Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Job Grade Di Unit Bisnis Information & Communication Technology Pt Xyz Menggunakan Metode Fuzzy Ahp Point Factor Fachrul Rozi; Budhi Yogaswara; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat ini telah berada di bawah koordinasi Kementrian Negara BUMN dengan kepemilikan saham 100% oleh Pemerintah Republik Indonesia yang bergerak di bidang elektronika industri dan infrastruktur. PT XYZ mempunyai tiga Unit Bisnis. Salah satunya adalah Unit Bisnis ICT. Tingkatan jabatan di UB ICT disusun menjadi tiga tingkatan, yaitu golongan jabatan rendah, golongan jabatan tengah dan golongan jabatan tinggi. Pada kasus ini, tingkatan jabatan yang telah disusun perusahaan untuk UB ICT terdapat beberapa jabatan yang memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang besar. Namun jabatan tersebut termasuk kedalam golongan jabatan yang tidak sesuai dengan pekerjaanya. Maka dari itu perlu diadakannya evaluasi jabatan agar tingkatan jabatan bisa disusun dengan baik dan penilaian jabatannya secara objektif. Didalam UB ICT ini terdapat permasalahan dalam penyusunan job grade. Job grade tersebut berpengaruh terhadap sistem penggajian. Grade ini dibuat berdasarkan peraturan pemerintah tentang skala upah untuk BUMN. Metode fuzzy AHP point factor merupakan metode evaluasi jabatan dengan menilai jabatan berdasarkan faktor dan subfaktor yang sesuai kebutuhan perusahaan. Pemberian bobot faktor dan subfaktor menggunakan fuzzy AHP. Hasil dari bobot subfaktor tersebut kemudian diolah menggunakan metode TOPSIS fuzzy untuk pemberian poin jabatan. Hasil dari metode tersebut berupa poin jabatan yang kemudian dihitung menggunakan perhitungan kelas menurut pearson dan dibuatlah job grade berdasarkan poin jabatan yang didapat. Kata Kunci: Evaluasi Jabatan, Fuzzy AHP, TOPSIS Fuzzy, Job Grade. Abstract PT XYZ is a State-Owned Enterprise (BUMN) which is currently under the coordination of the Ministry of State-Owned Enterprises with 100% ownership by the Government of the Republic of Indonesia engaged in the field of industrial electronics and infrastructure. PT XYZ has three Business Units. One of them is the ICT Business Unit. The rank of position in UB ICT is organized into three levels, namely the low rank, the middle position and the high rank. In this case, the level of positions that have been prepared for UB ICT company there are several positions that have jobs and responsibilities are great. However, this position belongs to a class of positions that are not in accordance with his job. Therefore it is necessary to hold an evaluation of positions so that the level of positions can be arranged properly and assessment of his position objectively. In UB ICT there is a problem in the preparation of job grade. Job grade affects the payroll system. This grade is based on government regulations on wage scales for SOEs. The fuzzy method of AHP point factor is an evaluation method of position by appraising positions based on factors and subfactors according to company needs. Giving factor and subfactor weight using AHP fuzzy. The result of the subfactor weight is then processed using TOPSIS fuzzy method for giving the position points. The result of the method in the form of position points are then calculated using class calculations according to pearson and made job grade based on the points positions obtained. Keywords: Job Evaluation, Fuzzy AHP, Fuzzy TOPSIS, Job Grade.
