Claim Missing Document
Check
Articles

DARI KELAS KE REALITAS: MENGAPLIKASIKAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI Hendra Rahayu; Yakobus Ndona; Daulat Saragi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36483

Abstract

This study aims to describe the application of Pancasila values ​​in students' activities at school, at home, and in the community. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observations, interviews, and documentation with the principal, teachers, and students at SDN 101738 Diski. The results indicate that the internalization of Pancasila values ​​is reflected in students' daily habits, including religious attitudes, discipline, cooperation, tolerance, and responsibility. The application of these values ​​is reinforced by familiarization at school and support from family and the community. This study confirms that Pancasila-based character education plays a crucial role in shaping moral, critical, and competitive individuals as the nation's next generation.
PENANAMAN NILAI KARAKTER CINTA TANAH AIR PADA PESERTA DIDIK DI SD SWASTA HOSANA MEDAN DELI Frengki Pangaribuan; Yakobus Ndona; Daulat Saragi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36484

Abstract

This study aims to describe the instillation of patriotism character values ​​in students of Hosana Private Elementary School, Medan Deli. The method used is qualitative with a descriptive approach, with data sources including the principal, teachers, students, and related documents. Data were collected through observations of school activities, in-depth interviews, and documentation, then tested for validity by triangulating sources and analyzed through reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that patriotism values ​​are instilled through intracurricular, co-curricular, and extracurricular activities, with the support of the active role of teachers, a conducive school culture, and student involvement in activities based on local culture and nationalism.
IMPLEMENTASI NILAI DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI SEKOLAH DASAR Rijal Sianturi; Yakobus Ndona; Daulat Saragi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36486

Abstract

This study aims to describe the application of the values ​​of hard work and responsibility in extracurricular Scouting activities in elementary schools. Using a qualitative descriptive approach, data were obtained through observation, interviews, and documentation involving the principal, Scout leaders, and students. The results indicate that the values ​​of hard work and responsibility are instilled through practical activities, competitions, and outdoor activities that foster discipline and a sense of responsibility in students. This study recommends reinforcing these character values ​​in learning and suggests further study of other character values.
ANALISIS PERAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Ivo Ardila; Al Hilal Hamdi Rambe; Daulat Saragi; Yakobus Ndona
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8155

Abstract

Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan penting yang harus dimiliki siswa sekolah dasar dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Berpikir kritis memungkinkan siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah secara rasional serta membentuk pribadi yang reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat pendidikan dalam membentuk kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan kajian literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah dari jurnal sebagai sumber relavan, dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan berkontribusi signifikan terhadap penguatan kemampuan berpikir kritis. Integrasi filsafat pendidikan dalam pembelajaran mampu melahirkan siswa yang kritis, analitis, dan adaptif. Selain itu, penerapan filsafat progresivisme dan epistemologi pendidikan relevan diterapkan di sekolah dasar karena menekankan pembelajaran berbasis pengalaman nyata, logika, serta refleksi.
TANTANGAN DAN SOLUSI PENGUATAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL Nurhayani; Yakobus Ndona; Daulat Saragi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8508

Abstract

This study aims to examine various challenges and find solutions to instilling character education in the digital era. The research was conducted using qualitative methods through a naturalistic approach. Data collection techniques included surveys, interviews, observations, and literature studies. The analysis process was conducted based on Creswell's six stages of analysis. The results show that digital development presents two sides: challenges and opportunities in strengthening character education. The digital era has proven capable of supporting the implementation of character education, but at the same time, it raises ethical issues that must be managed appropriately. Challenges faced include maintaining a balanced use of technology, issues of security and safety in cyberspace, cases of digital bullying, sexting practices, copyright infringement and plagiarism. The role of education policymakers is crucial in designing consistent and sustainable digital-based character learning strategies. However, implementation faces obstacles such as the influence of global culture, teachers' limited understanding of Pancasila, and a lack of supporting facilities. Therefore, collaboration between the government, schools, and the community is necessary. This study emphasizes that internalizing Pancasila values in the digital era must be carried out through a comprehensive and sustainable strategy to be able to meet the challenges of technological development.
Pendekatan Humanisme dalam Pendidikan dan Penerapannya terhadap Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Putri Mas Intan Silalahi; Demmina Ginting; Daulat Saragi; Yakobus Ndona
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.101.72868

