Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Manajemen Lembaga Dakwah Pondok Pesantren Ainun Nasihin; Castrawijaya, Cecep
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Oktober)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/jimad.v1i1.86

Abstract

Pondok Pesantren adalah cikal bakal institusi pendidikan Islam di Indonesia. Kehadiran awal pesantren diperkirakan dari 300-400 tahun yang lalu dan menjangkau hampir semua tingkat komunitas Muslim Indonesia, khususnya di Jawa. Setelah Indonesia merdeka, terutama sejak masa transisi ke Orde Baru dan ketika pertumbuhan ekonomi benar-benar meningkat tajam, pendidikan pesantren menjadi lebih terstruktur dan kurikulum pesantren menjadi lebih baik. Sebagai contoh, selain kurikulum agama, pesantren juga menawarkan pelajaran umum dengan menggunakan kurikulum ganda, kurikulum mone dan kurikulum Kemenag. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren sangat peduli pada bidang agama (tafaqquh fi al-din) dan pembentukan karakter bangsa yang bercirikan akhlakul karimah. Ketentuan pendidikan agama dijelaskan dalam UU Sisidiknas Pasal 30 ayat (4) bahwa pendidikan agama dalam bentuk pendidikan diniyah, pesantren, dan bentuk-bentuk serupa lainnya. Keberadaan pesantren merupakan mitra ideal bagi institusi pemerintah untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan dan landasan karakter bangsa. Hal ini dapat ditemukan dari berbagai fenomena yang terjadi seperti perkelahian antar sekolah dan distributor yang tersebar luas dan pengguna narkoba di kalangan anak muda jarang ditemukan mereka adalah anak-anak asrama atau lulusan dari pesantren.
Analisis Lingkungan Lembaga Dakwah Dalam Inovasi dan Kewirausahaan Di Era Disruptif Ronaydi, Muhammad; Castrawijaya, Cecep
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (January)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/jimad.v1i2.206

Abstract

Penelitian ini dilakukan Untuk Mengetahui dan mengidentifikasi lingkungan Lembaga dakwah dalam inovasi dan Kewirausahaan di Era Disruptif, Menganalisis suatu strategi dan situasi bertujuan untuk mempertimbangkan keadaan baik situasi internal perusahaan maupun lingkungan eksternal, yang langsung mempengaruhi peluang dan pilihan strategi. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan Studi Kepustakaan ( Library Research ), ditemukan hasil bahwasanya Dalam melakukan analisis lingkungan lembaga dakwah dalam konteks inovasi dan kewirausahaan di era disruptif, beberapa poin kunci yang dapat disimpulkan yaitu Memahami lingkungan eksternal dan internal secara mendalam. Memanfaatkan teknologi dan media sosial dengan bijak. Budaya organisasi yang mendukung inovasi penting. Mengembangkan kemitraan strategis untuk mendukung inovasi. Mengelola risiko dengan cermat. Investasi dalam pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Melakukan evaluasi berkelanjutan untuk penyesuaian strategi.
The Transformation of Da’wah Institutions: Developing Entrepreneurial Products in the Disruptive Era Darmawati, Nia; Castrawijaya, Cecep
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v4i3.446

