p-Index From 2021 - 2026
7.034
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGENALAN METODE WAWANCARA KELOMPOK FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) DI SMP ANASTASYA: "MEMBANGUN KETERAMPILAN PEMAHAMAN BERDISKUSI" Karisma Erikson Tarigan; Rosa Maria Simamora
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.1814

Abstract

Abstract: This community service aims to explain how students at Anastasya Middle School understand the focus group discussion (FGD) method, and the extent to which this understanding influences their involvement in group discussion activities. This study applies design-based research (DBR), a systematic yet flexible research method that aims to improve educational practice through iterative analysis, design, development, and implementation of scientific collaboration in real action settings and has an impetus towards the development of context-based learning principles and theories. The results of observations of the students' abilities obtained an average of 89.00 with a completion percentage of 50%. So the students' ability level at this stage is categorized as good. The average score is 89.00 which is in the good category with a classical completion percentage reaching 50%. The results obtained indicate that the students' ability to implement a scientific approach is good. Through the opportunities given, each student, after identifying their own shortcomings and weaknesses, began to make improvements after conducting a focus group discussion. Keyword: Focus Group Discussion, speaking skill.Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pemahaman siswa di SMP Anastasya terkait metode wawancara kelompok terfokus (FGD), dan sejauh mana pemahaman tersebut memengaruhi keterlibatan mereka dalam kegiatan diskusi kelompok. Penelitian ini menerapkan penelitian berbasis desain (DBR), sebuah metode penelitian sistematis namun fleksibel yang bertujuan untuk meningkatkan praktik pendidikan melalui analisis berulang, desain, pengembangan, dan implementasi kolaborasi ilmiah dalam pengaturan tindakan nyata dan memiliki implikasi terhadap pengembangan prinsip dan teori pembelajaran berbasis konteks. Hasil observasi kemampuan para siswa memperoleh rata-rata 89.00 dengan persentase ketuntasan 50%. Maka tingkat kemampuan para siswa pada tahap ini terkategori baik. Nilai rata-rata 89,00 yang berada para kategori baik dengan persentase ketuntasan secara klasikal mencapai 50%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan para siswa dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik sudah baik. Melalui kesempatan yang diberikan, setiap siswa setelah melakukan identifikasi kekurangan dan kelemahan masing masing, mulai melakukan perbaikan setelah dilakukan focus group discussion. Kata kunci: Focus Group Discussion, Kemampuan Berbicara.  
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN KOGNITIF PELAJAR EDUKASI KELOMPOK BIMBINGAN HARFORD INSTITUTE MELALUI METODE MAPPING CONCEPT Karisma Erikson Tarigan; Rio Stefanus Tarigan; Pioro Benevolent Lariesto; Antonius Remigius Abi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2498

Abstract

Abstract: This study aims to develop students' social and cognitive skills at Harford Institute through the Mapping Concept method. The research adopts a qualitative descriptive approach with a sample of 13 students selected using total sampling technique. Instruments such as questionnaires and tests were employed to assess social skills (communication, collaboration, and empathy) and cognitive skills (problem-solving, critical thinking, and knowledge organization). The results indicate that the Mapping Concept method effectively enhances students' social skills, especially in group discussions, and cognitive skills, such as understanding material. In conclusion, this method significantly contributes to a more inclusive and collaborative learning experience and can be widely applied in educational environments.Keywords: Social Skills, Cognitive Skills, and Concept Mapping Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kognitif siswa di Harford Institute melalui metode Mapping Concept. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sampel sebanyak 13 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen berupa angket dan tes digunakan untuk mengukur keterampilan sosial (komunikasi, kerja sama, dan empati) serta kognitif (pemecahan masalah, berpikir kritis, dan pengorganisasian pengetahuan). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Mapping Concept efektif meningkatkan keterampilan sosial siswa, terutama dalam diskusi kelompok, dan keterampilan kognitif, seperti pemahaman materi. Kesimpulannya, metode ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengalaman belajar yang lebih inklusif dan kolaboratif, sehingga dapat diterapkan secara lebih luas dalam lingkungan pendidikan.Kata kunci: Keterampilan Sosial, Keterampilan Kogniti, dan Mapping Concept