Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Comparative Study of the Elements of Qulubun Ya'qilun and Qulubun La Yafqahun in Qs. Al-A'raf Verse 179 And Al-Hajj Verse 46 Abror, M.Qusyairi; Sassi, Komarudin
West Science Islamic Studies Vol. 3 No. 03 (2025): West Science Islamic Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsiss.v3i03.2106

Abstract

This research aims to examine and compare the elements contained in the phrases "Qulubun Ya'qilun" and "Qulubun La Yafqahun" found in Surah Al-A'raf, verse 179, and Surah Al-Hajj, verse 46. Both phrases describe the condition of the human heart in understanding divine revelation and the signs of Allah's greatness. The research method used is a textual exegesis study and Arabic linguistic analysis to deeply explore the meaning of words and the context of the verses. The analysis results indicate that "Qulubun Ya'qilun" refers to a heart capable of understanding, contemplating, and learning from Allah's verses, thereby opening itself to receiving guidance and wisdom. Conversely, "Qulubun La Yafqahun" describes a closed heart, unable to grasp meaning, and unwilling to accept the truth, leading to ignorance and hardness of heart. This study emphasizes the importance of the spiritual condition of the heart in the process of understanding revelation and contributes to the fields of exegesis and Islamic psychology. This research also opens new insights into how different heart conditions affect human attitudes and behavior in religious life.
A Comparative Study of the Complexity of Sacred Values of the World’s Religions: A Multidisciplinary Perspective Sassi, Komarudin; Azzahra, Haramain
ILMU USHULUDDIN Vol. 10, No. 2, December 2023
Publisher : Peminat Ilmu Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/iu.v10i2.39082

Abstract

Abstract: This article discusses knowledge that focuses on comparative studies regarding the complexity of the sacred values of world religions from a multidisciplinary perspective. The tendency of previous research to review the sacred values of religions is limited to a monodisciplinary perspective, and they focused only on the field of spirituality as well as it was personal in nature. In fact, the view of the sacred value of religion as something spiritual has a broad spectrum, and it is also influenced by the environment, culture, and social interactions. The research method employs Rudolf Bultmann’s theological hermeneutical approach to the demythologizing framework. Through this theological hermeneutic, researchers comprehensively interpret the sacred values of religions into the socio-cultural aspects of contemporary humans. This research discovers that the sacred values of world religions are complex-dynamic, not partial-static, and play an important role in various aspects of life throughout the world. At the same time, this is an ideal time to make good use of the practice of sacred values of religions as an important source of community-based values from various parts of the world to develop an important bridge towards the “baldatun ṭayyibatun wa Rabbun Ghafūr society.”Keywords: Comparative Studies; Sacred Values; World Religions; Multidisciplinary Perspective.Abstrak: Artikel ini memperluas pengetahuan yang berfokus pada studi komparasi tentang kompleksitas nilai suci agama-agama dunia dalam perspektif multidisiplin. Penelitian sebelumnya cenderung meninjau nilai suci agama-agama sebatas perspektif monodisiplin dan tertuju hanya pada bidang spiritualitas dan bersifat personal. Padahal pandangan tentang nilai suci agama sebagai sesuatu yang spiritual memiliki spektrum yang luas dan juga dipengaruhi lingkungan, budaya, dan interaksi sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan hermeneutika teologis Rudolf Bultmann pada kerangka demitologisasi. Melalui hermeneutika teologis ini peneliti menginterpretasikan nilai suci agama-agama secara komprehensif ke dalam aspek sosial-budaya manusia kontemporer. Hasil penelitian ini menemukan bahwa nilai suci agama-agama dunia bersifat kompleks-dinamis bukan parsial-statis, dan memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan di seluruh dunia, sekaligus era kontemporer ini saat yang ideal untuk kembali memanfaatkan dengan baik praktik nilai suci agama-agama sebagai sumber penting nilai-nilai komunitarian dari berbagai belahan dunia guna membangun jembatan penting menuju masyarakat yang “baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafūr.”Kata Kunci: Studi Komparasi; Nilai Suci; Agama-agama Dunia; Perspektif Multidisiplin.
POTRET EKSTENSIF TUJUAN GLOBAL CITIZENSHIP EDUCATION (GCE) DI NORWEGIA Khoerudin, Muhamad; Sassi, Komarudin
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v5i2.2845

