Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Di Cv. Xyz Menggunakan Performance Prism Nur Falah Sofiatul Jannah; Budi Sulistyo; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan hasil penelitian perancangan sistem penilaian kinerja pada CV. XYZ dengan metode Performance Prism. Selama ini CV. XYZ belum memiliki sistem penilaian kinerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan perancangan sistem penilaian kinerja. Dari kondisi CV. XYZ, metode yang tepat digunakan adalah performance prism dibanding model lain. Penilaian kinerja dalam penelitian ini akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan beberapa metode antara lain pembobotan dengan Analytical Hierachy Process (AHP) untuk mengetahui skala nilai prioritas setiap KPI. Hasil rancangan menunjukkan bahwa ada 5 stakeholder di CV. XYZ yaitu meliputi: Pemilik, Karyawan, Supplier, Customer, dan Masyarakat. Hasil perancangan penilaian kinerja pada CV. XYZ dengan Performance Prism diperoleh 69 KPI keseluruhan, 12 KPI pemilik, 17 KPI karyawan, 14 KPI supplier, 14 KPI customer, dan 12 KPI masyarakat. Hasil pengukuran ini menjadi landasan bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi dan menentukan rencana kerja perbaikan sehingga harapan dari semua stakeholder dapat terpenuhi. Kata kunci : Penilaian Kinerja, Performance Prism, AHP Abstract This research describes the results of system design performance appraisal on CV. XYZ using the Performance Prism method. CV. XYZ does not have any Performance Assessment system yet until now. Therefore, system design is necessary. According the condition of CV. XYZ, the right method to use is performance compared to other models. Performance appraisal in this research will be carried out using another weighting method with the Analytical Hierachy Process (AHP) to determine the priority value scale of each KPI. The design results show that there are 5 stakeholders in CV. XYZ which includes: Owner, Employees, Suppliers, Customers and Communities. The result design of Performance assessment on CV. XYZ with Performance Prism show that obtained 69 KPIs in total, 12 KPI pemiliks, 17 KPI employees, 14 KPI suppliers, 14 KPI customers, and 12 KPI community members. The results of this measurement are a plan for the management to determine and determine the work plan for repairs that are expected from all stakeholders that can be fulfilled. Keywords : Performance Assessment, Performance Prism, AHP
Analisa Beban Kerja Mental Unit Hubungan Masyarakat Di Pt. Angkasa Pura 1 (persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Dengan Metode Nasa-tlx Refa Meirano Aldilla; Budhi Yogaswara; Litasari Widyastuti Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Angkasa Pura 1 (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam Layanan Transportasi Udara. Menekankan layanan ke wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur dalam menyediakan layanan lalu lintas udara dan bisnis bandara. Studi ini menganalisis beban kerja mental unit kerja Hubungan Masyarakat (HUMAS) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Unit ini bertugas sebagai juru bicara perusahaan untuk membantu pihak internal dan external untuk mengetahui informasi resmi dan terjamin mengenai keadaan bandara selain itu meluruskan masalah atau berita yang dapat merugikan atau merusak citra perusahaan. Kualitas unit kerja HUMAS sangat dipengaruhi oleh beban kerja yang diterima. Tujuan studi pengukuran beban kerja mental adalah untuk mengetahui kondisi beban kerja mental unit kerja HUMAS. Berdasarkan hasil pengukuran yang menghasilkan nilai beban kerja mental nilai digunakan untuk perhitungan kebutuhan karyawan yang diperlukan untuk mengurangi beban kerja mental di unit kerja HUMAS. Data analisis dapat digunakan untuk bahan evaluasi untuk mengembangkan kinerja dan kualitas kerja karyawan unit kerja HUMAS sehingga bisa lebih baik lagi. Metode yang dalam memproses data penelitian ini adalah NASA-TLX. Dalam pengukuran beban kerja mental pada unit Humas, nilai beban mental tertinggi adalah 68,67 dan nilai