Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PELATIHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN ELEKTRONIK TERINTEGRASI ETNOSAINS MENGGUNAKAN HEYZINE BAGI GURU-GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN BATANG HARI Jufrida, Jufrida; Dani, Rahma; Furqon, M; Kurniawan, Wawan; Riantoni, Cicyn; AJ, Suharli
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5604

Abstract

Dalam konteks Kurikulum Merdeka, penekanan diberikan pada pengintegrasian unsur-unsur kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran untuk mendukung pencapaian profil siswa yang selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat menyiapkan materi pembelajaran yang memasukkan unsur-unsur kearifan lokal yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka. Namun, temuan di lapangan, khususnya di Kabupaten Batang Hari, menunjukkan bahwa beberapa sekolah, seperti SMAN 2 Batang Hari, masih mengandalkan bahan ajar yang didasarkan pada kurikulum sebelumnya yang tidak memasukkan aspek kearifan lokal atau etnosains. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melatih guru-guru di SMAN 2 Batang Hari untuk mengembangkan perangkat pembelajaran Kurikulum Mandiri yang mengintegrasikan kearifan lokal atau aspek etnosains dengan menggunakan Heyzine. Platform ini digunakan untuk membuat modul pembelajaran digital interaktif berbasis etnosains yang memungkinkan guru untuk menyajikan unsur-unsur budaya lokal Jambi secara visual dan kontekstual. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah lokakarya yang terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan ini berlangsung pada tanggal 29 Agustus 2024 di SMAN 2 Batang Hari. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa para guru di SMAN 2 Batang Hari mendapatkan pemahaman yang baik tentang konsep, teknik, dan penggunaan Heyzine dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum Mandiri, sehingga memungkinkan pengintegrasian aspek kearifan lokal atau etnosains ke dalam proses pembelajaran secara lebih efektif.
Development of Guided Inquiry-Based Student Worksheet Assisted by Assemblr Edu to Enhance Conceptual Understanding in Electronics Course Selviandri, Indah; Nehru, Nehru; Riantoni, Cicyn
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol 13, No 1: June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v13i1.16069

Abstract

This study aims to develop a Guided Inquiry-Based Student Worksheet (LKPD) assisted by Assemblr Edu to improve students’ conceptual understanding in an Electronics course. The LKPD is designed to engage students in structured investigative learning through the guided inquiry approach, while Assemblr Edu serves as a visualization tool for displaying 3D representations of equipment, materials, and electronic circuits used in learning activities. The study follows the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), but is limited to the development phase. Data were collected through expert validation sheets and student perception questionnaires. The content and media experts each provided a validation score of 95%, categorizing the LKPD as “highly valid” for field testing. Furthermore, the student perception analysis yielded a favorable score of 92.3%, indicating strong acceptance of the product in terms of design, content clarity, and learning motivation. These results confirm that the developed LKPD is both pedagogically and technologically suitable for use in higher education, particularly in supporting students’ conceptual understanding of complex topics such as RC and RLC series circuits in alternating current (AC). The integration of guided inquiry with augmented reality enhances student engagement and allows for better conceptual visualization, making it a promising tool for improving the quality of Electronics instruction.
Pengembangan LKPD Berbasis Project Based Learning Berbantuan Assemblr Edu pada Mata Kuliah Rangkaian Elektronika Reni, Rema Pusfita; Nehru, Nehru; Riantoni, Cicyn
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol 13, No 1: June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v13i1.16071

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model Project Based Learning (PjBL) dengan dukungan aplikasi Assemblr Edu pada mata kuliah Rangkaian Elektronika. Penelitian ini didasarkan pada kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep abstrak elektronika dan keterbatasan bahan ajar yang tersedia. Penelitian menggunakan metode pengembangan ADDIE hingga tahap development. Subjek uji coba mahasiswa Pendidikan Fisika angkatan 2022. Data dikumpulkan melalui validasi ahli dan angket persepsi mahasiswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD tergolong sangat layak, dengan nilai rata-rata dari ahli media dan materi sebesar 95%. Mahasiswa juga memberikan tanggapan sangat baik dengan nilai aspek tampilan 94%, kemenarikan 89%, dan isi 91%. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD PjBL dengan visualisasi 3D melalui Assemblr Edu efektif digunakan sebagai alat bantu belajar dalam perkuliahan rangkaian elektronika.
Exploration of Students' Skills in Describing Physics Problems: The Effect of STEM-Project-Based Learning Nehru, Nehru; Kurniawan, Wawan; Riantoni, Cicyn
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 6 No. 3 (2023): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijsme.v6i3.18289

