Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ISU GENDER DAN SEKSUALITAS DALAM 3 KARYA NOVEL: BAYANG-BAYANG HITAM, MINARET, PEREMPUAN DI TITIK NOL Raga Riswanda; Rhaka Alfian. N; Sinsin Sintya; Ramadha Abuzar Pratama; Rinda Revanita; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8924

Abstract

Abstract Gender and sexuality are evolving societal themes, often sparking debates in politics, culture, and health. Gender, shaped by social and cultural norms, differs from biological sex, which categorizes individuals as male or female at birth (Ashaf, 2009). This research explores gender and sexuality through three novels: Bayang-Bayang Hitam by Najib Kaylani, Perempuan di Titik Nol by Nawal El-Saadawi, and Minaret by Layla Abou Layla. Using a qualitative approach, it compares how these works address these issues and their societal impact. By analyzing these themes from diverse perspectives, the study aims to promote equality, raise awareness, and advocate for fair treatment for all, regardless of gender or sexual orientation. Keywords: Literary Works, Novel, Feminism, Gender and Sexuality Abstrak Gender dan seksualitas adalah tema yang terus berkembang dalam masyarakat, sering memicu perdebatan di bidang politik, budaya, dan kesehatan. Gender, yang dibentuk oleh norma sosial dan budaya, berbeda dari jenis kelamin biologis yang mengkategorikan individu sebagai laki-laki atau perempuan sejak lahir (Ashaf, 2009). Penelitian ini membahas gender dan seksualitas melalui tiga novel: Bayang-Bayang Hitam karya Najib Kaylani, Perempuan di Titik Nol karya Nawal El-Saadawi, dan Minaret karya Layla Abou Layla. Dengan pendekatan kualitatif, artikel ini membandingkan bagaimana isu-isu tersebut diangkat dalam karya-karya tersebut dan dampaknya terhadap masyarakat. Melalui analisis dari berbagai perspektif, studi ini bertujuan mendorong kesetaraan, meningkatkan kesadaran, dan memperjuangkan perlakuan yang adil bagi semua individu tanpa memandang gender atau orientasi seksual. Kata Kunci: Karya Sastra, Novel, Feminisme, Gender dan Seksualitas
SIMBOL, METAFORA, ALUSI, DAN PARALELISME DALAM NOVEL FRANKENSTEIN KARYA MARY SHELLEY Andhini Aulia Pratiwi; Fathimah Az Zahro; Rizal Nazarudin Firdaus; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8938

Abstract

Abstract This article examines the analysis of symbols, metaphors, allusions, and parallelism in Mary Shelley’s novel Frankenstein, a Gothic tale depicting the ambition of a young scientist, Victor Frankenstein, to create life through scientific experimentation. The novel not only explores themes of scientific ethics and the consequences of human actions but also delves into fear, loneliness, and the impact of neglecting responsibility toward creation. This study provides insights into narrative style, Gothic elements, and the novel’s modern relevance, especially regarding technological ethics issues such as artificial intelligence and genetic engineering. Keywords: symbols, metaphors, allusions, parallelism, scientific ethics, Frankenstein. Abstrak Artikel ini membahas analisis simbol, metafora, alusi, dan paralelisme dalam novel Frankenstein karya Mary Shelley, sebuah cerita gotik yang menggambarkan ambisi ilmuwan muda, Victor Frankenstein, dalam menciptakan kehidupan melalui eksperimen ilmiah. Novel ini tidak hanya mengangkat tema-tema etika ilmiah dan konsekuensi dari tindakan manusia, tetapi juga menggambarkan ketakutan, kesepian, serta dampak dari kurangnya tanggung jawab terhadap ciptaan. Kajian ini memberikan wawasan tentang gaya naratif, unsur gotik, serta relevansi novel dalam konteks modern, khususnya terkait isu etika teknologi seperti kecerdasan buatan dan rekayasa genetik. Kata Kunci: simbol, metafora, alusi, paralelisme, etika ilmiah, Frankenstein
KEBIMBANGAN IDENTITAS DALAM SASTRA MUSLIM TURKI DAN IMIGRAN DI EROPA DAN AMERIKA DALAM KARYA MY NAME IS RED OLEH ORHAN PAMUK, LIRIK DARI MUSIK SAMI YUSUF, DAN THE TRANSLATION OF THE QUR'AN OLEH YUSUF ALI Rahma Safira; Ridho Nurfadhilah; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i4.8939

