Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberian Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Nugget Lele-Tempe untuk Kader Posyandu Curug, Serang: Upaya Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Yusransyah, Yusransyah; Stiani, Sofi Nurmay; Hasanah, Indah Ayu Nur; Fauzy, Adrian Maulana; Ofsah, Olin Najilah; Udin, Baha; Adini, Syilvi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2232

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberdayaan kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Curug dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan pelatihan pembuatan nugget lele-tempe (Nulte) sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan dengan pendekatan CBIA (Cara Belajar Insan Aktif), pelatihan serta demonstrasi pembuatan Nulte, dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test serta post-test yang terdiri dari aspek manajemen (3 pernyataan) dan aspek sosial kemasyarakatan (11 pernyataan). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diuji secara statistik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dimana aspek manajemen meningkat dari 23% menjadi 83% jawaban benar dan aspek sosial kemasyarakatan naik dari 34% menjadi 89%. Uji Wilcoxon memperlihatkan perbedaan bermakna antara pre-test dan post-test (p < 0,001), sementara latar belakang pendidikan dan jumlah anak tidak memengaruhi peningkatan skor. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pencegahan stunting melalui pengolahan pangan lokal sebagai PMT bergizi.
Edukasi PATUH untuk Pencegahan Penyakit Jantung Koroner melalui Pemberdayaan Ibu 3C (Cerdas Cegah Coroner) di Desa Kemanisan Mursyid, Abdillah; Chairani, Farahdina; Adini, Syilvi; Candra, Tifany Maulida; Amanda, Shalza; Novita, Via
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i2.1367

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia dan terus menjadi beban kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di Indonesia. Tingginya prevalensi faktor risiko seperti merokok, hipertensi, obesitas, dan aktivitas fisik yang rendah, serta keterbatasan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini dan praktik gaya hidup sehat, menekankan pentingnya intervensi edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan dan memberdayakan keluarga sebagai agen perubahan perilaku. Program keterlibatan masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan, khususnya di kalangan perempuan, melalui edukasi tentang pencegahan penyakit jantung koroner dengan menggunakan pendekatan PATUH yang mendorong kebiasaan sehat yang disiplin. Program ini dilaksanakan di Kampung Kubang Lor, Desa Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang pada Desember 2024 dan melibatkan dua puluh ibu rumah tangga dan calon ibu sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi asesmen kebutuhan, edukasi partisipatif tentang penyakit jantung dan pencegahannya, penyebaran leaflet, sesi senam kesehatan, dan pengukuran tekanan darah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya antusiasme dan partisipasi aktif dalam diskusi, serta pemahaman yang lebih baik tentang faktor risiko dan strategi pencegahan. Kegiatan ini memperkuat peran perempuan sebagai promotor kesehatan dalam keluarga dan komunitas melalui pembentukan kelompok “Ibu-ibu Cerdas Cegah Koroner”. Program ini terbukti relevan dalam menangani rendahnya literasi kesehatan dan dapat menjadi model intervensi berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Temuan ini merekomendasikan integrasi inisiatif edukasi berorientasi keluarga ke dalam strategi promosi kesehatan, seperti di posyandu dan program komunitas sehat, untuk mendukung pencegahan penyakit tidak menular secara berkelanjutan.
COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS OF THE USE OF NARCOTIC ANALGESICS IN PATIENTS WITH POST-CAESAREAN SECTION AT A MOTHER AND CHILD HOSPITAL IN PANDEGLANGHILD HOSPITAL IN PANDEGLANG Yusransyah, Yusransyah; Stiani, Sofi Nurmay; Adini, Syilvi Adini; Fauzi, Suci Nurul
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 12 No 1 (May-August 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/dafmwq47

Abstract

The majority of patients undergoing cesarean section experience moderate to severe pain. To reduce pain after surgery, therapy can be used in the form of administering narcotic analgesics. The selection of the type of narcotic analgesic affects the level of effectiveness of treatment and the costs required. This study aims to identify the most cost-effective narcotic analgesic therapy in post-cesarean section patients. The study was conducted using a non-experimental method using a descriptive approach, as well as prospective data collection through cost analysis and direct interviews with patients using questionnaires. Cost-effectiveness analysis was conducted using the Cost Effectiveness Analysis (CEA) method using ACER and ICER values. The sample was selected by purposive sampling with a total of 90 patients, consisting of 38 patients in the Fentanyl group and 52 patients in the Fentanyl + Morphine group. The results showed that cost efficiency based on the Faces Pain Rating Scale pain scale produced an ACER value of IDR 1,561 for the Fentanyl group and IDR 1,499 for the Fentanyl + Morphine group. Meanwhile, based on the Visual Analogue Scale (VAS) pain scale, the ACER value for the Fentanyl group was IDR 751 while for the Fentanyl + Morphine group it was IDR 3,404. Based on these findings, the most cost-effective narcotic analgesic therapy according to the Faces Pain Rating Scale assessment is the combination of Fentanyl + Morphine, but based on the Visual Analog Scale assessment, the use of Fentanyl is more cost-effective than the combination of Fentanyl + Morphine.  
Empowering Posyandu Cadres Through NULTE Training in Kemanisan Serang for Stunting Prevention: Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Pelatihan NULTE untuk Pencegahan Stunting di Kemanisan Serang Yusransyah Yusransyah; Syilvi Adini; Sofi Nurmay Stiani; Indah Ayu Nur Hasanah; Cezia Sitorus; Fasya Rizki Ramadani; Baha Udin; Endah Endah; Perdi Perdi
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2026): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v10i4.34174

Abstract

This community service program aimed to strengthen Posyandu cadres’ capacity to utilize local catfish and tempeh through Catfish and Tempeh Nuggets (NULTE) training for stunting prevention. Ten Posyandu cadres in Kemanisan Village, Serang City, participated in a participatory program consisting of nutrition education, interactive discussions, demonstrations, hands-on NULTE preparation, mentoring, and pre-test and post-test evaluation using a 10-item empowerment questionnaire. The mean knowledge score increased from 15.8 to 22.9 (44.9%), while the skill score increased from 14.2 to 23.1 (62.7%). The total score increased from 30.0 to 46.0 (53.3%), and 90% of cadres achieved good to very good competency levels. Participants were able to independently prepare NULTE and deliver nutrition education during Posyandu activities. The program strengthened cadres’ knowledge, practical skills, and confidence, supporting their role as community nutrition educators and strengthening local food-based stunting prevention.