beban mental terendah adalah 59,33. Dengan mengetahui beban kerja mental masing-masing karyawan unit kerja HUMAS, selain itu dapat digunakan untuk menentukan kebijakan guna menjaga agar beban kerja mental karyawan tidak berlebihan atau tinggi yang dapat mengurangi kinerja dan kualitas karyawan. Kata kunci: Beban Kerja Mental, Internal, External, HUMAS, NASA-TLX Abstract PT. Angkasa Pura 1 (Persero) is a State-Owned Enterprise that is engaged in air transport services which emphasizes service to the Central Indonesia and Eastern Indonesia Region in providing air traffic services and aiport business. This study is analyzes mental workload in public relation unit work at I Gusti Ngurah Rai International Airport. This unit is working as a company spokeperson to help internal and external parties to knowing the official and guaranteed information about the airport, also straighten out an issue or news which can harm or damage the company’s image. The quality of public relation unit work strongly influenced by the workload they received. The purpose of mental workload measurement is to knowing the condition of Public Relation unit work mental workload. Based on that measurement output will proceed to determine employee needed to reduce the mental workload of public relation unit work. The analysis data can be use to evaluation material for developing the performance and quality of public relation unit work employees so it can be better. The method to processing the data in this study is NASA-TLX. In the measurement of mental workload in public relation unit work the highest mental workload value is 68,67 and the lowest mental workload value is 59,33. By knowing the mental workload of each employee of public relation unit work, the result also can be use to determine policies in order to maintain the employee’s mental workload is not excessive or high which can reduce the performance and quality of employees. Keywords: Mental Workload , Internal, External, Public Relation, NASA-TLX
Perancangan Alat Pengukuran Kinerja Pada Pt Prapta Rekayasa Buana Menggunakan Metode Balanced Scorecard Rahmat Rezki; Budi Praptono; Litasari Widyastuti Suwarno
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Prapta Rekayasa Buana merupakan sebuah perusahaan keluarga yang bergerak di bidang manufaktur industri kosmetik sejak 2006 hingga sekarang. Sampai saat ini, perusahaan belum menggunakan sebuah metode yang tepat untuk mengukur kinerja dan perkembangan perusahaan sehingga berdampak pada tidak adanya sasarasn strategis perusahaan dan pencapaian target yang tidak stabil. Maka dari itu, dilakukan penyusunan balanced scorecard untuk melakukan pengukuran kinerja yang tepat bagi perusahaan. Metode pengukuran kinerja ini disusun dengan menyusun alternative alternative strategi perusahaan berdasarkan analisis SWOT pada perusahaan. Setelah itu, mengelompokkan alternatif strategi kedalam empat perspektif BSC untuk menyusun peta strategi yang menjadi acuan bagi perusahaan. Lalu menentukan critical success factor dan key performance indicator berdasarkan alternatif strategi yang ada dan menentukan bobot masing masing indikator dengan AHP yang akan digunakan sebagai indikator pengukuran dalam BSC. Dari hasil penyusunan BSC, didapatkan pembobotan untuk perspektif finansial adalah sebesar 49%, pelanggan 33%, proses bisnis internal 9%, dan pembelajaran dan perkembangan adalah sebesar 9% Kata Kunci : Critical Success Factor, BSC, KPI, Pembobotan
