Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

GROWTH PERFORMANCE OF GIANT GOURAMY (Osphronemus gouramy) IN PRE-ENLARGEMENT PHASE WITH DIFFERENT TEMPERATURE Subhan, Rio Yusufi; Hartono, Dwi Puji
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The growth of giant gouramy in the pre-enlargement phase is very important, so the fish can grow and develop optimally until the enlargement phase. Water temperature is one of the many factors that directly affect the growth of fish. Water temperature significantly affects the rate of egg hatching of giant gouramy and the development of larval organs. The aim of this research is to determine optimum of water temperature on the growth of giant gourami fingerlings in pre-enlargement phase on controlled tanks. This research used a completely randomized design method with four treatments and two replications. The treatments in this study were: Control (maintenance without water heater); P1 (maintenance at 30 oC); P2 (at 32oC); and P3 (at 34oC). This research was conducted for 30 days by using giant gouramy fingerlings measuring 3,11± 0,14 cm with 50 ind/tank. The results showed that giant gouramy fingerlings was cultured at 32oC experience an absolute length growth of 5.29±0.21 cm, a daily growth rate of 3.32±0.07% and a survival rate of 94±2.82%. This indicates that the maintenance water temperature of 32oC is able to provide optimal growth for giant gouramy fingerlings in the pre-enlargement phase.
Pembinaan Kelompok Pembudidaya Ikan Ulam Rejo Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Dan Percontohan Edukasi Bagi Masyarakat Desa Rejo Mulyo Lampung Selatan Yusufi Subhan, Rio; Dwi Wardana, Dava; Akbar, M. Fadhilah; Putri Nikmah, Wahyu; tri rahmawati, rita; Ikhwanudin, Muhammad; ghazi al ghifari, M; atur muzzi, wahyu; Abi Aziz, Muhammad; Aditya Farhan, M; Liyana Putri, Syadza
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 2 No 1 (2025): Mei
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v2i1.4010

Abstract

Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, merupakan salah satu desa di wilayah Pesisir Selatan Provinsi Lampung yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama pada sektor perikanan. Perekonomian masyarakat Desa Rejo Mulyo masih tergolong rendah, untuk itu perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat desa agar dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perekonomian serta ketahanan pangan dibidang budidaya perikanan seiring dengan meningkatnya urbanisasi. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa dalam kegiatan budidaya ikan patin, meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat desa melalui budidaya ikan patin, menciptakan POKDAKAN yang dapat menjadi edukasi dan pusat pengembangan budidaya ikan patin di desa Rejo Mulyo, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap dimulai dari survei lokasi, penentuan judul, pemaparan program kerja, pelaksanaan program kerja meliputi BIMTEK CBIB dan Juknis Budidaya Ikan Patin, BIMTEK Pembuatan Pakan Mandiri Ikan Patin, BIMTEK Olahan Produk Budidaya Ikan Patin, Perumusan Model Pemasaran dan Perumusan Model Edukasi dan Percontohan Mitra. Dalam rangkaian tersebut akan dilakukan FGD dan survei kepuasaan masyarakat serta evaluasi dan pelaporan kegiatan pada akhir kegiatan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pembenihan Ikan (HIMA TPI) dan berkontribusi terhadap penyelesaian permasalahan yang dihadapi masyarakat desa dan dalam jangka waktu kedepan semoga dapat mewujudkan POKDAKAN yang mandiri serta menjadi percontohan dan edukasi bagi masyarakat sekitar dalam mengembangkan usaha budidaya perikanan dan mewujudkan ketahanan pangan desa.
DISEMINASI PEMANFAATAN HIDROLISAT TEPUNG DAUN INDIGOFERA UNTUK PAKAN IKAN GURAME PADA POKDAKAN ULAM GADING MAS PEKON BULUKARTO, KABUPATEN PRINGSEWU Rakhmawati, Rakhmawati; Aprilia, Tulas; Indariyanti, Nur; Marlina, Eulis; Subhan, Rio Yusufi; Nursandi, Juli; Kurniawan, Agung; Bokau, Rietje JM; Sofiana, Anjar
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v4i1.3072

