Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

POTRET EKSTENSIF TUJUAN GLOBAL CITIZENSHIP EDUCATION (GCE) DI NORWEGIA Khoerudin, Muhamad; Sassi, Komarudin
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v5i2.2845

Abstract

Abstract: This research aims to provide an extensive portrait of the objectives of global citizenship education (GCE) in Norway, which is increasingly important amid globalization challenges. The background of this study highlights the need for individuals to be sensitive to global issues such as climate change, social inequality, and international conflicts. The method used in this research is literature study, involving the collection and analysis of various written sources, including academic journals, government reports, and relevant educational policy documents. The findings indicate that Norway has successfully integrated global values into its educational curriculum through an interdisciplinary approach. However, challenges such as insufficient teacher training, resource limitations, and the need to balance global values with local identities still need to be addressed to ensure the success of global citizenship education in the future. Keywords: Portrait, Global Citizenship Education, Globalization Challenges, Norwegia. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan potret ekstensif tujuan pendidikan kewarganegaraan global (PKG) di Norwegia, yang semakin penting di tengah tantangan globalisasi. Latar belakang penelitian ini menyoroti kebutuhan akan individu yang peka terhadap isu-isu global, seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan sosial, dan konflik internasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber tertulis, termasuk jurnal akademik, laporan pemerintah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Norwegia telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai global ke dalam kurikulum pendidikannya melalui pendekatan lintas disiplin. Namun, tantangan seperti pelatihan guru yang masih kurang, keterbatasan sumber daya, dan perlunya keseimbangan antara nilai-nilai global dan identitas lokal masih perlu diatasi untuk memastikan keberhasilan pendidikan kewarganegaraan global di masa depan.Kata Kunci : Potret, Pendidikan Kewarganegaraan Global, , Tantangan Globalisasi, Norwegia.
Analisis Komparatif Sistem Kurikulum Pendidikan Islam Kontemporer di Kuwait dan Kazakhstan Liza, Evitri; Sassi, Komarudin
Khazanah Akademia Vol. 9 No. 01 (2025): Khazanah Akademia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jurnalkhazanahakademia.v9i01.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan sistem kurikulum pendidikan Islam kontemporer di Kuwait dan Kazakhstan. Kedua negara memiliki perbedaan dalam aspek sejarah, budaya, dan politik, namun sama-sama menjadikan Islam sebagai agama resmi. Melalui studi literatur dan analisis dokumen kurikulum, penelitian ini berupaya menemukan persamaan dan perbedaan dalam penerapan pendidikan Islam di kedua negara tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam penekanan pada aspek-aspek tertentu seperti pada bidang fiqih, akidah, dan sejarah Islam. Namun, kedua negara memiliki tujuan yang sama yaitu mencetak generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Secara umum muatan kurikulum pendidikan Islam di kedua negara tersebut mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern. Hanya saja dalam pendekatan pembelajaran terdapat penekanan yang berbeda, di mana Kuwait lebih menekankan pada pembelajaran hafalan, sedangkan Kazakhtan lebih mengadopsi pendekatan pembelajaran yang lebih aktif dan interaktif. Kekhasan unik ini, tampak dipengaruhi oleh faktor sejarah, budaya, dan kebijakan pemerintah masing-masing.
Analisis Sistem dan Kebijakan Israel dalam Pendidikan Agama Islam Arab-Muslim Aripin, Abdul Malik; Sassi, Komarudin
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 5 No. 1 (2025): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v5i1.5999

Abstract

This article analyzes Israel's education system and policies in the context of Arab-Muslim Islamic education. This research examines how the Israel’s education system and policies influence the development of Islamic education for the Arab-Muslim community and examines the impact of the education system on identity, values and understanding of religion in the Arab-Muslim community in the state of Israel. This study uses a qualitative-descriptive method through analysis of various literary sources and research reports as well as accredited national and international journals, especially those published in the period 2019 to 2024. The results show the need for dialogue and integrative collaboration between various stakeholders in minimizing inequality in policies in the four existing structures and types of schools fairly and wisely. With an inclusive approach, cross-group collaboration, and fair and wise government policies, it is possible that the existence of Arab-Muslim Islamic education has the potential to strengthen social tolerance and the development of Israel's glorious civilization.
Teori Qur'anic Parenting: Prinsip Pengasuhan Anak Berbasis Al Qur'an Kamal, Mustafa; Sassi, Komarudin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15634

