Gita Cahya Eka Darma
Prodi Farmasi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penjernihan Ekstrak Etanol Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi L.) dan Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) dengan Elektrokoagulasi Fida Surtiniyati Shofia; Gita Cahya Eka Darma; Sani Ega Priani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8963

Abstract

Abstract. The use of ethanol extracts of arabian bidara leaves and turmeric rhizomes as plants that provide pharmacological effects has been widely used in the pharmaceutical industry. Plant extracts either as active or additives ingredients usually have an effect on a product in the form of a color display that matches the color of extract. The color intensity of extracts often interferes in the manufacturing stage to the evaluation of pharmaceutical products. To overcome this problem, clearing of plant extracts using electrocoagulation was carried out. This study aims to clearing the ethanol extracts of arabian bidara leaves and turmeric rhizomes using electrocoagulation as a method to reduce the intensity of extracts or obtain clearer extracts. The extraction clearing was performed using electrocoagulation with copper as the electrode. The results showed that the samples treated with electrocoagulation treatment had a cleare sample color, the ethanol extracts sample of arabian bidara leaves had a clear light brown color, while the ethanol extract sample of turmeric rhizome had a clear brown-red color. Therefore, electrocoagulation could be used to clearing the ethanol extracts of arabic bidara leaves and turmeric rhizomes. Keywords: Clearance of extracts, Ziziphus spina-christi, Curcuma longa. Abstrak. Penggunaan ekstrak etanol daun bidara arab dan rimpang kunyit sebagai tanaman yang memberikan efek farmakologis telah banyak digunakan di industri farmasi. Ekstrak tanaman baik sebagai bahan aktif atau tambahan biasanya memberikan pengaruh terhadap suatu produk berupa tampilan warna yang sesuai dengan warna ekstrak. Kepekatan warna ekstrak sering menjadi masalah dalam tahap pembuatan hingga evaluasi produk farmasi. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan penjernihan ekstrak tanaman menggunakan elektrokoagulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjernihkan ekstrak etanol daun bidara arab dan rimpang kunyit menggunakan elektrokoagulasi sebagai salah satu metode untuk mengurangi kepekatan ekstrak atau memperoleh ekstrak yang lebih jernih. Penjernihan ekstrak dilakukan menggunakan elektrokoagulasi dengan tembaga sebagai elektroda. Hasil penelitian menunjukan bahwa sampel dengan perlakuan elektrokoagulasi memiliki warna sampel yang lebih jernih, dimana sampel ekstrak etanol daun bidara arab memiliki warna coklat muda jernih, sedangkan sampel ekstrak etanol rimpang kunyit memiliki warna coklat-merah jernih. Dengan demikian, elektrokoagulasi dapat digunakan untuk menjernihkan ekstrak etanol daun bidara arab dan rimpang kunyit. Kata Kunci: Penjernihan ekstrak, Ziziphus spina-christi, Curcuma longa.
Kajian Literatur Potensi Penerapan Teknologi Plasma pada Kain Pembalut Luka Guna Meningkatkan Penyerapan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Kamilah Ratna Khalidah; Gita Cahya Eka Darma; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9130