Analisis Potensi Dan Kinerja Kandidat Key Position Kepala Sma Kota Bandung Menggunakan Metode Human Asset Value Matrix Sofi Hanifah Hermawan; Budhi Yogaswara; Litasari Widyastuti Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mencermati tentang mutu kepala sekolah, berdasarkan laporan Bank Dunia (1999), bahwa menurunnya mutu pendidikan persekolahan di Indonesia disebabkan masih rendahnya tingkat profesionalisme kepala sekolah. Rendahnya profesionalisme diantaranya adalah karena masih lemahnya didalam cara pengangkatan. Untuk mewujudkan penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan diperlukan guru yang profesional, bertanggung jawab, jujur, dan adil melalui pembinaan yang dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karir yang dititik beratkan pada sistem prestasi kerja. Hasil penilaian prestasi kerja dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan penetapan keputusan kebijakan pengelolaan karir. Dalam rangka penemuan talenta tersebut, peneliti melakukan suatu rancangan talent pool. Talent pool untuk 1647 kandidat key position kepala sekolah SMA Kota Bandung menggunakan metode human asset value matrix. Hasil dari talent management ini, terdapat 41 orang yang masuk kedalam talent pool. Talenta ini tergolong consistence star (memiliki potensi dan kinerja tinggi). Talent development yang dapat diterapkan diantaranya ialah job rotation (memindahkan pegawai pada berbagai jabatan), job enrichment (menambah pekerjaan dengan kualitas atau kompleksitas), penugasan, sedangkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya dapat diberikan beasiswa atau kursus. Kata kunci : talent management, human asset value matrix, talent pool, talent inventory, development Abstract Observing the quality of school principals, according to a World Bank report (1999), that the declining quality of schooling education in Indonesia is due to the low level of professionalism of principals. The low level of professionalism is because it is still weak in the way of appointment. To realize the implementation of governmental and development tasks required professional, responsible, honest and fair teachers through guidance that is implemented based on the system of work performance and career system focused on the system of work performance. The result of performance appraisal is used as the basis for consideration of decision of career management policy. In order to discover the talent, the researcher undertook a talent pool design. Talent pool for 1647 candidates for key position of high school principals of Bandung City using human asset value matrix method. The results of this talent management, there are 41 people who entered into the talent pool. This talent is consistent star (has high potential and performance). Talent development that can be applied include job rotation, job enrichment (add work with quality or complexity), assignment, while for growth and development can be given scholarship or course. Keywords : talent management, human asset value matrix, talent pool, talent inventory, development
Perancangan Model Bisnis Ukm Wheelhouse Dengan Menggunakan Pendekatan Business Model Canvas Eggy Caesario; Endang Chumaidiyah; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wheelhouse merupakan sebuah UKM yang bergerak di industri produk helm kendaraan sepeda motor yan g berdomisili di kota Bandung. Permasalahan internal maupun eksternal selama masa produksi hingga penjualan ialah minimnya strategi dan inovasi dalam merealisasikan proses bisnis sehingga berdampak pendapatan yang tidak memuaskan. Maka dari itu UKM Wheelhouse memerlukan model bisnis yang dapat membantu dalam pemikiran tentang bagaimana menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai baik dari segi ekonomi, sosial dan lainnya. Metode analisis model bisnis yang digunakan adalah Business Model Canvas (BMC). Perancangan model bisnis merupakan salah satu solusi karena dapat memetakan, merancang, dan mengarahkan komponen apa saja yang dapat mendukung segala aspek penjualan bisnis UKM Wheelhouse. Hasil dari penelitian ini sembilan komponen model bisnis UKM Wheelhouse, yaitu segmen pasar yang akan dilayani UKM Wheelhouse. Proposisi nilai yang tawarkan ialah kualitas produk dan karakter merek. Saluran komunikasi dan distribusi yang akan digunakan. Sumberdaya yang harus dimiliki ialah sumber daya manusia, fisik, dan intelektual. Mitra yang bekerjasama ialah penyedia bahan baku dan vendor produksi. Beberapa kegiatan utama UKM ialah proses produksi, pemasaran, dan menjalin kerjasama dengan mitra bisnis lainnya. Kata Kunci— Model Bisnis Kanvas, UKM, Benchmarking
Identifikasi Kriteria Talenta Dari Key Positions Level Kepala Bagian Menggunakan Metode Human Asset Value Matrix Di Pt X Sitti Nur Azmi F.; Budi Sulistyo; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT X merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang manufaktur dan pengerjaan proyek untuk produk dan jasa teknologi. Memasuki tahun 2016, perusahaan mengalami perubahan organisasi dalam rangka melakukan pengembangan dan inovasi teknologi. Hal ini berdampak pada perubahan visi, misi, fokus bisnis dan struktur organisasi yang semula terdapat 21 divisi menjadi 13 divisi dan 1 tim setara divisi. Kondisi saat ini menunjukkan adanya fenomena kekosongan calon pemimpin pengganti pada delapan jabatan level Kepala Bagian disebabkan tidak adanya personel yang tepat untuk mengisi jabatan. Selain itu, persentase karyawan yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) sebesar 11% untuk posisi manajerial dan operasional serta kendala keterbatasan individu untuk mencapai target kompetensinya menyebabkan sulit mencari calon pemimpin pengganti. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan kebutuhan dan kriteria karyawan. Perencanaan kebutuhan dan kriteria karyawan dalam rangka menerapkan program manajemen talenta diawali dengan mengidentifikasi kriteria talenta. Proses identifikasi kriteria mengutamakan pengisian key positions yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas perusahaan. Hasil identifikasi kriteria talenta dari key positions akan dipetakan dalam Human Asset Value (HAV) Matrix berdasarkan kinerja dan potensi. Hasil identifikasi menunjukkan adanya 12 jabatan Kepala Bagian dengan 8 nama jabatan yang berbeda. Hasil pemetaan kriteria talenta dari kriteria Kepala Bagian pada HAV Matrix di PT X terbagi ke dalam profil Star Player sebanyak 7 jabatan dan profil Rising Star sebanyak 1 jabatan. Kata Kunci : manajemen talenta, pemetaan talenta, matriks HAV, potensi, kinerja