Perancangan Program Peningkatan Employee Engagement & Satisfaction Di Pt Abc Menggunakan Pendekatan Loyalty 3.0 Prandika Pratanto; Budhi Yogaswara; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan produk dan layanan telekomunikasi, informatika, dan jaringan dengan sasaran untuk menjadi salah satu dari 10 perusahaan di Asia Pasifik dengan kapitalisasi pasar terbesar di industri telekomunikasi pada tahun 2020. Produktivitas karyawan semakin penting untuk menjadi landasan tercapainya tujuan perusahaan. Namun, pada PT ABC terdapat masalah pada tingkat engagement karyawan yang berkurang dari nilai 84.49% menjadi 81.50% yang disebabkan beberapa faktor seperti halnya pada tingkat engagement generasi-z dan millennial-y yang cenderung memiliki tingkat engagement lebih rendah daripada generasi sebelumnya. Sedangkan untuk mencapai tujuan perusahaan, diketahui karyawan yang memiliki engagement dan kepuasan yang tinggi terhadap perusahaan akan cenderung akan mempunyai rasa dan ikut andil terhadap perusahaan sehingga akan memacu untuk bekerja lebih produktif. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang program peningkatan employee engagement & satisfaction. Pada penelitian kali ini, menggunakan model dari konsultan Aon Hewitt dalam perancangan alat ukur yang dilakukan terhadap 30 orang karyawan. Alat ukur ini digunakan untuk mengukur tingkat engagement dan kepuasan. Setelah mendapatkan hasil dari pengukuran tingkat engagement dan kepuasan, Selanjutnya dilakukan analisis pada perancangan program peningkatan employee engagement menggunakan metode PDBO. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai tingkat engagement pada PT ABC dapat membuat rancangan program employee engagement dengan mengacu pada beberapa aspek yang memiliki nilai yang rendah yaitu sebesar 5.77 (leadership), 7.13 (the work), dan 5.70 (the basic). Sehingga dapat ditetapkan rancangan program employee engagement yaitu Fast Feedback, Goals, serta Points. Kata Kunci : employee engagement, kepuasan, PDBO ABSTRACT PT ABC is a telecommunication company that provide product and services in telecommunication informatics, and networks that have target to become one of ten the biggest market capitalizations Asian Pasific telecommunication industry company in 2020. Employee productivity is increasingly important to be the goal of the company achieved. However, PT ABC have a problem with the level of employee engagement which decreased from 84.49% to 81.50% due to several factors such as the z-generation and millenial-y engagement levels whisch tended to have lower engagement rates than the previous generation. Whereas to achieve company goals, it is known that employees who have high engagement and satisfaction with the company will tend to have a sense of and contribute to the company that it will spur to work more productively. The purpose of this study was to measure the level of employee engagement and satisfaction than design a program to increase employee engagement. In this reasearch, using a model from consultant Aon Hewitt in designing measuring instruments carried out on 30 employees. This measurement tool is used to measure the level of engagement and satisfaction. Furthermore, an analysis was conducted on the design of employee engagement improvement programs using the PDBO method. Based on the results of the research, the value of engagement level at PT ABC As for designing engagement programs there are references to several aspects that have a low value on aspects of satisfaction namely 5.77 (leadership), 7.13 (the work), dan 5.70 (the basic). The conclusion is employee engagement program that have to build is Fast Feedback, Goals, and Points. Keywords : employee engagement, satisfactiom, PDBO
Rancangan Perbaikan Tunjangan Struktural Pada Tenaga Penunjang Akademik (tpa) Universitas Telkom Berdasarkan Evaluasi Jabatan Menggunakan Metode Cullen Egan Dell Prantia Amanda; Litasari Widyastuti Suwarsono; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Saat ini Universitas Telkom sedang mengalami permasalahan yang berkaitan dengan tunjangan stuktural yang diberikan kepada karyawannya, yaitu sistem pemberian tunjangan stuktural yang berlaku saat ini di Universitas Telkom belum berdasarkan nilai relatif jabatan dan disama ratakan untuk masing-masing level jabatan.Hal ini dirasakan tidak memberikan keadilan kepada karyawan Tenaga Penunjang Akademik (TPA) di Universitas Telkom, karena pada setiap tingkat pekerjaan memiliki deskripsi pekerjaan yang berbeda, tingkat kesulitan yang berbeda dan isu-isu yang beragam. Untuk merancang sistem kompensasi yang dibutuhkan oleh Universitas Telkom, yang harus