan etika digital menjadi perhatian utama yang perlu ditangani dengan serius. Selain itu, kesenjangan digital masih menjadi hambatan signifikan dalam memastikan akses yang merata terhadap layanan konseling, terutama di daerah dengan infrastruktur teknologi yang terbatas. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengembangan kompetensi dan kualitas pribadi konselor, seperti literasi digital dan sensitivitas budaya, sangat penting untuk meningkatkan efektivitas layanan di era digital. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa konselor perlu terus meningkatkan keterampilan teknis dan etika mereka, serta mengembangkan strategi inovatif untuk mengatasi kesenjangan digital dan meningkatkan aksesibilitas layanan. Era digital juga membuka peluang bagi konselor untuk memperluas jaringan profesional dan meningkatkan kompetensi mereka melalui sumber daya pendidikan yang lebih luas dan mudah diakses. Dengan demikian, pengembangan pribadi konselor di era digital harus dilakukan secara komprehensif, mencakup berbagai aspek yang berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan dan kesejahteraan pribadi mereka
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Hasibuan, Uli Makmun; Asbi, Asbi; Hasibuan, M.Fauzi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 6 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i6.631-643

Abstract

Studi ini dilakukan dengan maksud menyelidiki sejauh mana keberhasilan program bimbingan berkelompok dalam membantu siswa SMA mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri. Pemahaman diri mengacu pada cara seseorang menggambarkan, menilai, dan mempersepsikan karakteristik pribadinya, termasuk aspek fisik, kemampuan, prinsip hidup, aspirasi, dan jati diri. Pembentukan pemahaman diri terjadi melalui berbagai pengalaman hidup dan interaksi sosial serta interpretasi terhadap pengalaman-pengalaman tersebut. Dari analisis data pretest dan posttest yang melibatkan 64 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol, ditemukan bahwa tingkat konsep diri negatif siswa pada kelompok eksperimen sangat dominan, yaitu 62 siswa (96,9%) berada dalam kategori sangat tinggi, sementara hanya 2 siswa (3,1%) yang masuk kategori tinggi. Sementara itu, hasil pengukuran pada kelompok kontrol menunjukkan distribusi yang lebih beragam: 5 siswa (7,9%) memiliki konsep diri negatif tingkat tinggi, 15 siswa (23,4%) berada di kategori sedang, 32 siswa (50%) masuk kategori rendah, dan 1 siswa (18,7%) tergolong sangat rendah. Pengujian hipotesis pertama dan kedua menunjukkan perbandingan nilai rata-rata antara 104,6 dan 203,1, sedangkan hipotesis ketiga memperlihatkan perbandingan antara 98,72 dan 104,6. Ketiga hasil pengujian hipotesis tersebut mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna pada tingkat konsep diri negatif siswa dalam kelompok kontrol antara sebelum dan sesudah mendapat intervensi layanan klasikal, dengan skor posttest yang menunjukkan penurunan dibandingkan skor pretest. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi transformasi yang berarti dari konsep diri negatif menuju konsep diri positif pada siswa, dan membuktikan bahwa layanan bimbingan klasikal merupakan metode yang efektif untuk mencapai perubahan tersebut.
PERAN TEKNIK SELF-TALK PADA BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA DIDIK Hairani, Dwi; Asbi, Asbi; Fitri Wahyuni Azmi; Naila Azzahra Lubis
Journal of Psychology Vol. 2 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jp.v2i1.2823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teknik self-talk dalam bimbingan kelompok sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis isi (concept analysis) terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik self-talk dalam bimbingan kelompok efektif dalam membangun pola pikir positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta memfasilitasi pengelolaan emosi dan motivasi peserta didik melalui dukungan dan interaksi kelompok yang suportif. Simpulan penelitian ini adalah teknik self-talk dalam bimbingan kelompok merupakan strategi yang efektif dan direkomendasikan dalam membantu peserta didik mengembangkan kepercayaan diri secara optimal. Kata Kunci: Teknik Self-Talk, Bimbingan Kelompok, Kepercayaan Diri, Interaksi Sosial  
Efektivitas Layanan Bimbingan Klasikal dengan Menggunakan Kartu Kuis untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 58 Medan Lubis, Fatria; Asbi, Asbi
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v3i2.1714

Abstract

Penelitian akademik ini memiliki orientasi untuk mengidentifikasi keefektifan Pelayanan Bimbingan Klasikal melalui media kartu kuis interaktif guna meningkatkan motivasi pembelajaran siswa tingkat menengah pertama kelas VIII institusi Muhammadiyah Sukaramai wilayah Medan periode akademik 2024/2025. Riset tersebut memanfaatkan pendekatan numerik dengan metode eksperimental menggunakan desain kelompok tunggal pra-ujian dan pasca-ujian. Popiulasi difokuskan pada tingkat VIII, sementara penetapan sampel penelitian mengaplikasikan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam riset ini berupa kuesioner sejumlah 36 butir mengacu 6 parameter motivasi belajar. Analisis menggunakan teknik Wilcoxon dan bantuan aplikasi SPSS 31. Perolehan hasil penelitian menunjukkan probabilitas Asymp. Sig. (2tailed) 0,001 yang lebih rendah dari alpha 0,05 (0,001<0,05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Konklusi menunjukkan adanya keefektivan Layanan Bimbingan Klasikal menggunakan kartu kuis untuk meningkatkan motivasi belajar siswa tingkat VIII SMP Muhammadiyah Sukaramai Medan.
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Behavioral Contract Untuk Mengurangi Perilaku Phubbing Pada Kelas VIII SMP Negeri 44 Medan Irawanti Zuhra, Farah Dhita Putri; Asbi, Asbi
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v3i3.1725

