Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan e-Module Berbasis Model OBAK pada Materi Tipografi Kelas X SMK Desain Komunikasi Visual Maysitha, Putri Pratiwi; Pramudiyanti; Sagala, Margaretha Karolina; Firdaus, Rangga; Rinaldi, Daniel
Jurnal PPS-TP: Jurnal Pendidikan Analisis, Aplikasi Teori dan Hasil Penelitian Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal PPS-TP
Publisher : Jurnal PPS-TP: Jurnal Pendidikan Analisis, Aplikasi Teori dan Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan modul elektronik berbasis model pembelajaran Observasi, Berpikir Analisis, dan Komunikasi (OBAK) dengan bantuan platform Google Sites. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-Module berbasis Model OBAK pada materi Tipografi kelas X SMK Desain Komunikasi Visual yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMK Negeri 5 Bandarlampung. Metode penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengadaptasi model pengembangan ADDIE dengan teknik analisis data menggunakan jenis kuantitatif deskriptif. Uji coba kelompok kecil menggunakan angket respons peserta didik dan guru, sedangkan uji coba kelompok besar dengan Pre-test dan Post-test. Desain uji coba kelompok besar penelitian ini menggunakan One Group Pre-test Post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penilaian oleh ahli materi dan ahli media masing-masing sebesar 95%, uji kepraktisan melalui respons pengguna guru memperoleh 94,1% dan respons pengguna peserta didik uji coba kelompok kecil sebesar 85,75%, serta respons peserta didik terhadap Model OBAK sebesar 86,6%. Hal tersebut termasuk dalam kategori sangat valid. Uji keefektifan dengan menggunakan uji Paired Sample T-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa hasil belajar peserta didik antara sebelum dan setelah menggunakan e-Module berbasis Model OBAK memiliki pengaruh atau perbedaan yang signifikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengembangan e-Module berbasis Model OBAK pada materi Tipografi layak digunakan dan efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X SMK Desain Komunikasi Visual di SMK Negeri 5 Bandarlampung.
Transformasi Pembelajaran Literasi Digital Berbasis Kecerdasan Buatan (Gamma AI) bagi Siswa Sekolah Dasar Salamah, Umi; Pramudiyanti
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/dhpvrg55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas modul pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Gamma AI) dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain pre-test dan post-test satu kelompok, penelitian ini melibatkan 22 siswa kelas 1 SDN 1 Gunung Terang. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca, lembar observasi sikap literasi digital siswa, dan catatan reflektif guru. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca siswa, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 70 dan post-test sebesar 87, yang menunjukkan peningkatan sebesar 17%. Modul Gamma AI terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa, dengan memberikan pengalaman pembelajaran yang personal dan adaptif. Penggunaan elemen multimedia seperti gambar, suara, dan narasi interaktif juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di Indonesia, khususnya memperkuat literasi awal di tingkat sekolah dasar, serta mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan melek teknologi sesuai dengan Visi Indonesia Emas 2045.  
ANALISIS CAPAIAN PEMBELAJARAN IPAS FASE B DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Kaulan Karima, Muhammad; Pramudiyanti; Vika Zahara, Nur; Anggraeni, Tri; Salamah, Umi; Maulidya Ulfa, Halimatussadiah; Lando, Guspitasari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.55773

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum places Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran/CP) as the primary reference in the teaching and learning process. At the elementary school level, Science and Social Studies (IPAS) is designed to develop students’ critical thinking, problem-solving skills, and contextual understanding. This study aims to analyze the achievement of IPAS Learning Outcomes in Phase B and examine the alignment between classroom implementation and the targets of the Merdeka Curriculum at SDN 1 Gunung Terang. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with Grade III and Grade IV teachers, and document analysis, including teaching modules, learning objectives flow, worksheets, and student portfolios. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of IPAS Learning Outcomes in Phase B was conducted effectively and aligned with the curriculum objectives. The success of implementation was supported by the utilization of the school and community environment as contextual learning resources. School gardens, traditional markets, and community health centers were integrated into learning activities to provide meaningful and authentic learning experiences. However, differences in students’ learning readiness emerged as a challenge, highlighting the need for differentiated instruction strategies. The study concludes that environment-based contextual learning effectively supports the achievement of IPAS Learning Outcomes and contributes to the development of students’ critical thinking, social awareness, and understanding of real-life phenomena in accordance with the goals of the Merdeka Curriculum.