Abstract

Abstract This paper explores the identity confusion experienced by Muslim communities, particularly from Turkey and Muslim immigrants in Europe and America, as reflected in their literature and art. The identity of the Muslim diaspora often stands at the crossroads between Islamic tradition and secular Western modernity. Through the analysis of works such as My Name Is Red by Orhan Pamuk, the lyrics of Sami Yusuf's music, and the translation of the Qur'an by Yusuf Ali, this study delves into how Muslim artists articulate their identity struggles in their works. A sociological literature approach is used to examine how social and political dynamics shape the identity formation of the Muslim diaspora. Keywords: Literature, Identity, Muslim Literature, immigrants Abstrak Jurnal ini mengeksplorasi kebimbangan identitas yang dialami oleh komunitas Muslim, khususnya dari Turki dan imigran Muslim di Eropa dan Amerika, yang tercermin dalam karya sastra dan seni. Identitas diaspora Muslim sering kali berada di persimpangan antara tradisi Islam dan modernitas Barat yang sekuler. Melalui analisis karya seperti "My Name Is Red" karya Orhan Pamuk, lirik musik Sami Yusuf, dan terjemahan Al-Qur'an oleh Yusuf Ali, penelitian ini menggali bagaimana para seniman Muslim mengartikulasikan kebimbangan identitas dalam karya mereka. Pendekatan sosiologi sastra digunakan untuk mengkaji bagaimana dinamika sosial dan politik memengaruhi pembentukan identitas Muslim diaspora. Kata Kunci: Karya Sastra , Identitas , Sastra Muslim, Imigran
NARRATIVE STRUCTURE AND NARRATIVE TRUTH OF THE ADVENTURES OF HUCKLEBERRY FIN BY MARK TWAIN Andini Khairunisa Sulaiman; Reza Juliansa; Shifa Achmadah Syauqi; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak The Adventures of Huckleberry Finn karya Mark Twain (2010, Collins Classics) adalah novel yang menggambarkan perjalanan seorang anak muda bernama Huck Finn bersama seorang budak pelarian bernama Jim di sepanjang Sungai Mississippi. Melalui sudut pandang Huck, Twain mengeksplorasi tema-tema penting seperti kebebasan, perbudakan, dan moralitas dalam konteks masyarakat Amerika sebelum Perang Saudara. Narasi picaresque yang mengikuti berbagai petualangan mereka mencakup aspek kehidupan sosial, budaya, dan politik pada masa itu. Novel ini juga mengupas konflik batin yang dihadapi Huck ketika harus membuat keputusan moral antara mengikuti kata hatinya atau mematuhi norma-norma sosial yang merendahkan Jim sebagai budak. Twain menggabungkan humor, kritik sosial, dan bahasa daerah untuk menyampaikan pesan yang kuat tentang kemanusiaan dan keadilan. Karya ini diakui sebagai salah satu karya penting dalam sastra Amerika berkat narasinya yang bermakna dan relevansi moral yang abadi. Kata Kunci : kebebasan, perbudakan, moralitas, Mark Twain, The adventure of Huckleberry Finn
POLITIK DAN ISU EKONOMI, GENDER, KELAS, DAN RAS DALAM NOVEL 1984 KARYA GEORGE ORWELL Riffa Taufik Hidayatullah; Sara Samrotul Atkia; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i5.9120

Abstract

Abstrak Novel "1984" karya George Orwell menyajikan gambaran mencekam tentang masyarakat totaliter yang dikendalikan oleh Partai. Karya ini mengeksplorasi bagaimana rezim memanipulasi aspek politik, ekonomi, gender, kelas, dan ras untuk menjaga kekuasaan mereka. Dengan analisis yang mendalam terhadap karakter, alur cerita, dan simbolisme, makalah ini bertujuan untuk mengungkap mekanisme kontrol sosial yang diterapkan oleh Partai dan pengaruhnya terhadap individu dalam masyarakat. Kata Kunci: Politik dan Isu Ekonomi, Gender, Kelas, dan Ras
IRONI DALAM NOVEL FRANKENSTEIN KARYA MARY SHELLEY Alisha Mulya Wardhani; Laela Tusa’adah; Safira Aulia; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i5.9121

Abstract

Abstract Frankenstein karya Mary Shelley merupakan sebuah eksplorasi ambisi manusia dan konsekuensinya. Penelitian ini berfokus pada analisis ironi yang dialami oleh karakter-karakter utama dalam novel, terutama Victor Frankenstein dan makhluk ciptaannya. Dengan menggunakan teori sastra, penelitian ini akan mengungkap bagaimana ironi membentuk karakteristik, motivasi, dan nasib para tokoh. Selain itu, penelitian ini juga akan membahas bagaimana ironi menjadi alat bagi Shelley untuk mengkritik pandangan masyarakat pada zamannya tentang ilmu pengetahuan dan penciptaan. Kata kunci: Ironi , Penciptaan ,frankenstein,mary shelley. Kata kunci: Ironi ,Perkembangan Karakter, Monster,frankenstein,mary shelley.
KRITIK SOSIAL DAN BUDAYA DALAM NOVEL THE ADVENTURES OF HUCKLEBERRY FINN KARYA TWAIN MARK Muhammad Fuad Ramadhan; Ochy Caramoy; Salma Deria Putri; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i6.9123

