Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif Lansia Wanita Syifa Nur Ayuni; Dolifah, Dewi; Rahmat, Delli Yuliana
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i1.143

Abstract

The world population is currently in an aging population era which is the elderly contribute significantly to global population growth. The elderly are in the final phase of human life, where various changes have occurred, including physical, psychosocial, and cognitive functions. Physical activity is considered to inhibit the decline in cognitive function because it stimulates the production of brain-derived neurotropic factor (BDNF). This study aims to determine the relationship between the level of physical activity and the cognitive function of elderly women at Posbindu Melati II. The research method used was quantitative research with a correlational analytical design and a cross-sectional approach with a sample of 32 people. Data analysis test, where data was taken using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and Mini Mental State Examination (MMSE) instruments. The research results showed that statistical tests with spearman rank showed (p <.001 smaller than the standard 0.05), which means there is a significant relationship between physical activity levels and cognitive function. The conclusion is that there is a relationship between the level of physical activity and cognitive function at Posbindu Melati II. Furthermore, elderly people are encouraged to do regular physical activity.
Hubungan Kecanduan Gadget dengan Kecerdasan Emosional pada Remaja Mulyanti, Aisyah; Dolifah, Dewi; Rahmat, Delli Yuliana
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i1.160

Abstract

In the era of digitalization, teenagers are vulnerable to the influence of technology, where gadgets become one of the main sources of interaction and entertainment. Consequently, gadget addiction can disrupt the emotional development of teenagers, reducing their ability to regulate emotions and interact socially. The aim of this study is to investigate the relationship between gadget addiction and emotional intelligence among teenagers at SMK Informatika Sumedang. This research is a quantitative study of observational analytic type with a cross-sectional approach. Sampling method is conducted through quota sampling technique with 101 respondents. There are two instruments used in this study adapted from previous research: SAS-SV to measure the level of gadget addiction and TEIQ-ASF questionnaire to assess emotional intelligence level. This study employs two-stage analysis, namely univariate analysis to determine frequency distribution and bivariate analysis using Spearman rank correlation test. The results of the study show that 56.4% experience high-level gadget addiction and 43.6% low-level, while 76.2% have moderate emotional intelligence, 19.8% low, and 4% high. The bivariate test results obtained a p-value = 0.000 which means there is a relationship between gadget addiction and emotional intelligence. Furthermore, the correlation coefficient value of rho = 0.375 indicates a positive direction of the relationship. In conclusion, there is a relationship between gadget addiction and emotional intelligence among teenagers at SMK Informatika Sumedang. Therefore, Therefore, teenagers need to use gadgets wisely so as not to have an impact on the emotional development of adolescents.
Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Kemampuan Sosial dan Emosional Pada Anak Usia Sekolah Rahmat, Delli Yuliana; Dolifah, Dewi; Prameswari, Ayu
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jka.v10i1.361

Abstract

Corona virus disease (COVID-19) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan olehvirus corona SARS-CoV-2. Dampak dari pandemi COVID-19 sangat luas, salah satuadalah pada anak sekolah yang diharuskan belajar dirumah, sehingga mempengaruhikemampuan sosial dan emosional anak, diantaranya anak menjadi kurang berinteraksi,sulit berkonsentrasi, sedih, stress, dan mudah marah. Tujuan penelitian ini untukmendapatkan informasi mengenai dampak pandemi COVID-19 terhadap kemampuansosial dan emosional anak usia sekolah. Penelitian menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan case-study, dengan jumlah sampel 8 partisipan, yang seluruhnyatinggal di Kecamatan Tanjungsari Sumedang. Teknik pengumpulan data dilakukandengan wawancara semi terstruktur digunakan untuk memperoleh data. Hasil penelitiandidapatkan tiga tema yaitu, anak kurang berinteraksi dengan teman seusianya; motivasibelajar menurun; serta anak menjadi malas dan terkadang marah. Sehingga dapatdisimpulkan bahwa pandemi COVID-19 berdampak negatif terhadap kemampuan sosialdan emosional, dimana anak menjadi kurang berinteraksi, motivasi menjadi menurun,malas, dan terkadang marah-marah. Saran dalam proses pembelajaran sebaiknya gurulebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan media, sedangkan orangtua diharapkandapat mendampingi anak dalam belajar serta mampu mengontrol emosi dalam menghadapianak.
Hubungan Dukungan Informasional Keluarga dengan Motivasi Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di SMAN 1 Sukatani Kabupaten Bekasi Asmara, Rimba Aprillia; Dolifah, Dewi; Rahmat, Delli Yuliana
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v8i1.21999

