Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

NILAI PENDIDIKAN SOSIAL DAN SOLIDARITAS SOSIAL PADA TRADISI PONAN (STUDI DI DESA POTO DAN BERARE KECAMATAN MOYO HILIR KABUPATEN SUMBAWA) Merdita, Rita; Syafruddin; Suud
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19539

Abstract

This research aims to identify and analyze the value of social education and the value of social solidarity in the Ponan tradition in Poto and Berare Villages, Moyo Hilir District, Sumbawa Regency. This study uses a qualitative approach using ethnographic methods. The types of data used are primary data and secondary data. Data is collected through observation, interviews, documentation, and data is analyzed by means of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of this study show that activities in the Ponan tradition have several stages, namely the initial stage such as conducting a meeting to determine the Ponan day and the formation of the Ponan executive committee, making snacks, and preparing the event venue, the implementation stage of the women bringing snacks to the location of Ponan, remarks, chanting prayers, tahlil, tahmid, dhikr and prayers together asking for the salvation of the hereafter and rice plants to avoid disease. the distribution of snacks and eating snacks together, the closing stage of giving rice medicine from Ponan snack leaf waste in the rice fields around the Ponan location and the hospitality of the residents. The Ponan tradition in Poto and Berare Villages has social education values, namely: 1) service, namely community use garden and rice field products as a form of gratitude to Allah. 2) Please help, namely relatives help provide ingredients to make snacks. Family, namely the attendees followed the hospitality of the residents and when they returned home, they were given Ponan snacks. 4) Kettian is praying together. The value of social solidarity in the Ponan tradition is related to mechanical solidarity according to Emile Durkheim, namely: 1) strong collective awareness, namely mutual cooperation at the Ponan location. 2) the normative pattern is to conduct deliberations on the determination of the day of Ponan. 3) low individuality, namely mothers help receive trays and pack snacks.
PENERAPAN METODE ACTIVE LEARNING TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN APLIKASI KAHOOT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 3 DI SMA NEGERI 1 NARMADA Erik, Septi Hariadi; Ni Made Novi Suryanti; Suud; Masyhuri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.19641

Abstract

This research aims to improve the learning outcomes of students in grade XI IPS 3 SMA Negeri 1 Narmada by applying a team quiz-type active learning method assisted by a kahoot application. This learning is a class action research (PTK) that lasts for 2 cycles, each cycle consists of 4 stages, namely planning, implementation, observation, and evaluation. One cycle is carried out 3 times. The results of this study can be concluded that the active learning method of team quiz type assisted by kahoot application in cycle I was implemented by 80% and in cycle II it was carried out by 100% so that there was an increase of 20%. This has an impact on the level of completeness of student learning outcomes, which was initially in the first cycle of 52.8%, increased in the second cycle to 77.8%, surpassing the performance indicator of 75% of students achieving KKTP 75. This means that the application of the team quiz type active learning learning method assisted by the kahoot application can improve student learning outcomes in class XI IPS 3 in sociology subjects at SMA NEGERI 1 Narmada.
Integrasi Kearifan Lokal Suku Sasak Pada Mata Pelajaran Sosiologi (Pendampingan Bagi Guru Sosiologi di SMA Abata Lombok) Masyhuri, Masyhuri; Masyhuri; Suud; Ilyas, Muhammad; Utomo, Jepri; Noviana, Mila
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/1nfrvd31

Abstract

Suku sasak memiliki beragam jenis kearifan lokal, baik dalam bentuk awik-awik, tradisi, lembaga soisl, kesenian, maupun produk hasil karya, yang sangat potensial diintegrasikan pada mata Pelajaran soiologi. Integrasi tentunya dapat dilakukan dengan  memanfaatkan kearifan lokal suku sasak untuk penguatan materi, metode dan media pembelajaran. Namun demikina, tidak semua guru sosiologi maksimal melakukan hal tersebut, termasuk guru sosiologi di SMA Abata Lombok. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian sangat penting dilakukan dengan tujuan agar guru Sosiologi  SMA Abata Lombok dapat mengintegrasikan kearifan lokal suku sasak pada mata Pelajaran soiologi. Metode yang diguanakan adalah pendampingan dengan tahapan kegiatan, yaitu: (1) penyampaian materi dan diskusi (2) pendampingan, dan (3) evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian yaitu: (1) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran terkait jenis kearifan lokal suku sasak (2) terkonstrusinya pengetahuan khalayak sasaran terkait relevansi kearifan lokal suku sasak dengan materi sosiologi, (3) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran terkait trategi integrasi kearifan lokal pada mata Pelajaran sosiologi, (4) tersususnnya media pembelajaran sosiologi yang menintegrasikan kearifan lokal suku sasak.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNINGDALAM MENGEMBANGKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS XI IPS MA AS-SYAFI’IYAH NW TAREKAT JANAPRIA LOMBOK TENGAH Dede Alfian; Masyhuri; Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 01 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i01.5401