Abstract

Abstract: This research aims to provide an extensive portrait of the objectives of global citizenship education (GCE) in Norway, which is increasingly important amid globalization challenges. The background of this study highlights the need for individuals to be sensitive to global issues such as climate change, social inequality, and international conflicts. The method used in this research is literature study, involving the collection and analysis of various written sources, including academic journals, government reports, and relevant educational policy documents. The findings indicate that Norway has successfully integrated global values into its educational curriculum through an interdisciplinary approach. However, challenges such as insufficient teacher training, resource limitations, and the need to balance global values with local identities still need to be addressed to ensure the success of global citizenship education in the future. Keywords: Portrait, Global Citizenship Education, Globalization Challenges, Norwegia. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan potret ekstensif tujuan pendidikan kewarganegaraan global (PKG) di Norwegia, yang semakin penting di tengah tantangan globalisasi. Latar belakang penelitian ini menyoroti kebutuhan akan individu yang peka terhadap isu-isu global, seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan sosial, dan konflik internasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber tertulis, termasuk jurnal akademik, laporan pemerintah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Norwegia telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai global ke dalam kurikulum pendidikannya melalui pendekatan lintas disiplin. Namun, tantangan seperti pelatihan guru yang masih kurang, keterbatasan sumber daya, dan perlunya keseimbangan antara nilai-nilai global dan identitas lokal masih perlu diatasi untuk memastikan keberhasilan pendidikan kewarganegaraan global di masa depan.Kata Kunci : Potret, Pendidikan Kewarganegaraan Global, , Tantangan Globalisasi, Norwegia.
Analisis Komparatif Sistem Kurikulum Pendidikan Islam Kontemporer di Kuwait dan Kazakhstan Liza, Evitri; Sassi, Komarudin
Khazanah Akademia Vol. 9 No. 01 (2025): Khazanah Akademia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jurnalkhazanahakademia.v9i01.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan sistem kurikulum pendidikan Islam kontemporer di Kuwait dan Kazakhstan. Kedua negara memiliki perbedaan dalam aspek sejarah, budaya, dan politik, namun sama-sama menjadikan Islam sebagai agama resmi. Melalui studi literatur dan analisis dokumen kurikulum, penelitian ini berupaya menemukan persamaan dan perbedaan dalam penerapan pendidikan Islam di kedua negara tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam penekanan pada aspek-aspek tertentu seperti pada bidang fiqih, akidah, dan sejarah Islam. Namun, kedua negara memiliki tujuan yang sama yaitu mencetak generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Secara umum muatan kurikulum pendidikan Islam di kedua negara tersebut mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern. Hanya saja dalam pendekatan pembelajaran terdapat penekanan yang berbeda, di mana Kuwait lebih menekankan pada pembelajaran hafalan, sedangkan Kazakhtan lebih mengadopsi pendekatan pembelajaran yang lebih aktif dan interaktif. Kekhasan unik ini, tampak dipengaruhi oleh faktor sejarah, budaya, dan kebijakan pemerintah masing-masing.
Analisis Sistem dan Kebijakan Israel dalam Pendidikan Agama Islam Arab-Muslim Aripin, Abdul Malik; Sassi, Komarudin
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 5 No. 1 (2025): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v5i1.5999

Abstract

This article analyzes Israel's education system and policies in the context of Arab-Muslim Islamic education. This research examines how the Israel’s education system and policies influence the development of Islamic education for the Arab-Muslim community and examines the impact of the education system on identity, values and understanding of religion in the Arab-Muslim community in the state of Israel. This study uses a qualitative-descriptive method through analysis of various literary sources and research reports as well as accredited national and international journals, especially those published in the period 2019 to 2024. The results show the need for dialogue and integrative collaboration between various stakeholders in minimizing inequality in policies in the four existing structures and types of schools fairly and wisely. With an inclusive approach, cross-group collaboration, and fair and wise government policies, it is possible that the existence of Arab-Muslim Islamic education has the potential to strengthen social tolerance and the development of Israel's glorious civilization.
Teori Qur'anic Parenting: Prinsip Pengasuhan Anak Berbasis Al Qur'an Kamal, Mustafa; Sassi, Komarudin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15634

