Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Enhancing Community-Based Rural Tourism through Master planning, Business Models, and Branding in Curug Luhur, Ambarjaya, Sukabumi Nurhaida, Dida; Rezandi, Fajar; Effendi, Harris; Alfiansyah, Alif; Aryaseta, Ariel; Abdullah, Muhammad Fathir; Valencia, Erin
SPEKTA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi dan Aplikasi) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/spekta.v6i2.14474

Abstract

Background:  This community service program aimed to develop Curug Luhur as a sustainable rural tourism destination in Desa Ambarjaya by strengthening local capacity in participatory spatial planning, business model development, and digital destination branding. The objective was to integrate these components into a community-based tourism framework that supports environmental sustainability, economic viability, and local governance. Contribution: The program empowered 20 local stakeholders, including village officials, community organizations, and the youth group Bina Muda Group, as well as 11 micro, small, and medium enterprises (MSMEs) from culinary, handicraft, and service sectors. It fostered cross-sector collaboration, enhanced community ownership, and supported MSME integration into the local tourism value chain. Method: A participatory action approach was applied, combining Participatory Rural Appraisal (PRA), site surveys and spatial mapping, focus group discussions (FGDs) for master planning and architectural design, business management training using SWOT analysis and the Business Model Canvas (BMC), MSME empowerment activities, and digital branding and social media workshops. Results: The program produced a community-endorsed tourism master plan, participatory architectural design proposals, strategic business models for tourism activities, and a locally grounded destination brand supported by digital promotion tools. Participant evaluation showed high overall satisfaction (average score: 4.6/5), improved entrepreneurial skills, and stronger community commitment to tourism development. Conclusion: The integration of participatory master planning, business model innovation, and digital promotion effectively strengthened the institutional, economic, and promotional foundations of Curug Luhur. This approach demonstrates a replicable model for sustainable, community-driven rural tourism development in Indonesia.
Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Melalui Pelatihan Anyaman Bambu dan Pemasaran Digital untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan Harris Effendi; Dida Nurhaida; Ekananda Haryadi
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v4i3.1116

Abstract

Program pelatihan kerajinan anyaman bambu di Desa Sikulan, Jiput, Pandeglang, Banten, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan teknis dan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan bambu sebagai komoditas ekonomi, meskipun ketersediaannya melimpah di lingkungan desa. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), dengan pendekatan partisipatif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Pelatihan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sosialisasi kewirausahaan; pelatihan teknis anyaman bambu dan pemasaran digital; serta evaluasi hasil. Sebanyak 20 peserta terlibat aktif dalam pelatihan ini dan menunjukkan antusiasme tinggi, dengan tingkat kehadiran mencapai 95%. Materi yang diberikan mencakup teknik dasar anyaman, desain produk, penggunaan media sosial untuk promosi, dan perencanaan usaha sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pre-test dan post-test keterampilan, serta kualitas produk kerajinan yang dihasilkan. Total lebih dari 50 produk diciptakan peserta, dan satu kelompok usaha baru terbentuk pasca pelatihan. Selain itu, akun Instagram @sinar.sikulan berhasil dibuat sebagai etalase digital produk. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, tetapi juga mendorong munculnya peluang ekonomi baru dan memperkuat identitas budaya lokal melalui strategi ekonomi kreatif. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan dapat direplikasi sebagai model pemberdayaan desa yang berkelanjutan.