Upaya Menjaga Biodiversitas Dengan Keterlibatan Massa : Model Bisnis Crowdfunding Sebagai Strategi Penggalangan Dana Publik Lsm Lingkungan Hidup Studi Kasus Coral Triangle Center (ctc) Bagus Adiib Al-Haq; Farda Hasun; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LSM lingkungan hidup merupakan organisasi nirlaba yang memiliki salah satu aktivitas utama berkaitan dengan penggalangan dana. Crowdfunding merupakan alternatif penggalangan dana publik yang belum banyak diterapkan di Indonesia tetapi memiliki potensi untuk dikembangkan. Proyek crowdfunding oleh LSM lingkungan hidup ada yang berhasil memperoleh dana yang dibutuhkan namun ada yang masih gagal. Salah satu LSM yang telah menerapkan crowdfunding adalah Coral Triangle Center (CTC) pada awal tahun 2015. Crowdfunding pada CTC baru mendapatkan sekitar 1% dari total jumlah dana yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model bisnis yang lebih efektif dalam rangka implementasi crowdfunding pada Coral Triangle Center (CTC). Metode analisis model bisnis yang digunakan adalah Business Model Canvas (BMC). Identifikasi donatur pada bagian customer segments terdiri dari perspektif geografik, sosiodemografi, dan psikografik. Pemetaan value proposition menggunakan pendekatan sustainable business model dengan menjabarkan kontribusi value proyek crowdfunding pada empat sisi yaitu value bagi donatur, lingkungan, sosial, serta stakeholder terkait. Pada tahap pengolahan data yang berasal pada data primer dan sekunder didapatkan usulan berkaitan dengan perbaikan model bsinis bagi crowdfunding di Coral Triangle Center (CTC). Perbaikan juga berpedoman pada langkah perbaikan pada model bisnis eksisting. Terdapat identifikasi yang khusus berkaitan dengan segmen donatur dan pemetaan value proposition. Selain itu aktivitas kampanye yang menunjang bagi proyek diantaranya berdampak pada masukan bagi key pertnership dan cost structure. Kata Kunci : Crowdfunding, Business Model Canvas, LSM lingkungan hidup, Penggalangan dana publik
Analisis Kinerja Pengelolaan Proyek Pembangunan Kantor Bkd Kab. Karanganyar Dengan Menggunakan Earned Value Method Permata Syafira Aulia; Budhi Yogaswara; Litasari Widyastuti Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Evaluasi proyek merupakan bagian dari agenda pengendalian agar proyek dapat dilaksanakan tepat mutu, waktu, dan biaya, serta diselesaikan secara efektif dan efisiensi. Proyek konstruksi sangat rentan dengan pembengkakan biaya dan tidak tepat waktunya penyelesaian. Dalam pengendalian biaya dan waktu ini telah diperkenalkan konsep Earned Value atau konsep nilai hasil. Metode Earned Value (nilai hasil) memberikan informasi status kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan memberikan informasi prediksi biaya yang dibutuhkan dan waktu untuk penyelesaian seluruh pekerjaan berdasarkan indikator kinerja saat pelaporan. Pembangunan BKD Kab. Karanganyar ini merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban dana APBD. Setiap dana APBD harus dipertanggung jawabkan secara biaya maupun fisik. Pada penelitian ini membahas mengenai analisa biaya dan jadwal diantaranya BCWS , BCWP, dan ACWP dengan nilai kontrak sebesar Rp. 1.148.086.000 dengan lama waktu penyelesaian kontrak selama 120 hari kalender yang selanjutnya diolah sehingga menghasilkan analisis varians yaitu CV dan SV. Dari ketiga analisis tersebut maka dapat menjadi lesson learn bagi proyek kedepannya sehingga manajemen kontraktor dapat mengambil tindakan sebelum adanya penyimpangan waktu maupun biaya, sehingga pada tahap closing seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai kontrak. Kata kunci : Earned Value, Proyek Konstruksi, Closing, Lesson learn. Project evaluation is part of the control agenda to allow the project to be implemented in quality, time and cost, and to be effectively and efficiently resolved. Construction projects are particularly vulnerable to cost swelling and inappropriate timing of completion. In this cost and time control has introduced the concept of Earned Value or the concept of result value. The Earned Value method provides the project performance status information for a reporting period and provides the required cost prediction information and the time for completion of all jobs based on the performance indicators at the time of reporting. Development of BKD Kab. Karanganyar is one form of accountability of APBD funds. Every APBD fund must be accounted for both cost and physical. In this study discusses the cost and schedule analysis such as BCWS, BCWP, and ACWP with contract value of Rp. 1,148,086,000 and a contract completion period of 120 calendar days subsequently processed so that will produce analysis of variance of CV and SV. From the analysis sit will get the performance index analysis in the form of CPI and SPI. From these three analyzes it can be a lesson learned for future projects so that contractor management can take action before any deviation of time and cost, so that at the closing stage all activities can run according to the contract. Keywords: Earned Value, Construction projects, Closing, Lesson learn.
Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Menggunakan Metode Balanced Scorecard Pada Pt. Xyz Elma Anggraini Setyaningrum; Farda Hasun; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri tekstil. Produk-produk yang dihasilkan adalah selimut lurik, kain lurik, dan kain mentah. Saat ini penilaian kinerja pada PT. XYZ dilakukan hanya pada aspek keuangan dan produksi. Pada aspek keuangan, performansi dilihat dari pencapaian pendapatan dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan untuk bagian produksi, pengukuran kinerja dilihat berdasarkan target produksi yang dicapai. Pengukuran kinerja melalui aspek keuangan dan aspek produksi dinilai tidak dapat mengetahui keberhasilan dari target keseluruhan yang dimiliki oleh PT. XYZ dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu diperlukan sistem pengukuran kinerja perusahaan secara keseluruhan dengan menggunakan Balanced Scorecard untuk mempermudah manajemen puncak dalam mengambil keputusan dalam mencapai tujuan dari organisasi perusahaan. Perancangan pengukuran kinerja pada PT. XYZ dalam penelitian ini diawali dengan penjabaran visi dan misi perusahaan dan kemudian dilanjutkan dengan perancangan usulan strategi berdasarkan analisis SWOT. Langkah berikutnya adalah penentuan Critical Success Factor dan Key Performance Indicator. Selanjutnya dilakukan pembobotan dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengukuran kinerja ini menghasilkan 16 buah Key Performance Indicator yang berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Berdasarkan pembobotan AHP, bobot tertinggi terdapat pada perspektif keuangan sebesar 37%, perspektif pelanggan 34%, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran 18%, dan proses bisnis internal 11%. Dari hasil simulasi penilaian diperoleh tiga faktor yang perlu perbaikan, yaitu biaya operasi, tingkat perputaran karyawan, dan tingkat produktivitas karyawan. Kata kunci : Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard, Key Performance Indicators, Analytical Hierarchy Process Abstract PT. XYZ is a textile company which produces lurik blankets, lurik, and raw fabrics. At the present time, the performance appraisal at PT. XYZ is accomplished on financial and production aspect. For the financial aspect, performance is assessed from the earned revenue compared to predefined targets. And for the production aspect, performance measurement is based on the achieved production volume. Performance measurement through financial and production aspects are considered not enough to know the overall achievement of PT. XYZ in realizing its vision and mission. Therefore, in this research, Balanced Scorecard is used to measure the overall performance of the company to facilitate top management in making decisions to achieve the goals of the company. Performance measurement design at PT. XYZ in this research begins with the SWOT analysis, followed by the determination of Critical Success Factors and Key Performance Indicators which will be weighted by using Analytical Hierarchy Process (AHP). These performance measurements results in 16 Key Performance Indicators in the four perspectives of Balanced Scorecards which affects the company performance. Based on AHP weighting, the highest weights is in the financial perspective that is 37%, customer perspective 34%, learn and growth perspective 18%, and internal business process 11%. Based on measurement simulation, there are three factors which need improvement in PT. XYZ. Those are operational cost, employee turnover, and employee productivity. Keywords: Performance Measurement, Balanced Scorecard, Key Performance Indicators, Analytical Hierarchy Process