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) Proses implementasi model pembelajaran Problem based learning dalam mengembangkan keaktifan siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS MA As-Syafi’iyah NW Tarekat Janapria Lombok Tengah; (2) Kendala guru sosiologi dalam implementasi model pembelajaran Problem based learning dalam mengembangkan keaktifan siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS MA As-Syafi’iyah NW Tarekat Janapria Lombok Tengah; (3) Upaya guru sosiologi dalam mengatasi kendala dari implementasi model pembelajaran Problem based learning dalam mengembangkan keaktifan siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS MA As-Syafi’iyah NW Tarekat Janapria Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangan Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Hubberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Dalam proses implementasi model pembelajaran problem-based learning dalam pembelajaran sosiologi telah terbukti mendorong keaktifan siswa melalui diskusi kelompok, debat, presentasi, Tanya jawab, pengamatan dan pengumpulan data, serta refleksi dan evaluasi; (2). Kendala dalam implementasi model pembelajaran problem based learning dalam mengembangkan keaktifan siswa pada mata pelajaran sosiologi terdiri atas kendala internal yaitu guru sosiologi mengalami dalam menyusun RPP, menentukan metode dan media pembelajaran yang sesuai, keterbatasan waktu pembelajaran, sedangkan kendala eksternal yaitu daya tangkap siswa atau pemahamannya lambat, kurangnya minat belajar siswa dan diskusi didominasi oleh siswa tertentu: (3). Upaya guru sosiologi untuk mengatasi kendala dari implementasi model pembelajaran proble-based learning dalam mengembangkan keaktifan siswa pada mata pelajaran sosiologi terdiri dari upaya guru dari sudut pandang internal yaitu guru mengikuti pelatihan-pelatihan atau workshop yang telah diadakan baik di sekolah maupun diluar sekolah terkait dengan penyusunan RPP yang sesuai dengan model pembelajaran yang diterapkan, memaksimalkan penyampaian materi serta menetapkan batasan waktu pada saat diskusi. Sedangkan upaya guru dari sudut pandang eksternal yaitu guru berupaya terus untuk melakukan improvisasi dengan mencari metode yang bisa membangun minat atau semangat siswa salah satunya dengan ice breaking. Kata kunci: Problem based learning, Keaktifan Siswa, Mata pelajaran Sosiologi    
POLA KOMUNIKAISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMAN 5 MATARAM Khaerun Nisa; Ni Made Novi Suryanti; Hairil Wadi; Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 02 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i2`.5494

Abstract

Penelitian bertujuan ini mengetahui (1) bagaimana pola kepemimpinan komunikasi kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram (2) bagaimana hambatan komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram (3) bagaimana upaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan mengatasi hambatan komunikasi dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data penelitian yaitu data primer dan sekunder. Sumber data penelitian adalah subjek dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi & dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis data Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian (1) pola komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram menggunakan 3 pola yaitu pola komunikasi roda, rantai dan bintang (2) hambatan komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram yaitu terjadi karena perbedaan karakter dan kepribadian serta perbedaan pendapat dan pemikiran antara guru dengan kepala sekolah , (3) upaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan mengatasi hambatan komunikasi dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram yaitu dengan kepala sekolah menyederhanakan bahasa, adanya perasaan empati dan guru menyimak secara efektif.
NILAI SOSIAL DAN NILAI RELIGIUS DALAM TRADISI ROAH MASYARAKAT SASAK DI PANCOR DENEQ DESA BATU KUMBUNG KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT melati, seli; Mashyuri; Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 1 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i1.5491

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui Proses dalam Tradisi Roah Masyarakat Sasak di Pancor Deneq Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, 2) Nilai Sosial dan Nilai Religius dalam Tradisi Roah Masyarakat Sasak Di Pancor Deneq Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Lokasi penelitian ini di Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder dengan sumber data berupa subjek penelitian dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan adanya proses tradisi roah terdiri atas 3 tahapan : Tahap sebelum pelaksanaan roah masyarakat menyiapkan dulang sesaji, bunga rampai dan air kuluh. Tahap prosesi roah terdapat rangkaian acara pembukaan, zikir dan doa, ceramah atau tausiah, pembukaan barang-barang peninggalan dan Tahap setelah pelaksanaan roah dirangkaikan dengan pembagian air kuluh, pemberian berkat/bingkisan kepada tamu undangan dan makan bersama (begibung). Sedangkan nilai sosial dan religius tersebut terdapat 4 nilai : nilai sosial toleransi, nilai sosial kerjasama, nilai karakter yang berhubungan dengan Tuhan dan nilai karakter yang berhubungan dengan sesama.
MAKNA SIMBOLIK DALAM UPACARA SORONG SERAH AJI KERAME PADA PERKAWINAN ADAT SASAK DI DESA PERINA Al-ansoriy, Isa; Syafruddin; Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 4 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i4.10853