Abstract

Pengasuhan anak yang optimal merupakan faktor krusial bagi tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Berdasarkan analisis mendalam terhadap interpretasi beberapa ayat al-Qur’an  dikoneksikan dengan ilmu psikologi perkembangan anak, penulis menemukan prinsip-prinsip Qur’anic dalam pengasuhan anak yang ideal dan pijakan  lahirnya gagasan teori Qur'anic Parenting. Teori ini menawarkan model pola asuh dalam mendidik generasi secara holistik-integratif, mencakup aspek jasad, jiwa, dan ruh anak. Beberapa prinsip utama dari Qur'anic Parenting meliputi; penyesuaian model pengasuhan sesuai usia dan tahap perkembangan anak, pendekatan holistik dalam pendidikan anak, integrasi nilai-nilai agama dan spiritual, kolaborasi dengan ilmu pengetahuan dan teori perkembangan terkini, serta lingkungan keluarga yang mendukung. Teori ini bertujuan memberikan  prinsip pengasuhan yang optimal bagi perkembangan anak secara menyeluruh (kaffah), baik dari segi fisik, intelektual, emosional, maupun spiritual. Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip Qur'anic Parenting, para orang tua dan pengasuh (khadimun) dapat mendidik anak-anak lebih terarah dalam perkembangannya baik fisik maupun mental.
Comparative Studies: Education Systems in Germany and Turkey AN, Rosyidah; Sassi, Komarudin; Al Ayyubi, Ibnu Imam
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padngsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v11i2.12533

Abstract

This article discusses the differences in the education systems in Germany and Turkey. In addition, this article will discuss educational management, curriculum, materials, and assessment systems in educational institutions. The purpose of this study is to find out what are the differences in the education system in Germany and Turkey. In addition, this article will discuss educational management, curriculum, materials, and assessment systems in Educational institutions. In this study, a qualitative descriptive analytical method is used. The two sources of research materials are primary and secondary data. Primary data is textbooks, and secondary data consists of government regulations, scientific publications, journals, and other relevant articles. with current studies. Data analysis techniques include data reduction, data transmission, and conclusion drawing. The result of this study is that education in Turkey and Germany has many significant differences. The following are some of the key differences: The structure of education in Turkey is as follows, primary education lasts 8 years, secondary education lasts 4 years. Higher education in Germany includes bachelor's, master's, and doctoral programs. Here are the differences in the education system between schools in Germany and Turkey.
REFLEKSI QS. AR-RA'DU: 11 DAN QS. AL-ANFAL: 53 SELF AWARENESS SEBAGAI KESALEHAN SOSIAL Syafi’i, Imam; Sassi, Komarudin
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6517

Abstract

ABSTRACT This paper discusses the relationship between self-awareness and the formation of social piety in contemporary Muslim societies facing moral and spiritual crises. This study uses a qualitative approach with a comparative interpretation method to examine QS. Ar-Ra'd verse 11 and QS. Al-Anfal verse 53. QS. Ar-Ra’d verse 11 emphasizes that collective change begins with individual change, while QS. Al-Anfal verse 53 reminds us that neglecting to preserve Allah’s blessings can result in their revocation. The research stages include: (1) determining the research object and key verses, (2) collecting primary sources in the form of three tafsir books (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Misbah) and 45 secondary literature obtained from Google Scholar, Sinta, and Garuda, and (3) descriptive-analytical analysis to identify the meaning of key terms, trace the interpretations of exegetes, and reflect them on current socio-cultural phenomena. The results of the study show that self-awareness is an important foundation for maintaining blessings, building social responsibility, and strengthening character education. This value needs to be integrated into the Islamic education curriculum to form a society with noble character and dignity. ABSTRAK Tulisan ini membahas keterkaitan antara self-awareness (kesadaran diri) dengan pembentukan kesalehan sosial dalam masyarakat Muslim kontemporer yang menghadapi krisis moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir muqaran (komparatif) untuk menelaah QS. Ar-Ra’d ayat 11 dan QS. Al-Anfal ayat 53. QS. Ar-Ra’d ayat 11 menegaskan bahwa perubahan kolektif dimulai dari perubahan individu, sedangkan QS. Al-Anfal ayat 53 mengingatkan bahwa kelalaian menjaga nikmat Allah dapat mengakibatkan pencabutannya. Tahapan penelitian meliputi: (1) penentuan objek kajian dan ayat kunci, (2) pengumpulan sumber primer berupa tiga kitab tafsir (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Misbah) dan 45 literatur sekunder yang diperoleh dari Google Scholar, Sinta, dan Garuda, serta (3) analisis deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi makna lafaz kunci, menelusuri penafsiran mufasir, dan merefleksikannya pada fenomena sosial-budaya saat ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-awareness menjadi fondasi penting dalam menjaga keberkahan, membangun tanggung jawab sosial, dan memperkuat pendidikan karakter. Nilai ini perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan agama Islam untuk membentuk masyarakat yang berakhlak mulia dan bermartabat.
KONTRIBUSI EDUCATION CANNOT WAIT (ECW) DALAM PEMULIHAN PENDIDIKAN DI SURIAH Safitri, Desy; Sassi, Komarudin
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v9i2.3774