Abstract

The disruptive era presents both challenges and opportunities for Islamic preaching institutions in maintaining their existence and relevance within modern society. Changes in communication patterns, digital content competition, limited human resources, and dependency on donations have driven the need for transformation in da’wah management. This study aims to analyze the transformation strategies of Islamic preaching institutions through the development of entrepreneurship-based products grounded in Islamic values. The research employs a qualitative descriptive approach through a literature review, examining studies related to digital da’wah, social entrepreneurship, and religious institution management. The findings indicate that digitalization of da’wah, cross-sector collaboration, human resource capacity building, service diversification, and the integration of da’wah values into creative products are strategic steps to adapt to the disruptive era. The entrepreneurial products developed can take the form of digital, physical, or service-based outputs that promote community empowerment. The implementation of entrepreneurship strengthens institutional sustainability, enhances da’wah effectiveness, creates economic independence, opens job opportunities, and fosters a positive image of Islamic institutions as modern, adaptive, and solution-oriented entities. Therefore, entrepreneurship serves as a vital instrument to ensure the continuity of da’wah while holistically addressing societal needs. [Era disruptif menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi lembaga dakwah dalam menjaga eksistensi dan relevansinya di tengah dinamika masyarakat modern. Perubahan pola komunikasi, persaingan konten digital, keterbatasan sumber daya manusia, serta ketergantungan pada donasi menjadi faktor yang mendorong perlunya transformasi dalam pelaksanaan dakwah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi transformasi lembaga dakwah melalui pengembangan produk kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang menelaah berbagai literatur terkait dakwah digital, kewirausahaan sosial, dan manajemen lembaga keagamaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi dakwah, kolaborasi lintas sektor, penguatan kapasitas sumber daya manusia, diversifikasi layanan, serta integrasi nilai dakwah dalam produk kreatif merupakan langkah strategis untuk beradaptasi dengan era disruptif. Produk kewirausahaan yang dikembangkan dapat berupa produk digital, fisik, maupun jasa yang mendukung pemberdayaan umat. Implementasi kewirausahaan terbukti mampu memperkuat eksistensi lembaga dakwah, mewujudkan kemandirian ekonomi, meningkatkan efektivitas dakwah, membuka lapangan kerja, serta membangun citra positif sebagai lembaga yang modern, adaptif, dan solutif. Dengan demikian, kewirausahaan berperan sebagai instrumen penting dalam menjamin keberlanjutan dakwah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara holistik.]
STRATEGI DAN PENGEMBANGAN PERAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) PADA INDUSTRI HALAL DI INDONESIA castrawijaya, cecep; Wirianisa, Syifani
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 12 No. 1 (2024): -
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jmd.v12i1.39828

Abstract

ABSTRAK Artikel ini menjelaskan mengenai industri halal dan peran baitul maal wat tamwil serta perkembangannya; strategi dan pengembangan lembaga dakwah yaitu baitul maal wat tamwil pada industri halal. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data secara kepustakaan (library research) dari berbagai literatur, buku maupun informasi lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini adalah adanya digitalisasi BMT dengan menyediakan aplikasi sederhana berbasis teknologi dan kolaborasi dengan perusahaan Fintech Syariah guna berperan untuk Indonesia menjadi pusat halal dunia di tahun 2024. Kata Kunci : Industri Halal, Baitul Maal Wat Tamwil, DigitalisasiABSTRACT This article explains the halal industry and the role of baitul maal wat tamwil and its development; strategy and development of da'wah institutions namely baitul maal wat tamwil in the halal industry. The method used is qualitative with a descriptive analysis case study approach and library research data collection techniques from various literature, books and other information related to the research topic. The results of this study are digitalization of BMT by providing simple technology-based applications and collaboration with Sharia Fintech companiesKeywords : Halal Industry, Baitul Maal Wat Tamwil, Digitalization
Philosophy and Concept of Leadership in Change Management SDM Da'wah Institute Tamirano, Randi; Castrawijaya, Cecep
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 3 (2023): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.696 KB)

Abstract

This study discusses the philosophy and concept of leadership in HR change management in da'wah institutions. This research aims to identify and explain the philosophy and concept of leadership that can be applied in HR change management in da'wah institutions. The research method used is a literature study by collecting data from various sources such as books, journals, and articles that are relevant to the research topic. The study results show that the philosophy of leadership in HR change management in da'wah institutions should be based on Islamic values ??that prioritize fairness, integrity, simplicity, involvement, and concern for others. The concept of leadership that can be applied in changing human resource management in da'wah institutions is transformational leadership, in which leaders motivate and influence their subordinates to achieve common goals in a positive and inspiring way. In addition, participatory leadership can also be applied, where the leader builds cooperation and participation from all organization members in the decision-making process and planning strategies.
Leadership Model in Da'wah Institutions Shiddieqy, Muhammad Dicky Hasbi Ash; Castrawijaya, Cecep
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 3 (2023): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v1i3.23

Abstract

Leadership is someone who can influence, encourage, invite, guide, move others to receive the influence of something that can help achieve certain goals. In the era of technological development and progress, the role of institutions is needed to help a community group or organization that facilitates coordination among its members with the hope that everyone can work together or relate to one another to achieve the desired common goals. The purpose of this research is to identify leadership models in da'wah institutions. This study uses library research methods with a qualitative research approach. Sources of data in this study used books, journals and articles or writings related to leadership models in da'wah institutions.
Perencanaan Inovasi Kewirausahaan Lembaga Dakwah Aswari, Nuha Nabila; Castrawijaya, Cecep
Journal of Da'wah Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v3i2.4356