Abstract

The purpose of this study was to determine the process of the sorong serah aji krame ceremony in Perina Village and to analyze the symbolic meaning of the properties contained in the process of the sorong serah aji krame ceremony in Perina Village. This study used a qualitative approach with an ethnographic study method. The research location is in Perina Village, Jonggat District, Central Lombok Regency. Primary data were obtained through non-participant observation and semi-structured interviews with research informants, while secondary data were obtained through books, articles, scientific journals, government institution profiles, and statistical data. Data analysis in this study was carried out through the stages of data reduction, data presentation, verification, and drawing conclusions. The results showed that in the sorong serah process there are three stages, namely: 1) preparation of the belongings, 2) preparing the penyorong, and 3) implementation of the sorong serah process or customary session. Furthermore, the symbolic meaning of the traditional properties used was found, including napak lemah, olen-olen, salin dede, pelengkak, otak beli, and pemegat. Suggestions based on the results of this study are: 1) for the village government, especially the village head, to better demonstrate and maintain the sustainability of existing traditional culture, and 2) the people of Perina Village are expected to continue to preserve the existing culture and develop it in their daily lives.
PENGUATAN NILAI TOLERANSI SISWA MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI, PENDIDIKAN PANCASILA KEWARGANEGARAAN (PPKN), DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMAN 1 LINGSAR Septiana, Tia; Hamidsyukrie; Suud; Mashyuri
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 1 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i1.10919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam bentuk-bentuk penguatan nilai toleransi siswa melalui pendidikan multikultural pada mata pelajaran sosiologi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), dan Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Lingsar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menemukan beberapa bentuk penguatan toleransi melalui pendidikan multikultural pada ketiga mata pelajaran tersebut yaitu pertama, dengan memberikan kemerdekaan/kebebasan kepada siswa, baik kebebasan dalam berpendapat atau kebebasan dalam menentukan sebuah pilihan. Kedua, dengan mengajarkan siswa untuk mengakui hak setiap orang yang diinternalisasikan melalui materi pelajaran dan melalui perilaku keseharian siswa. Ketiga, dengan mengajarkan kepada siswa untuk selalu menghormati keyakinan orang lain, baik dalam pembelajaran di kelas maupun kegiatan di luar kelas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penguatan nilai toleransi siswa melalui tiga mata pelajaran tersebut dapat memberdayakan dan meningkatkan nilai toleransi siswa, seperti terciptanya sikap keterbukaan siswa, meningkatnya rasa saling memahami dan menghargai antar siswa, sehingga terciptanya anti diskriminasi atau konflik antar siswa.
POLA KEJASAMA KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DENGAN KELOMPOK MASYARAKAT PENGAWAS (POKMASWAS) DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA BALE MANGROVE DI DESA JEROWARU Oktaviani, Yonik; Mashyuri; Suud; Nursaptini
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 4 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i4.10923

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pola kerjasama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dengan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dalam pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru; (2) Mengetahui kendala yang dihadapi oleh kedua kelompok dalam melakukan pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru dan (3) mengetahui solusi dalam mengatasi kendala kedua kelompok dalam pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sumber data berupa subjek dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu teknik analisis kualitatif model Miles dan Huberman dengan prosedur yakni reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat 2 pola kerjasama antara kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dengan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dalam pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru, yaitu pola kerukunan/gotong rooyong dan pola koalisi; (2) Terdapat 3 kendala yang dihadapi oleh kedua kelompok dalam melakukan pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru, yaitu SDM yang masih terbatas, kurangnya sarana dan prasarana dan kurangnya konektivitas/kerjasama; (3) Terdapat 4 solusi untuk mengatasi kendala kedua kelompok dalam pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru yaitu, meningkatkan kualitas SDM, memperkuat kerjasama, Memperbaiki sarana dan prasarana infrastruktur dan peningkatan promosi pariwisata
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE DEBAT AKTIF PADA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMAN 1 GUNUNGSARI Jumratul; Wadi, Hairil; Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 4 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i1.5431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI IPS 1 SMAN 1 Gunungsari dengan menerapkan metode Debat Aktif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dalam perencanaan 1 siklus dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam 1 kali pertemuan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar pada siklus I sebesar 57%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 88,5%. Sedangkan hasil belajar kognitif peserta didik pada siklus I sebesar 68,75% kemudian mengalami peningkatan di siklus II 80,31%. Hal tersebut membuat peningkatan pada keaktifan belajar peserta didik sebanyak 31,5% dan hasil belajar kognitif peserta didik meningkat 21,65%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode debat aktif dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI IPS 1 SMAN 1 Gunungsari.