Abstract

AbstractThe armed conflict in Syria has caused a severe humanitarian crisis, including significant disruption of the education system. Education, as a basic human right, is key in rebuilding post-conflict countries and societies. In this context, the role of Education Cannot Wait (ECW) as a global humanitarian foundation for education in emergencies becomes very crucial. This research aims to analyze ECW's contribution to efforts to restore education in Syria. Through a qualitative approach, this research will examine various programs and initiatives that have been implemented by ECW in Syria. Data will be collected through literature studies. It is hoped that the research results will provide a comprehensive picture of the extent to which ECW has been successful in overcoming the challenges of educational recovery in Syria. Apart from that, it is also hoped that this research can provide policy recommendations for policy makers, humanitarian organizations and other stakeholders in an effort to increase the effectiveness of humanitarian assistance in the education sector in the future.  Keywords: Education Cannot Wait, Syria, education recovery, humanitarian crisis, humanitarian aid AbstrakKonflik bersenjata di Suriah telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah, termasuk disrupsi sistem pendidikan yang signifikan. Pendidikan, sebagai hak dasar manusia, menjadi kunci dalam membangun kembali negara dan masyarakat pasca-konflik. Dalam konteks ini, peran Education Cannot Wait (ECW) sebagai fondasi kemanusiaan global untuk pendidikan dalam keadaan darurat menjadi sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi ECW dalam upaya pemulihan pendidikan di Suriah. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini akan mengkaji berbagai program dan inisiatif yang telah dilaksanakan oleh ECW di Suriah. Data akan dikumpulkan melalui studi literatur. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai sejauh mana ECW berhasil dalam mengatasi tantangan-tantangan dalam pemulihan pendidikan di Suriah. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan bagi para pembuat kebijakan, organisasi kemanusiaan, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam upaya meningkatkan efektivitas bantuan kemanusiaan di bidang pendidikan di masa depan. Kata Kunci: Education Cannot Wait, Suriah, Pemulihan Pendidikan, Krisis Kemanusiaan, Bantuan Kemanusiaan. 
KOMPARASI KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA DAN THAILAND Ulya, Ahadan; Sassi, Komarudin
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v9i2.3727

Abstract

Studi ini bertujuan untuk membandingkan kebijakan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia dan Thailand. Betapapun kedua negara ini, fakta penduduknya multi-religi dengan dominasi penduduk muslim, namun toleransi kehidupan beragama terjalin dengan damai. Terdapat konstribusi signifikan atas kebijakan pemerintah dalam mewajibkan pembelajaran PAI di kedua negara tersebut. Penelitian ini menganalisis kesamaan dan perbedaan dalam penyusunan kurikulum PAI, implementasi di lapangan, serta pengaruhnya terhadap pengembangan karakter siswa muslim di kedua negara. Melalui studi berbagai literatur, jurnal nasional dan international serta analisis dokumen kebijakan pendidikan, ditemukan bahwa baik Indonesia maupun Thailand memiliki kerangka kurikulum PAI yang mengacu pada nilai-nilai agama yang baik dalam membentuk aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik secara integral. Sisi perbedaan tampak hanya pada penempatan PAI dalam struktur kurikulum nasional sebagai mata pelajaran wajib dan pilihan saja. Di Indonesia, PAI merupakan mata pelajaran wajib, sementara di Thailand, PAI lebih bersifat pilihan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum PAI yang lebih relevan dan efektif di kedua negara. Selain itu, studi ini juga dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan pendidikan dalam merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan mengakomodasi kebutuhan keberagaman agama.