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh mitra Ulam Gading Mas adalah harga pakan yang dari tahun ke tahun meningkat, sehingga meningkatkan biaya produksi. Sementara daya beli masyarakan akan menurun jika harga jual ikan gurame dinaikkan, mengingat kondisi pandemi yang berdampak pada ekonomi. Di sisi lain, pemerintah telah menggalakkan penanaman indigofera di Pringsewu sebagai pakan ternak. Saat ini masyarakat belum mengerti pemanfaatan tanaman tersebut untuk pakan ikan. Diseminasi dan bimbingan teknis aplikasi teknologi hidrolisis tepung daun indigofera sebagai bahan baku pakan perlu dilakukan. Bahan yang mudah didapatkan dan murah, namun dapat meningkatkan pertumbuhan ikan ketika disuplementasikan ke pakan. Pemanfaatan daun indigofera dengan aplikasi teknologi ini berpeluang besar untuk meningkatkan produktivitas budidaya karena dapat meningkatkan pertumbuhan ikan dan harga pakan yang dihasilkan lebih ekonomis. Program pengabdian masyarakat ini meningkatkan pemahaman dan keterampilan pembuatan pakan serta mampu mengapikasikan teknologi hidrolisis enzim selulose pada tepung daun indigofera yang akan disuplementasikan pada pakan ikan gurame. Kata kunci: hidrolisat, tepung daun indigofera, pakan Ikan gurame
EVALUASI PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) YANG DIBERI PAKAN DENGAN SUPLEMENTASI KOMBINASI KALSIUM, MAGNESIUM, DAN VITAMIN D3 Fatimah, Nurul; Verdian, Aldi Huda; Oktaviana, Adni; Prastiti, Linuwih Aluh; Subhan, Rio Yusufi; Kurniawan, Agung; Siburian, Arif Faisal
Jurnal Riset Akuakultur Vol 17, No 4 (2022): (Desember 2022)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.17.4.2022.227-234

Abstract

Kalsium, magnesium dan vitamin D3 adalah komponen yang penting untuk pertumbuhan udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air media pemeliharaan udang Litopenaeus vannamei setelah pemberian pakan dengan suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3 pada dosis yang berbeda. Udang diberi pakan dengan perlakuan yang berbeda yaitu kontrol (tanpa suplementasi HYPEROL yang berisi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3) dan empat tingkat suplementasi kombinasi HYPEROL yaitu 2,5 mL kg-1; 5 mL kg-1 ; 7,5 mL kg-1; 10 mL kg-1 pakan. Selama penelitian udang dipelihara dalam akuarium dengan ukuran 40x25x30 cm3 yang berisi 25 L air laut yang didesinfeksi pada kepadatan tebar 100 larva m-2. Penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi kombinasi kalsium, magnesium dan vitamin D3 pada konsentrasi hingga 10 mL kg-1 secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan udang vaname. Kombinasi kalsium, magnesium, dan vitamin D3 yang terkandung dalam HYPEROL memiliki peran sinergis untuk memastikan keseimbangan kalsium yang optimal, sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan udang vaname.Calcium, magnesium, and vitamin D3 are vital feed components to support shrimp growth. This study aimed to evaluate the growth performance, survival rate, and water quality culture of Pacific whiteleg shrimp Litopenaeus vannamei fed with dietary supplementation of a combination of calcium, magnesium and vitamin D3 with different dosages. The treatments in this study consisted of shrimp fed with a control diet (without supplementation of HYPEROL containing a combination of calcium, magnesium and vitamin D3) and four levels of HYPEROL supplementation, i.e., 0; 2,5 mL kg-1; 5 mL kg-1; 7,5 mL kg-1; 10 mL kg-1. Larvae were reared in the tank with a dimension of 40x25x30 cm3 containing 25 L of disinfected seawater at a stocking density of 100 larvae m-2. The present study demonstrated that dietary supplementation of HYPEROL concentrations up to 10 mL kg-1 could significantly improve the growth of Pacific whiteleg shrimp. Combination of calcium, magnesium, and vitamin D3 contained in HYPEROL has an important role in ensuring calcium balance, which affects to the growth of Pacific whiteleg shrimp.
Penerapan Integrated System Perikanan Pertanian Untuk Ketahanan Pangan Di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Lampung Timur Nursandi, Juli; Subhan, Rio Yusufi; Rakhmawati, Rakhmawati; Marlina, Eulis; Prastiti, Linuwih Aluh
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v2i2.4448