Abstract

Pengasuhan anak yang optimal merupakan faktor krusial bagi tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Berdasarkan analisis mendalam terhadap interpretasi beberapa ayat al-Qur’an  dikoneksikan dengan ilmu psikologi perkembangan anak, penulis menemukan prinsip-prinsip Qur’anic dalam pengasuhan anak yang ideal dan pijakan  lahirnya gagasan teori Qur'anic Parenting. Teori ini menawarkan model pola asuh dalam mendidik generasi secara holistik-integratif, mencakup aspek jasad, jiwa, dan ruh anak. Beberapa prinsip utama dari Qur'anic Parenting meliputi; penyesuaian model pengasuhan sesuai usia dan tahap perkembangan anak, pendekatan holistik dalam pendidikan anak, integrasi nilai-nilai agama dan spiritual, kolaborasi dengan ilmu pengetahuan dan teori perkembangan terkini, serta lingkungan keluarga yang mendukung. Teori ini bertujuan memberikan  prinsip pengasuhan yang optimal bagi perkembangan anak secara menyeluruh (kaffah), baik dari segi fisik, intelektual, emosional, maupun spiritual. Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip Qur'anic Parenting, para orang tua dan pengasuh (khadimun) dapat mendidik anak-anak lebih terarah dalam perkembangannya baik fisik maupun mental.
Comparative Studies: Education Systems in Germany and Turkey AN, Rosyidah; Sassi, Komarudin; Al Ayyubi, Ibnu Imam
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padngsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v11i2.12533

Abstract

This article discusses the differences in the education systems in Germany and Turkey. In addition, this article will discuss educational management, curriculum, materials, and assessment systems in educational institutions. The purpose of this study is to find out what are the differences in the education system in Germany and Turkey. In addition, this article will discuss educational management, curriculum, materials, and assessment systems in Educational institutions. In this study, a qualitative descriptive analytical method is used. The two sources of research materials are primary and secondary data. Primary data is textbooks, and secondary data consists of government regulations, scientific publications, journals, and other relevant articles. with current studies. Data analysis techniques include data reduction, data transmission, and conclusion drawing. The result of this study is that education in Turkey and Germany has many significant differences. The following are some of the key differences: The structure of education in Turkey is as follows, primary education lasts 8 years, secondary education lasts 4 years. Higher education in Germany includes bachelor's, master's, and doctoral programs. Here are the differences in the education system between schools in Germany and Turkey.
REFLEKSI QS. AR-RA'DU: 11 DAN QS. AL-ANFAL: 53 SELF AWARENESS SEBAGAI KESALEHAN SOSIAL Syafi’i, Imam; Sassi, Komarudin
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6517