dilakukan pertama adalah melakukan evaluasi jabatan. Evaluasi pekerjaan harus dilakukan dengan menggunakan metode yang tepat, sehingga menghasilkan formula yang tepat dalam pemberian tunjangan stuktural karyawan. Metode evaluasi jabatan yang cocok untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Universitas Telkom saat ini adalah metode Cullen Egan Dell. Metode Cullen Egan Dell memiliki tiga faktor utama dan delapan subfaktor yang harus diperhatikan dalam menentukan sistem kompensasi berdasarkan evaluasi jabatan pada perusahaan. Hasil evaluasi jabatan dengan menggunakan metode Cullen Egan Dell adalah nilai relatif jabatan dari berbagai posisi yang akan dinilai. Maka nilai relatif jabatan ini menjadi salah satu variabel yang digunakan dalam perancangan formula menghitung tunjangan stuktural yang merupakan tujuan dari dilakukannya penelitian ini. Kata Kunci : Evaluasi Jabatan, Tenaga Penunjang Akademik, Tunjangan Struktural, Cullen Egan Dell. Abstract : Telkom University is currently experiencing problems relating to structural benefits provided to its employees, namely the system of providing structural benefits that is currently in effect at Telkom University is not based on the relative value of the position and is equalized for each level of position. to Academic Support Staff employees at Telkom University, because at every level of work they have different job descriptions, different levels of difficulty and various issues. To design the compensation system needed by Telkom University, the first thing to do is to evaluate the position. Job evaluation must be carried out using the right method, so as to produce the right formula in providing employee structural allowances. Position evaluation method that is suitable for solving existing problems at Telkom University is the Cullen Egan Dell method. The Cullen Egan Dell method has three main factors and eight subfactors that must be considered in determining a compensation system based on job evaluation at the company. The result of job evaluation using the Cullen Egan Dell method is the relative position value of the various positions to be assessed. Then the relative value of this position is one of the variables used in the design of a formula to calculate structural benefits which is the purpose of this research. Keywords: Job Evaluation, Academic Support Staff, Structural Allowances, Cullen Egan Dell.
Perancangan Key Results Prioritas Di Inagri Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Dita Ayu Wandira; Litasari Widyastuti Suwarsono; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INAGRI menggunakan Objective and Key Results (OKR) untuk mengukur kinerja. Pengukuran OKR yang sudah dilakukan oleh INAGRI, masih belum mencapai target key results yang telah ditetapkan. Hal itu, menyebabkan target perusahaan yang tidak tercapai. Key Results yang digunakan oleh INAGRI juga memiliki jumlah yang cukup banyak sehingga sulit untuk di capai dalam satu kuartal. Tugas akhir ini menggunakan framework Objective and Key Results (OKR) yang terdiri atas tiga tahap, yaitu memberikan ulasan pada OKR pada tahapan ini penulis melakukan evaluasi kriteria relevance dan effieciency dan melakuakan evaluasi terhadap OKR eksisting, tahapan kedua yaitu menetapkan objective dari hasil evaluasi OKR eksisting dan tahapan ketiga menentukan key results. Dalam tahap penentuan key results penulis akan menghitung bobot prioritas dari key results yang telah dievaluasi untuk menentukan bobot proritas atas key results terhadap target perusahaan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penggunaan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menghasilkan rancangan OKR dengan key results prioritas. Objective prioritas yang didapatkan adalah meningkatkan awareness agen dan warung INAGRI B2C dengan empat key results, akuisisi market baru INAGRI B2C agen dan warung dengan tiga key results, B2B market dengan dua key results. Kata kunci : : Performance Management, Objective and Key Results, Analytical Hierarchy Process, Key Results Prioritas.