Abstract

Pondok Pesantren Bahrul Ulum terletak di Jl. Insinyur Sutami, Desa Bauh Gunung Sari, Sekampung Udik Lampung Timur, berjarak 49 Km dari kampus Politeknik Negeri Lampung. Pondok ini mempunyai santri sebanyak 237 orang yaitu 116 santri laki-laki dan 121 santri perempuan. Pondok pesantren mempunyai lahan sawah seluas kurang lebih satu hektar yang dikerjakan oleh koperasi memproduksi beras untuk kebutuhan pangan santri. Lahan sawah pondok pesantren ini mempunyai sumber mata air yang sangat baik dan terus mengalir sepanjang tahun. Debit airnya mampu mengairi sawah serta sumber air untuk kolam ikan. Permasalahan dari kegiatan Pertanian dan Perikanan di pesantren ini yaitu: (a) Pemanfaatan lahan sawah masih belum optimal, hasil panen sawah masih rendah yaitu dibawah 3 ton per hektar. (b) Air kolam budidaya ikan mengandung unsur hara yang baik untuk budidaya sayuran, pondok pesantren Bahrul Ulum belum memanfaatkannya sebagai media tanam akuaponik. (c) Pengelola koperasi Rizquna bahrul ulum yang bertugas mengembangkan pertanian dan perikanan pondok pesantren belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman untuk melakukan kegiatan integrasi pertanian dan perikanan berupa teknologi minapadi dan akuaponik. Berdasarkan analisis permasalahan yang ada di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, solusi yang ditawarkan adalah a. Penerapan sistem integrasi budidaya padi di sawah dengan ikan (minapadi), b. Penerapan sistem integrasi budidaya ikan dengan sayuran (akuaponik) di kolam budidaya ikan c. Pelatihan dan pendampingan produksi pangan langsung di sawah dan di kolam Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan PKM ini adalah: (1). Penguatan pengetahuan dan pemahaman pada sumberdaya manusia (SDM) yang membidangi pertanian dan perikanan yaitu melalui pelatihan aquaculre integrated system berupa teknologi minapadi dan akuaponik. (2). Peningkatan kompetensi praktek minapadi di lahan sawah. (3). Peningkatan kompetensi praktek sistem akuaponik di kolam.
Application of Synbiotics Lactobacillus Casei and Banana Peel Waste to Improve Growth Performance of African Catfish Clarias Gariepinus in Intensive Aquaculture Systems Linuwih Aluh Prastiti; Qorie Astria; Nadisa Theresia Putri; Dian Febriani; Rio Yusufi Subhan
Grouper Vol. 17 No. 1 (2026): Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v17i1.395