Abstract

Planning entrepreneurial innovation in da'wah institutions is a strategic effort to combine social and religious missions with entrepreneurial principles. The aim of this planning is to increase the economic independence of Da'wah institutions, expand their reach, and make a greater contribution to society.  Entrepreneurial innovation involves developing business models that are in line with Islamic values, diversifying funding sources, and utilizing digital technology to optimize operations and da'wah activities. The planning process starts with analyzing the needs and potential of the institution, determining the entrepreneurial vision and mission that are in line with the goals of Da'wah, and then implementing innovative programs.  The main challenge in implementation is maintaining a balance between commercial objectives and missionary objectives, as well as creating a model that is sustainable in the long term. We hope that da'wah institutions can achieve economic independence and strengthen their position as agents of social change with broad impacts through effective planning
STRATEGI LEMBAGA DAKWAH DALAM INOVASI KEWIRAUSAHAAN DI ERA DISRUPTIF Syahrizal, Syahrizal; Castrawijaya, Cecep
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v19i1.3876

Abstract

The disruptive era will add to increasingly open global competition, many challenges faced by today's society. Each country must compete by highlighting the superiority of its respective resources, which is called entrepreneurship. Considering the importance of entrepreneurship, an entrepreneurial spirit needs to be instilled as early as possible. At the same time, in entrepreneurial outcomes, something called innovation is needed which has an important role in developing a number of new ideas, before being transformed into a product, the previous innovation must be evaluated to study whether the product will be successful on the market. Therefore, an institution needs to have the right strategy in marketing. Likewise with missionary institutions, in order to encourage goodness and prevent evil, there needs to be a strategy for innovation in the field of entrepreneurship. When an institution only focuses on traditional methods and does not look at modern things, the da'wah institution will position itself as an institution that only includes a vision and mission without any changes. Especially in this disruptive era, da'wah institutions are required to be part of immediately adapting to various advances in technology and knowledge. The research results show that da'wah institutions must have an innovation strategy in preaching, namely developing entrepreneurship programs, technological innovation in preaching, where da'wah institutions are not blind to the existence of technology that offers efficiency in the entrepreneurial development process in a disruptive era, collaboration that creates cooperation with various parties who have the same ideology and vision, and creates new business models.Keywords: Da'wah Institutions, Entrepreneurship, Innovation, Disruptive Era[Era disruptif akan menambah persaingan global yang semakin terbuka, banyak tantangan yang dihadapi oleh Masyarakat sekarang ini. Setiap negara yang harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumberdaya masing-masing yang disebut dengan wirausaha. Mengingat pentingnya kewirausahaan maka jiwa wirausaha perlu ditanamkan sedini mungkin. Tatkala dengan itu, dalam hasul wirausaha maka diperlukan yang Namanya inovasi yang memiliki peran penting dalam mengembangkan sejumlah ide-ide baru, sebelum ditransformasikan menjadi produk, inovasi sebelumnya harus dievaluasi untuk dikaji apakah produk tersebut akan berhasil dipasarkan. Maka dari itu sebuah lembaga perlu mempunyai strategi yang tepat dalam pemasaran. Begitu pula dengan lembaga dakwah, dalam mengajak kebaikan danm mencegah kemungkaran perlu adanya strategi dalam melakukan inovasi dalam bidang wirausaha. Tatkala lembaga hanya berfokus pada cara tradisional dan tidak melirik pada hal modern, maka lembaga dakwah tersebut akan meletakkan posisinya sebagai lembaga yang hanya mencantumkan visi misi tanpa adanya perubahan. Terutama pada era disruptif, lembaga dakwah dituntut untuk menjadi bagian yang segera beradaptasi dengan berbagai kemajuan teknologi dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga dakwah harus memiliki strategi inovasi dalam berdakwah yaitu pengembangan program kewirausahaan, inovasi teknologi dalam dakwah, Dimana lembaga dakwah tidak buta terhadap adanya teknologi yang memberikan tawaran efisiensi dalam proses perkembangan kewirausahaan di era disruptif, kolaborasi yang menciptakan Kerjasama dengan berbagai pihak yang mempunyai ideologi dan visi yang sama, dan menciptakan model bisnis baru]. Kata Kunci: Lembaga Dakwah, Kewirausahaan, Inovasi, Era Disruptif
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA LEMBAGA DAKWAH MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) Alhaq, Dinda Luthfiaturrahmah; Castrawijaya, Cecep