Perancangan Bobot Kriteria Jabatan Manajer Senior Pengelolaan Sumber Daya Manusia Di Divisi Sumber Daya Manusia Menggunakan Metode Analytical Hierarcy Process Di Pt.xyz Radityatama Abiyoga; Budi Sulistyo; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT.XYZ adalah perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak dalam hulu gas dan minyak bumi. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh PT.XYZ adalah belum efektifnya mekanisme rencana suksesi & karir pegawai di perusahaan. Dampak yang dapat dilihat adalah pencapaian performansi kerja pemegang jabatan yang belum optimal. Kondisi ini disebabkan salah satunya karena tidak adanya standar kriteria dan subkriteria yang digunakan untuk menetapkan pegawai dalam menduduki jabatan. Analisis jabatan sendiri belum dilaksanakan, khususnya di dalam posisi senior manajer pengelolaan SDM. Penelitian ini bertujuan untuk merancang proses pemilihan jabatan senior manajer pengelolaan SDM di PT.XYZ. Informasi dari jabatan diolah dengan menggunakan metode AHP untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi apa yang dapat membuat dalam proses pemilihan jabatan ini menjadi lebih baik Kata kunci --- Analisis Jabatan, Perencanaan Suksesi, Uraian Jabatan, Spesifikasi Jabatan, Analytical Hierarchy Process (AHP), Pemilihan Jabatan Abstract PT. XYZ is a government company that operates in the upstream gas and petroleum. One of the problems in PT. XYZ is the ineffectiveness of the employee succession & career plan mechanism in the company. The impact that can be seen is the achievement of work performance that is not optimal. This condition is caused they don’t have any standard of criteria and sub-criteria used to assign employees to occupy positions. Job analysis has not been implemented, especially in the senior position of HR management managers. This research aims to design the process of selecting the senior position of HR management manager at PT. XYZ. Information from the position is processed using the AHP method to find out the factors that become what can make the process of selecting this office better Key words --- Job Analysis, Succession Planning, Job Descriptions, Job Specification, Analytical Hierarchy Process (AHP), Determination of Position
Penentuan Prioritas Kriteria Pemilihan Kandidat Program Management Trainee Pada Pt. Xyz Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (ahp) Ida Ayu Utari Ananda Putri; Fida Nirmala Nugraha; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penerbangan. Saat ini komposisi karyawan PT. XYZ didominasi oleh kelompok karyawan usia 51-55 tahun. Selain itu, berdasarkan kelas jabatan, pada tahun 2016 PT. XYZ harus memenuhi kebutuhan jumlah karyawan pada level mid-management sebanyak 67 orang. PT. XYZ berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara diambil dari sumber internal, yaitu dari level jabatan staf. Namun rata- rata nilai kinerja karyawan level staf pada tahun 2015 yang dianggap belum memuaskan berdasarkan standar perusahaan membuat     perusahaan     memutuskan     untuk     memenuhi kebutuhan tersebut  dari  sumber  eksternal.  Hal inilah yang membuat perusahaan membuka lowongan program Management Trainee (MT) untuk mengisi kebutuhan kelompok karyawan tersebut. Dalam proses rekrutmen dan seleksi program MT dibutuhkan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh calon kandidat sebelum akhirnya terpilih menjadi kandidat program MT di PT. X. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menentukan kriteria yang menjadi prioritas perusahaan dalam mencari kandidat untuk   program   Management   Trainee   dan   (2)   Membuat rancangan pemetaan proses rekrutmen dan seleksi calon kandidat  MT yang  dilakukan  di  perusahaan sesuai  dengan kriteria yang telah ditentukan. Data penelitian yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari berbagai literatur, hasil penelitian terdahulu, dan sumber lainnya yang relevan dengan topik ini. Analisis data yang digunakan adalah Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis nilai prioritas dari faktor, aktor, tujuan, dan alternatif. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui kriteria yang menjadi prioritas adalah pendidikan terakhir (0.3165), kemampuan manajerial (0.2236), kemampuan personal (0.1873), kemampuan teknis (0.1622), dan pengalaman kerja (0.1104). Kriteria-kriteria ini kemudian digunakan dalam penyusunan rancangan proses rekrutmen dan seleksi bagi program MT di  PT. XYZ. Keyword: Talent Management, Talent Identification, AHP, Rekrutmen dan Seleksi
