Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Variasi Kecepatan Motor Terhadap Pengupasan Kentang Pada Mesin Pengupas Kentang Sederhana Muchlasin; M Zaenudin; M. Luqman SF
Integrated Mechanical Engineering Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Integrated Mechanical Engineering Journal (IMEJOUR) Vol. 2 No 2 2024
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering and Computer Science, Universitas Global Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56904/imejour.v2i2.61

Abstract

Mesin pengupas kulit dan pemotong kentang sederhana telah mengalami perkembangan signifikan, terutama dalam sistem operasinya. Awalnya, mesin ini menggunakan mekanisme manual, namun kini telah berkembang menjadi sistem otomatis untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan pengoperasian. Sistem otomatis yang diterapkan pada mesin ini memanfaatkan teknologi pneumatik, yang berfungsi pada mekanisme tuas untuk mendorong kentang menuju proses pemotongan. Proses pengupasan merupakan tahap awal dalam pengolahan bahan pangan, bertujuan untuk menghilangkan kulit atau lapisan luar dari buah dan sayuran sehingga siap untuk tahap pengolahan selanjutnya atau langsung dikonsumsi. Proses ini memiliki peran penting dalam memastikan kualitas dan kebersihan bahan pangan yang dihasilkan. Kecepatan motor dalam mesin ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pengupasan dan pemotongan. Pengujian pada berbagai variasi kecepatan menunjukkan adanya perbedaan hasil pengupasan, dengan selisih massa residu kulit sekitar 2–3 gram. Hasil ini menunjukkan bahwa kecepatan motor yang optimal perlu ditentukan untuk mencapai hasil pengupasan dan pemotongan yang lebih efektif serta konsisten. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi teknologi pneumatik dan pengendalian kecepatan motor untuk mengoptimalkan kinerja mesin pengupas dan pemotong kentang sederhana, mendukung efisiensi proses di industri pengolahan makanan.
Pengaruh Variasi Waktu Pengupasan Kentang Terhadap Hasil Pengupasan Kentang Pada Mesin Pengupas Kentang Sederhana Wahyu Firnanda; M Zaenudin; Luqman saiful Luqman
Integrated Mechanical Engineering Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Integrated Mechanical Engineering Journal (IMEJOUR) Vol. 2 No 2 2024
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering and Computer Science, Universitas Global Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56904/imejour.v2i2.66

Abstract

Kentang (solanum tuberosum), dikenal pula sebagai ubi kentang, ubi Belanda, atau ubi Benggala, merupakan tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang dapat dikonsumsi dan menjadi salah satu makanan pokok penting di berbagai wilayah, terutama Eropa. Tanaman ini merupakan herba semusim yang tumbuh optimal di daerah beriklim sejuk, sehingga di wilayah tropis lebih cocok ditanam di dataran tinggi. Salah satu produk olahan kentang yang memiliki prospek pasar menjanjikan adalah stik kentang, yang populer sebagai camilan lintas kalangan dan tidak terpengaruh oleh musim. Untuk mendukung produksi stik kentang dalam skala besar, diperlukan mesin sederhana yang dapat mempercepat proses pengupasan dan pemotongan kentang, khususnya bagi industri rumahan dan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat pengupas kulit dan pemotong kentang sederhana serta mengevaluasi kinerja alat tersebut. Metode penelitian mencakup pengumpulan data melalui studi pustaka, analisis waktu pengupasan, tingkat efisiensi, kerugian produktivitas alat, perhitungan perancangan, serta perbandingan dengan sistem manual dan alat sejenis. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat kebersihan pengupasan kentang sebesar 88,22% dalam waktu 40 detik, 93,02% dalam waktu 50 detik, dan 94,89% dalam waktu 60 detik. Berdasarkan hasil tersebut, durasi optimal untuk proses pengupasan dipilih pada waktu 60 detik, dengan tingkat kebersihan tertinggi sebesar 94,89%. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan alat sederhana yang efisien dan efektif, mendukung produktivitas sektor UMKM dan industri rumahan dalam pengolahan kentang.
Bagaimana Program Keteknikan Mesin Bertahan Ditengah Penurunan Minat pada Bidang STEM dan Disrupsi AI? Mohamad Zaenudin; Adhes Gamayel; Yasya Khalif Perdana Saleh; M. Luqman Saiful Fikri; M. Untung Zaenal Priyadi
Integrated Mechanical Engineering Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Integrated Mechanical Engineering Journal (IMEJOUR) Vol. 3 No. 2 November 2025
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering and Computer Science, Universitas Global Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56904/imejour.v3i2.153

