Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberian Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Nugget Lele-Tempe untuk Kader Posyandu Curug, Serang: Upaya Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Yusransyah, Yusransyah; Stiani, Sofi Nurmay; Hasanah, Indah Ayu Nur; Fauzy, Adrian Maulana; Ofsah, Olin Najilah; Udin, Baha; Adini, Syilvi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2232

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberdayaan kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Curug dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan pelatihan pembuatan nugget lele-tempe (Nulte) sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan dengan pendekatan CBIA (Cara Belajar Insan Aktif), pelatihan serta demonstrasi pembuatan Nulte, dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test serta post-test yang terdiri dari aspek manajemen (3 pernyataan) dan aspek sosial kemasyarakatan (11 pernyataan). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diuji secara statistik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dimana aspek manajemen meningkat dari 23% menjadi 83% jawaban benar dan aspek sosial kemasyarakatan naik dari 34% menjadi 89%. Uji Wilcoxon memperlihatkan perbedaan bermakna antara pre-test dan post-test (p < 0,001), sementara latar belakang pendidikan dan jumlah anak tidak memengaruhi peningkatan skor. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pencegahan stunting melalui pengolahan pangan lokal sebagai PMT bergizi.
FORMULATION AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF LIQUID SOAP FROM KECOMBRANG STEM EXTRACT (Etlingera elatior) AGAINST Staphylococcus aureus Syilvi, Adini; Miftah, Miftah; Yusransyah, Yusransyah; Sofi Nurmay, Stiani
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2261

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) is a plant used by the Baduy ethnic group as a substitute for soap to cleanse the skin and exhibit antibacterial activity. Staphylococcus aureus is the cause of skin infections. Liquid soap is a type of soap that can protect the skin against microorganisms, generally caused by S. aureus. This study aims to develop an antibacterial liquid soap containing kecombrang stem extract, in accordance with the quality requirements of liquid soap, and to determine its antibacterial activity against S. aureus. The extract is formulated into four liquid soap formulas, namely F0, F1, F2, and F3. Physical evaluations include organoleptic properties, homogeneity, pH, liquid soap foam height, viscosity, free alkali content, specific gravity, and antibacterial tests using the well diffusion method. In the organoleptic test, the liquid preparation is brown and has a distinctive odor, with a pH value of around 10.61 to 10.85. The foam height ranges from 33 to 93 mm, viscosity is 412 to 489 cP, specific gravity is 1.02 to 1.08, and free alkali content is 0.05 to 0.16%. Liquid soap with ethanol extract from kecombrang stem inhibits the growth of S. aureus bacteria, with inhibition zones of 9.2 mm for F1, 14.8 mm for F2, and 16 mm for F3, all with p-values <0.05. All formulas met the quality requirements for liquid soap, and F3 (17% extract) demonstrated the highest antibacterial activity.
Edukasi PATUH untuk Pencegahan Penyakit Jantung Koroner melalui Pemberdayaan Ibu 3C (Cerdas Cegah Coroner) di Desa Kemanisan Mursyid, Abdillah; Chairani, Farahdina; Adini, Syilvi; Candra, Tifany Maulida; Amanda, Shalza; Novita, Via
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i2.1367

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia dan terus menjadi beban kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di Indonesia. Tingginya prevalensi faktor risiko seperti merokok, hipertensi, obesitas, dan aktivitas fisik yang rendah, serta keterbatasan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini dan praktik gaya hidup sehat, menekankan pentingnya intervensi edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan dan memberdayakan keluarga sebagai agen perubahan perilaku. Program keterlibatan masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan, khususnya di kalangan perempuan, melalui edukasi tentang pencegahan penyakit jantung koroner dengan menggunakan pendekatan PATUH yang mendorong kebiasaan sehat yang disiplin. Program ini dilaksanakan di Kampung Kubang Lor, Desa Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang pada Desember 2024 dan melibatkan dua puluh ibu rumah tangga dan calon ibu sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi asesmen kebutuhan, edukasi partisipatif tentang penyakit jantung dan pencegahannya, penyebaran leaflet, sesi senam kesehatan, dan pengukuran tekanan darah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya antusiasme dan partisipasi aktif dalam diskusi, serta pemahaman yang lebih baik tentang faktor risiko dan strategi pencegahan. Kegiatan ini memperkuat peran perempuan sebagai promotor kesehatan dalam keluarga dan komunitas melalui pembentukan kelompok “Ibu-ibu Cerdas Cegah Koroner”. Program ini terbukti relevan dalam menangani rendahnya literasi kesehatan dan dapat menjadi model intervensi berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Temuan ini merekomendasikan integrasi inisiatif edukasi berorientasi keluarga ke dalam strategi promosi kesehatan, seperti di posyandu dan program komunitas sehat, untuk mendukung pencegahan penyakit tidak menular secara berkelanjutan.