Abstract

ABSTRACT This paper discusses the relationship between self-awareness and the formation of social piety in contemporary Muslim societies facing moral and spiritual crises. This study uses a qualitative approach with a comparative interpretation method to examine QS. Ar-Ra'd verse 11 and QS. Al-Anfal verse 53. QS. Ar-Ra’d verse 11 emphasizes that collective change begins with individual change, while QS. Al-Anfal verse 53 reminds us that neglecting to preserve Allah’s blessings can result in their revocation. The research stages include: (1) determining the research object and key verses, (2) collecting primary sources in the form of three tafsir books (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Misbah) and 45 secondary literature obtained from Google Scholar, Sinta, and Garuda, and (3) descriptive-analytical analysis to identify the meaning of key terms, trace the interpretations of exegetes, and reflect them on current socio-cultural phenomena. The results of the study show that self-awareness is an important foundation for maintaining blessings, building social responsibility, and strengthening character education. This value needs to be integrated into the Islamic education curriculum to form a society with noble character and dignity. ABSTRAK Tulisan ini membahas keterkaitan antara self-awareness (kesadaran diri) dengan pembentukan kesalehan sosial dalam masyarakat Muslim kontemporer yang menghadapi krisis moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir muqaran (komparatif) untuk menelaah QS. Ar-Ra’d ayat 11 dan QS. Al-Anfal ayat 53. QS. Ar-Ra’d ayat 11 menegaskan bahwa perubahan kolektif dimulai dari perubahan individu, sedangkan QS. Al-Anfal ayat 53 mengingatkan bahwa kelalaian menjaga nikmat Allah dapat mengakibatkan pencabutannya. Tahapan penelitian meliputi: (1) penentuan objek kajian dan ayat kunci, (2) pengumpulan sumber primer berupa tiga kitab tafsir (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Misbah) dan 45 literatur sekunder yang diperoleh dari Google Scholar, Sinta, dan Garuda, serta (3) analisis deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi makna lafaz kunci, menelusuri penafsiran mufasir, dan merefleksikannya pada fenomena sosial-budaya saat ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-awareness menjadi fondasi penting dalam menjaga keberkahan, membangun tanggung jawab sosial, dan memperkuat pendidikan karakter. Nilai ini perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan agama Islam untuk membentuk masyarakat yang berakhlak mulia dan bermartabat.
KONTRIBUSI EDUCATION CANNOT WAIT (ECW) DALAM PEMULIHAN PENDIDIKAN DI SURIAH Safitri, Desy; Sassi, Komarudin
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v9i2.3774

Abstract

AbstractThe armed conflict in Syria has caused a severe humanitarian crisis, including significant disruption of the education system. Education, as a basic human right, is key in rebuilding post-conflict countries and societies. In this context, the role of Education Cannot Wait (ECW) as a global humanitarian foundation for education in emergencies becomes very crucial. This research aims to analyze ECW's contribution to efforts to restore education in Syria. Through a qualitative approach, this research will examine various programs and initiatives that have been implemented by ECW in Syria. Data will be collected through literature studies. It is hoped that the research results will provide a comprehensive picture of the extent to which ECW has been successful in overcoming the challenges of educational recovery in Syria. Apart from that, it is also hoped that this research can provide policy recommendations for policy makers, humanitarian organizations and other stakeholders in an effort to increase the effectiveness of humanitarian assistance in the education sector in the future.  Keywords: Education Cannot Wait, Syria, education recovery, humanitarian crisis, humanitarian aid AbstrakKonflik bersenjata di Suriah telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah, termasuk disrupsi sistem pendidikan yang signifikan. Pendidikan, sebagai hak dasar manusia, menjadi kunci dalam membangun kembali negara dan masyarakat pasca-konflik. Dalam konteks ini, peran Education Cannot Wait (ECW) sebagai fondasi kemanusiaan global untuk pendidikan dalam keadaan darurat menjadi sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi ECW dalam upaya pemulihan pendidikan di Suriah. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini akan mengkaji berbagai program dan inisiatif yang telah dilaksanakan oleh ECW di Suriah. Data akan dikumpulkan melalui studi literatur. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai sejauh mana ECW berhasil dalam mengatasi tantangan-tantangan dalam pemulihan pendidikan di Suriah. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan bagi para pembuat kebijakan, organisasi kemanusiaan, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam upaya meningkatkan efektivitas bantuan kemanusiaan di bidang pendidikan di masa depan. Kata Kunci: Education Cannot Wait, Suriah, Pemulihan Pendidikan, Krisis Kemanusiaan, Bantuan Kemanusiaan. 
KOMPARASI KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA DAN THAILAND Ulya, Ahadan; Sassi, Komarudin
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v9i2.3727