Abstract

Wound dressings are bandages used to protect wounds and help absorb fluids that come out of the wound. This literature review was conducted to determine the potential of applying plasma technology to wound dressings which would then be followed by the addition of patchouli essential oil (Pogostemon cablin Benth.) to produce wound dressings that have wound closure activity. This study aims to determine the potential for increasing the absorption of patchouli essential oil in wound dressings treated with plasma. This research was conducted using the Study Literature Review (SLR) method from several scientific articles on the application of plasma technology to fabric materials. The results of this study indicate that the application of plasma technology to various types of fabric materials shows the potential to increase the absorption of active ingredients from nature. So that the application of plasma technology has the potential to be applied to wound dressings to increase the absorption of patchouli essential oil (Pogostemon cablin Benth.). Pembalut luka adalah kain pembalut yang digunakan untuk melindungi luka dan membantu menyerap cairan yang keluar dari luka. Kajian literatur ini dilakukan untuk mengetahui potensi penerapan teknologi plasma pada kain pembalut luka yang kemudian akan dilanjutkan dengan penambahan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth.) sehingga dihasilkan pembalut luka yang memiliki aktivitas penutupan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi peningkatan penyerapan minyak atsiri nilam pada kain pembalut luka yang diberi perlakuan plasma. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Study Literature Review (SLR) dari beberapa artikel ilmiah tentang penerapan teknologi plasma pada material kain. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi plasma pada berbagai jenis material kain menunjukkan adanya potensi peningkatan penyerapan bahan aktif dari alam. Sehingga penerapan teknologi plasma berpotensi untuk diterapkan pada kain pembalut luka guna meningkatkan penyerapan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth.).
Kajian Literatur Potensi Penerapan Teknologi Plasma pada Kain Tekstil mengandung Bahan Alam sebagai Peningkat Antimikroba Dara Azalea Wahdah; Gita Cahya Eka Darma; Fitrianti Darusman
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9529

Abstract

Abstract. The use of fabric is one of the obligations of every human being used for clothing. Among them are the use of underware such as undershirts and head coverings such as hijab cuffs. In the conditions of using these fabrics, humid conditions are often formed which facilitate microbial growth. There is a technology in the form of plasma that can make textile fabrics have increased antimicrobial properties from natural materials soaked in these textile fabrics. The materials are patchouli oil and lemon oil which were tested against Staphylococcus epidermidis bacteria. This study aims to determine the effect of the application of plasma technology on the antimicrobial properties of textile fabrics. The results obtained from the journals that have been analyzed, it is found that plasma technology can affect textile fabrics as evidenced by a reduction in weight, an increase in absorbency that can create a deposit of active substances so that the antimicrobial activity of active substances increases. The inhibition diameter obtained for lemon oil was 11.75 increasing to 13.53 and for patchouli oil was 11.25 to 13.05 mm. Keywords: Plasma technology, undershirt, hijab cuff, lemon oil, patchouli oil. Abstrak. Penggunaan kain menjadi salah satu kewajiban setiap manusia yang digunakan untuk pakaian. Diantaranya penggunaan underware seperti kaos dalam dan penutup kepala seperti manset hijab. Pada kondisi penggunaan kain tersebut sering terbentuk kondisi lembab yang memudahkan pertumbuhan mikroba. Terdapat teknologi berupa plasma yang dapat membuat kain tekstil memiliki sifat antimikroba yang meningkat dari bahan alam yang direndam pada kain tekstil tersebut. Bahan tersebut berupa minyak nilam dan minyak lemon yang diujikan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknologi plasma terhadap sifat antimikroba pada kain tekstil. Hasil penelitian yang diperoleh dari jurnal yang telah di analisis, didapatkan bahwa teknologi plasma dapat memengaruhi kain tekstil dengan dibuktikan adanya pengurangan bobot, peningkatan daya serap yang dapat membuat tempat deposit zat aktif sehingga aktivitas antimikroba zat aktif meningkat. Diameter hambat yang diperoleh untuk minyak lemon sebesar 11,75 meningkat menjadi 13,53 dan untuk minyak nilam sebesar 11,25 menjadi 13,05 mm. Kata Kunci: Teknologi plasma, kaos dalam, manset hijab, minyak lemon, minyak nilam.
Pengujian Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Teh Putih (Camellia sinensis L.) dengan Metode DPPH Raidah Amirah Balqis Rosidin; Suwendar; Gita Cahya Eka Darma A.
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13058