Abstract

The difficulty students face in describing problems from posed physics-related questions is an indicator that is rarely studied. This research explores students' abilities in describing electrical circuit problems based on implementing STEM-Project Based Learning (STEM-PBL). This study employed a mixed-methods approach with an explanatory model. The subjects were 35 undergraduate Physics Education students at the University of Jambi enrolled in the Electromagnetism course. Data collection was carried out through tests and interviews. The test instrument used five reasoned multiple-choice questions, while the interview instrument used open-ended questions based on the problems identified from the test results. The study's findings revealed an effect size of 2.1 (medium category) and an N-Gain of 0.5 (medium category). Thus, STEM-PBL influences students' ability to describe problems. Future research should investigate the influence of other variables, such as educational background and learning motivation, on the effectiveness of STEM-PBL in developing students' problem-description skills further.
An analysis of students' concept application in problem-solving of electrical circuits through inquiry-based learning Riantoni, Cicyn; Rusdi, Rusdi; Maison, Maison; Yelianti, Upik
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 7 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijsme.v7i3.22874

Abstract

This study investigates students' conceptual application errors in solving electrical circuit problems in inquiry-based learning. The research involved 32 physics education students from Jambi University (24 females and 8 males) using a mixed-methods approach with an explanatory design. Students completed two multiple-choice questions with reasoning, analyzed using effect size calculation, and coded the reasoning responses to assess conceptual application. The results revealed an effect size of 0.7, indicating a moderate impact of inquiry-based learning on conceptual application in problem-solving. Further analysis showed that correct answers did not always reflect accurate conceptual understanding. For example, in the first question, 62.5% of students selected option D, but not all provided conceptually correct reasoning. In the second question, only 37.5% answered correctly. These findings suggest the need for additional support, such as reflective sessions and scaffolding, to enhance students' conceptual understanding and critical thinking skills in problem-solving tasks.
Pengembangan Modul Berbasis Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Assemblr Edu pada Mata Kuliah Rangkaian Elektronika. Situmeang, Ivan Franztavia; Nehru, Nehru; Riantoni , Cicyn
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol. 13 No. 1: June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v13i1.16506

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) dengan bantuan platform digital Assemblr Edu pada mata kuliah Rangkaian Elektronika. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman mahasiswa akibat keterbatasan bahan ajar dan dominannya metode ceramah dalam perkuliahan. Pengembangan modul dilakukan untuk menyediakan bahan ajar alternatif yang lebih interaktif dan mendukung pembelajaran aktif. Metode yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE, namun penelitian ini dibatasi hingga tahap pengembangan. Subjek uji coba adalah mahasiswa Pendidikan Fisika angkatan 2022. Data diperoleh melalui validasi ahli media, ahli materi, serta angket persepsi mahasiswa. Hasil validasi menunjukkan modul sangat layak digunakan dengan skor rata-rata 90,9% dari ahli media dan 82,14% dari ahli materi. Respon mahasiswa juga sangat baik, dengan skor 93% untuk perwajahan, 89% untuk kemenarikan, dan 93% untuk isi. Temuan ini menegaskan bahwa modul berbasis PjBL dengan visualisasi 3D melalui Assemblr Edu efektif dan layak digunakan sebagai bahan ajar.
Development of Guided Inquiry-Based Student Worksheet Assisted by Assemblr Edu to Enhance Conceptual Understanding in Electronics Course Selviandri, Indah; Nehru, Nehru; Riantoni, Cicyn
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol. 13 No. 1: June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v13i1.16069

Abstract

This study aims to develop a Guided Inquiry-Based Student Worksheet (LKPD) assisted by Assemblr Edu to improve students’ conceptual understanding in an Electronics course. The LKPD is designed to engage students in structured investigative learning through the guided inquiry approach, while Assemblr Edu serves as a visualization tool for displaying 3D representations of equipment, materials, and electronic circuits used in learning activities. The study follows the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), but is limited to the development phase. Data were collected through expert validation sheets and student perception questionnaires. The content and media experts each provided a validation score of 95%, categorizing the LKPD as “highly valid” for field testing. Furthermore, the student perception analysis yielded a favorable score of 92.3%, indicating strong acceptance of the product in terms of design, content clarity, and learning motivation. These results confirm that the developed LKPD is both pedagogically and technologically suitable for use in higher education, particularly in supporting students’ conceptual understanding of complex topics such as RC and RLC series circuits in alternating current (AC). The integration of guided inquiry with augmented reality enhances student engagement and allows for better conceptual visualization, making it a promising tool for improving the quality of Electronics instruction.
Pengembangan LKPD Berbasis Project Based Learning Berbantuan Assemblr Edu pada Mata Kuliah Rangkaian Elektronika Reni, Rema Pusfita; Nehru, Nehru; Riantoni, Cicyn
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol. 13 No. 1: June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v13i1.16071