Perancangan Kamus Kompetensi Menggunakan Metode Delphi Pada Karyawan Direktorat Akademik Level Manajerial Putri Nandari Elman Astadipura, Christanto Triwibisono, Litasari W. Suwarsono Putri Nandari Elman Astadipura; Christanto Triwibisono; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini penelitian yang bersangkutan dengan manajemen sumber daya manusia memiliki salah satu cara yang efektif dan efisien untuk mengelola sumber daya manusia yaitu dengan Competencies Based Human Resource Management (CBHRM). Salah satu institusi pendidikan seperti Glasgow University telah mengaplikasikan CBHRM untuk mengelola sumber daya manusia yang dimiliki. Selain itu, CBHRM dapat digunakan sebagai landasan untuk melakukan aktivitas manajemen sumber daya manusia salah satunya pelatihan dan pengembangan, agar dalam pelaksanaannya dapat sesuai dengan kebutuhan saat ini dan yang akan datang. Studi kasus penelitian ini dilakukan di direktorat akademik Universitas Telkom. Selama ini pada proses prosedur pelaksanaan pelatihan, pelatihan dapat dilaksanakan atas permintaan dari karyawan. Sedangkan, menurut teori CBHRM bahwa diperlukan adanya penilaian terhadap kompetensi karyawan sehingga pelatihan yang dilaksanakan dapat sesuai untuk menunjang kompetensi karyawan yang dibutuhkan. Pada penelitian ini menggunakan metode Delphi dalam pengolahan data, menggunakan kompetensi generik Spencer and Spencer untuk menentukan model kompetensi core personality dan menggunakan benchmark dari Glasgow University untuk model kompetensi skill dan knowledge. Dengan melakukan penentuan kompetensi berdasarkan pendapat para pakar, sehingga dari model kompetensi tersebut terbentuklah kamus kompetensi untuk direktorat akademik Universitas Telkom. Kata kunci : Competencies Based Human Resource Management, Model Kompetensi, Kamus Kompetensi, Delphi
Co-Authors Afifah, Farah Agilhandani, Astri Dewi Aisha, Atya N. Amelia Kurniawati Andre Kharis Sianipar Annisa Ufaira Astri Dewi Agilhandani Atya Nur Aisha Bagus Adiib Al-Haq Bayu Satria Yudha Berliana, Regine Rahmada Bewana, Zanuar Galang Budhi Yogaswara Budi Praptono Budiarto, Sulistyo Chanita , Olivia Akma Christanto Triwibisono Danang Triantoro Murdiansyah Devi Pratami Dian Kristiana Dita Ayu Wandira Dwi Wahyuni Eggy Caesario Elma Anggraini Setyaningrum Endang Chumaidiyah Erif Rifki Rediana Fachri Husaini Fachrul Rozi Farda Hasun Favian Dewanta Fida Nirmala Nugraha Hasna Fitri Nur’aini Herbayu, Vivaldy Izza Naufalindra Ida Ayu Utari Ananda Putri Ika Arum Puspita Ima Normalia Kusmayanti Imam Haryono Indarti , Oktavicha Salsabila Jan M. Pawlowski Jannah, Putri Miftahul Judi Alhilman, Judi Leonardo Fredy Putra Lestari, Ni Made Ayu Aghata Widya Luciana Andrawina Maulana, Fahrul Anam Melly Uswatun Hasanah Muhammad Fadli Auliyufliha Muhammad Ridwan Triantoro Muharman Lubis Mulyadin, Revin Naima, Nisrina Danin Nindytha Salsabila Kara Noor Novita Permata Sari Nur Falah Sofiatul Jannah Nurdinintya Athari Supratman Nurul Ikhsan Permata Syafira Aulia Permatasari, Tiara Dewi Pramesti Intan Meuthia Prandika Pratanto Prantia Amanda Putra Fajar Alam Putra Fajar Alam Putri Miftahul Jannah Putri Nandari Elman Astadipura Rachmat, Mochamad Daffa Praditia Radityatama Abiyoga Rahmat Rezki Ratu Nabila Octavia Pratama Refa Meirano Aldilla Retno Hendryanti Reza Rendian Septiawan Safinah Rizkiyani Safitri , Anissa Sari Wulandari Sinung Suakanto Siswanto, Joko Sitti Nur Azmi F. Sofi Hanifah Hermawan Suprana, Zidan Akhsan Syfa Nur Lathifah Tiara Ayu Lestari Umar Ali Ahmad Utari Wilan Utari Wilan, Utari Wimbajaya Hamukti Yesica Berliana Chrismadora Yogasswara, Budhi ZK Abdurahman Baizal