Abstract

Abstract. White tea leaves (Camellia sinensis L.) contain catechin compounds, especially Epigallocathecin-Gallate compounds which are thought to have potential as antioxidants. This study aims to determine the antioxidant activity provided by ethanol extract of white tea leaves. White tea leaf extract was obtained by maceration method using 96% ethanol solvent. Antioxidant activity test was conducted using DPPH method by looking at IC50 value to determine its antioxidant strength. From the results of the study, the IC50 value of white tea leaf ethanol extract was 1.14 ± 0.26 ppm which indicates that white tea leaves have very strong antioxidant strength. Abstrak. Daun teh putih (Camellia sinensis L.) mengandung senyawa katekin terutama senyawa Epigallocathecin-Gallate yang diduga memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang diberikan oleh ekstrak etanol daun teh putih. Ekstrak daun teh putih diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan melihat nilai IC50 untuk mengetahui kekuatan antioksidan nya. Dari hasil penelitian didapat nilai IC50 ekstrak etanol daun teh putih sebesar 1,14 ± 0,26 ppm yang menandakan bahwa daun teh putih memiliki kekuatan antioksidan yang sangat kuat.
Formulasi Pelembab Stick Mengandung Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Diani Elza Fitria Siti Nurjani; Gita Cahya Eka Darma; Hanifa Rahma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13380

Abstract

Abstract. Indonesia is a tropical country with stronger ultraviolet radiation intensity. The prevalence of dry skin in Indonesia reaches 50-80%, so for normal skin function, the moisture content in the stratum corneum should be more than 10%, as loss of moisture can cause dry, scaly, and cracked skin. Dry skin is a condition where the skin loses moisture and is unable to retain water properly. Sunflower seed oil contains oleic acid which can address dry skin by filling the gaps between corneocyte layers, thereby preventing water evaporation from the skin. This study aims to determine characterizing sunflower seed oil and what concentration of sunflower seed oil can be used as a moisturizer. Stick moisturizers are used by applying so that they will not dirty hands, facilitate use, are more practical, easy to carry, and relatively stable. Moisturizing sticks containing sunflower seed oil with concentrations of 3, 6, 9, 12, and 15% underwent physical evaluations including organoleptic assessment, homogeneity, pH, melting point, stability and irritation. Abstrak. Indonesia merupakan negara iklim tropis dengan intensitas radiasi ultra violet yang lebih kuat. Prevalensi kulit kering di Indonesia mencapai 50-80% sehingga agar fungsi kulit normal kadar air pada stratum korneum harus lebih dari 10% karena hilangnya kelembaban dapat mmebuat kulit menjadi kering, bersisik dan tampak pecah-pecah. Kulit kering adalah kondisi di mana kulit kehilangan kelembaban dan tidak mampu menahan air dengan baik. Minyak biji bunga matahari mengandung asam oleat yang mampu mengatasi kulit kering dengan mengisi ruang antara lapisan korneosit sehingga mampu mencegah terjadinya penguapan air pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi minyak biji bunga matahari dan berapa konsentrasi minyak biji bunga matahari yang dapat digunakan sebagai pelembab. Pelembab stick digunakan dengan cara dioleskan sehingga tidak akan mengotori tangan, memudahkan penggunaan, lebih praktis, mudah dibawa, dan relatif stabil. Pelembab stick mengandung minyak biji bunga matahari dengan variasi konsentrasi 3, 6, 9, 12, dan 15% dilakukan evaluasi fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, stabilitas dan iritasi.
Uji Sitotoksik Air Diaktivasi Plasma (ADP) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Haikal Zaidani Dawamma; Gita Cahya Eka Darma; Valentinus Galih Vidia Putra
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13634