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin memudarnya nilai-nilai kemanusiaan dalam praktik pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar yang seharusnya menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik. Berbagai permasalahan moral yang muncul menunjukkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya mampu mengintegrasikan aspek karakter secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan humanisme serta penerapannya terhadap pendidikan karakter di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Subjek penelitian berupa sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, dan jurnal terkait pendidikan humanisme dan pendidikan karakter. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengumpulan, pembacaan, pencatatan, dan pengelompokan literatur, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan humanisme memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan karakter, dengan menekankan nilai kesadaran diri, kemandirian, empati, kreativitas, toleransi, dan hubungan sosial. Kesimpulannya, penerapan pendidikan humanisme secara efektif mampu memperkuat pendidikan karakter dan membentuk peserta didik yang berintegritas serta berkepribadian baik.
Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat Berbangsa Dan Bernegara Florensia Silaban; Yakobus Ndona
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1417

Abstract

Aktualisasi adalah bentuk kegiatan yang menghubungkan pemahaman akan nilai dan norma dengan tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Aktualisasi Pancasila berarti menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam norma dan merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penjabaran nilai-nilai Pancasila ke dalam norma ditemukan dalam norma hukum kenegaraan dan norma-norma moral, dan aktualisasinya terkait dengan perilaku semua warga negara serta seluruh aspek penyelenggaraan negara.Metode penelitian yang digunakan oleh penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Menurut Sugiyono (2007), penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan pada objek yang alamiah dengan peneliti sebagai instrumen utama, teknik pengumpulan data yang beragam, analisis data yang bersifat induktif, dan hasil penelitian yang lebih menekankan pada makna daripada generalisasi. Tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk mempertahankan bentuk dan isi perilaku manusia serta menganalisis karakteristiknya daripada mengubahnya menjadi unit kuantitatif. Penulis menggunakan metode deskriptif dalam penelitian kualitatif untuk mendapatkan wawasan tentang fenomena atau aspek tertentu dalam kehidupan orang-orang yang diamati. Masalah mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ideologi Pancasila ke dalam kehidupan praksis masyarakat dan negara bukanlah hal yang sederhana. Soedjati Djiwandono (1995: 2-3) mengindikasikan bahwa masih ada beberapa kesalahan mendasar dalam cara orang memahami dan menghayati Negara Pancasila dalam berbagai aspeknya. Tidak tepat untuk membuat berbagai konsep dan pengertian menjadi "sakral" dan tabu, seakan-akan sudah pasti benar dan sempurna, sehingga tidak boleh dipersoalkan lagi. Sikap seperti itu membuat konsep dan pengertian menjadi statis, kaku, dan tidak berkembang, serta berisiko ketinggalan zaman, meskipun beberapa prinsip dasar mungkin memang memiliki nilai yang tetap dan abadi.Belum teraktualisasinya nilai dasar Pancasila secara konsisten dalam tataran praksis perlu terus menerus diadakan perubahan, baik dalam arti konseptual maupun operasional. Banyak hal perlu ditinjau kembali dan dikaji ulang. Beberapa mungkin perlu diubah, beberapa lagi mungkin perlu dikembangkan lebih lanjut dan diperjelas, dan beberapa mungkin perlu ditinggalkan. Aktualisasi nilai Pancasila dituntut selalu mengalami pembaruan. Hakikat pembaruan adalah perbaikan dari dalam dan melalui sistem yang ada, atau dengan kata lain, pembaruan mengandaikan adanya dinamika internal dalam diri Pancasila. Adanya dinamika dalam menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sosial, bangsa, dan negara merupakan suatu keharusan, agar Pancasila tetap relevan dalam memberikan arahan bagi pembuatan keputusan dan penyelesaian masalah dalam kehidupan bersama bangsa dan negara. Ini bertujuan untuk menjaga tingkat loyalitas masyarakat dan warga negara terhadap Pancasila, sambil juga mengurangi apatisme dan perlawanan terhadapnya. Inti dari dinamika dalam menerapkan nilai Pancasila dalam praktik kehidupan adalah adanya perubahan dan inovasi dalam mengubah nilai-nilai Pancasila menjadi norma dan tindakan hidup, sambil mempertahankan kesesuaian, relevansi, dan konteksnya.
The Effect of Peer Support, and Mindfulness on Subjective Well-Being Students in Yogyakarta Dormitory Elisa Br Ginting; Suwarjo Suwarjo; Yakobus Ndona
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.8378