Perancangan Alat Ukur Kinerja Gosmsgateway Dengan Kerangka Integrated Performance Measurement System (ipms) Yesica Berliana Chrismadora; Atya Nur Aisha; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GoSMSGateway adalah salah satu perusahaan di bidang sistem layanan pengirimaan SMS secara online. Persaingan di dunia bisnis yang sama membuat GoSMSGateway harus bersaing menjaga keberlangsungan perusahaan. Permasalahan GoSMSGateway saat ini adalah pengukuran kinerja yang hanya berfokus terhadap strategi keuangan sehingga belum cukup untuk menjaga keberlangsungan perusahaan. Perusahaan harus memperhatikan indikator keberhasilan non finansial seperti kebutuhan stakeholder yang dapat menyebabkan kinerja pada perusahaan menurun, sehingga perlu dilakukan pembaharuan alat ukur kinerja yang lebih befokus pada kebutuhan dari setiap stakeholder. Perancangaan dilakukan menggunakan pendekatan Intergrated Performance Measurement System (IPMS) yang sangat relevan digunakan karena memperhatikan setiap kebutuhan stakeholder dan mengidentifikasi permasalah pada setiap level bisnis suatu perusahaan yang masih berkembang. Hasil dari penelitian adalah Key Performance Indicator (KPI) yang berfungsi untuk mengontrol kinerja perusahaan. Data yang diambil dari penyebaran kuisioner pada setiap stakeholder GoSMSGateway kemudian diolah dengan pendekatan IPMS. Telah teridentifikasi terdapat 4 stakeholder dan didapatkan 6 kebutuhan pelanggan, 6 kebutuhan pegawai, 5 kebutuhan pengelola dan 3 kebutuhan supplier. Dari kebutuhan tersebut menghasilkan total 8 objective dari semua stakeholder. Dari objective yang didapat, ditemukan 15 KPI yang sesuai dan telah diverifikasi oleh perusahaan yaitu 3 KPI pelanggan, 5 KPI pegawai, 4 KPI pengelola, dan 3 KPI supplier. Kata Kunci : Stakeholder, Intergrated Performance Measurement System (IPMS), KPI
Pengukuran Kompetensi Aspek Personal Manajer Proyek Dengan Acuan Project Manager Development Framework (pmcdf®) (studi Kasus : Pt Xyz) Nindytha Salsabila Kara Noor; Devi Pratami; Litasari Widyastuti Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan konstruksi dan pengelolaan jaringan infastruktur. Pada perusahaan ini terdapat dua proyek yaitu proyek Shift To The Front (STTF) Batch II dan proyek digitalisasi SPBU. Namun kedua proyek tersebut belum mencapai target yang diharapkan. manajer proyek memiliki peranan penting dalam keberhasilan proyek dan tugas seorang manajer proyek mencakup berbagai aktivitas yang membutuhkan suatu kompetensi. Untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki dari manajer proyek dapat dilakukan dengan penilaian berbasis kompetensi. Penilaian eksisting yang terdapat pada perusahaan memiliki kelemahan karena aspek competency kurang spesifik dan detail untuk menggambarkan kemampuan karyawan maka dilakukan pengukuran kompetensi aspek personal karena kompetensi personal lebih banyak digunakan saat mengelola proyek dengan menggunakan suatu kerangka yaitu Project Manager Competency Development (PMCD)® Framework. Penilaian dilakukan secara 360 derajat kepada atasan, peer, bawahan dan diri sendiri. Selain itu juga dlakukan bobot kepentingan kompetensi untuk mengetahui kompetensi yang diprioritaskan terhadap manajer proyek dengan menggunakan kuesioner Analytical Hierarhcy Process pada direktur dan manajer proyek. Hasil yang didapatkan pada rata-rata kompetensi pada manajer proyek memiliki nilai terkecil pada kompetensi effectiveness dan pada tingkat kepentingan effectiveness memiliki bobot tertinggi kedua Kata Kunci : Kompetensi Personal, metode umpan balik 360 derajat, AHP, PMCDF® Abstract PT XYZ is a company engaged in construction services and infrastructure network management. In this company there are two projects, namely the Shift To The Front (STTF) Batch II project and the SPBU digitization project. However, the two projects have not achieved the expected targets. The project manager has an important role in the success of the project and the task of a project manager includes various activities that require a competency. To find out the extent to which the project manager's competencies can be carried out with a competency-based assessment. The