Abstract

Abstract. Plasma is the 4th form of matter after solid, liquid and gas, which is an ionized gas. This ionization converts the neutral molecules of the gas into negative and positive ions (active species). Active gas species that have the ability to treat cancer that is currently being developed in the world is Cold Activated Plasma (CAP) based treatment by producing Reactive Oxygen Nitrogen Species (RONS) which has the advantage of practically not using chemical or radioactive drugs. The study aims to prove the anticancer potential of Air Activated Plasma (ADP) using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. The cold plasma used was created from the Incandescent Plasma Reactor with a voltage of 30 kV, the electrode distance from the test sample was 1.5 cm and the treatment time was 10, 15 and 20 minutes. Tests were carried out in triplicate using the ratio between BSLT media (Seawater) and ADP at the test time for 24 hours was 1:1, 1:2 and 1:3. The average results obtained for the percentage of shrimp larvae mortality were 10 minutes (43%, 50%, 70%), 15 minutes (73%, 73%, 97%) and 20 minutes (77%, 83% and 97%). Plasma-activated water (using Amidis) was shown to have potential as an anticancer. Abstrak. Plasma adalah wujud zat ke-4 setelah padat, cair dan gas yaitu suatu gas yang terionsasi. Ionisasi ini mengkonversi molekul netral gas menjadi ion negatif dan positif (spesi aktif). Spesi aktif gas yang memiliki kemampuan untuk terapi kanker yang tengah masiv dikembangkan saat ini di dunia adalah pengobatan berbasis Cold Activated Plasma (CAP) dengan menghasilkan Reactive Oxygen Nitrogen Species (RONS) yang memiliki keunggulan yaitu praktis tidak menggunakan obat kimiawi atau radioaktif. Penelitian bertujuan untuk membuktikan potensi antikanker dari Air yang Diaktivasi Plasma (ADP) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Plasma dingin (cold plasma) yang digunakan tercipta dari Reaktor Plasma Pijar Lucutan Korona bersumber tegangan 30 kV, jarak elektroda dengan sampel uji adalah 1,5 cm serta waktu treatments 10, 15 dan 20 menit. Pengujian dilakukan secara triplo menggunakan rasio antara media BSLT (Air Laut) dengan ADP pada waktu pengujian selama 24 jam adalah 1:1, 1:2 dan 1:3. Rataan hasil yang diperoleh untuk persentase kematian larva udang adalah 10 menit (43%, 50%, 70%), 15 menit (73%, 73%, 97%) dan 20 menit (77%, 83% dan 97%). Air (menggunakan Amidis) yang diaktivasi plasma terbukti memiliki potensi sebagai antikanker.
Sistem Penghantaran Nanostructured Lipid Carrier (NLC) Mengandung Senyawa Antioksidan N. Resa Nurul Pazrian; Hanifa Rahma; Gita Cahya Eka Darma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13648

Abstract

Abstract. Free radicals are unstable atoms or molecules with a high level of reactivity caused by the existence of one or more unpaired electrons in their outermost structure. Antioxidants are required to reduce free radical activity because antioxidant compounds can donate electrons to stabilise free radicals. However, because antioxidants are rapidly hydrolyzed and have low stability, the use of the relatively new "lipid-based delivery system" technology can protect and preserve antioxidant stability. Lipid carriers can boost antioxidant penetration in the skin, providing adequate activity, due to their capacity to precisely control the release of drugs or active substances on the target. Systematics Literature Review (SLR) reviewed publications from reliable databases that carried out the exclusion and inclusion criteria. The research found several studies on antioxidant chemicals were included in NLC systems. The NLC system formulation comprises both solid and liquid lipids that have been stabilised using surfactants. The creation of the NLC system has demonstrated that it is still capable of providing antioxidant activity for active chemicals, as seen by the IC50 values. Abstrak. Radikal bebas adalah atom atau molekul yang tidak stabil dan memiliki tingkat reaktivitas tinggi karena memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada kulit terluarnya sehingga diperlukan antioksidan untuk dapat meredam aktivitas radikal bebas, karena senyawa antioksidan dapat mendonorkan elektronnya untuk menstabilkan radikal bebas. Namun antioksidan mudah terhidrolisis dan memiliki stabilitas yang buruk sehingga dilakukan Penerapan teknologi “sistem penghantaran berbasis lipid” yang relatif baru dapat melindungi dan menjaga stabilitas antioksidan. Pembawa lipid dapat meningkatkan penetrasi antioksidan pada kulit, sehingga aktivitas yang diinginkan dapat terjamin, karena kemampuannya dalam mengontrol pelepasan obat atau senyawa aktif secara tepat pada target. Kajian dilakukan dengan Systematics Literature Review (SLR) terhadap artikel yang diperoleh pada database bereputasi yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Hasil kajian menunjukan banyak penelitian senyawa antioksidan yang dikembangkan kedalam sistem NLC. Formulasi sistem NLC menggunakan solid lipid dan likuid lipid yang distabilkan dengan penambahan surfaktan. Pengembangan sistem NLC terbukti masih dapat memberikan aktivitas antioksidan senyawa aktif dilihat dari nilai IC50.
Uji Stabilitas Warna Sediaan Lip Cream Ekstrak Etanol Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam.) dan Natrium Kaseinat sebagai Kopigmen Indra Novian Rukmana; Ratih Aryani; Gita Cahya Eka Darma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13901