Abstract

Berdasarkan data penerimaan mahasiswa baru dari Kemendikti-Saintek, bidang STEM secara umum mengalami pengurangan minat. Hal ini ditengarai dikarenakan berbagai faktor, seperti dukungan yang dinilai kurang, pengaplikasian kurikulum yang belum aktual, serta kesan bidang STEM yang jauh dari konteks pembelajaran yang bermakna. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, namun cakupannya dinilai kecil, jika dibandingkan dengan keseluruhan sistem pendidikan di Indonesia. Oleh sebab itu, beberapa solusi ditawarkan untuk memperbaiki hal tersebut, seperti dukungan dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah, industri, dan institusi pendidikan, investasi dalam mendorong pendidikan di bidang STEM, serta promosi secara lebih masif terhadap bidang STEM melalui kegiatan seperti seminar, workshop, sertifikasi, pameran, dan konten edukasi melalui sosial media. Langkah seperti tersebut diharapkan dapat menarik minat siswa dan mahasiswa pada bidang STEM dalam upaya menyokong kebutuhan tenaga terampil di bidang STEM dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
OPTIMALISASI PROSES PENGERINGAN TEMBAKAU MENGGUNAKAN MESIN PENGERING BERBASIS HEAT EXCHANGER DAN SISTEM TRAY DRYING UNTUK EFISIENSI ENERGI DAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DI DESA GULANG, KUDUS Dina Tauhida; Ratri Rahmawati; Slamet Khoeron; Taufiq Hidayat; Akhmad Zidni Hudaya; Sugeng Slamet; Muhammad Luqman Saiful Fikri; Sigit Arrohman; Rangga Primadasa
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 6 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i6.4036

Abstract

Tobacco farmers in Gulang Village, Kudus Regency, face post-harvest challenges, particularly in the drying process, which is still conducted conventionally, resulting in prolonged drying time, high energy consumption, and inconsistent product quality. This community service program aimed to improve drying efficiency and tobacco quality through the implementation of a heat exchanger-based tobacco drying machine. The dryer was designed with dimensions of 1.2 m × 2.4 m × 1.2 m and equipped with 16 trays, utilizing an indirect heating system to ensure stable temperature control and prevent smoke contamination. The implementation stages included needs assessment, machine design and manufacturing, program socialization, operational and maintenance training, field implementation, and before–after performance evaluation. The results showed a reduction in drying time from 72.0 hours to 52.2 hours (27.5% efficiency improvement), energy savings from 100.0 to 75.6 kWh equivalent (24.4% reduction), and an increase in dried tobacco output from 84.6 kg to 93.6 kg per cycle (10.6% improvement). The final moisture content was more uniform at 13–14%. Statistical analysis indicated significant differences between conventional and machine-based drying methods (p < 0.05). The implementation of this appropriate technology effectively enhanced post-harvest efficiency, improved product quality, and supported the sustainability of smallholder tobacco farming in Gulang Village.
PENGARUH VARIASI FRAKSI VOLUME KOMPOSIT AKAR WANGI DENGAN MATRIKS POLIURETAN MENGGUNAKAN METODE COMPERSSION MOLDING TERHADAP KEKUATAN TARIK Fajar Paundra; Aditya Septian Putra; Muhammad Syaukani; Abdul Muhyi; Muhammad Luqman Saiful Fikri
Journal of Industrial and Mechanical Engineering Vol 3 No 1 (2025): Journal of Industrial and Mechanical Engineering
Publisher : Department of Industrial Engineering, Universitas Jenderal Soedirman.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jimien.2025.3.1.15558

Abstract

Fraksi volume pada proses pembuatan komposit sangat berpengaruh terhadap kekuatan mekaniknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi fraksi volume komposit serat akar wangi dengan matriks poliuretan terhadap kekuatan tarik. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat akar wangi sebagai penguat dan poliuretan sebagai matriks. Variasi fraksi volume serat dan resin yang digunakan adalah 10:90%, 20:80%, dan 30:70%. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode compression molding selama 24 jam pada tekanan 5 bar. Pengujian kekuatan tarik mengacu pada standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik maksimum tertinggi sebesar 1,298 MPa diperoleh pada fraksi volume 30% serat dan 70% resin. Sedangkan kekuatan tarik terendah sebesar 0,777 MPa terjadi pada fraksi volume 10% serat dan 90% resin.
Perancangan Modifikasi Upper Arm Suspensi Belakang Honda Civic 2001 - 2005 Dengan Autodesk Inventor Syaukaty Yasinta; Mascuk Susilo; Sigit Arrohman; Imam Mahfud Hanafi; Muhammad Luqman Saiful Fikri; Bambang Surono; Mafruddin Mafruddin
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14 No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahuai tingkat kekuatan dan kenyamanan pada Upper Arm standart, ketika mendapatkan beban dan guncangan, maka analisis pegujian pembebanan berdasarkan dimensi kendaraan, berat kosong dan berat kotor kendaraan. Dalam melakukan analisa dan simulasi penulis menggunakan metode numerik yang dikenal dengan Finite Element Analysis (FEA) atau bisa juga disebut dengan metode elemen hingga. Dalam mendukung metode elemen hingga, serta mempermudah analisis dan mendapatkan hasil yang lebih akurat pada analisis lengan-lengan (arm) ini menggunakan software autodesk invertor karena mudah untuk mendesain dan menganalisis karakteristik upper arm. Dari hasil simulasi, Upper Arm dengan material baja paduan A812, yang memiliki nilai tegangan von Mises maksimum sebesar 0,0501307 MPa, perpindahan sebesar 0,0000960669 mm dan faktor keamanan sebesar 12 ul. Sedangkan pada material baja karbon A284, yang memiliki nilai tegangan von Mises maksimum sebesar 0,0501812 MPa, perpindahan arah vektor Y sebesar 0,000109716 mm dan faktor keamanan sebesar 15.