Abstract

Peer support and mindfulness are external factors that are important for individuals, as social beings, to achieve high subjective well-being. This study aims to determine: (1) the effect of peer support on subjective well-being, (2) the effect of mindfulness on subjective well-being, and (3) the effect of peer support and mindfulness on the subjective well-being of secondary education students living in Yogyakarta dormitories. This study uses a quantitative approach with survey-type research. The data collection technique used a scale. The results showed that (1) peer support has a significant effect on subjective well-being, (2) mindfulness has a significant effect on subjective well-being, and (3) peer support and mindfulness have a significant effect on subjective well-being. This study aims to determine: (1) the effect of peer support on subjective well-being, (2) the effect of mindfulness on subjective well-being, and (3) the effect of peer support and mindfulness on the subjective well-being of students of secondary education living in the Yogyakarta dormitory. Keywords: mindfulness, peer support, subjective well-being
Implementasi Program Ketahanan Pangan di Desa Bangun Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Nur Hidayah Hasibuan; Julia Ivanna; Windawati Pinem; Prayetno Prayetno; Yakobus Ndona
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program ketahanan pangan di Desa Bangun Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Program ketahanan pangan merupakan salah satu upaya pemerintah desa dalam meningkatkan ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan peternakan sapi yang dikelola oleh pemerintah desa bekerja sama dengan BUMNag dan masyarakat sebagai penerima bantuan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan di Desa Bangun Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala desa, pengurus BUMNag, serta masyarakat yang menjadi peserta program. Analisis penelitian menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program ketahanan pangan di Desa Bangun telah dilaksanakan melalui kegiatan peternakan sapi yang didukung oleh kebijakan pemerintah desa serta alokasi dana desa. Namun pelaksanaan program tersebut belum berjalan secara optimal karena masih terdapat beberapa kendala, seperti, sumber daya alam, kurangnya sosialisasi program kepada masyarakat, keterbatasan sumber daya pakan ternak, rendahnya minat masyarakat untuk berpartisipasi, serta kurangnya pengawasan dan pembinaan kepada masyarakat penerima bantuan.
Problematika Dan Upaya Pembentukan Kepribadian Nasional Siswa Sekolah Dasar Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Hanna Putri Syahkira; Yakobus Ndona; Surya Dharma
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif problematika pembentukan kepribadian nasional siswa sekolah dasar melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila serta merumuskan upaya strategis yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah nasional terakreditasi, buku referensi, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yang meliputi tahap reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kepribadian nasional siswa sekolah dasar masih menghadapi berbagai problematika yang kompleks, di antaranya dominasi pembelajaran pada aspek kognitif, keterbatasan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis nilai, kurang optimalnya penerapan pembelajaran kontekstual, lemahnya sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta minimnya pembiasaan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadinya kesenjangan antara pemahaman nilai Pancasila dengan implementasinya dalam perilaku nyata siswa. Upaya yang dapat dilakukan meliputi pengembangan pembelajaran berbasis praktik dan pembiasaan, penerapan model pembelajaran kontekstual seperti problem-based learning dan project-based learning, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, penguatan budaya sekolah, serta optimalisasi kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang holistik dan berkesinambungan, nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat terinternalisasi secara optimal sehingga mampu membentuk kepribadian nasional siswa secara utuh, konsisten, dan berkelanjutan.