existing assessment in the company has weaknesses because the competency aspect is less specific and detailed to describe the employee's ability, so the personal aspect competency measurement is carried out because personal competence is mostly used when managing projects using a framework, namely the Project Manager Competency Development (PMCD) ® Framework. Assessment is carried out in 360 degrees to superiors, peers, subordinates and yourself. In addition, competency importance weights are applied to determine prioritized competencies for project managers using the Analytical Hierarchy Process questionnaire for project directors and managers. The results obtained on the average competency of the project manager have the lowest value on effectiveness competence and on the level of importance of effectiveness has the second highest weight. Keywords : Personal competence, 360 degree feedback method, AHP, PMCDF®
Perancangan Jalur Karir Berbasis Kompetensi Di Badan Kepegawaian Daerah (bkd) Provinsi Jawa Barat Erif Rifki Rediana; Atya Nur Aisha; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu instansi pemerintahan. Dalam pelaksanaan rotasi dan promosi pegawai menggunakan sistem eselonisasi/kelas jabatan. Sistem tersebut memungkinkan seseorang dapat berpindah jabatan menyesuaikan kelas jabatan yang sama dengan jabatan yang sebelumnya, ataupun dapat promosi dengan kelas jabatan yang lebih tinggi daripada kelas jabatan sebelumnya. Dengan menerapkan sistem eselonisasi/kelas jabatan pada rotasi dan promosi jabatan, terdapat kemungkinan untuk seseorang berpindah dari suatu jabatan ke jabatan lain yang tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Sedangkan sebuah tugas dapat terlaksana secara maksimal apabila dikerjakan oleh seseorang yang memiliki kemampuan dan kompetensi pada pekerjaan terkait. Dengan begitu perlu adanya jalur karir terkait jabatan berbasis kompetensi agar rotasi jabatan sesuai dengan kompetensi pada jabatan terkait. Metode penelitian yang akan digunakan adalah teknik analisis isi (content analysis), analisis grafis dan metode hierarchical clustering dengan teknik average linkage. Teknik analisis isi (content analysis) digunakan dalam merancang kebutuhan kompetensi jabatan berdasarkan data hasil wawancara, kuisioner, maupun dokumen instansi. Analisis grafis digunakan dalam mengevaluasi level kompetensi dari 20 jabatan apakah sudah sesuai atau belum, sedangkan metode hierarchical clustering dengan teknik average linkage digunakan untuk mengelompokan 20 jabatan, yang kemudian akan digunakan sebagai acuan dasar perancangan jalur karir berbasis kompetensi. Hasil dari pengelompokan jabatan menghasilkan 9 cluster. Arah pergerakan karyawan dapat berpindah pada cluster yang sama dan juga dapat lintas cluster, namun untuk pergerakan lintas cluster dengan mempertimbangkan perbedaan kebutuhan kompetensi jabatan dan perbedaan kompetensi kunci setiap cluster. Kata kunci: jalur karir berbasis kompetensi, kebutuhan kompetensi jabatan, hierarchical clustering, kompetensi, content analysis Abstract Regional personnel agency (BKD) of West Java Province is a government institute. In the implementation of rotation and promotion of employees using the echelonization / class system. The system allows someone to change positions to adjust the same class position with the previous position, or can be promoted with a higher class position than the previous class. By applying the position echelonization / class system to job rotation and promotion, it is possible for someone to move from one position to another that is not in accordance with their competency. Whereas a task can be carried out maximally if it is done by someone who has the ability and competence in related work. That way there is a need for career paths related to competency-based positions so that job rotation is in accordance with the competencies in the relevant positions. The research method that will be used is content analysis, graphical analysis and hierarchical clustering method with average linkage technique. Content analysis techniques are used in designing job competency needs based on data from