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini berfokus pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang memberikan dampak signifikan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di lembaga dakwah, khususnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam era digital, lembaga dakwah dihadapkan pada tantangan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara efektif kepada masyarakat, terutama generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh TIK terhadap pengembangan SDM di MUI serta untuk mengeksplorasi pentingnya pembinaan karakter dan spiritual dalam konteks ini. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, yang melibatkan pengumpulan dan analisis dokumen resmi MUI, literatur terkait, dan sumber online yang relevan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi tema dan informasi penting mengenai penerapan teknologi dalam dakwah dan pengembangan SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUI telah memanfaatkan teknologi digital, seperti media sosial dan aplikasi mobile, untuk memperluas jangkauan dakwah dan meningkatkan efektivitas penyampaian pesan. Namun, keberhasilan dakwah digital sangat bergantung pada SDM yang profesional dan terlatih. Pembinaan karakter dan spiritual juga diidentifikasi sebagai aspek krusial dalam memastikan bahwa para dai tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi dakwah yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan era digital. Abstract The background of this research focuses on the development of information and communication technology (ICT) which has a significant impact on the development of Human Resources (HR) in da'wah institutions, especially in the Indonesian Ulema Council (MUI). In the digital era, da'wah institutions are faced with the challenge of delivering religious messages effectively to the public, especially the younger generation. Therefore, this research aims to analyze the influence of ICT on HR development in MUI and to explore the importance of character and spiritual development in this context. The research method used is library research, which involves collecting and analyzing official MUI documents, related literature, and relevant online sources. The data collected was analyzed in depth to identify important themes and information regarding the application of technology in da'wah and HR development. The results show that MUI has utilized digital technologies, such as social media and mobile applications, to expand the reach of da'wah and increase the effectiveness of message delivery. However, the success of digital da'wah is highly dependent on professional and trained human resources. Character and spiritual development were also identified as crucial aspects in ensuring that preachers not only have technical skills, but also integrity and strong Islamic values. The findings are expected to contribute to the development of digital da'wah programs.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA LEMBAGA DAKWAH MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) Alhaq, Dinda Luthfiaturrahmah; Castrawijaya, Cecep
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini berfokus pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang memberikan dampak signifikan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di lembaga dakwah, khususnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam era digital, lembaga dakwah dihadapkan pada tantangan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara efektif kepada masyarakat, terutama generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh TIK terhadap pengembangan SDM di MUI serta untuk mengeksplorasi pentingnya pembinaan karakter dan spiritual dalam konteks ini. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, yang melibatkan pengumpulan dan analisis dokumen resmi MUI, literatur terkait, dan sumber online yang relevan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi tema dan informasi penting mengenai penerapan teknologi dalam dakwah dan pengembangan SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUI telah memanfaatkan teknologi digital, seperti media sosial dan aplikasi mobile, untuk memperluas jangkauan dakwah dan meningkatkan efektivitas penyampaian pesan. Namun, keberhasilan dakwah digital sangat bergantung pada SDM yang profesional dan terlatih. Pembinaan karakter dan spiritual juga diidentifikasi sebagai aspek krusial dalam memastikan bahwa para dai tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi dakwah yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan era digital. Abstract The background of this research focuses on the development of information and communication technology (ICT) which has a significant impact on the development of Human Resources (HR) in da'wah institutions, especially in the Indonesian Ulema Council (MUI). In the digital era, da'wah institutions are faced with the challenge of delivering religious messages effectively to the public, especially the younger generation. Therefore, this research aims to analyze the influence of ICT on HR development in MUI and to explore the importance of character and spiritual development in this context. The research method used is library research, which involves collecting and analyzing official MUI documents, related literature, and relevant online sources. The data collected was analyzed in depth to identify important themes and information regarding the application of technology in da'wah and HR development. The results show that MUI has utilized digital technologies, such as social media and mobile applications, to expand the reach of da'wah and increase the effectiveness of message delivery. However, the success of digital da'wah is highly dependent on professional and trained human resources. Character and spiritual development were also identified as crucial aspects in ensuring that preachers not only have technical skills, but also integrity and strong Islamic values. The findings are expected to contribute to the development of digital da'wah programs.