Abstract

Studi ini bertujuan untuk membandingkan kebijakan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia dan Thailand. Betapapun kedua negara ini, fakta penduduknya multi-religi dengan dominasi penduduk muslim, namun toleransi kehidupan beragama terjalin dengan damai. Terdapat konstribusi signifikan atas kebijakan pemerintah dalam mewajibkan pembelajaran PAI di kedua negara tersebut. Penelitian ini menganalisis kesamaan dan perbedaan dalam penyusunan kurikulum PAI, implementasi di lapangan, serta pengaruhnya terhadap pengembangan karakter siswa muslim di kedua negara. Melalui studi berbagai literatur, jurnal nasional dan international serta analisis dokumen kebijakan pendidikan, ditemukan bahwa baik Indonesia maupun Thailand memiliki kerangka kurikulum PAI yang mengacu pada nilai-nilai agama yang baik dalam membentuk aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik secara integral. Sisi perbedaan tampak hanya pada penempatan PAI dalam struktur kurikulum nasional sebagai mata pelajaran wajib dan pilihan saja. Di Indonesia, PAI merupakan mata pelajaran wajib, sementara di Thailand, PAI lebih bersifat pilihan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum PAI yang lebih relevan dan efektif di kedua negara. Selain itu, studi ini juga dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan pendidikan dalam merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan mengakomodasi kebutuhan keberagaman agama.
Tantangan Pluralisme Agama Terhadap Tujuan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah Atas di Indonesia Gunadi, Fahrul; Sassi, Komarudin
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v12i2.3154

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan pluralisme agama terhadap pendidikan agama Islam di sekolah menengah tingkat atas di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan siswa, guru, dan orang tua dari berbagai latar belakang agama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi termasuk radikalisasi pemahaman agama, kurikulum yang kaku, dan sikap intoleran di kalangan siswa. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan pendekatan pengajaran yang inklusif, penyediaan sumber belajar yang variatif, dan pelatihan untuk guru. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum pendidikan agama yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat yang plural. Kata kunci: Pluralisme Agama Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Toleransi Inklusivitas Abstract:This study examines the challenges of religious pluralism on Islamic education in senior high schools in Indonesia. Using a qualitative approach and case study design, the research involves students, teachers, and parents from various religious backgrounds. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. The findings indicate that the main challenges include the radicalization of religious understanding, rigid curricula, and intolerant attitudes among students. To address these challenges, an inclusive teaching approach, diverse learning resources, and teacher training are essential. This research is expected to contribute to the development of a curriculum that is more relevant to the needs of a pluralistic society. Keywords: Religious Pluralism Islamic Education Senior High School Tolerance Inclusivity  
Integrating Educational Philosophy into the Development of Islamic Education Practices in the Modern Era Aini, Nurul; Sassi, Komarudin
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 3 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i3.934

Abstract

This study aims to examine the integration of educational philosophy in the development of Islamic education practices in the modern era, characterized by social, cultural, and technological changes. Islamic education is not only focused on knowledge transfer but also on the cultivation of moral character and holistic personality development. However, global dynamics require a new paradigm that can uphold core Islamic values while remaining adaptive to contemporary generational needs. This study employs a qualitative descriptive-analytical approach through literature review and contextual analysis. Data were collected from educational philosophy literature—including Perennialism, Essentialism, Progressivism, Existentialism, Reconstructionism, Pragmatism, Constructivism, Idealism, and Realism—as well as the thoughts of prominent Islamic education scholars. Analysis was conducted by relating philosophical ideas to Islamic educational principles emphasizing the integration of faith, knowledge, and practice. The results indicate that Islamic education should combine timeless values aligned with Perennialism and Idealism with adaptive approaches offered by Progressivism, Constructivism, and Reconstructionism. This integration strengthens spiritual, intellectual, and life skills while fostering critical, creative, and collaborative thinking. Thus, Islamic education functions not only as a preserver of scholarly tradition but also as a transformative, solution-oriented, and globally competitive force