Percepatan transformasi digital di perguruan tinggi menuntut kesiapan infrastruktur dan ketersediaan materi pembelajaran yang relevan untuk mendukung proses belajar berbasis teknologi. Namun, berbagai laporan menunjukkan masih adanya kesenjangan akses teknologi dan materi digital yang memadai, sehingga berdampak pada rendahnya keterlibatan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam mengikuti pelatihan online, termasuk pelatihan analisis data menggunakan software SmartPLS. Kondisi ini menegaskan perlunya kajian empiris mengenai peran Availability of Learning Materials (ALM) dan Accessibility and Connectivity (AC) terhadap tingkat Participant Engagement (PE) dengan Confidence (C) sebagai variabel psikologis yang berpengaruh. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan desain One-Shot Case Study (X → O), di mana 62 mahasiswa menerima perlakuan berupa pelatihan SmartPLS dan kemudian mengisi kuesioner posttest. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa ALM berada pada kategori sangat baik, AC berada pada kategori baik, C meningkat meskipun belum optimal, dan PE berada pada kategori baik. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas materi serta akses teknologi yang memadai berperan penting dalam membangun self-efficacy mahasiswa dan meningkatkan keterlibatan peserta pada pelatihan daring. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pelatihan teknis berbasis teknologi, terutama pentingnya menyediakan materi komprehensif, memastikan dukungan konektivitas, serta menambah sesi praktik mandiri guna meningkatkan efektivitas pelatihan di masa mendatang.