Abstract

Abstract This study aims to discuss the theme of slavery in America as depicted in Mark Twain's novel The Adventures of Huckleberry Finn. The story of Huck and Jim reflects the racial tensions and systemic oppression present in 19th-century America. This research examines how Twain uses Huck's journey with Jim, a runaway slave, to critique the institution of slavery and challenge the moral contradictions prevalent in society at the time. Through an analysis of key episodes and character development, the study reveals the novel's critical perspective on the cruelty of slavery and the complex dynamics between race and freedom.Keywords: Slavery, Twain, Huckleberry Finn, 19th-century America, local color Abstrak Penelitin ini bertujuan untuk membahas tema perbudakan di Amerika dalam novel Mark Twain The Adventures of Huckleberry Finn. Kisah Huck dan Jim mencerminkan ketegangan rasial dan penindasan sistemik yang ada di Amerika pada abad ke-19. Studi ini meneliti bagaimana Twain menggunakan perjalanan Huck bersama Jim, seorang budak yang melarikan diri, untuk mengkritik institusi perbudakan dan menantang kontradiksi moral yang berkembang dalam masyarakat tersebut. Melalui analisis episode-episode penting dan perkembangan karakter, penelitian ini mengungkap perspektif kritis novel terhadap kekejaman perbudakan serta dinamika kompleks antara ras dan kebebasan. Kata kunci: Perbudakan, Twain, Huckleberry Finn, abad ke-18 di Amerika, local color
PERLAWANAN DAN PERJUANGAN PEREMPUAN AFGHANISTAN: ANALISIS SOSIAL DAN BUDAYA DALAM NOVEL SAMIRA DAN SAMIR KARYA SIBA SHAKIB Rifaa Ghassani Rahman; Shabrina Nurul Fauziyah; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v6i1.9382

Abstract

Abstract The novel Samira and Samir by Siba Shakib presents a vivid portrayal of gender oppression and identity struggles in a patriarchal Afghan society. Through the lens of Samira, a girl forced to live as a boy named Samir to protect her family's honor, the novel explores how rigid gender norms suppress women's identities and limit their freedoms. Samira’s experience illustrates the social construction of gender roles, where men hold power and women are subjugated. The novel also highlights the emotional and psychological conflicts women face as they navigate these oppressive structures. This paper analyzes how the socio-cultural and patriarchal systems depicted in the novel shape gender identity and the resistance of Afghan women against social injustice. By examining the interplay between social expectations and personal identity, the novel sheds light on the ongoing struggle for gender equality in traditional societies. Keyword: Afghan Women, Samira dan Samir, Siba shakib Abstrak Novel Samira dan Samir karya Siba Shakib menggambarkan dengan jelas penindasan gender dan perjuangan identitas dalam masyarakat patriarkal Afghanistan. Melalui perspektif Samira, seorang gadis yang terpaksa hidup sebagai anak laki-laki bernama Samir untuk melindungi kehormatan keluarganya, novel ini mengeksplorasi bagaimana norma gender yang kaku menekan identitas perempuan dan membatasi kebebasan mereka. Pengalaman Samira menunjukkan konstruksi sosial peran gender, di mana laki-laki memegang kekuasaan dan perempuan ditundukkan. Novel ini juga menyoroti konflik emosional dan psikologis yang dihadapi perempuan saat mereka menavigasi struktur-struktur penindasan ini. Makalah ini menganalisis bagaimana sistem sosial-budaya dan patriarkal yang digambarkan dalam novel membentuk identitas gender dan perlawanan perempuan Afghanistan terhadap ketidakadilan sosial. Dengan memeriksa interaksi antara ekspektasi sosial dan identitas pribadi, novel ini memberikan wawasan tentang perjuangan terus-menerus untuk kesetaraan gender dalam masyarakat tradisional. Kata Kunci: Perempuan Afghanistan, Samira dan Samir, Siba Shakib.
KEBIMBANGAN DI ANTARA DUA IDENTITAS: SASTRA MUSLIM TURKI DAN SASTRA MUSLIM IIMIGRAN DI EROPA DAN AMERIKA Rahmi Wulansari; Sarah Mudrika Zain; Shafirany Arafah; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v6i3.9673