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model Project Based Learning (PjBL) dengan dukungan aplikasi Assemblr Edu pada mata kuliah Rangkaian Elektronika. Penelitian ini didasarkan pada kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep abstrak elektronika dan keterbatasan bahan ajar yang tersedia. Penelitian menggunakan metode pengembangan ADDIE hingga tahap development. Subjek uji coba mahasiswa Pendidikan Fisika angkatan 2022. Data dikumpulkan melalui validasi ahli dan angket persepsi mahasiswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD tergolong sangat layak, dengan nilai rata-rata dari ahli media dan materi sebesar 95%. Mahasiswa juga memberikan tanggapan sangat baik dengan nilai aspek tampilan 94%, kemenarikan 89%, dan isi 91%. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD PjBL dengan visualisasi 3D melalui Assemblr Edu efektif digunakan sebagai alat bantu belajar dalam perkuliahan rangkaian elektronika.
PELATIHAN PENGGUNAAN NEARPOD SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Darmaji, Darmaji; Purwaningsih, Sri; Lestari, Neneng; Riantoni, Cycin; Falah, Hebat Shidow
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19297

Abstract

ABSTRAKNearpod menjadi salah satu alternatif media yang dapat digunakan dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Namun, belum setiap guru dapat mengaplikasikan Nearpod dalam merancang, melaksanakan, serta melakukan asesmen dalam pembelajaran. Tujuan kegiatan pelatihan yaitu untuk memberikan pelatihan kepada para guru dalam merancang media pembelajaran menggunakan Nearpod. Peserta pelatihan merupakan pada guru di lingkungan Kabupatan Tanjung Jabung Timur, Jambi. Metode pelatihan yang dilaksanakan berupa workshop pelatihan penerapan media dan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pelatihan menghasilkan pengalaman yang dibutuhkan guru dalam menggunakan Nearpod sebagai media pembelajaran. Pengetahuan yang diperoleh saat pelatihan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pembelajaran fisika yang kreatif dan inovatif yang memanfaatkan perkembangan teknologi di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berupa workshop pelatihan dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi serta melakukan praktik langsung bersama peserta pelatihan. Hasil kegiatan pelatihan adalah setiap guru dapat merancang, melaksanakan, serta melakukan asesmen dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaran Nearpod di kelas. Tingkat keberhasilan kegiatan pelatihan diukur melalui angket respon peserta saat pretest dan posttest. Pada saat pretest, sebanyak 40% peserta belum mampu menggunakan Nearpod dengan baik. Pada saat posttest, 100% peserta mampu menggunakan Nearpod dengan baik. Semoga pelatihan ini dapat menjadi salah satu solusi alternative bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan. Kata kunci: media pembelajaran; nearpod; pembelajaran fisika; pelatihan. ABSTRACTNearpod is an alternative media that can be used in the teaching and learning process. However, not every teacher can apply Nearpod in designing, implementing, and conducting assessments in learning. The aim of the training activity is to provide training to teachers in designing learning media using Nearpod. The training participants were teachers in East Tanjung Jabung Regency, Jambi. The training method implemented is in the form of a training workshop on the application of media and technology in learning activities. Training activities produce the experience teachers need in using Nearpod as a learning medium. It is hoped that the knowledge gained during the training can make a positive contribution to improving creative and innovative physics learning that utilizes technological developments in the school environment. The results of the training activities are that each teacher can design, implement, and carry out assessments in learning using Nearpod in the classroom. The measure of success of training activities is measured through participant response questionnaires during the pretest and posttest. During the pretest, as many as 40% of participants were not able to use Nearpod well. At the posttest, 100% of participants were able to use Nearpod well. Hopefully, this training can be an alternative solution for teachers in implementing creative, innovative, and fun learning Keywords: learning media; nearpod; physics learning; training.
AI-scaffolded DC electricity: Simple engineering experiments with ChatGPT to foster higher-order thinking skills Riantoni, Cicyn; Maison, Maison; Pathoni, Haerul
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 8 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijsme.v8i3.28832

Abstract

Low-cost laboratory environments often constrain the development of Higher-Order Thinking Skills (HOTS) and limit the provision of formative feedback. This study examines the effect of simple ChatGPT-assisted Direct Current (DC) engineering experiments on HOTS and elucidates the scaffolding mechanisms involved. Using a sequential explanatory mixed-methods design with a single-group pretest–posttest structure, thirty-four undergraduates completed two low-cost laboratory sessions where ChatGPT supported the validation of pre-experiment questions and the interpretation of measurement results. Quantitative data were obtained from constructed-response HOTS tests, complemented by structured interviews. Results show a substantial improvement (pretest M = 24.05 → posttest M = 56.87) and a sharp reduction in score dispersion (variance: 87.97 → 21.08; IQR: 12.20 → 3.20), indicating more homogeneous learning outcomes and a shift toward higher performance. Qualitative findings highlight two mechanisms: improved problem representation before experimentation and strengthened data–model reasoning afterward through rapid explanations and standardized procedures. Overall, the approach offers an affordable and scalable pathway for fostering HOTS through the integration of physical experimentation and Artificial Intelligence (AI)-based scaffolding. Its implication is that integrating low-cost physical experiments with AI support can serve as a practical approach to enhancing HOTS in physics learning.