Abstract

Food security and malnutrition remain global challenges, requiring sustainable food production strategies such as the Blue Transformation concept promoted by FAO. African catfish (Clarias gariepinus) is an important aquaculture commodity for fulfilling nutritional needs, containing 19.03% protein, 8.1% fat, and high levels of essential amino acids. However, intensive farming systems often encounter constraints such as high feed conversion, reduced water quality, and suboptimal growth performance. Synbiotics, combining probiotics and natural prebiotics, offer a promising alternative to antibiotic use in aquaculture. In this context, the utilization of locally available banana peel waste as a prebiotic represents an eco-friendly approach that supports resource efficiency within the Blue Transformation framework. This study aimed to evaluate the effect of dietary synbiotics consisting of Lactobacillus casei and banana peel–based prebiotics on the growth performance and feed efficiency of African catfish. Four treatments were applied: a control diet (without synbiotics) and diets supplemented with 1%, 2%, and 3% (v/w) fermented banana peel prebiotics. Observed parameters included Specific Growth Rate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), feed efficiency, and survival rate. The results indicated that synbiotic supplementation positively influenced growth and feed utilization. The best performance was obtained at the 3% dose, with an SGR of 6.78%, FCR of 1.07, feed efficiency of 93,97%, and survival rate of 84%. These findings suggest that the application of synbiotics at an optimal dose can be practically implemented in intensive African catfish culture to reduce feed costs, improve production efficiency, and support more sustainable aquaculture practices
Produksi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Strain Politeknik Negeri Lampung (PoliNILA) dengan Metode Selective Cross Breeding Faturrohman, Kurnia; Subhan, Rio Yusufi; Fatimah, Nurul; Wijaya, Megawati
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v11i1.309

Abstract

Tilapia cultivation in Lampung Province still faces many challenges, including the limited availability of tilapia seeds. This is due to the low availability of tilapia broodstock with superior specifications. This poses a challenge for the Lampung State Polytechnic to produce new strains of tilapia broodstock with distinctive advantages, thereby boosting seed production and consumption of tilapia in Lampung Province. One effort that can be made to create new strains of superior tilapia is by using selective cross-breeding between two superior tilapia species, namely the Srikandi tilapia and the Larasati tilapia. Both types of tilapia have their own unique superior characteristics, so it is hoped that this will be able to create new strains of tilapia that combine the advantages of both. The two superior Nile tilapia broodstock will be cross-bred with the composition in Treatment A, namely male Nile tilapia broodstock Srikandi with female Nile tilapia broodstock Larasati and Treatment B, namely female Nile tilapia broodstock Srikandi with male Nile tilapia broodstock Larasati with each treatment having two replications. This research will be conducted for 90 days of maintenance which includes the process of adaptation of broodstock to the environment, the spawning process and the process of maintaining larvae and seeds. The parameters tested include the number of eggs produced (fecundity), egg hatching rate, survival rate of larvae and fish seeds (survival rate), absolute weight and length gain. The observations during the spawning phase showed that treatment B was the best treatment, measured by the number of larvae produced, which was 1,600 larvae, with a survival rate (SR) of 63% during 28 days of maintenance. Data on the growth of tilapia larvae during 28 days of maintenance showed that the control treatment had superior weight growth performance compared to the other two treatments, namely 6 g with a length of 6.4 cm.
Survival rate and growth performance of molly fish (Poecilia latipinna) with ascorbic acid enrichment in Moina sp. Rio Yusufi Subhan; Linuwih Aluh Prastiti
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 7 No 1: May 2025
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v7i1.3323

Abstract

Snow white molly (Poecilia latipinna, Lesueur 1821) is a popular ornamental freshwater fish introduced for aquarium use. This study aimed to evaluate the survival rate and growth performance of snow white molly fed Moina sp. enriched with ascorbic acid. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and three replicates: enrichment of Moina sp. with ascorbic acid at concentrations of (A) 150 mg/L, (B) 175 mg/L, and (C) 200 mg/L. The enriched Moina sp. was fed to snow white molly for a 30-day rearing period. The results showed that treatment B, with Moina sp. enriched at 175 mg/L of ascorbic acid, yielded the best outcomes: a survival rate of 86,66±5,7%, an absolute length of 2,5±0,1 cm/fish, and a specific growth rate of 4,02±0,32%/day. Based on these research, the 175 mg/L ascorbic acid enrichment dosage (treatment B) was significantly more effective in improving the survival and growth performance of snow white molly compared to other treatments.