Abstract

Abstract This research explores the role of Muslim literature in reflecting and responding to the complexities of identity in the modern world. In her research, the researcher uses the theoretical frameworks of Stuart Hall and Homi K. Bhabha to analyze how identities are shaped through cultural interactions and individual experiences. The research focuses on analyzing texts from several Muslim literary works such as those of Yasmina Khadra, Tariq Ali, and Amin Maalouf. The results show that Muslim identity is a constantly changing entity in the context of globalization and cultural interaction, so Muslim literature can provide an alternative in responding to the complexity of identity in the modern world. In the development of Muslim literature, the researcher recommends that writers can introduce cultural values to the outside world and innovate in expressing the characteristics of Muslim culture. We recommend readers to enrich themselves by reading Muslim literature as a way to appreciate cultural diversity and respond to the complexity of identity within ourselves. This study provides an in-depth look at the role of Muslim literature in understanding the complexity of identity in the modern world and opens up space for further research in the future. Keyword: Muslim, Literature, Identity, Cultural Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi peranan sastra Muslim dalam mencerminkan dan merespons kompleksitas identitas di dunia modern. Dalam penelitiannya, peneliti menggunakan kerangka teori Stuart Hall dan Homi K. Bhabha untuk menganalisis bagaimana identitas dibentuk melalui interaksi budaya dan pengalaman individu. Penelitian ini fokus pada analisis teks dari beberapa karya sastra Muslim seperti karya Yasmina Khadra, Tariq Ali, dan Amin Maalouf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Muslim merupakan entitas yang terus berubah dalam konteks globalisasi dan interaksi budaya, sehingga sastra Muslim dapat memberikan alternatif dalam merespon kompleksitas identitas di dunia modern. Dalam perkembangan sastra Muslim, peneliti merekomendasikan agar para penulis dapat memperkenalkan nilai-nilaibudaya kepada dunia luar dan berinovasi dalam mengekspresikan ciri khas budaya Muslim. Peneliti merekomendasikan pembaca untuk memperkaya diri dengan membaca sastra Muslimsebagai cara untuk menghargai keanekaragaman budaya serta merespon kompleksitas identitasdalam diri kita sendiri. Penelitian ini memberikan pandangan ke dalam tentang peran sastra Muslim dalam memahami kompleksitas identitas di dunia modern dan membuka ruang untukpenelitian lebih lanjut di masa depan. Kata Kunci: Muslim, Sastra, Identitas, Kultural.
SIMBOLISME WARNA DAN ISTILAH AMERICAN DREAM DALAM NOVEL THE GREAT GATSBY Aprilia Maulidina; Dimas Fajar; Dzulkhaffi Muhammad Arieful Husna; Fazar Sidik; Nurholis Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v6i3.9705

Abstract

Abstract This study aims to explore color symbolism and the concept of the American Dream in F. Scott Fitzgerald's The Great Gatsby. Using an in-depth analytical approach, this study reveals the symbolic meanings of colors such as green, white, yellow, red, blue, and grey used by Fitzgerald to reinforce the novel's main themes, including hope, luxury, moral emptiness, and the destruction of dreams. In addition, this study also highlights how the term American Dream reflects the ambition, love, and moral downfall of the Jazz Age. Symbolism in the novel, such as the green light, Valley of Ashes, and Dr. T.J. Eckleburg's eyes, show how Fitzgerald utilizes narrative elements to convey social criticism of the post-World War I society. This research is expected to provide a deeper understanding of the relationship between color symbolism and the theme of the American Dream in the social and cultural context of its time. Keywords: F. Scott Fitsgerald, Symbolism, American Dream, Symbolic Meaning, Colors. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi simbolisme warna dan konsep American Dream dalam novel The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald. Dengan pendekatan analisis mendalam, kajian ini mengungkap makna simbolik dari warna-warna seperti hijau, putih, kuning, merah, biru, dan abu-abu yang digunakan oleh Fitzgerald untuk memperkuat tema utama novel, termasuk harapan, kemewahan, kekosongan moral, dan kehancuran impian. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti bagaimana istilah American Dream mencerminkan ambisi, cinta, dan kejatuhan moral di era Jazz Age. Simbolisme dalam novel ini, seperti lampu hijau, Valley of Ashes, dan mata Dr. T.J. Eckleburg, menunjukkan bagaimana Fitzgerald memanfaatkan elemen-elemen naratif untuk menyampaikan kritik sosial terhadap masyarakat pasca-Perang Dunia I. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara simbolisme warna dan tema American Dream dalam konteks sosial dan budaya pada masanya. Kata kunci: F. Scott Fitsgerald, Simbolisme, Impian Amerika, Makna Simbolis, Warna