Abstract

Abstract. Natural dyes can be used as colorants in cosmetic preparations, one of which is anthocyanin pigment derived from purple sweet potato (Ipomoea batatas (L.) Lam.). Generally, natural dyes have unstable stability, so efforts are needed to improve their stability through copigmentation. In this study, a lip cream formulation was created containing a combination of dye from purple sweet potato extract and sodium caseinate as a copigment. The purpose of this research is to determine the stability of the natural dye in purple sweet potato ethanol extract in lip cream formulation and sodium caseinate as a copigment. The extraction process of purple sweet potato was carried out using the maceration method with ethanol solvent added with 1% hydrochloric acid. Stability testing of the formulation was conducted over 14 days, covering organoleptic properties, pH value, homogeneity, spreadability, viscosity, and color intensity. The results showed that the best lip cream formula contained 10% purple sweet potato ethanol extract and 0.5% sodium caseinate, which had good physical properties and maintained color with a percentage decrease in color intensity of 40.81%. Abstrak. Pewarna alami dapat digunakan menjadi pewarna dalam sediaan kosmetika, salah satunya yaitu pigmen antosianin yang berasal dari ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam.). Pada umumnya perwarna alami memiliki stabilitas yang tidak stabil, sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan stabilitasnya dengan kopigmentasi. Pada penelitian ini dibuat sediaan lip cream yang mengandung kombinasi pewarna dari ekstrak ubi jalar ungu dan kopigmen natrium kaseinat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas pewarna alami ekstrak etanol ubi jalar ungu dalam sediaan lip cream dan natrium kaseinat sebagai kopigmen. Proses ekstraksi ubi jalar ungu menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol yang ditambah dengan 1% asam klorida. Pengujian stabilitas sediaan dilakukan selama 14 hari, meliputi organoleptik, nilai pH, homogenitas, daya sebar, nilai viskositas, dan intensitas warna. Hasil penelitian menunjukkan, formula lip cream terbaik mengandung 10% ekstrak etanol ubi jalar ungu dan 0,5% natrium kaseinat yang memiliki sifat fisik yang baik dan masih dapat mempertahankan warna dengan persen penurunan intensitas warna sebesar 40,81%.
Formulasi Lip Cream Mengandung Minyak Almond (Oleum amygdalae) sebagai Pelembab Bibir Nurul Afifah Aprilia; Dina Mulyanti; Gita Cahya Eka Darma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14200

Abstract

Abstract. Lip cream is a lip makeup preparation, has a semi-solid shape that keeps lips moisturized longer. The use of natural moisturizing ingredients in lip cream preparations is currently starting to be in demand by consumers. One of the natural ingredients that has the potential to provide moisture is almond oil. This research aims to get the best formula for lip cream preparations that contain active substances in the form of almond oil. The thickener used is 15% microcrystalline wax. The use of almond oil is made with a wide variety of concentration variations starting from 60; 57,5; 55; 52,5; 50; and 47.5%. The evaluation was carried out on all lip cream formulas including organoleptis test, homogeneity test, pH test, dispersibility test, and viscosity test. The final evaluation of the preparation was carried out by a storage stability test at 4o and 40oC for 6 cycles and a moisture test using cobalt chloride paper. Based on the results of the evaluation, the selected formula is formula 4 with the characteristics of pink organolepstis, semisolid, homogeneous, pH 5, with a viscosity value of 4868 cp, and a dispersion of 5.8 cm, but it is unstable after storage stability testing. The humidity testing in this study is only qualitative, so it is necessary to develop a quantitative moisture test method, and it is necessary to develop a formula in the use of the right dye for the preparation. Abstrak. Lip cream merupakan sediaan riasan bibir, memiliki bentuk semisolid yang menjaga kelembapan bibir lebih lama. Penggunaan bahan pelembab alami pada sediaan lip cream pada saat ini mulai diminati konsumen. Salah satu bahan alami yang berpotensi memberikan kelembaban adalah minyak almond. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula terbaik sediaan lip cream dengan mengandung zat aktif berupa minyak almond. Thickener yang digunakan adalah microcrystalline wax 15%. Penggunaan minyak almond dibuat dengan berbagai macam variasi konsentrasi dimulai dari 60; 57,5; 55; 52,5; 50; dan 47,5%. Evaluasi dilakukan terhadap seluruh formula lip cream meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji viskositas. Evaluasi akhir sediaan dilakukan pengujian uji stabilitas penyimpanan pada suhu 4o dan 40oC selama 6 siklus serta uji kelembaban dengan menggunakan kertas kobalt klorida. Berdasarkan hasil evaluasi formula yang terpilih adalah formula 4 dengan karakteristik organolepstis pink, berbentuk semisolid, homogen, pH 5, dengan besaran nilai viskositas 4868 cp, serta daya sebar sebesar 5,8 cm, namun tidak stabil setelah pengujian stabilitas penyimpanan. Pengujian kelembaban pada penelitian kali ini hanya bersifat kualitatif sehingga diperlukan pengembangan metode uji kelembaban secara kuantitatif, serta diperlukan pengembangan formula dalam penggunaan pewarna yang tepat untuk sediaan.
Formulasi Army Body Mist Minyak Serai Wangi (Citronella oil) sebagai Anti Repellent Hendrik Hermawan; Gita Cahya Eka Darma; Ratih Aryani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14660

Abstract

Abstract. Repellent is a material that has the ability to protect humans from mosquito bites when sprayed on the surface of the skin and clothing. One of the natural ingredients that has potential as repellant is citronella essential oil (Citronella oil) with the main compounds containing citronellal (24.33%), citronellol (11.34%) and geraniol (13.17%). Citronella essential oil is formulated in preparation of body mist. The aim of this research is to obtain a formula body mist fragrant lemongrass essential oil as an anti repellent against mosquitoes Aedes aegypti, to determine the length of time the fragrance of the preparation lasts and to determine the effectiveness of the preparation as repellent against mosquitoes Aedes aegypti, To obtain the right concentration of citronella essential oil, in this study solutions were made with different concentration variants from 5-15%. The results of the research carried out showed that the best formula was with the addition of citronella oil for 15% of the duration of the fragrance of the preparation body mist is in formula 3 because the fragrance lasts longer and the amount of citronella essential oil used is greater. Body mist which contains 10% citronella oil (F2) has the lowest perch power value compared to the formula 1.3, bergamot and distilled water (-). Abstrak. Repellant merupakan bahan yang memiliki kemampuan untuk melindungi manusia dari gigitan nyamuk bila disemprotkan ke permukaan kulit dan pakaian. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai repellant adalah minyak atsiri serai wangi (Citronella oil) dengan kandungan senyawa utama sitronelal (24,33%), sitronelol (11,34%) dan geraniol (13,17%). Minyak atsiri serai wangi diformulasikan dalam sediaan body mist. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formula body mist minyak atsiri serai wangi sebagai anti repellant terhadap nyamuk Aedes aegypti, untuk mengetahui lama waktu ketahanan wangi sediaan serta untuk mengetahui efektivitas sediaan sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti, Untuk mendapatkan konsentrasi minyak atsiri serai wangi yang tepat, pada penelitian ini dibuat larutan dengan varian konsentrasi yang berbeda dari 5-15%. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan formula terbaik dengan penambahan minyak serai wangi sebesar 15% lama waktu ketahanan wangi sediaan body mist berada pada formula 3 karena waktu ketahanan wanginya lebih lama dan minyak atsiri serai wangi yang digunakan jumlahnya lebih banyak. Body mist yang mengandung minyak serai wangi 10% (F2) memiliki nilai daya hinggap paling sedikit dibandingkan dengan formula 1,3,bergamot dan aquadest (-).