interviews, questionnaires, and agency documents. Graphical analysis is used in evaluating the competency level of 20 position whether it is suitable or not, while the hierarchical clustering method with average linkage techniques is used to classify 20 positions, which will then be used as a basic reference for competency-based career path design. The results of the grouping of positions resulted in 9 clusters. The direction movement of employees can move to the same cluster and also can be across clusters, but to move across clusters by considering differences in occupational competency requirements and differences in key competencies of each cluster. Keywords: competency-based career path, job competency needs, hierarchical clustering, competence, content analysis
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN TNA DENGAN METODE PROFILE MATCHING DAN WEIGHT PRODUCT Maulana, Fahrul Anam; Suwarsono, Litasari Widyastuti; Yogaswara, Budhi
JURSIMA Vol 12 No 1 (2024): Volume 12 Nomor 1 2024
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS INDOBARU NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47024/js.v12i2.773

Abstract

Penurunan produktivitas terjadi pada bagian Dyeing Finishing CPB dan Dyeing Finishing Jet Dyeing. Penurunan produktivitas terjadi pada tahun 2020 ̶ 2021 yang diakibatkan oleh tidak tercapainya kompetensi karyawan atau adanya gap kompetensi. Gap kompetensi karyawan disebabkan oleh Perusahaan yang tidak memiliki standar dalam penentuan jenis pelatihan dan peserta pelatihan. Perusahaan hanya mengadakan pelatihan yang umum dan tidak berpengaruh langsung terhadap kompetensi pegawai. Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem yang memberikan masukan terkait dengan penentuan jenis pelatihan. Sistem yang akan dibuat merupakan sistem pendukung keputusan dengan metode profile matching dan weight product. Profile Matching bertujuan untuk mencari gap dari kompetensi yang akhirnya akan memberikan rekomendasi terkait peserta pelatihan dan weight product akan memeberikan rekomendasi terkait jenis kompetensi yang memerlukan pelatihan. Dengan penelitian ini diharapkan memudahkan Kepala Seksi HRD PT Nagasakti Kurnia Textile Mills dalam menentukan jenis pelatihan dan peserta pelatihan yang akan meningkatkan kompetensi karyawan sehingga penurunan kinerja karyawan yang disebabkan gap kompetensi tidak akan terjadi
Co-Authors Afifah, Farah Agilhandani, Astri Dewi Aisha, Atya N. Amelia Kurniawati Andre Kharis Sianipar Annisa Ufaira Astri Dewi Agilhandani Atya Nur Aisha Bagus Adiib Al-Haq Bayu Satria Yudha Berliana, Regine Rahmada Bewana, Zanuar Galang Budhi Yogaswara Budi Praptono Budiarto, Sulistyo Chanita , Olivia Akma Christanto Triwibisono Danang Triantoro Murdiansyah Devi Pratami Dian Kristiana Dita Ayu Wandira Dwi Wahyuni Eggy Caesario Elma Anggraini Setyaningrum Endang Chumaidiyah Erif Rifki Rediana Fachri Husaini Fachrul Rozi Farda Hasun Favian Dewanta Fida Nirmala Nugraha Hasna Fitri Nur’aini Herbayu, Vivaldy Izza Naufalindra Ida Ayu Utari Ananda Putri Ika Arum Puspita Ima Normalia Kusmayanti Imam Haryono Indarti , Oktavicha Salsabila Jan M. Pawlowski Jannah, Putri Miftahul Judi Alhilman, Judi Leonardo Fredy Putra Lestari, Ni Made Ayu Aghata Widya Luciana Andrawina Maulana, Fahrul Anam Melly Uswatun Hasanah Muhammad Fadli Auliyufliha Muhammad Ridwan Triantoro Muharman Lubis Mulyadin, Revin Naima, Nisrina Danin Nindytha Salsabila Kara Noor Novita Permata Sari Nur Falah Sofiatul Jannah Nurdinintya Athari Supratman Nurul Ikhsan Permata Syafira Aulia Permatasari, Tiara Dewi Pramesti Intan Meuthia Prandika Pratanto Prantia Amanda Putra Fajar Alam Putra Fajar Alam Putri Miftahul Jannah Putri Nandari Elman Astadipura Rachmat, Mochamad Daffa Praditia Radityatama Abiyoga Rahmat Rezki Ratu Nabila Octavia Pratama Refa Meirano Aldilla Retno Hendryanti Reza Rendian Septiawan Safinah Rizkiyani Safitri , Anissa Sari Wulandari Sinung Suakanto Siswanto, Joko Sitti Nur Azmi F. Sofi Hanifah Hermawan Suprana, Zidan Akhsan Syfa Nur Lathifah Tiara Ayu Lestari Umar Ali Ahmad Utari Wilan Utari Wilan, Utari Wimbajaya Hamukti Yesica Berliana Chrismadora Yogasswara, Budhi ZK Abdurahman Baizal