Abstract

Iron deficiency anemia among adolescent girls affects physical health, learning concentration, and academic achievement, while adherence to iron supplement tablet consumption remains low. This study aimed to analyze the association between family informational support and the motivation of adolescent girls to consume iron supplement tablets. This quantitative study employed a correlational design with a cross-sectional approach and was conducted at SMAN 1 Sukatani, Bekasi Regency, involving 215 students selected through proportional stratified random sampling. Data were collected using two Likert-scale questionnaires, each consisting of 20 items measuring family informational support and motivation to consume iron supplement tablets. Data analysis included univariate analysis and Spearman’s rho correlation test. The results showed that 61.86% of respondents had low levels of family informational support, and 63.72% had moderate motivation to consume iron supplement tablets. Spearman’s rho analysis yielded a correlation coefficient of r = 0.665 with p < 0.001, indicating a strong and significant positive association between family informational support and motivation to consume iron supplement tablets. The study concludes that family informational support plays an important role in enhancing adolescent girls’ motivation to consume iron supplement tablets. The implications highlight the need to strengthen family-based health education through accurate and consistent information delivery, as well as enhancing collaboration between schools, health personnel, and parents to improve adherence to iron supplement tablet consumption.
Hubungan Keaktifan Organisasi Kampus terhadap Tingkat Homesickness pada Mahasiswa Rantau Fakultas X Universitas Pendidikan Indonesia Fadhillah, Widi Yanti; Sukaesih, Nunung Siti; Rahmat, Delli Yuliana
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1354

Abstract

Tingginya mobilitas pendidikan membuat banyak mahasiswa merantau dan berisiko mengalami homesickness, yaitu perasaan rindu kampung halaman dan kesulitan beradaptasi. Keterlibatan dalam organisasi kampus dianggap dapat membantu proses adaptasi melalui dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara keaktifan organisasi dan tingkat homesickness pada mahasiswa rantau Fakultas X Universitas Pendidikan Indonesia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 166 mahasiswa rantau angkatan 2024 yang dipilih secara simple random sampling. Analisis menggunakan uji Spearman menunjukkan nilai r = -0,126 dan p = 0,105 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara keaktifan organisasi dan tingkat homesickness. Hasil ini mengindikasikan bahwa faktor lain seperti dukungan keluarga dan strategi koping turut memengaruhi tingkat homesickness
Hubungan Intensitas Kunjungan Lansia Ke Posbindu Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Licin Pradipta, Dea Vega; Dolifah, Dewi; Rahmat, Delli Yuliana
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1383

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan sering tidak terdeteksi karena muncul tanpa keluhan, sehingga pemeriksaan kesehatan secara teratur menjadi penting untuk mencegah komplikasi. Pos Pembinaan Terpadu berperan sebagai layanan kesehatan masyarakat yang menyediakan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui intensitas kunjungan lansia ke Pos Pembinaan Terpadu, menggambarkan kejadian hipertensi, serta menganalisis hubungan antara intensitas kunjungan dengan kejadian hipertensi di Desa Licin. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 93 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur dan data sekunder dari catatan Pos Pembinaan Terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia tidak melakukan kunjungan secara teratur (61,3%) dan sebagian besar lansia mengalami hipertensi berdasarkan hasil catatan pemeriksaan terbaru (52.7%), meskipun sebelumnya 60.2% melaporkan tidak memiliki riwayat hipertensi. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas kunjungan dan kejadian hipertensi dengan nilai p kurang dari 0.001. Lansia yang tidak rutin berkunjung memiliki peluang lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan yang rutin melakukan pemeriksaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunjungan rutin ke Pos Pembinaan Terpadu berperan penting dalam deteksi dini dan pengendalian hipertensi. .