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji penerapan layanan bimbingan kelompok melalui teknik Behavioral Contract dalam upaya menurunkan kecenderungan perilaku Phubbing pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 44 Medan pada Tahun Ajaran 2024/2025. Phubbing merupakan perilaku mengabaikan interaksi sosial akibat ketergantungan terhadap smartphone, yang berdampak pada menurunnya kualitas komunikasi dan hubungan sosial siswa. Pendekatan penelitian yang diadopsi dalam studi ini merupakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan penerapan teknik pengumpulan data yang mencakup observasi, wawancara mendalam, serta analisis dokumentasi. Adapun subjek penelitian terdiri atas berjumlah delapan siswa yang teridentifikasi memiliki kecenderungan Phubbing. Intervensi dilakukan melalui layanan bimbingan kelompok dengan penerapan kontrak perilaku diposisikan sebagai suatu bentuk perjanjian formal antara peserta didik dan konselor yang bertujuan untuk memodifikasi perilaku yang tidak diharapkan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan Behavioral Contract terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran diri siswa secara signifikan terhadap dampak Phubbing, menumbuhkan kontrol diri, serta memperbaiki keterampilan sosial siswa. Dengan penerapan yang terstruktur dan pemberian penguatan positif, siswa menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih adaptif.
Penerapan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy Untuk Mengurangi Kecanduan Media Sosial Pada Siswa Kelas IX SMPN 14 Binjai Anggraina, Yunissa Aristi; Asbi, Asbi
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 3 No 3 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v3i3.1760

Abstract

Kecanduan media sosial telah menjadi masalah serius di kalangan remaja, termasuk siswa SMP, yang berdampak negative pada prestasi akademik, interaksi sosial, dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam mengurangi kecanduan media sosial pada siswa kelas IX SMPN 14 Binjai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain siklus ganda, melibatkan tiga siswa yang terindentifikasi mengalami kecanduan media sosial berdasarkan hasil angket dan wawancara. Intervensi dilakukan melalui konseling individual REBT, dengan fokus pada perubahan pola pikir irasional menjadi rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan REBT efektif mengurangi kecanduan media sosial. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua tahapan siklus. Pada tahap awal, dilakukan identifikasi masalah melalui serangkaian kegiatan observasi, wawancara, dan penyebaran angket. Dari proses ini terpilih tiga siswa yang menunjukkan gejala kecanduan media sosial. Tahap berikutnya melibatkan pelaksanaan konseling personal dengan pendekatan REBT yang difokuskan pada modifikasi pola pikir tidak rasional. Teknik utama yang digunakan meliputi pembahasan kognitif untuk menentang keyakinan irasional dan pengenalan terhadap pemikiran yang lebih rasional. Hasil intervensi menunjukkan perkembangan positif berupa: (1) pemahaman yang baik mengenai efek buruk media sosial, (2) pergeseran aktivitas ke hal-hal yang lebih bermanfaat, (3) pengurangan waktu akses platform digital, serta (4) peningkatan dalam mengatur respon emosional.
Peningkatan Literasi dan Numerasi Melalui Program Bimbingan Belajar dan Pojok Baca di Desa Sihopuk Baru Hasibuan, Uli Makmun; Deliti, Deliati; Adira, Mona Luthfia; Asbi, Asbi
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kemampuan literasi dan numerasi anak melalui program bimbingan belajar gratis dan pojok baca di Desa Sihopuk Baru, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara. Program Pengabdian Masyarakat Mandiri (KKN-M) dilaksanakan pada periode 1-20 September 2025, menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi dan numerasi anak, di mana kemampuan membaca meningkat dari 60% menjadi 85%, kemampuan operasi penjumlahan meningkat dari 50% menjadi 80%, dan pemahaman soal cerita meningkat dari 30% menjadi 65%. Pojok baca yang diresmikan berhasil menyediakan akses ke 70 buku dengan 103 peminjaman selama periode program. Program pendukung seperti pendidikan anti-perundungan, pembelajaran agama, dan kegiatan kreatif juga memperkuat pengembangan karakter anak. Faktor pendukung utama adalah dukungan kepala desa dan antusiasme anak, sedangkan kendala meliputi keterbatasan sumber daya dan periode program yang singkat. Program ini berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan literasi dan numerasi antara daerah perkotaan dan pedesaan serta mendukung pencapaian target nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan