Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Empowerment of Welding Workers at X Ltd Shipyard Batam City Through Occupational Safety and Health Education: Pemberdayaan Pekerja Pengelasan di PT X Galangan Kapal Kota Batam Melalui Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Irawati, Ice; Chinta Yolanda Sari; Al khudri Sembiring; Jamal, Jamal; Trisna Jayati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bh6pz432

Abstract

 Welding activities in shipyards pose risks of exposure to heat, radiation, metal fumes, and hazardous gases that can cause health problems. Initial observations show that most workers do not understand occupational safety and the proper use of PPE. This activity aims to improve welders' knowledge of occupational safety and health and provide PPE assistance. This outreach activity measures workers' knowledge before and after education using a questionnaire. Data analysis was conducted using a dependent t-test, yielding results indicating an increase in workers' knowledge after receiving OSH education, with a p-value of 0.001 < 0.05. Continuous education is necessary to enable workers to enhance their knowledge, thereby impacting safe and secure work practices at the workplace
Penerapan Workplace Stretching Exercise Guna Menghilangkan Nyeri Otot Pada Pekerja Di PT Gaspro Sentraco Parisma, Wan Intan; Sari, Chinta Yolanda; Irawati, Ice; Safitri, Khoerun Nisa
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.1050

Abstract

Nyeri otot merupakan masalah umum di kalangan pekerja yang sering disebabkan oleh aktivitas statis dan postur kerja yang kurang ergonomis, yang berdampak negatif pada produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai cara menghilangkan nyeri otot melalui penerapan Workplace Stretching Exercise. Sasaran pengabdian adalah 34 pekerja PT Gaspro Sentraco. Metode yang digunakan meliputi pengukuran gangguan muskuloskeletal dengan instrumen Nordic Body Map, penjelasan tujuan dan manfaat kegiatan, serta pemberian latihan peregangan otot di tempat kerja. Evaluasi dilakukan selama dua minggu untuk mengukur perubahan tingkat nyeri otot dengan kategori rendah, menengah, dan tinggi. Sebelum intervensi, 58,8% pekerja mengalami nyeri otot kategori tinggi, 29,4% kategori menengah, dan 11,8% kategori rendah. Setelah intervensi, hanya 14,7% pekerja yang masih berada di kategori tinggi, 35,3% di kategori menengah, dan 50% di kategori rendah. Kesimpulannya, penerapan latihan peregangan di tempat kerja efektif dalam mengurangi nyeri otot serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pekerja. Hasil ini menekankan pentingnya integrasi program peregangan dalam rutinitas kerja sebagai langkah preventif dan intervensi untuk meningkatkan kesehatan pekerja.
EFEK FISIOLOGIS PADA PEKERJA SEBELUM DAN SESUDAH BEKERJA DI CONFINED SPACE PT. NOV PROFAB INDONESIA BATAM TAHUN 2020 Fadilla, Annisa; Irawati, Ice
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) Volume 2 Nomor 1 Januari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v2i01.114

Abstract

Confined Space adalah salah satu tempat untuk pekerja melakukan suatu pekerjaan didalamnya, confined space memiliki sirkulasi udara yang terbatas, yang mana dapat menjadi beban tambahan pada pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan efek fisiologis pada pekerja sebelum dan sesudah bekerja di confined space di PT. Nov Profab Indonesia Batam Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan quasi experiment. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling berjumlah 30 responden. Analisis statistik menggunakan uji Beda T-Test Paired Sample Test. Hasil penelitian fisiologis tekanan darah tinggi untuk sistolik sebelum bekerja yaitu 4 responden setelah bekerja menjadi 15 responden, tekanan darah tinggi untuk diastolik sebelum bekerja 3 responden setelah bekerja menjadi 15 responden, denyut nadi tinggi sebelum bekerja tidak terdapat responden setelah bekerja didapatkan 10 responden, dan untuk suhu tubuh tinggi sebelum bekerja tidak terdapat responden setelah bekerja didapatkan 2 responden dengan suhu tubuh tinggi. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian bahwa ada perbedaan yang signifikan dimana nilai pada p value (< α 0,05). Pada tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah bekerja didapatkan nilai p value ( p = 0,005 ) dan tekanan darah diastolik didapatkan nilai p value ( p = 0,005 ), denyut nadi didapatkan nilai p value ( p = 0,000 ), dan suhu tubuh didapatkan nilai p value ( p = 0,000 ) pada pekerja sebelum dan sesudah bekerja di dalam confined space, maka dari itu diharapkan kepada perusahaan untuk dapat memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pekerja untuk lebih memperhatikan kondisi fisiologis nya sebelum memulai bekerja di dalam confined space.
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERHADAP CEDERA MATA Irawati, Ice; Noviyanti; Sarasati, Inda
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) Volume 2 Nomor 2 September 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v2i02.310

Abstract

Cedera mata merupakan trauma pada mata yang dapat mengaibatkan kerusakan bola mata, kelopak mata, saraf mata dan rongga orbita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor risiko terhadap cedera mata pada pekerja fabrikasi di PT. X Tanjung Balai Karimun Tahun 2021. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pekerja fabrikasi di PT. X Tanjung Balai Karimun yang berjumlah 61 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh usia dengan risiko cedera mata dengan nilai p value 0,001, ada pengaruh masa kerja dengan risiko cedera mata dengan nilai p value 0,000 dan ada pengaruh kepatuhan penggunaan APD dengan risiko cedera mata dengan nilai p value 0,000. Disimpulkan terdapat Pengaruh antara usia, masa kerja, dan kepatuhan APD terhadap risiko cedera mata. Disarankan agar perusahaan selalu memberikan edukasi dan promosi mengenai risiko pekerjaan dan kesehatan mata, dan diharapkan agar pekerja patuh dalam penggunaan APD
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PEKERJA DAN BEBAN KERJA MENTAL TERHADAP STRES KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI DI PT. X KOTA BATAM TAHUN 2022 Irawati, Ice
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 4 No. 01 (2023): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v4i01.520

Abstract

Tiap aspek dalam dunia kerja dapat menjadi sumber penyebab stres kerja. Stres dapat membuat seorang pekerja tidak produktif dan membuat seorang pekerja terjangkit penyakit, tak hanya timbul dari satu varian penyebab stres, tapi dari sejumlah penyebab stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pekerja yaitu Usia, Masa Kerja, dan Beban Kerja Mental terhadap stres kerja pada pekerja konstruksi di PT. X Kota Batam tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner Nasa-TLX dan kuesioner stres kerja. Populasi penelitian ini seluruh pekerja konstruksi di PT. X Kota Batam tahun 2022, dengan sampel 55 responden dengan analisis uji chi square. Hasil penelitian ini ada hubungan karakteristik usia terhadap stres kerja pada pekerja konstruksi dengan p value 0,000, ada hubungan karakteristik masa kerja terhadap stres kerja dengan p value 0,014, dan ada hubungan beban kerja mental terhadap stres kerja dengan p value 0,001. Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia, masa kerja, dan beban kerja mental terhadap stres kerja. Saran untuk perusahaan agar memberikan sosialisasi terkait stres kerja dan penghargaan kepada pekerja agar pekerja merasa diberikan apresiasi.
HUBUNGAN UNSAFE CONDITION DAN UNSAFE ACTION DENGAN KECELAKAAN KERJA (KEMASUKAN GRAM PADA MATA) PEKERJA PENGELASAN Ice Irawati
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i2.83

Abstract

Setiap pekerjaan hendaknya mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerjanya,  salah satu Industri yang perlu diperhatikan adalah industri pipa baja, dalam pengerjaan pipa baja tidak terlepas dari penggunaan las sehingga kecelakaan akibat proses pengerjaan juga sering terjadi seperti masuknya gram pada mata pekerja. Kecelakaan dapat dikurangi apabila pekerja dalam mengoperasikan alat pengelasan dan  alat keselamatan kerja dipergunakan dengan baik dan benar, untuk itu diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai K3 nya baik mengenai unsafe condition  maupun unsafe action. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Unsafe Action dan Unsafe Condition Terhadap Kecelakaan Kerja (Kemasukan Gram Pada Mata) Pekerja Pengelasan PT X Kota Batam Tahun 2018.Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 orang menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan intrumen kuesioner. Analisa bivariat yang digunakan yaitu chi square.Hasil uji chi square diperoleh nilai p=0,000 disimpulkan ada hubungan antara variabel unsafe condition dengan kecelakaan kerja. Analisis hubungan unsafe action dengan kecelakaan kerja (kemasukan gram pada mata) yang bekerja dengan unsafe action sebanyak 15 (100%) mengalami kemasukan gram pada mata, tidak bekerja dengan unsafe action 11 (18,3%) yang mengalami kemasukan gram pada mata kerja 49 (81,7%) tidak mengalami kemasukan gram pada mata. Hasil uji chi square nilai p=0,000 ada hubungan antara variabel unsafe action dengan kecelakaan kerja (kemasukan gram pada mata). Perlu dilakukan evaluasi mengenai lingkungan unsafe condition salah satunya seperti bekerja di ruang sempit dan bekerja bersamaan agar dapat meminimalisir terjadinya kemasukan gram pada mata.Kata Kunci : Unsafe condition, Action  ABSTRACTEvery job should prioritize health and safety of work, one of the industries that need to be considered is the Steel Pipe Industry, in the construction of steel pipes not separated from the use of welding so that accidents due to workmanship also often occur such as the entry of grams in the eyes of workers. Accidents can be reduced if workers in operating welding equipment and work safety equipment are used properly and correctly, so that sufficient knowledge of K3 is needed, both regarding unsafe conditions and unsafe action. This study aims to determine the relationship of Unsafe Action and Unsafe Condition to Work Accidents (Gram Involvement in the Eyes) of PT X Batam Welding Workers in 2018. This type of research is analytic descriptive with cross sectional approach, namely 75 people using total sampling technique. Data collection techniques by interviewing using questionnaire instruments. Bivariate analysis used is chi squareIn this study chi square test results obtained p = 0,000 concluded that there is a relationship between unsafe condition variables with workplace accidents. The analysis of unsafe action relations with occupational accidents (gram infestation in the eye) that worked with unsafe action as many as 15 (100%) experienced gram intakes in the eyes, did not work with unsafe action 11 (18.3%) who experienced gram ingestion in the workplace (81.7%) did not experience gram entry in the eye. Chi Square test results p value = 0,000 there is a relationship between unsafe action variables with workplace accidents (gram entry in the eye). It is necessary to evaluate the unsafe condition, one of them is working in a narrow space and working together in order to minimize the occurrence of gram intrusion in the eyes.Keyword : Unsafe condition, action
PENGUATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BAGI PENAMBANG BOAT DI PELABUHAN PULAU BULUH BATAM Irawati, Ice; Herman, Herman; Sari, Chinta Yolanda; Rasuanto, Budi; Gultom, Agustina Berliana
MINDA BAHARU Vol 9, No 2 (2025): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v9i2.8400

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada komunitas penambang boat di Pelabuhan Pulau Buluh, Sagulung, Batam. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah melalui diskusi kelompok, penyuluhan dan edukasi bahaya kerja, pemeriksaan kesehatan, serta pembagian alat pelindung diri (APD). Kegiatan juga memperkenalkan konsep ekowisata sebagai alternatif peningkatan ekonomi komunitas. Evaluasi dampak dilakukan melalui pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta terhadap K3 dengan hasil uji Wilcoxon (p = 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan efektif meningkatkan kesadaran dan praktik keselamatan kerja. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan, dukungan regulasi untuk kapal kecil, serta integrasi program K3 dengan pemberdayaan ekonomi lokal.